Anara

Anara
Chapter 22. Anara Dilamar



"Pa, Ma, "Anara masuk bersama Baskara. kini keduanya duduk diruang tamu.


Papa Gilang, Mama Nita, Dita, Anara dan Baskara.


"Tante, Om, sebelumnya mohon maaf kalau Saya lancang atau kurang tepat waktunya." Baskara menarik nafas.


"Saya ingin melamar Anara Putri Om dan Tante untuk menjadi Istri Saya."Baskara mengutarakan maksud hatinya kepada kedua orang tua Anara.


"Om dan Tante tidak bisa menjawab mengenai permintaan kamu kepada kami sebagai orang tua Anara. Anara lah yang akan menjawab apakah bersedia atau tidak. Sebagai orang tua Om dan Tante hanya merestui apapun pilihan Anara. Karena kebahagiaan Anara adalah segalanya bagi Om dan Tante. Anara apakah kamu menerima lamaran Nak Baskara kepadamu? "Papa Gilang menanyakan jawaban Putrinya atas Lamaran Baskara.


Anara menatap kedua orang tuanya. Kemudian Anara menarik Nafas panjang...


"Anara menerima lamaran Mas Baskara dan bersedia menjadi istrinya." Anara menunduk terharu.


"Selamat sayang" Mama Nita terharu langsung memeluk putrinya begitu pun Dita yang meneteskan airmata bahagia melihat kakak sepupunya dilamar dan akan menikah. "Selamat ya mbak Nara."Dita memeluk Anara. "Makasi Ma, Dit" Jawab Anara.


Dari Dalam Ruang Kerja Papa Gilang, Keluar Pak Brata Papa Baskara dan Om Herman Paman Baskara.


"Papa Bangga padamu Nak." Pak Brata Menepuk Bahu putranya.


"Anara, terima kasih, kamu mau menerima lamaran dan bersedia menjadi istri Baskara." Pak Brata memeluk calon menantunya.


"Nak, ini cincin penginggalan Mamamu, Kini pakaikanlah dijari Anara, sebagai tanda Anara menerima pinanganmu." Pak Brata menyerahkan kotak cincin itu kepada putranya setelah itu Baskara menyematkan cincin kejari manis Anara.


"Tn.Gilang kita kini menjadi Besan."Pak Brata memeluk Papa Gilang.


"Semoga anak-anak kita bahagia selamanya Pak Brata."Papa Gilang juga menyambut rangkulan Pak Brata yang kini menjadi Besannya.


"Kapan pernikahan akan dilaksanakan?"Mama Nita buka suara.


"Secepatnya!" Pak Brata dan Papa Gilang Kompak.


"Kalau begitu 2 Minggu lagi kita akan langsungkan pernikahan Anara dan Baskara." Mama Nita langsung menetukan waktunya.


"Tidak masalah" Pak Brata.


Papa Gilang Mengangguk setuju.


Anara diapit oleh Mama Nita dan Dita mereka memeluk Anara. Dita yang sangat ikut menjawab."Chayo Mbak Nara dan Kak Bas!.


Baskara tertawa melihat reaksi keluarganya.


Anara dan Baskara terlihat tertawa dan saling lempar senyuman. Senyuman kelegaan dari keduanya.


.


.


.


Anara masih terjaga saat itu. Mama Nita masuk kekamar putri.


Mama Nita Duduk mendekat dan menyandarkan kepala Anara didadanya.


"Sayang, Mama dan Papa Bahagia sekali kamu akhirnya akan menikah. Semoga pernikahanmu dan Baskara akan selalu diliputi kebahagiaan."Mama Nita mendoakan kebahagiaan putrinya.


"Terima kasih Ma. Mama dan Papa telah memberikan Restu kepada Anara menikah dengan Mas Baskara."Anara kembali memeluk Mamanya.


"Ya sudah Sayang , sekarang kamu istirahat. 2 minggu bukanlah waktu yang lama. Jaga kesehatanmu ya, kurangi pekerjaanmu dikantor selama persiapan pernikahanmu."Pesan Mama Nita.


"Mbak Anara." Dita seketika langsung memeluk Anara. Erat sekali. terdengar tangisan Dita namun merupakan tangisan bahagia.


"Mbak Nara, Dita mendoakan semoga pernikahan Mbak dan Kak Baskara diberikan kelancaran dan kebahagiaan. Dan,,, Kasih Dita keponakan yang lucu-lucu ya mbak."Dita memeluk Anara dengan erat, air matanya membasahi baju Anara.


"Terima kasih ya Dek. Kamu sudah Mbak Nara Anggap sebagai adik kandung Mbak sendiri. Mbak Juga berterima kasih. Kamu Begitu kerja keras membantu Mama."Anara ikut terharu dengan Sikap Dita.


" Mbak Nara, tidak perlu berterima kasih. Justru Dita yang sangat berterima kasih dan bersyukur, disaat Dita terpuruk sedih atas meninggalnya Mbak Sari, Mbak Nara meranggul Dita selayaknya adik kandung mbak. Begitupun Om Gilang dan Tante Nita begitu baik menganggap Dita layaknya adik kandung Mbak Nara. Dita hanya bisa memberikan doa terbaik untuk pernikahan Mbak Anara dan Kak Baskara. "Dita masih mengharu biru.


"Aamiin. Terima kasih dek."Anara membawa Dita dalam pelukannya.


"Mbak Nara, ga ngabarin Kak Vina? Pasti Kak Vin seneng akan kabar ini." Dita semangat ingin mengabari Vina perihal lamaran Anara.


"Telpon Ka Vin mbak." Dita meminta.


Anara pun menekan nomor kontak Vina. Sejenak ...


"Vin, gw mau kasih tahu Lo, Kalo gw ... Dilamar Baskara dan 2 Minggu lagi kami akan menikah!" Anara langsung lancar memberi tahu Vina.


"What???? Wait. Gw mau Vc."


Sekaran Anara Dita dan Vina sedang VC.


"Ra lw serius kan, ga Prank?" Vina heboh sampe teriak ga inget ini sudah tengah malam.


"Mbak tunjukin Ke Kak Vin." Dita meminta Anara menunjukkan cincinya.


"Wahhhhhhh,,,,, Anara,,,, Ya Tuhan,,,,, Selamattt Ya,,,,, Ya Tuhan Gw terharu banget,,,, Sebagai Saksi Cinta Kalian Yang begitu lama memendam Rasa,,,, Woahhhhhh akhirnya sahabat Gw Nikah, Whaaaaaa.... Ya Tuhan Sahabat Gw Nikah Semoga Selalu Berbahagia dan Dilimpahkan Cinta,,, Selamanya,,, Whaaaaa....."Vina terhara sambil menangis bahagia dan kembali lupa ini tengah malem.


"My Bestieeee, Dit Dit,, Lo jangan Nangis gitu,, gw kan jadi ikutan nangisssz... Whaaaaa.... "Vina melihat Dita menangis haru dan tangisan Vina juga tambah kejer.


"Makasi ya Vin atas doa lu buat gw. Besok rencananya gw ke hotel ya mau ngerepotin lo Bestie." Anara menyampaikan permohonannya.


"Ga ada repot-repot Ra, Pokoknya besok lo dateng kesini. Apa yang lo butuh gw akan bantu lo menyiapkan wedding lo."Vina dengan semangat 45.


"Bestie Dita ikut yaaaa,,, pokonya Dita akan ngintilan plus bantuin Mbak Anara nyiapan wedding Mbak Nara." Dita mengepalkan tangan dengan bersemangat.


"Harussss My Bestie Dit Dit, Lo kudu harus ikut ngumpul. Pokoknya besok kita kumpul. Oke?"Vina penuh dengan semangat berkobar-kobar....


"Ashiapppppppp Kak Vin, My Bestie." Dita mencium Anara dan Vina dari layar HP.


Anara bersyukur memiliki Dita dan Vina menjadi orang terdekatnya.


"Mas Bas, Terima kasih telah memberikan kepercayaan diri pada aku. Mas Bas, I Love You."Batin Anara.


.


Di Kamarnya dirumah, Rengga mendengar jeritan, tangisan dan ketawa kencang dari kamar Vina adiknya. "Vina kesurupan atau kenapa Ya?" Rengga sudah biasa mendengar kegaduhan Vina, justru kalau Vina Anteng Rengga khawatir terjadi apa-apa.


Rengga menatap chat nya yang ga dibales-bales sama SiBocil kesayangannya. "S iBocil udah tidur kali Ya, di chat ga bales-bales?"Rengga terbayang kejadian tadi, Dia tertawa sendiri. "Lucu, gemesin banget Si Bocil. Terbayang bibir Dita saat wajah mereka berdekatan. Rengga merasakan ada sesuatu yang berkembang,, "Ah,, ****! Rengga menutup seluruh badannya dengan selimut.


.


"Kak Rio, Kak Rio." Tasya memanggil kakaknya saat memasuki kamar Rio. Wah kesambet nie Kak Rio.


"Kak Riooooooooo."Tasya teriak kencang.


Rio langsung terkaget dan lompat dari tempat tidurnya.


"Dasar Tasya anak gembala."Rio memiting adeknya pelan.


"Lagian Tasya panggil kakak dari luar, sampe Tasya masuk kak Rio ga Jawab, Malah lagi senyum-senyum. Tasya pikir ka Rio kesambet. Ya udah Tasya teriak aja biar setannya kabur." Tasya nyerocos.


"Emang Kalo teriak setan kabur?"Punya adek tapi kok pinter banget,, Rio sambil jewer telinga Tasya.


"Ihhhhh sakit tahu. Lagian senyum-senyum, kesambet pasti?Tasya merasa kakaknya aneh setelah bertemu Kak Vina, Mesem-Mesem.


"Kesambet Calon Istri" Rio bergegas mengusir adeknya keluar.


Vina kamu kok tambah cantik sie, Tambah gemes aku tuh,,,, Apalagi kalo kamu ngomong bibir kamu gemesin, aku jadi kepingin cium kamu tahu....


Calon Istri udah tidur kali ya, dichat ga bales. ditelpon ga diangkat. Besok pagi kita akan telpon! Rio menarik selimut.


.


.


.


.


.


Sepertinya wedding Rossa membawa berkah ya.


Selamat Anara dan Baskara


kawin kawin,,, eh,,, Nikah,,,, Nikah,,,,,


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...