Anara

Anara
Chapter 21. Wedding Rossa



Kediaman keluarga Gilang dan Nita


Papa Gilang, Mama Nita yang sudah siap kini sedang mengobrol santai dengan Baskara yang hari ini perdana berkunjung ke rumah Anara. Anara masih bersiap di kamarnya.


"Oh jadi Nak Baskara bertemu Anara waktu Anara Penelitian." Mama Nita tampaknya begitu senang obrolannya dengan Baskara.


"Bagaimana Bas pekerjaanmu berjalan lancar?"Papa Gilang menanyakan keseharian aktivitas kantor Baskara.


"Tan, Mbak Anara mana?" Dita menghampiri Tante dan Omnya. Dita juga melihat ada Tamu.


"Dita, Sini Perkenalkan Temannya Mbak Anara?"Mama Nita menoleh sambil mengedipkan mata pada Dita tanpa diketahui Papa dan Baskara.


Dita, ... Baskara. keduanya salaman


"Dita ini adik sepupu Anara Nak Bas."Mama Nita menjelaskan siapa Dita.


"Om, Tante, Kak Bas Dita permisi dulu ya mau Ke Kamar Mbak Nara."Dita pamit, rasanya canggung bersama disana karena dia tahu Om dan Tantenya sedang Fit and Propertest Calon Mantu.


"Udah Cantik Mbakku sayang, Dijamin Mas yang dibawah bisa klepek-klepek."Goda Dita kepada kakak sepupunya itu.


Anara tersenyum. Memastikan sekali lagi tampilannya kali ini.


"Gimana Mbak kurang apa?"Anara meminta saran Dita Soal penampilannya.


"Untung aku perempuan mbak, kalau aku cowok, Duh,,, bisa mimisan lihat Mbak Anara, ini sih bukan cantik, tapi Cantikkkkkkkk Banget Mbak Anara." Dita memegang lengan kakak sepupunya.


"Bisa aja kamu Dek."Anara shy shy cat dipuji Dita.


"Haduh-Haduh,,, bisa kena diabetes aku lama-lama manisnya kebangetan sie. Yuk mbak turun Udah ditunggu Pangeran."Dita mengajak Anara untuk turun.


Baskara melihat Anara tanpa berkedip. Seolah matanya enggan menutup menyaksikan wanita yang ia cintai.


"Gimana Kak Bas, Cantik Ya Mbak Anara?"Dita yang menyadari Anara dan Baskara saling berpandangan.


"Ayo kita berangkat, Nanti terjebak macet dijalan."Papa Gilang Mengajak semua nya bergegas berangkat.


Papa Gilang, Mama Nita dan Dita berada dimobil yang sama. Sedangkan Anara berdua dalam mobil Baskara.


"Kamu cantik Anara."Baskara menatap Anara begitu keduanya duduk bersebelahan di dalam mobil.


.


"Sudah siap Ma?"Rengga memanggil Mama Dyah


"Yuk berangkat Bang."Mama Dyah menggandeng putra sulungnya.


Vina sudah ada di Hotel, Karena iya tidak mau bolak balik.


.


Seperti kini Vina sedang bersiap diruangannya. Selesai make up tinggal mengganti baju saja.


.


Kediaman Keluarga Listyo Sigit dan Widya


"Tasyaaaa. Cepet Sayang!"Bunda Widya seperti biasa memanggil putrinya dengan suara kencang.


"Iya Bunda,,,,"Tasya yang terburu-buru menghampiri Ayah dan Bundanya.


"Sudah, ayo berangkat."Ayah Sigit menggiring Istri dan Putrinya.


.


Rio sedang mematut dirinya dicermin. Merapikan Jasnya. "Vina, Akhirnya kita bertemu."Senyum itu terus melekat dibibir Rio.


.


.


Suasana Wedding Rossa begitu Romantis. Bunga-Bunga dengan didominasi warna pastel membuat wedding Rossa begitu luar biasa.


Rossa didampingi suaminya beserta kedua orang tua pria dan wanita sudah ada dipelaminan. Rossa begitu cantik gaun modern berekor panjang layaknya pengantin didrama korea.


Tamu-Tamu yang hadir pun datang dari berbagai kalangan. Semua berkumpul penuh suka cita.


Sesi bersalaman dengan pengantin pun sedang berlangsung.


Terlihat Papa Gilang menyalami sahabatnya "Selamat Sen, sebentar lagi kau akan menjadi kakek."Papa Gilang memeluk Tn Seno sahabatnya. Diikuti Mama Nita, Dita, Anara dan Baskara.


"Selamat ya Tn. Seno, Jeng. Rossa selamat ya sayang."Mama Dyah memberikan selamat, karena Rossa teman SMP Vina maka mama Dyah sudah kenal lama. Diikuti Rengga memberikan ucapan selamat, "Beibbbb,,,, Happy wedding ya sayyyy,,, Cepet punya owek-oweknya."Vina memeluk erat Rossa. "Lw gw doain cepet nyusul."Rossa mendoakan Vina.


Tamu undangan menikmati hidangan sambil ajang silahturahmi.


Dita baru saja selesai menerima telpon. kemudian terdengar suara memanggil namanya.


"Ya ampun Bestie,,, kangen deh... ih ke Bali ga ngajak-ngajak." Vina Dita adalah Dua keceriaan bersatu.


"Nak Dita, Cantik sekali. Mom pangling deh."Mama Dyah memeluk Gadis yang belakangan sedang menjadi perhatiannya.


Dita tersenyum mendengar pujian Mom Dyah, "Mom apa kabar?"Tanya Dita.


Pria hitam manis yang jalan kearahnya, segera dipanggil Mom Dyah. "Abang kesini!"Mom Dyah begitu senang.


Keduanya saling melihat dan reflek "Bocil!" "Om Galak!. membuat orang yg berada dekat mereka menoleh, tak terkecuali Vina dan Mom Dyah menatap bingung.


"Nak Dita kenalkan, ini putra sulung Tante namanya Rengga Kakaknya Vina."Mom Dyah begitu berbinar mengenalkan Rengga dengan Dita.


kedua bersalaman dan kompak menjawab. "Udah Kenal!".


"Oh,,, Ngerti gw, Pantesan Abang Nanya Jungkook siapa? " Vina melirik Bang Rengga.


"Nah Jadi ini, yang Bikin Bestie Aku belakang Darting Mulu, terus Ganti style rambut karena ga pengen di lihat ABG?"kali ini Vina melirik Dita menuntut penjelasan.


"Syukurlah ternyata, Mama ga perlu memperkenalkan kalian berdua. Jadi mama ga perlu susah-susah jodohin kalian."Ucap Mama Dyah enteng disertai senyuman dan hati riang.


"Mama" .... "Mom"...


Menyaksikan kejadian itu membuat Vina senang bukan kepalang. "paling ga hidup gw ga bakal seperti drama ikan terbang yang sering berantem dengan ipar. Dita,,,My Bestie and My Lil Sis,,,, batin Vina tersenyum.


Meninggalkan Mama, Abang dan Dita. Vina sebenarnya mau menghampiri Anara dan Baskara, Lumayan buat bahan ledekan.


Vina!


Kini keduanya berhadapan. Sejenak Vina tau betul siapa yang kini berada dihadapannya. Ya Tuhan, Kok Rio jadi kayak Oppa Oppa korea gitu sie. Mirip Taecyoen 2 PM. Oppa Saranghe.


Ga ada lagi gadis tomboy, kini dihadapannya berdiri wanita cantik namun senyuman dan mata itu tetap sama dan membuat Rio menyukai Vina.


Keduanya bersalaman.


"Pa kabar Vin? Lama ga ketemu ya?"Rio memulai percakapan.


"Aku baik yo, Kamu kemana aja kok ga pernah ada kabar, digroup juga ga ada."Vina bersikap biasa saja, padahal jantung udah mau loncat.


"Aku lulus SMP ikut Ayah Bunda pindah keluar kota, soalnya ayah dipindah tugaskan."Rio menjelaskan.


Vina cuma manggut-manggut mendengar penjelasan Rio.


"Vin, Kamu Cantik."Isi hati yang sudah lama disimpan akhirnya keluar.


"Masih suka iseng aja Yo,"Vina berusaha menutupi rasa deg-dengannya yang makin tak beraturan.


"Dari dulu bahkan kamu sudah cantik".Rio seolah ga bisa mengerem isi hatinya.


Vina yang dipuji kini cuma bisa shy shy cat.


"Boleh pinjam HP kamu ga?"Vina menyodorkan dan langsung Rio mengetik.


Vina melihat nomor HP Rio kini sudah tersave di HPnya.


"Kapan-kapan boleh ga aku main kerumah kamu?"Rio bener-bener deh, ampunnnnn.... gini kalo udah kependem lama bawaannya gaspolll.


Vina menggangguk dan "Boleh".


Tasya dan Bunda Widya menghampiri Rio,


"Siapa gadis cantik di depanmu Yo?Kok mama ga dikenalin?"Bunda Widya melirik Rio dan mengulurkan tangannya pada Vina.


"Calon Mantu Mama!"Rio udah Lossdoll kayaknya Readerssss.


Vina dan Tasya Kompak "Hoooooo.


.


Anara yang sedang Duduk bersama Baskara tampak sesekali curi pandang.


Perasaan itu masih sama bahkan lebih lebih dan lebih. Ingin Rasanya meminta Papa segera mempercepat perjodohan ini. Namun Baskara belum menanyakan dan berbicara langsung pada Anara mengenai hal itu.


Anara tidak bisa memungkirinya, Dulu ataupun sekarang Baskara selalu mampu menggetarkan hatinya.


Tatapannya, senyumnya, terlebih lesung pipi itu, membuat Anara tak mampir melupakannya.


Mengapa hingga kini Baskara belum menyinggung soal perjodohan mereka? Apakah dia tidak memiliki perasaan apapun padaku? Pertanyaan itu selalu muncul dalam benak Anara.


.


Dita sedang merapikan lipstiknya ditoilet. "Beres!" Dita pun berjalan keluar dan tiba-tiba tangannya ditarik oleh seseorang.


Disinilah mereka kini.


Keduanya saling menatap


"Ya Tuhan kenapa Si Om ganteng banget sie. Mirip Massimo di 365 Days. Duh meleleh hati gw deh."Batin Dita.


"Cantik banget si Bocil. Rambutnya kini menampilkan terlihat lebih terkesan wanita matang tapi imut menggemaskan. Kenapa jantung gw, kok kayak mau loncat sih."batin Rengga.


"Om sakit tangan Dita!."Rengga melepaskan tangannya dari lengan Dita.


"Udah dibilang Jangan Panggil Om!" Rengga membuat tubuhnya lebih dekat pada Dita.


Dita mundur dan sialnya mepet tembok."Terus manggilnya apa donk!"Dita mengalihkan wajahnya dari tatapan Rengga.


"Sayang!"Rengga dengan wajah yang hampir dekat pada wajah Dita.


Dita yang panik langsung kabur lari, masuk kembali ke Ballroom hotel tempat wedding Rossa.


Tersenyum melihat ekspresi Dita hingga akhirnya kabur, "Dita, I Love You "Rengga berucap dengan disertai senyuman termanisnya.


.


Anara dan Baskara terdiam dimobil. Baskara menghentikan mobilnya. Sejenak Diam menyelimuti keduanya. Kedua kompak saling berhadapan.


"Ra, Boleh ga aku minta sesuatu sama kamu?"Suara Baskara mantap begitupun matanya menatap Anara tanpa berkedip.


Dipandang begitu rupa membuat Anara jadi salah tingkah, hingga membuat wajahnya menoleh kesana kemari.


Disentuhnya dagu Anara, Jantung Anara berdesir dan begitu terasa detaknya.


"Kamu mau minta apa Bas sama aku?"Anara merasa tenggorokannya kering.


"Jadi Istri Aku Ra!" Akhirnya lega hati Baskara mengucapkannya.


Anara mendengarnya kaget sekaligus bahagia. Rasa didalam dadanya begitu Plongggg, tiada lagi sesak. Menatap mata yang masih setia memandangnya.


"Aku Bersedia jadi Istrimu Baskara."Anara begitu lancar menjawab pertanyaan Baskara.


"Terima kasih Sayang, Aku Lega kamu Menerima Cintaku."dibawanya Anara dalam pelukan Baskara.


Keduanya tersenyum bahagia. Perasaan yang sudah lama terpendam kini terbayar sudah. Keduanya merasakan kehangatan di dalam sanubarinya masing-masing.


Baskara Melepaskan pelukannya dari Anara.


"Yuk masuk kedalam, Nanti Om dan Tante menunggu."Baskara keluar duluan dan membukaan pintu untuk dirinya.


.


.


.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...