Anara

Anara
Chapter 9. Setahun Berlalu



1 Tahun kemudian...


Anara sudah terbiasa dengan rutinitasnya. Setahun sudah dirinya bergelut dengan segala aktivitas perusahaan. Sudah menjadi makan sehari-hari menandatangani dokumen dan meeting sana sini.


Awalnya berat bagi Anara menjalani hari-hari. Namun Anara adalah pribadi cerdas yang mudah belajar dan beradaptasi. Sejak dipimpin Anara, Officially 6 bulan Lalu, Anara bukan lagi Anara yang dulu, yang bisa setiap saat hangout atau sekedar jalan-jalan bersama sahabatnya. Keseharian Anara berputar sekitar perusahaan dan klien. Anara kini sudah terbiasa dengan statusnya sebagai CEO PT. Gilang Mahesa Paramartha.


Di lain tempat Vina, Sahabat Anara juga nampak sibuk dengan aktivitasnya mengelola Hotel milik Mamanya, Semula iya menolak karena Vina tidak pernah tertarik dengan bisnis Mamanya itu, Namun Mamanya yang sudah ingin beristirahat dan memilih lebih senang kesana kemari dengan teman-teman sosialitanya dan tentu Karena Bang Rengga Sudah sibuk dengan Perusahaan Konstruksi peninggalan Papanya, Mau tidak mau Vinalah yang diminta mamanya menangani Hotel.


Seperti saat ini, Vina sedang meeting dengan klien.


Seorang perempuan yang sedang memegang tablet nampak sedang melihat grafik penjualan dari Outlet-outlet yang ada disetiap kota besar Indonesia nampak sedang diskusi mengenai produk baru yang akan segera mereka luncurkan. Perempuan itu Dita, adik sepupu Anara yang kini sebagai Vice President N'Beauty. Dita menunjukkan kemampuannya dalam mengelola N'Beauty, Tante Nita senang Dita bisa membawa kliniknya semakin besar dan memiliki banyak cabang di seluruh Indonesia.


Disatu tempat tampak seorang laki-laki menatap kearah jendela dari lantai 45. Pandangannya begitu tajam. pria itu tampak sedang berpikir dalam diamnya. Hingga sebuah ketukan pintu membuyarkan keheningannya.


"Saya mau menyampaikan Pak perihal kerjasama dengan PT. Badyrevi Construction bahwa CEOnya meminta Bapak untuk datang ke Brevilia Hotel pukul 10 pagi besok dengan agenda penandatangan kerjasama. "Seorang sekretaris sedang menyerahkan jadwal kepada Bos nya.


Hanya anggukan kepala dan dan kode meminta sekretaris keluar.


Disebuah ruang kantor Laki-Laki paruh baya berjalan menghampiri seorang Pria yang sedang sibuk menandatangi beberapa dokumen dan memeriksa laporan perusahaannya.


"Kau selalu sibuk Nak,"Pria paruh baya itu duduk tepat di depan pria yang masih melakukan pekerjaannya.


"Bukannya papa yang membuat aku menjadi sibuk seperti ini?" Pria bertubuh tinggi itu melepaskan kacamatanya dan menjawab sapaan pria paruh baya yang notabene adalah papanya.


"Keputusan papa memang tepat Anakku memintamu untuk menggantikan papa. Karena kamu adalah Putra papa. Ya,,, Satu-satunya putra papa semenjak kepergian Adyaksa." Turur sang papa yang seketika menjadi sedih.


"Pa, sudahlah jangan bersedih, Kak Ady sudah tenang. Lagipula aku tidak menjalani ini dengan paksaan. Aku sadar Aku adalah putra papa, harapan papa. Akupun tentu sangat senang bisa membantu papa. Buktinya sekarang papa terlihat begitu segar sejak memilih mundur dari perusahaan. Aku senang melihat papa yang hampir 2 tahun belakang kembali menekuni hobi papa dan papa terlihat jauh lebih muda." Kini laki-laki tampan itu berada di samping papanya sambil menepuk bahu papanya.


"Papa semakin tua Nak, papa berharap kami segera mencari pendamping hidup. papa takut jika tidak bisa melihat menantu dan cucu papa."pria paruh baya itu mengutarakan soal pernikahan kepada putra satu-satunya.


"Papa ini, banyak sekali permintaannya. sekarang minta aku menikah, minta menantu juga minta cucu." laki-laki tampan itu kembali duduk dan melanjutkan dokumen yang akan ditandatanganinya.


"Usiamu, sudah cukup matang Bas, Apalagi yang kau tunggu, Bawalah pacarmu bertemu papa. Atau kau tidak punya pacar? Nah, kalau begitu papa akan menjodohkanmu dengan putri kenalan papa. Bagaimana Bas?"Desak pria paruh baya itu kepada putranya.


"Memang papaku ini paling pandai membujuk orang, pantas saja ibu bilang kalo papa memaksa ibu tanpa lelah untuk menjadi istrinya walau berkali-kali ibu menolaknya." Baskara Meledek papanya dengan santai.


"Kau ini Bas, selalu bercanda, padahal papa bicara serius. Begini saja, Kalau kamu tidak mau dijodohkan, maka bawa pacar kerumah dan kenalkan pada papa. Papa memberimu waktu 1 bulan. Jika kamu tidak bisa memenuhinya, maka kamu harus menerima perjodohan yang papa katakan. Papa balik dulu." Pria tua paruh baya itu keluar dari ruang kantor putranya.


"Siap pak Brata! Papa hati-hati dijalan."Baskara mengantar papanya sampai pintu.


"Dijodohkan? Ada-ada saja papa. " Baskara tersenyum dengan perkataan papanya.


Sebuah foto diponselnya dilihat Baskara. Dimana dia sekarang? Sejak waktu itu aku tak pernah lagi melihatnya. Entah mengapa dulu aku tidak berani untuk sekedar chat atau telpon dengannya. Semua itu karena perempuan ini tidak pernah menampakkan ketertarikan dengannya. Ditutupnya layar ponselnya. Baskara menyandarkan punggungnya dikursi. matanya terpejam. Entah apa yang ada dipikirannya.


Terdengar suara ketukan pintu. Tentu saja membuyarkan lamunan Baskara.


"Masuk."Baskara kembali melihat dokumen di mejanya.


"Maaf pak, saya mau melaporkan mengenai tander kita yang kemarin gagal. ternyata perusahaan kita disabotase dengan PT. Royal Steel Industri."Laki-laki berjaket hitam menyerahkan dokumen yang menjadi barang bukti.


Baskara membuka amplop cokelat itu dan membaca isinya, ada beberapa foto juga. kemudian ada 1 foto pria yang tampak menyita perhatian.


"Siapa ini?"Baskara menujuk foto yang dilihatnya kepada pria berjaket hitam itu.


"Dia adalah CEO PT.Royal Steel Industri."jawab pria itu.


"Coba main kotor! Kau salah memilih lawan." Baskara melihat foto pria di mejanya.


.


.


.


Chat masuk ke ponsel Anara. Anara yang masih berkutat dengan dokumen-dokumen tidak menggubrisnya, tidak berapa lama dering ponsel Anara berbunyi.


"Halo Bu CEO, Sibuk banget kayaknya. Sampe Chat gw terabaikan?"Suara Sahabatnya yang selalu meriah, siapa lagi kalau bukan Vina.


"Sorry Vin, bukan mengabaikan cuma gw lagi ngecek beberapa dokumen dari klien nih, Ada apa Vin?"Anara tahu betul sahabatnya itu perhatian sekali dengan dirinya.


"Kumpul yuk, udah lama nih kita ngak ngobrol, yah sekalian gw juga mau sekalian treatment di N'beauty. Lo bisa kan?"Vina mengajak Anara untuk bertemu.


"Jangan sekarang Vin, Gw hari ini padet banget, Ehm,, gimana kalo weekend?" Gw free nih.


"Oke kalo gitu. Eh iya, gw telpon Dita ya, biar enak gitu kita treatmentnya. gw pengen yang ter ter ter the best. Soalnya diri gw yang begitu cetar membahana sudah butuh relaksasi." Vina dengan gaya yang masih rame dan selalu rame.


"Ywd lw telpon Dita aja. sampe ketemu weekend ya." Anara mengakhiri telponnya.


.


.


.


"Mbak Dita maaf, saya mau memberikan laporan penjualan dari outlet dan store kita bulan ini." Sekretaris menyarahkan Laporan itu kepada Dita.


"Makasi An, letakkan saja dimeja nanti saya lihat." Dita sedang mengoreksi beberapa design produk terbaru dan foto beberapa calon model iklan untuk produk tersebut.


Dan telpon Dita berdering...


"Hai Bestie,,, Lagi apose?"Suara Vina begitu khas bagi orang terdekatnya tak terkecuali Dita.


"Kak Vina, Ihh,,, Kangennn Tahu,,, Kak Vin udah lama nie ga ketemu, Kak Vina juga udah lama tidak ke N'Beauty, CEO ku yang cantik, yang baek, yang super duper ulala kemana aja?" Dita yang memang sefrekuensi dengan Vina tidak kalah ramainya.


"Nah pas kalo gitu, baru gw mau telpon Bestie sekaligus adek kesayangan gw yg bernama Dita, mau bilang kalo Kakak mu yang cantik ini weekend mau ke N'Beauty. kita kumpul2 sekalian treatment. Gw juga udah telpon Anara, doi bisanya weekend bestie. Gimana?"Vina tak kalah panjang lebar jawabannya.


"Nah Pas banget nie, Oke kalo gitu Aku tunggu Kak Vina dan Mbak Nara di N'Beauty ya. Kabari aja jam berapa kakak mau kesini, Nanti aku siapin treatment yang super duper ulala buat kakak-kakak kesayangan aku." Dita begitu happy kalo sudah berbicara dengan Vina yang sejenis dengannya.


"Oke adek ter baek gw, bestie gw, sampe ketemu weekend ya." Vina mengakhiri telponnya dengan Dita.


.


.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...