
Entah mengapa Dita hari ini mengajak suaminya ke bioskop.
"Kira-kira Abang sibuk ga ya?"
"Coba aku telpon dulu deh"
"Sayang, ada apa telpon. Kangen ya sama Abang?"
"Hehehe,,, Iya Abang Sayang. Abang lagi sibuk Ga?
"Abang mau meeting dengan klien, kebetulan kliennya sahabat Abang waktu dikampus. Dia ada proyek kerjasama dengan Abang. Memang ada apa Sayang?"Rengga kini tengah menunggu Klien yang tak lain adalah sahabatnya di Lounge Brevilia Hotel.
"Sebetulnya aku kepingin ajak Abang nonton, tapi kalau abang ga bisa gapapa kok bang?"Dita takut menganggu meeting suaminya.
Rengga berpikir sejenak
"Bagaimana kalau kamu menyusul saja Brevilia Hotel, Kliennya juga sahabat Abang sendiri, jadi lebih santai. Nanti setelah meeting selesai kita nonton, bagaimana?"Rengga juga senang bisa berduaan dengan istrinya dibioskop.
"Bener ga ganggu Bang? Gapapa masih ada lain hari kok bang." Dita memahami dan takut menggangu pekerjaan suaminya.
"Ga ganggu dong Sayang, hari ini aja kita nonton, setelah Abang meeting. Apa mau Abang jemput slesai meeting?"Rengga justru semangat karena Ia sudah terpikir modus dengan istri dibioskop.
"Dita saja yang ke hotel menemui Abang, kan lebih dekat kebioskopnya?"Dita memberikan solusi.
"Abang tunggu ya, kabari Abang jika otw."
Rengga senyum-senyum kegirangan karena bisa berduaan dengan istrinya.
Dasar Rengga emang betul yang dikatakan Dita. OMES!
.
"Rengga, Pa kabar bro?" Klien yang merupakan sahabat Rengga menyapa dengan tos ala pria.
"Abi lama ga jumpa Bro, Boss Real Estate!" Rengga mempersilahkan sahabatnya duduk.
"Gw pikir masih diluar negri Bro?" Setahu Rengga sahabatnya ini tinggal diluar negeri.
"Sebenarnya proyek yang kini akan kita lakukan seharusnya adikku yang handle, namun setelah menikah dan langsung hamil kini akan segera melahirkan ia memintaku untuk menghandlenya. Ya disinilah aku sekarang?"Jelas Abimana.
"Apakah kau juga sudah menikah?" Rengga menebak.
"Gw belum menikah Ga. Adik perempuan gw lebih dulu menikah. Gw sendiri masih jomblo?"Abi tertawa.
"Abimana Jomblo? Ga usah bikin gw ngakak bro, gw tahu siapa lo?"Rengga yang paham seperti apa Abimana temannya saat kuliah.
"Ya,,, wajarlah dulu,,,, masih labil."Abi tertawa.
"Lo sendiri sudah nikah? Atau masih belum move on dengan Asti?"selidik Abimana.
"Itu sudah cerita basi Bro. Sekarang Gw sudah Nikah." Rengga pamer.
"Hebat betul Kau. Siapa perempuan itu sampai bisa membuat Lo move on?"Abi ingin tahu wanita yang Rengga nikahi.
"Lo sendiri, masa Jomblo, ga mungkin lah, Gw kenal betul Lo Bro?" Rengga mendesak.
"Ok Ok, Gw ngaku. Kenapa gw setuju handle proyek adek gw, Karena Cewek inceran Gw ada di Jakarta sekarang, Bahkan Gw Tahu dimana dia kerja. Gw bakal dapetin dia. Lo tahu gw gimana kan Bro?"Abimana yang memang playboy cap kadal.
"Wowww,,, Abimana Ngejar cewek? Itu bukan Lo Bro... !"Rengga mencibir Abimana.
"Hehehe,,, Kalo ini beda Bro, Ini Cinta Pertama Gw. Makanya gw kejar sampe dapet.
"Abi Abi,,,, Ga pernah berubah Lo!"Rengga yang paham betul kelakuan sahabatnya.
"Untuk Proyek ini semuanya gw serahin sama Lo, Gw yakin Kredibilitas Lo Bro. Jadi atur aja!"Abi membahas proyek mereka.
"Ok. Seperti yang gw kirim by email. Desaign dan Rencana Kerja juga RAB nya, Lo tinggal bilang aja kalo ada yang perlu gw resivi atau rubah." Rengga menjelaskan.
"Overall gw Ok dengan email yang Lo kirim. Lo paling tahu selera gw soal bangunan, inget ga kita tim terbaik waktu proyek kampus?"Abi mengingatkan Rengga.
"Ok Mulai besok kita Gass!" Rengga tertawa.
Rengga melihat Dita yang sedang mencari keberadaan suaminya. Pas sekali lambaian tangan memanggil. Dita mendekat menuju dimana tempat suaminya duduk dengan klien yang membelakangi arah datang Dita.
"Gw kenalin Lo sama Istri Gw, Dia ada disini."Rengga memberitahu Abi.
"Sayang kemari, Kenalkan ini klien sekaligus sahabat Abang waktu kuliah. Rengga mengajak Dita kesebelahnya.
Dita berjalan menuju suaminya berbalik hendak mengulurkan tangan, Abimana berdiri dan menoleh untuk berjabat dengan istri sahabatnya ,,,
"Ditaa,,, Lama ga ketemu ya,,, Pa kabar? Ternyata Kamu istri sahabatku." Abi menjabat tangan Dita.
Dita terkejut, "Mas Abi!" ternyata klien plus sahabat Abang adalah Mas Abimana"Batinnya.
"Apa Kabar Mas Abi?" Dita dan Abi saling menyebut nama secara bersamaan.
Dita duduk disebelah suaminya. tepat di depannya Abimana.
"Sudah berapa lama kalian menikah?" Tanya Abi kepada kedua pasangan itu tapi dalam hatinya " Sialll! Dita istri Rengga!.
"Kita menikah baru jalan 2 minggu, iya kan Sayang?"Rengga merangkul bahu istrinya.
Abimana menatap kurang suka.
"Lo ngeledek gw Bro, Sayang... Maklumin aja Kalo Jomblo akut suka envy liat orang mesra. Sayang, Aaa,,, ."Rengga menyuapi Steak yang sedang dimakannya kepada Dita.
"Sitttt! Mesra Mesraan depan Gw. Kenapa harus Dita! Kok Bisa Informan Gw Ga kasih Tahu mereka nikah!" Batin Abi.
"Wowwww, tampaknya Si Gunung Es, Sudah Bucin sekarang." Abi meledek Rengga.
"Makanya cepet Dapetin, Cinta Pertama Lo! Kejar Dong sampe dapet. Gw Dukung 100%." Rengga menepuk bahu Abi.
"Dapet dukungan begini, gw jadi tambah semangat dapetin cinta pertama gw."Abimana melirik ke arah Dita.
"Oh iya, kok kalian bisa kenal? Kenal dimana sayang kamu sama Playboy Kadal satu ini?" Rengga bertanya istrinya.
Dita akan menjawab tetapi Abi segera menjelaskan.
"Istri Lo temen SD adek gw yang tadi gw ceritain." Abimana menatap Dita.
Sumpah! Cantik banget si Dita! imut-imut lagi. Makin gemes!"Batin Abimana.
"Sayang adeknya si Playboy ini sudah mau lahiran, bentar lagi dia jadi Om, Om Jomblo Bro!" Rengga meledek Abi.
"Hehehe,,, Awas ya Ga, Kalo gw bisa dapetin Dia, Gw bakal kenalin ke Lo."Abimana senyum penuh makna.
Dita mendengar teman SMP nya sedang hamil dan akan melahirkan.
"Naya, sedang hamil Mas abi? " Dita menanyakan kehamilan sahabatnya.
"Ya, 9 bulan, sedang menunggu kelahiran. Suami sedang bertugas di Libanon, untuk itu Naya tinggal bersama Mas Abi di Jakarta. Kapan-kapan Dita ada waktu berkunjunglah. Naya pasti senang bertemu denganmu. Sama seperti dulu kalian sering bermain bersama, Hingga suara kalian terdengar sampai kamarku."Abimana tak henti menatap Dita.
Dita mengalihkan pandangannya.
Rengga melihat seperti ada janggalan akan sikap Abimana yang terus menatap istrinya. Dilihatnya Dita sering mengalihkan pandangan menghindar bertatapan dengan Abimana.
"Ibu apa kabar Mas Abi? "Dita bertanya.
"Ibu sudah berpulang."Jawab Abimana.
"Dita turut berduka cita Mas Abi."Abimana masih senang menatap Dita.
Sebentar gw angkat telpon ya.
"Ada apa Nay?" Ya Ampun, Mas sampai lupa. Baik, Mas abi akan segera pulang. Sebentar Nay, Apa kamu masih ingat Dita teman SDmu? Sekarang Mas Abi sedang bersamanya."
Naya ingin berbicara denganmu.
Naya mengalihkan menjadi VC.
"Dita, Pa kabar? Lama ga ketemu ya!" Naya gembira bisa melihat dan berbicara dengan Sahabat nya.
"Baik Nay, Bagaimana kehamilanmu?" Dita begitu senang melihat sahabat lamanya.
"Mengunggu hari lahir. Kamu sudah menikah Dit?" Naya bertanya.
Dita mengarahkan kamera Agar mereka terlihat berdua.
"Ini suamiku Nay," Rengga memberikan salam dan Naya pun mengangguk.
"Telat dong aku, tadinya berniat menjodohkanmu dengan Mas Abi." Naya ceplos.
Dita kaget plus takut suaminya cemburu.
"Hey kalo kamu bicara terus, Bisa telat ke dokter kandunganmu." Abi sengaja agar Rengga tidak curiga.
"Dit kirim nomor HP mu, titip pada Mas Abi. Aku masih kangen padamu, lain waktu kita telponan ya. Dah!" Naya menutup telp.
"Dit, masukan nomor HPmu, nanti aku akan sampaikan pada Naya."Abimana merasa senang bisa mendapatkan nomor HP Dita.
"Ga, sepertinya aku harus balik dulu. Aku tunggu kabarmu mengenai progres proyek kita. Dita, Mas Abi balik dulu ya." Abi melakukan tos gaya pria.
Abimana menyalami Dita, dengan tatapan penuh arti.
"Hati-hati dijalan Bi!" Rengga menatap kepergian Abimana dengan segudang kehawatiran.
Dita sejujurnya was-was dengan kejadian ini. Ia takut suaminya berpikir macam-macam.
"Mas kita mau nonton apa?" Dita coba mencairkan suasana.
"Bisakah kita pulang saja, Mas lelah mau istirahat dirumah." Rengga menggandeng tangan istrinya.
.
.
.
.
Nah Loh! Ada calon pebinor nie?
Mudah-mudah hubungan Rengga dan Dita tetap utuh selamanya
Doakan Readers.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...