
Hari ini Rossa merayakan ulang tahun Keysa putrinya yang pertama.
Tentu Saja Anara and the gank yang kini jadi family gank pasti akan datang ke acara ultah Kesya.
Seperti Hal ini hari ini Dirumah Ayah Sigit mereka siap berangkat ke kediaman Rossa. Namun menggunakan mobil mereka masing-masing.
Rengga dan Dita membawa twins ke acara ultah Keysa.
.
Ultah Keysa mengusung tema Frozen.
Semua memberikan selamat kepada Keysa.
"Keysa, happy b'day cantik nya aunty Vina dan Uncle Rio."Vina dan Rio menghadiri ultah Kesya.
"Makasi aunty and Uncle. Vin sudah berapa bulan?" Ross mengelus perut Vina.
" 8 bulan Ca,."Jelas Vina.
" Vin, Rio itu karma dulu paling suka dia jailin Lo, eh sekarang Lo hamil dia yang ngidam." Rossa sepupu Rio yg memang seperti tom n jerry.
"Huhhhh, Keysa cantik, nanti kalo gede jangan seperti mami ya, bawel dan galak!" Rio balik meledek.
"Keysa juga cari pacar jangan kayak Uncle Rio soalnya seneng ngambek."Vina ikut menimpali.
Rossa dan Vina memang sahabat SMP dan Rio.
"Halo cantik, happy b'day sayangnya aunty Tasya." Tasya datang bersama Abimana.
"Makasi aunty Tasya dan Uncle Abi, Seneng deh liat kakian mesra terus bawaannya nie penganten baru." Rossa mulai jahil.
"Kesya cantik, happy b'day sayang," Dita datang bersama Rengga dan Twins Raka dan Rama.
"Makasi aunty Dita dan Uncle Rengga, nie ada twins Raka dan Rama
"Wah, anak cantik ultah ya, Keysa happy b'day." Anara dan Baskara mengucapkan selamat.
" Makasi aunty Nara dan Uncle Baskara. udah berapa bulan Ra?
"Jalan 7 bulan.
.
Para mahmud dan calon mahmud sedang asik ngerumpi Yaitu : Rossa (Keysa), Dita (Raka&Rama), Vina, Tasya dan Anara.
Papa Hot Papa dan Calon Hot Papa :
Yaitu : Surya (S.Rossa), Rengga, Rio, Abimana, dan Baskara.
.
Rossa kembali menyapa tamu-tamu lain yang datang. Para tamu undangan menikmati hidangan yang disajikan.
"Sayang, Mas Abi ke toilet dulu ya." Abimana pun berlaku ke toilet sepeti udah diujung tanduk.
Tasya akhirnya kembali ngobrol dengan Rossa dan sedang mengajak main Keysa.
"Keysa siapa itu yang dateng, ada Uncle Rian," Rossa dan suaminya menyambut Rian.
"Cantik sekali keponakan Uncle satu ini, happy b'day."Rian memeluk keponakannya yang sedang digendong Tasya.
"Sya, ini Rian sepupu Mas Surya, memang ga pernah keliatan, dia tinggal di Amerika setelah lulus SMA. Kuliah Arsitek di sana di Harvard University.
Tasya masih sulit percaya Adrian kakak kelasnya, sesama pengurus Osis. Yang merupakan ketua Tim Bakset, yang membuat Tasya tertarik dengan Arsitektur. Setelah lama, kini Adrian ada didepan matanya.
"Sudah kenal Ca, Tasya Adik kelas gw waktu SMA." Rian memberita tahu Rossa.
"Wah, jadi ga usah dikenalin lagi ya. Tasya, Adrian gw kesana dulu ya ada temen- temen kantor Mas Surya." Rossa dan Surya meninggalkan mereka.
.
"Hai pa kabar Sya, lama ya ga ketemu." Adrian tersenyum dan mengajak Tasya bersalaman.
"Kak Rian pa kabar?" Tasya bertanya.
"Kabar Kakak Baik. Boleh aku minta no HP kamu.? Rian menyodorkan HP nya. Tasya mengetik nomornya.
"Itu nomor aku, save Ya."Adrian mengingatkan Tasya
"Masih kuliah atau sudah kerja, Sya?" tanya Adrian.
"Sudah kerja Kak,"Jawab Tasya.
"Oh, kamu kerja dalam bidang apa?" Adrian bertanya.
"Aku sekarang konsultan Arsitek Ka, di PT.APP INDUSTRI." Jelas Tasya.
"Oh, iya, sebentar. Ini kartu nama aku, Oh iya, sekali-kali ikut gabung di asosiasi arsitek ya, biar kita semakin kenal." jelas Rian.
"Wah kalo dipikir cita-cita kita waktu SMA terwujud ya. Inget ga Sya,, dulu waktu kita 1 tim lomba desain.?" Adrian mengingatkan."
"Tasya cantik banget sie. eh, tunggu, cincin? sudah nikah?" Gumam Adrian dalam hati sambil ngobrol dengan Tasya.
Adrian dan Tasya terlibat obrolan seru apalagi kalo bukan Tentang profesi mereka kini sebagai Arsitek.
Ehemmmm... Tasya pasti getir.
"Sayang, sedang apa?" Abimana merangkul bahu Tasya.
"Mas Abi kenalkan ini Kak Adrian, Kak Adrian ini Mas Abi suami Tasya. Kak Adrian ini kakak kelas waktu Tasya SMA.
Adrian dan Abimana salaman tapi wajah meraka tampak tidak bersahabat.
"Ini Bussiness Card Saya." Abi kurang Ramah.
"Sya, jangan Lupa Ya, Soal yang tadi Kakak bilang. Lain waktu Kamu bisa ikut Kakak di kegiatan INKINDO, Kapan-kapan kita sambung lagi ya Sya, Tn. Abimana saya permisi dulu.
Abimana yang sudah bete dengan Si Adrian itu. Terus hubungannya sama Tasya apa ya dulu. Deket banget kalo kakak kelas.
.
Adrian melihat dari Jauh. Abimana?
Ternyata suami Tasya adalah Abimana.
Tasya semakin Cantik dan Dewasa.
.
"Ayah, Bunda, Tasya dan Mas Abi balik dulu ya." Pamit Tasya pada Papa Sigit dan Bunda Widya.
"Ayah, Bunda, Abi pulang ya." Abi mencium tangan kedua mertuanya.
"Hati-hati ya Bi, berkendara." pesan Ayah.
" Baik Ayah, terima kasih." Jawab Abi.
"Yah, Bunda seneng Deh, sekarang Tasya lebih bertanggung jawab, tidak asal seperti dulu. Bunda juga melihat lebih matang." Bunda Widya.
"Ayah lega dan bersyukur Abi, mampu membimbing Tasya. Kita doakan yang terbaik untuk anak-anak kita." Ayah sigit mendoakan anak-anaknya.
.
Tasya dan Abimana tampak hening.
"Mas Abi, malam mau makan apa?"Tasya bertanya.
"Mas, ga laper." Abimana cuek.
"Mas Abi, Nanti di Supermarket depan, berenti ya Tasya mau Susu dan Bahan Makanan kita yang habis." Tasya meminta suaminya mampir kesupermarket.
"Langsung Pulang aja! Mas Abi capek!" Nada suara Abimana meninggi.
Tasya tahu suaminya sedang marah dan kesal. Baru kali ini selama 6 bulan pernikahan Abimana membentak Tasya. Tasya paham Abimana yang cemburuan dan protektif terhadap dirinya. Tapi Adrian kawan lamanya. Lagipula Tasya juga sudah cinta mentok sama Mas Abi.
Abimana memarkir mobil. Langsung keluar Tasya mengikuti. Dalam Lift pun. Mas Abi hanya diam. Masuk kerumah langsung masuk kamar. Tasya melihatnya dengan sedih. Biarkanlah Mas Abi sendiri.
Tasya membuka kamar ketika Tasya mau mendekati Abimana menjauh. Tasya memutuskan untuk mengganti bajunya dikamar mandi. Dengan pakaian santai. Tasya berpikir lebih baik memang biar kemarahannya reda. Tasya mengambil kunci mobilnya dan dompet.
Abi memperhatikan gerak gerik Tasya. Ngapain bawa kunci mobil? Tapi Abimana gengsi buat tanya.
"Mas Abi, Tasya ijin mau ke supermarket ya mau ada yang dibeli." Walau bagaimanapun Abimana suaminya ijin suami no satu.
Abimana diam saja.
"Mas Abi? Boleh tidak?"Abimana tetap tidak menjawab.
Tasya mendekati Abimana yang kini. Pindah duduk ke sofa kamar. Tasya menyusulnya. dan Langsung duduk dipangkuan suaminya. Abimana cuma diam ga ngomong apa- apa.
Tasya mencoba memeluk Abi, tapi Abimana menolak.
"Mas Abi marah sama Tasya, Coba jelasin Mas. jangan diem aja.!
Abimana tidur dikasur memunggungi Tasya.
Tasya duduk diatas badan Abi. Abi masih diam.
"Mas Abi Sayang, Maaf kalo Tasya salah. Mas Abi mau maafin Tasya?" Tasya sabar sesabar sabarnya.
"Saya mau tidur, awas." Abi tanpa sabar mengelak tangan Tasya dan Tasya kaget.
"Mas Abi jangan bilang Tasya Durhaka Karena Mas Abi yang Nyuekin Tasya. Mas Abi mungkin senang kalau Tasya ga ada, bisa bebas. sepertinya.. Daripada Disini Dicuekin, Tasya Pergi!
Tasya mengambil Kunci Mobil dompet dan Tasnya. Plus Jaket karena ini sudah malam.
Tasya keluar. Dari kamar.
Abi yang menyangka Tasya cuma gertak benar keluar Apartemen naik lift dan turun.
Abi menyusul Tasya namun sudah tidak ada. kemudian dia ke Basemant ditemukan Tasya siap membawa mobilnya keluar, Abi menghadangnya.
Untung Tasya Remnya pakem, Coba kalo Enggak.
Abimana Luar Biasa Kalau cemburu
Dulu Rengga kamu gituin Bi
Sekarang Ngerasainkan
Bini Ngobrol sama cowok lain
Udah kebakaran jenggot.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.