
Kini Vina dan Rio resmi sebagai suami istri, Keduanya berada di kamar Presidential Suite Brevilia Hotel.
Rio nampak semangat dengan berbagai persiapannya. Mulai dari Push Up, Sit Up, Plank dan melakukan gerakan pemanasan.
Namun Vina yang ditunggunya belum juga keluar dari kamar mandi.
"Sayang,,, Belum selesai mandinya?"Rio memanggil Vina yang telah 30 menit berada dikamar mandi.
Sementara Vina selesai mandi lalu mengenakan piyama tidurnya.
"Apa sie Sayangkuh, kini Vina mengeringkan rambutnya dengan hairdrayer." Dilihatnya Rio sudah siap diranjang besar.
"Sini donk Sayang,,, Suamimu tercinta sudah menunggu. "Rio dengan tatapan nakal.
Vina masih asik mengaplikasikan segala skincare pada wajahnya dan sengipasinya agar segera meresap pada kulit wajahnya.
"Lama banget sie, Masih ngapain sie?" Rio penasaran apa saja yang Vina lakukan.
Akhirnya Rio mendekati istrinya dan langsung memeluk istrinya.
"Sayang peluknya kenceng banget, Aku ga bisa nafas nie." ucap Vina yang sulit bernafas.
"Sayang,,, Ayo aku sudah ga tahan nie,,," Rio mencium Vina dengan penuh semangat 45.
Tak sabar dan ingin segera mengeksekusi Istrinya. Vina digendong dan dibaringkan diranjang oleh Rio.
Rio seperti cacing kepanasan yang ditaburi garam, Begitu aktif hingga Vina kerepotan.
"Sayang,,, Sabar pelan-pelan. Sakit akunya." Vina mengeluh aksi Rio.
"Maaf Sayang udah Gaspoll nih." Rio kembali atraksi.
"Sayang,,,, Kamu lagi dapet!" Rio kaget ada Roti Jepang berisi Saus Strowbery.
Vina seketika tertawa terbahak-bahak melihat reaksi Rio suaminya.
Seketika Rio lemas dan berbaring menutup wajahnya dengan selimut.
Dasar Vina jahil kok ga tahu tempat.
"Sayang,,, "Masih menahan tawanya,Vina membuka selimut yang menutup Wajah Rio.
Rio membuka selimutnya dan duduk diranjang.
"Sayang gitu Deh,,, Kok ga bilang lagi dapet?" Rio seperti Tentara yang siap perang namun perangnya diundur.
"Sayang kamu lupa kan aku udah."Vina semakin senang menjahili suaminya yang kini seperti ayam sayur.
"Kapan?" Rio penasaran.
"Waktu kita ke Mall itu. Aku bilang sama kamu kan jadwal period aku." Vina mengingatkan Rio akan kejadian itu.
"Aku pikir Sayang bercanda." Mulut Rio manyun.
"Salah sendiri ga percaya." Vina merebahkan diri karena kakinya terasa pegal.
"Jadi kita tidur Sayang?" Rio kembali memastikan.
"Ya mau ngapain lagi, 3 hari lagi juga selesai." Vina menyelimuti tubuhnya bersiap tidur.
"Hahhhhh,,, 3 hari! lama banget sayang, terus nasib aku gimana?" Rio kaget dan memelas.
"Ihh,,, lebay banget sie Sayang, waktu belum nikah gimana?" Vina memang jahil level komplit.
"Sayang,,, Masa udah punya istri mesti "Tari." Rio kini tengkurap diatas ranjang.
"Jadi ga mau tidur?" Vina mancing.
Rio bangkit dan langsung duduk didepan istri. "Ya ngapain kek Sayang,,,?"Rio mulai ada harapan.
"Kalo gitu kamu pijitin aku donk Sayang, Kaki aku pegel banget seharian pakai heels." Vina dengan wajah memelas.
" Ya Tuhan begini amat nasib penganten baru. Bukannya Hiya Hiya,,, Malah jadi Tukang Pijit." Rio melas dan meratapi nasib.
"Nyenengin istri kan juga pahala Sayang, Mau ya?" Vina mendekatkan wajahnya dan mencium Rio.
Cup
"Untung Cinta, Sini sayang kemarikan kaki kamu." Rio mengarahkan kaki Vina di Kakinya untuk segera dipijit.
"Sayang,,, kamu emang bakat pijit, Pijitan kamu enak banget, Sayang mau ya jadi tukang pijit eksklusif aku tiap hari ya?" Vina menikmatinya.
"Jangankan Tukang pijit Sayang, Jadi apapun yang kamu suruh aku juga mau." Rio memang sudah bucin pada Vina.
Tanpa terasa Vina tertidur pulas. Rio disampingnya menyelimuti tubuh Vina yang sudah tertidur pulas.
Rio membelai kepala istrinya dengan lembut dan kasih Sayang. Ditatap wajah istrinya yang tertidur, Rio mengecup kening Vina.
Terbayang masa-masa menjahili Vina saat SMP. Bagaimana Vina begitu jutek dan galak.
Rio dulu senang sekali mengusili Vina hingga Vina Murka.
Seperti pernah Rio memasukan Kecoa plastik ke Tas sekolah Vina. Sontak Vina menjerit ketakutan. Dan dia tahu kalau Rio pelakunya. Vina langsung mengejar Rio membawa penggaris panjang milik Bu Guru. Dikejar-kejarnya Rio. Tentu saja Rio sesekali terkena penggaris yang dibawa Vina.
Saat ini, Melihat kenyataan Gadis Tomboy jutek dan galak itu, menjadi istrinya dan cantik sekali. Hingga Rio tidak ingin lagi kehilangan Vina.
Rio menyukai Vina dari pertama bertemu ketika menjadi siswa baru disekolah Vina.
#Flashback On
Saat itu kelas 3 SMP, Rio yang merupakan murid pindahan datang kesekolah barunya. Ia melihat Rossa sepupunya sedang berjalan dan ngobrol dengan gadis tomboy disebelahnya.
Rio menghampiri keduanya.
"Siapa Ca, kok Lo kenal Dia?"Vina bertanya.
Dia,, Belum sempat Rossa menjawab, Rio menyalak dan mengatakan
" Rossa temen TK gw! Rio menjawab cepat.
"Ca masuk yuk, telat nih!" Vina menarik tangan Rossa.
"Wehhhh kenalan dulu donk!"Rio menghadang.
Vina tidak menggubrisnya dan jalan melewati Rio.
"Bocah Tenggil!" Umpat Vina yang telah berlalu.
Rio yang menganggap tertarik dengan Vina, Semakin tertarik untuk bisa dekat Vina. Yang terbaik menarik perhatian Vina adalah menjahilinya. Saat itulah yang ada Dipikiran Rio.
Setelah itu, Rio setiap hari selalu saja ada cara untuk mengusili Vina dan Membuat Vina Marah.
Dan Vina tidak tahu kalau Rio sebenarnya adalah sepupu Rossa. Karena memang Rio mengancam Rossa agar tidak mengatakan mereka bersaudara dengan mengancam mengadukan Rossa ke Om Seno kalao Rossa pernas Bolos sekolah untuk nonton konser serta Terazia polisi disana.
Rio senang sekali bisa terus dekat dengan Vina meski kemarahan Vina yang iya terima.
Sampai satu hari ketika Kelulusan, Kelas mereka akan melakukan perpisahahan. Kaos Kelas yang menjadi seragam untum perpisahan milik Vina sengaja Rio Umpetin dan Vina kehilangan Kaos perpisahannya. Rio sudah menyiapkan Kaos Couple Dirinya dan Vina, dengan harapn jika Vina tahu kaosnya hilang ia mau menerima kaos pemberian Rio.
Bukannya berhasil Rencana Rio Vina justru tahu setelah perpisahan selesai bahwa Rio yang mengumpeti kaos milik Vina.
Saat ini Vina marah sekali karena hanya ia yang pakaian berbeda san tidak sama sementara teman-teman lain pakai kaos seragam perpisahan mereka.
Apapun yang Rio lakukan semua dibalas dengan diam dan tanpa kata-kata. Rio melakukan berbagai cara agar Vina mau memaafkan. Tapi semua itu tidak berhasil.
Sampai saat ternyata Rio harus pindah keluar kota mengikuti papanya yang dipindah tugaskan.
Rio memberanikan diri untuk datang ke rumah Vina meminta maaf. Sesampai dirumah Vina Rio hanya bertemu Mama Dyah. Rio mengatakan maksud dan tujuan. Kemudian tidak beberapa lama. Mama Dyah mengatakan Vina tidak mau menemuinya.
Rio sedih, karena ternyata Vina begitu marah. Rio menyesal karena kejahilannya membuat Vina membencinya. Rio yang saat itu akan pindah ke luar kota memiliki rasa bersalah yang besar karena belum meminta maaf pada Vina.
Meski waktu berlalu dan Rio tumbuh dewasa. Rio tetap tidak mampu melupakan Vina. Vina terlanjur masuk ke hati Rio.
Rio hanya sering melihat Vina dari social medianya. Tentu takut Vina Masih Marah. Rio menggunakan second account.
Hingga akhirnya Rio bisa berjumpa kembali dengan Vina di Pernikahan Rossa.
Rio bertekad, tidak akan mau kehilangan Vina. Karena sayang dan cinta pada Vina sekian lama.
#Flashback Off
Kini dihadapannya gadis yang tomboy yang dicintainya menjelma menjadi wanita cantik dan telah menjadi istrinya.
Tanpa terasa airmata Rio menetes pada wajah Vina yang tertidur.
Vina merasakan ada air yang menetes diwajahnya.
Matanya terbuka didapatinya Rio yang sedang menangis.
"Sayang,,,, kenapa nangis? Kamu sedih karena aku dapet?"Vina mengusap airmata suaminya.
"Tidak Sayang, aku menangis bukan karena sedih, tapi karena bahagia dan terharu karena kamu menjadi istri aku. Terima kasih Sayang mau menerima aku menjadi suami kamu."Rio memeluk Vina.
Vina terharu betapa Rio begitu amat mencintai dan menyayanginya. "Terima kasih Tuhan engkau kirimkan suami terbaik padaku" Batin Vina.
Vina mencium suaminya
Cup!
"Sudah jangan nangis, Nanti gantengnya hilang, Cup Cup Cup." Vina menepuk-nepung punggung suaminya.
Rio yang kembali tersenyum seketika menciumi istrinya diseluruh wajahnya bertubi-rubi.
Rio menghentikan aksinya melihat Vina yang kesulitan bernafas dan tampak istri lelah dan mengantuk.
Rio membaringkan dirinya dan vina. Dipeluknya Vina dalam selimut yang sama.
"Istirahat Sayang.Tidurlah."
Tanpa terasa mereka sudah tertidur pulas dengan tersenyum.
.
.
.
.
Duhhhh Mamas Rio bisa melow juga,
Ku pikir cuma bisa jahil.
Jangan diledek terus Vina suaminya
Pasangan Jahil dan seru.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.