Anara

Anara
Chapter 53. Honeymoon Abimana & Tasya



Abimana dan Tasya sedang menikmati Honeymoonnya ke London. Abimana sengaja mengajak kesini karena Tasya menyukai bangunan-bangunan yang ada di London.


Saat ini di London sedang musim dingin. Sepertinya cocok bagi kedua pengantin baru ini.


Keduanya tampak sedang makan disebuah Restoran.


"Sayang mau makan apa? Abimana yang melihat istrinya kedinginan duduk mendekat dan memasukan tangan kiri istrinya dikantong mantel yang digunakannya.


Tasya sedang melihat-lihat menu kira-kira apa yang ingin dimakannya. Melihat Tasya komat kamit membaca menu dan memang sedang winter sehingga ada asap dingin keluar dari mulutnya.


Abimana menekan tengkuk leher istrinya dan mencium cukup lama bibir istrinya. "Biar ga dingin." Abi mengedipkan sebelah matanya pada Tasya.


Tasya yang sudah nyaman dengan keomesan Abi suaminya justru sedang shy shy cat.


"Dasar Om Omes."Tasya bergumaam.


"Tapi enak ga?Mau Lagi?"Abi sambil mengangkat alisnya.


Abimana malah sengaja mengulangi perbuatannya. Kini lebih lama dan dalam, hingga Tasya sulit bernafas.


Tasya mencubit pinggang suaminya."Sayang malu ih" Tasya menutup wajahnya.


Abimana cuma tertawa saja melihat tingkah Tasya yang selalu menggemaskan dimatanya.


Abi senang disuapi Tasya jadi malas menggunakan tangannya ketika berdua istrinya.


"Om Abimana ternyata aslinya manja banget ya." Tasya mengelap krim dimulut Suaminya dengan ciumannya. Wah Tasya mulai ketularan Abi nie.


Abi menempelkan dahinya pada dahi Tasya, "Udah mulai nakal ya? Abi mencubit chococip Tasya." Mantan Don Jual Satu sungguh luar. biasa skill nya.


"Mas Abi!" Tasya yg kaget melotot kepada Abi.


Keduanya Bahagia. Serasa London milik berdua.


.


Suasana Malam yang indah dengan udara dingin Abimana dan Tasya terbawa suasana romantis.


Abimana menggandeng Tangan Tasya selama perjalanan.


Kini keduanya sedang menikmati pemandangan indah di depan matanya.


Mereka kini naik London Eye


London Eye juga sering disebut dengan nama The Eye dan Millennium Wheel, lokasinya berada di pinggir Sungai Thames, London, Britania Raya.


Menikmati pemandangan kota London dari ketingian 135 m terasa begitu berbeda.


Kini Tasya tidak lagi cangung dan malu terhadap Abi. Tasya dengan bebas mengekpresikan rasa sayangnya pada Abi. Abi tentu saja sangat menyukainya.


Abi memeluk Tasya dari belakang. sambil menghirup wangi parfum istrinya.


"Indah banget london ya Mas?" Tasya menyukai pemandangan yang dilihatnya saat kini.


"Indahan Kamu Sayang, Terutama yang ini, bikin Mas Abi ga tahan? Tahu lah Ya.hehehehe...


Tasya menghadap Abimana. Tidak hanya Abi, Tasya juga menggilai bibir suaminya.


"Memang ga salah Mas Abi pilih istri," Tasya bisa mengimbangi Abi.


"Bagaimana Rasanya kalau diketinggian seperti ini?" Tasya memberikan tanda.


Selanjutnya terserah Anda....Bubar.... Jangan Deh.


.


Abimana dan Tasya sudah berada dikamar hotelnya.


Kini keduanya nampak berbincang-bincang.


"Mas Abi,,, "Tasya memanggil suaminya.


"Mas Abi sayang ga sama Tasya?" Tasya bertanya pada suaminya.


"Masih Nanya?"Abi mencubit hidup Tasya.


"Tasya bertanya bukan untuk saat ini, Tapi nanti 50, 75, 100 nanti ketika Tasya sudah tidak cantik dan menarik untuk Mas Abi. Tasya takut Mas Abi bosan dengan Tasya." Tatapan Tasya kini lurus ke depan.


"Sayang, sini tatap Mas Abi."


Tasya mengikuti perintah suaminya.


Abi membelai rambut hitam istrinya.


"Walaupun Rambutmu ini kelak akan memutih, Mata indah ini kelak akan menua, dan Kulit ini menjadi keriput, Tak pernah berubah Cinta dan Sayang Mas Abi padamu Tasya." Abi menyentuh setiap bagian tubuh Tasya yang disebutnya.


Tasya terdiam kembali menatap kedepan tanpa dengan ekspresi teduh.


"Sayang hal itukah yang membuat kamu menghindari Mas Abi awalnya?" Abi teringat awal pernikahan dengan Tasya.


"Aku hanya tidak bisa membayangkan bisa suatu saat Mas Abi mengkhianatiku dan meninggalkanku. Karena seluruh hatiku telah tercuri oleh mu " Suara Tasya sedikit bergetar.


Abi senang mendengar ungkapan cinta dari bibir istrinya.


Abi menuntun tangan Tasya menuju sofa di kamar mereka. Abi meminta Tasya duduk di pangkuannya.


Tasya menyandarkan kepalanya pada dada Abi.


"Mas Abi?" Tasya kembali memanggil namanya.


"Iya Sayang." Abimana menjawab.


" Mas Abi mau punya anak denganku?" Tanya Tasya.


"Jika Tuhan mengizinkan Mas Abi ingin memiliki banyak anak bersamamu Sayang."Abi mengusap kepala Tasya.


"Bagaimana kalau aku tidak bisa memberikan anak? "Uji Tasya.


"Aku menikahimu Tidak sekedar memiliki anak. Keturunan adalah Give Tuhan dan tidak satupun manusia mampu memilih. Aku menikahimu, untuk menemani aku, sepanjang sisa usiaku didunia. Untuk itu tetaplah bersamaku, jadilah teman hidupku " Abi memeluk erat istrinya dengan kasih sayang.


"Terima kasih Sayang, telah menerimaku menjadi imam dalam hidupmu." Abi mengecup pucuk kepala istrinya.


Abimana menggendong istrinya ke ranjang berukuran besar.


Dibaringkan Tasya dengan perlahan.


Belai tangan abi seakan menetramkan Tasya.


"Sayang, aku mau kamu mewujudkan keinginanku mendengar ada yang memanggilku Daddy dan Mommy pada mu."


Sudah Mari Pulang,,,, Jangan Ganggu,,, Abimana sedang membuat Adonan Bakery Kualitas Premium...


.


Sepasang pengantin baru Abimana dan Tasya masih betah diatas kasur setelah semalam begitu Lelah Membuat Bakery kualitas Premium.


"Sayang, Tampaknya Mas Abi harus rajin berolahraga. Soalnya tambah Wow kesayangan Mas Abi." Abi menggelitik Tasya.


Tasya berhasil kabur dan berlalu keruang tamu kamar nya.


Mas Abi coba tangkap Tasya, Ga Kena-Ga Kena. Tasya melet ke Abi.


"Oh, Gitu ya, sekarang udah bisa ledekin Mas Abinya ya, Kalo ketangkap dikasih hadiah ga?" Abi senang dikerjain Tasya istrinya.


"Apa Aja Boleh. Betul.... Betul...Betul...." Tasya sangat licin memloloskan diri dari kejaran Abimana.


Kaki Abimana terpentok meja. Iya Jatuh lalu berteriak kesakitan.


"Aduh,,, kakiku,,,, aduhhh,,, ga bisa digerakin,,, Tasya tolongin Mas Abi...."Abi tersungkur kesakitan memegangi Kakinya


Tasya panik dan mendekati Abimana.


"Mas Abi, mana yang sakit, Sini Tasya coba liat." Wajah Tasya panik karena Abi masih menjerit kesakitan.


.


Tasya berjalan kearah telpon untuk memanggil dokter.


"Nahhhhhh,,,, Ketangkap Sayang."Abimana menggendong Tasya dan membawa ke Ranjang mereka.


"Mas Abi Curang, Ihhh,,, Ga seru,,," Tasya protes ke Abimana.


Abi mengunci Tasya. Hingga Tasya tak bisa kemana-mana.


"Lagian kamu ajak Mas Abi kerjar-kejaran, kalo Mas Abi kena serangan jantung gimana, Hayooo!" Abi menakuti.


Kini Tasya balik mengerjai Abi " Gimana Ya,,, Tasya Cari Berondong Aja!" Tasya tertawa terbahak-bahak.


"Coba Saja Kalo berani, Mas Abi jadiin Berondong Guling Nanti."


Kali ini Tasya dan Abimana sedang berkerja keras membuat kolak Singkong dengan kualitas Super.


.


.


.


.


Abimana, Abimana,,, Tasya sekarang ketularan Abimana


Dasar BOTUNA


OM OMES


.


.


.


.


Bakal punya anak berapa mereka ya?


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...