Anara

Anara
Chapter 48. Wedding Abimana & Tasya



Brevilia Hotel


Adalah hotel cinta.


Bagaimana tidak


3 Pasangan menikah disini.


Kini Abimana & Tasya bersiap.


Dikamar terpisah sebelum menjadi suami istri.


Abimana Sudah Ganteng siap ijab kabul.


Tasya sudah cantik dengan balutan kebaya putih.


.


Ayah Sigit sebagai wali nikah Tasya sudah siap ditempat akad nikah. Dihadapannya Abimana yang siap mengucapkan Ijab Kabul.


Abimana bersalaman dengan Ayah Sigit. Ayah Sigit mengambil nafas panjang begitu pun Abimana dengan wajah tegang.


"Saya nikahkan dan kawin Ananda Abimana Aryasatya Permana bin Yudistira Permana dengan Putri Kandung Saya yang bernama Tasya Mahalini Prabowo binti Listyo Sigit Prabowo dengan Mas Kawin tersebut dibayar TUNAI!" Ayah Sigit mengucapkan ijab."


"Saya terima nikah dan kawinnya Tasya Mahalini Prabowo binti Listyo Sigit Prabowo dengan Mas Kawin Tersebut dibayar TUNAI!" Abimana lancar mengucapkan dalam satu kali tarikan nafas.


Bagaimana saksi-saksi SAH?


SAH,,, SAH!!!!!


Terdengar teriakan kompak dari seluruh yang menyaksikannya.


.


Sungkeman kepada kedua orang tua.


"Abimana, Ayah titip Tasya hormati dia, sayangi, cintai dan bahagiakan Tasya. Jangan pernah sakiti hati Tasya ya Nak. Tasya, jadilah istri yang berbakti kepada suami, dampingi ia, ingatkan jika ada yang keliru. Semoga Kalian menjadi keluarga sakinah, mawaddah, dan warrahmah." pesan ayah Sigit pada keduanya.


"Terima kasih Ayah, Abi, aku berusaha semaksimal mungkin. "Terima kasih ayah, Tasya akan selalu mengingat pesan Ayah.


"Abimana, Bunda titip Tasya ya, jaga dia baik-baik. Tasya, jadi istri yang sholeha, berbakti kepada suami, jangan membantah nasihatnya. Karena surga istri berada pada suaminya."Pesan Bunda Widya.


.


Kehadiran Presiden dan Wakil Presiden memberikan selamat atas penikahan Abimana dan Tasya, Semoga bahagia selalu.


.


Kini, kedua pengantin berada diatas pelaminan. Tamu undangan memberikan salam satu persatu.


" Selamat ya Tasya dan Abi, semoga kalian selalu berbahagia dunia akhirat." Ucap Mama Dyah.


"Selamat Tasya dan Abi, Semoga kalian berbahagia, saling mencintai dan menyayangi satu sama lain sampai maut memisahkan."ucap Om Gilang dan Tante Nita.


"Selamat Tasya dan Abi, semoga bahagia selalu, rukun selamanya dan menjadi keluarga sakinah." Dita memeluk Tasya, Rengga memberikan tos ala cowok pada Abi" Selamat Bro! Bahagia selalu ya.


"Adek Ipar paling TOP BGT, Semoga Tasya dan Abi bahagia selamanya. Request ponakan yang cakep tapi jangan Playboy kayak Papanya, Vina memeluk Adik Iparnya Tasya dengan bahagia.


"Selamat Tasya dan Abimana, Semoga bahagia selalu dan selamanya. Jagain Tasya ya Bi, Jangan Sakiti Dia. "Rio berpesan kepada Abi.


"Selamat ya Mas Abi dan Tasya, atas pernikahan Mas Abi dan Tasya semoga bahagia selalu." Naya dan Surya memberikan selamat Kakak dan Iparnya.


.


Para Tamu yang menikmati hidangan diiringan dengan musik dan suara merdu dari penyanyi TOP Indonesia. Saat ini suara merdu Yuni Shara sedang membawakan lagu Kau Selalu Dihatiku.


Kedua Pengantin Baru yang tampak menebarkan senyuman. Abimana tampak bahagia sekali dan menatap istrinya kebaya putih begitu cantik.


"Mas Abi, jangan liatin Tasya terus, tamu-tamu banyak mau salaman. Ayah dan Bunda merhatin kita juga." Tasya berbisik pada suaminya.


" Mas Abi udah gemes sama kamu."Abi nyengir kuda.


"Masih ada resepsi malem. setelah ini Tasya masih dikamar terpisah sama Mas Abi."Jelas Tasya.


"Ga bisa, setelah akad sambil nunggu kita Ishirahat dikamar ya berdua." Abi si Omes dasar.


"Ga bakal bisa, Pengawalnya banyak, Mas Abi mau di DORR!" Tasya menakuti.


"Serius?Abimana inget selalu kejadian waktu melamar.


.


Seperti yang dikatakan Tasya setelah akad Abimana masih harus dikamarnya sendiri dan Tasya dikamar lain


.


Resepsi Malam


Suasana lebih Santai


Tasya yang cantik dengan balutan Gaun Panjang berwarna Ice Blue dan Abi mengenakan Tuxedo dengan warna senada dengan gaun Tasya.


Suasana Resepsi berbeda dengan Akad.


Kalau Akad lebih formal maka resepsi lebih santai dan casual.


Tamu undangan datang memberikan selamat kepada para pengantin.


Saatnya kedua pengantin berdansa diiringi Lagu A Thousand Years.


Abi menuntun Tasya memulai berdansa. Tubuh keduanya begitu dekat. Tasya yang salting karena posisinya begitu dekat dengan Abi.


"Kenapa Sayang, menghindari tatapan Mas Abi, terus?" Abimana menggoda istrinya saat dansa.


"Gapapa Sayang, kan sudah halal."Abi semakin OMES.


Terlihat gelagat Abi mau mencium, Tasya deg-degan setengah mati, malu masih banyak orang pikiran Tasya begitu.


Lagu pengiring habis dan Tasya melepaskan 1 tangannya. Segera mereka harus menunduk didepan tamu undangan. Pasti tahu donk perasaan Abi? Belom Bi, Sabar.


Abi, Tasya menyapa temannya suasana lebih cair saat Acara resepsi.


Berkumpulah mereka semua disini.


"Si Omes dasar Lo Bi," Ledek Rengga.


"Sama kayak Lo, Tuh liat sampe melendung!" Abi balik ledek Rengga.


"Abi, nanti jangan galak-galak mainnya, kasian adek gw ntar ya! Vina meledek Abimana.


"Don Juan Kita,,, Bakal ditunggu nie ceritanya." Ledek Baskara pada Abi.


Tasya mendengarnya kok ngeri-ngeri sedap. Tasya masih begitu polos dengan hal seperti itu. Berbeda dengan Abimana yang sepertinya sudah banyak taktik dan Strategi.


Tanpa terasa acara selesai.


Keluarga sudah pulang kerumah.


Ayah dan Bunda serta Rio dan Vina juga memilih pulang kerumah.


Hanya kedua pengantin baru ini yang ada dikamar pengantin yang special direquest Abi pada Vina.


Suasana kamar pengantin mereka begitu romantis.


"Sayang masuk yuk?" Abi menuntun istrinya masuk kamar.


Abi beruntung Tasya adalah gadis yang cantik, modern, cerdas dan pastinya fisik Tasya dari Rambut sampai kaki adalah tipe Abimana namun polos dalam hal seperti ini.


Tangan Tasya sedingin Es ketika Abi menuntunnya masuk kamar mereka. Abi tahu Tasya grogi dan ada raut wajah takut.


Selama mereka dekat Abimana terhitung hanya 2 kali memeluk Tasya dan tidak pernah menciumnya. Abimana memang memperlakukan Tasya begitu spesial. Ia mau Malam pertamanya menjadi pertama untuk semua hal.


Abi mengunci pintu kamar mereka. Mendengar pintu tertutup Tasya sangat kaget. Terasa oleh Abi Tasya begitu panik.


Abi meminta Tasya duduk dulu disofa.


"Minum dulu Sya, pasti haus?" Abi ingin Tasya relax dulu.


"Makasi Mas Abi."Tasya minum air yang diberikan Abi.


Abimana menuju sebuah piringan Hitam dan menyalakan Endless Love sebagai pengiringnya.


"Sya, mau dansa ga sama Mas?"Abi mengajak Tasya dan abi mengulurkan tangannya.


Tasya masih diam tidak merespon.


Abi tahu Tasya gugup dan takut saat ini.


Abi duduk dengan posisi berlutut didepan Tasya.


Tasya terkejut dengan yang Abi lakukan.


Abi menggenggam tangan Tasya masih berlutut.


"Sya, kamu ga perlu takut. Masa Abi ga akan memaksa. Mas Abi akan menunggu saat kamu siap. Relax ya. Tenang aja, kalau kamu malam ini belum siap, Mas Abi tidak memaksa.


Abi bangkit, Tasya menahan.


"Kenapa Sya?" Abi menatap istrinya.


"Mas Abi ajari aku berdansa." Tasya meminta mereka berdansa mengulangi dansa wedding.


"Baiklah, Mas Abi akan menunggumu, mari kita belajar berdansa.


"Kuncinya adalah tenang dan relax, pasti kamu bisa dansa." Abi duduk disebelah Tasya.


"Jadi, belajar dansa?" Aku menanyakan kesiapan Tasya.


"Jangan dipaksakan Tasya, bila belum siap. Mas Abi ikhlas, Mas Abi mengerti Tasya.


Tasya menatap Abi, Entah mengapa gugup nya sedikit berkurang. Tasya sadar iya tidak memiliki pengalaman apapun dalam hal ini. Tasya takut tidak bisa melakukan kewajibannya.


"Mas Abi, Tasya takut mengecewakan Mas Abi. Tasya tidak memiliki pengalaman apapun dalam hal ini. Tasya takut tidak bisa menjalankan kewajiban dengan baik. Tasya takut ketidaktahuan Tasya membuat Mas Abi kecewa." Tasya takut Abi kecewa.


Tanpa Tasya mengatakan Abi sudah paham luar dalam. Justru itu yang membuat Abi tertarik dengan Tasya. Tasya begitu murni tanpa noda. Abi sangat bersyukur. Betapa Tuhan begitu baik mengirimkan istri semurni Tasya. Abi hanya bisa mengucap syukur sambil matanya tanpa bosan menatap Tasya.


"Sayang, Kamu ga perlu berpikir seperti itu, Justru itu yang menjadi spesial dimata Mas Abi, Kamu ibarat berlian yang utuh tanpa noda. Mas Abi bersyukur memiliki Tasya menjadi Istri Mas Abi." Abi memegang tangan Tasya.


.


.


.


.


Bagaimana kelanjutan Malam Pertama Abi dan Tasya????


Baca terus Kawan.....


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.