
"Kamu seneng jalan-jalan kemana? Ya kalo jakarta dan sekitarnya."Tanya Rengga ketika mereka saat ini sedang mengisi bahan bakar dan juga angin mobil di SPBU.
"Sebenernya dari mulai aku ke Jakarta 2 tahun lalu aku tuh kepingin banget ke taman safari. Soalnya waktu kecil jika libur sekolah Papa dan Mama mengajak Kakak dan aku ke Kebun Binatang Suraloka di Jogja. Masa-Masa itu adalah paling menyenangkan saat Kakak masih hidup. "Dita mengingat Almh. Kakaknya dengan wajah sedih.
"Aku sebenernya pernah ngajak Kak Vin buat ke taman safari, tapi Kak Vin bilang ga suka ke semua jenis kebun binatang. Soalnya Kak Vin bilang trauma waktu kecil pernah hampir dikejar monyet dan topi Kak Vina ditarik monyetnya. Makanya Kak Vin ga mau ketempat-tempat seperti itu."Jelas Dita.
"Iya Vina memang ga akan mau kesemua jenis kebun binatang. Sebenernya itu kelalaian Abang, waktu itu Abang kepingin ketoilet, otomatis abang tinggal dulu didepan. Pas abang keluar Vina lagi nangis kejer, dia cuma bilang topinya diambil monyet."Rengga teringat masa itu ia menemani Vina Karya wisata dari sekolah karena ayah dan mama tidak bisa menemani karena harus bekerja.
Dita yang manggut-manggut mendengarkan penjelasan Rengga, Membuat Rengga Gemas dan Mengacak-acak rambut Dita. Entah mengapa rasa begitu nyaman. Kehadiran Dita membuat Rengga berwarna.
Jika sebelumnya tidak ada yang membuat hatinya terusik. Tapi berdekatan dengan Dita adalah hal yang ingin selalu Rengga dilakukan. Rengga masih menyelami betul hatinya. Benarkah ini cinta atau hanya Euforia sesaat.
Meski Rengga pernah menjalin hubungan dengan Asti dan itu pun sudah 15 tahun yang lalu. Selama itu tidak pernah lagi ia merasakan jatuh cinta. Rengga lupa rasanya seperti apa. Namun apa yang dialaminya menjadi sebuah warna baru. Gejolak Dinamika yang Naik turun Mampu Memporakporandakan hati Rengga.
Rengga selalu merasa candu berdekatan dengan Dita namun benteng pertahannya yang berjaga agar tidak patah hati seperti dulu hingga terkadang ia tahan untuk mengekpresikannya.
Namun Mendengar Penjelasan Vina dimeja makan, dan mendengar langsung percakapan Dita Vina mengenai pria korea yang akan dijodohkan dengan Dita, hati Rengga sakit seakan tak rela jika gadis yang kini berada disampingnya yang mampu membuat perasaan Rengga campur aduk, akan dinikahi pria korea itu.
Ditatapnya Gadis disebelahnya yang sedang tertidur dengan wajah menghadap kearah Rengga. Rengga sengaja tidak membangunkannya.
Ditatapnya wajah Dita, "Bikin gemes!"
Tanpa sadar Rengga menyentuh wajah Dita, Rengga tidak ingin kehilangan gadis disampinganya kini.
Kehadirannya Dita sudah memiliki tempat sendiri dihati Rengga.
Rengga masih mengusap wajah Dita "Jangan Pergi, Tetaplah bersamaku Sayang."
Dita kemudian membuka matanya dan Rengga dengan sigap melepaskan tangannya dari wajah Dita.
"Kita dimana Bang?"Dita mengedip ngedipkan mata karena baru bangun hingga silau terasa.
Mata Rengga menunjukkan arah tulisan.
"Taman Safari. Asikkkkkkkkk!" Dita langsung bersemangat dengan apa yang dilihat dihadapannya.
Rengga tertawa melihat reaksi Dita. Sederhana sekali membuat perempuan disampingnya bahagia.
Rengga turun duluan dari mobilnya. Berlari kesamping membukakan pintu yang berada di sisi Dita duduk.
Dita yang masih bercermin wajahnya dikaca takut ada kotoran dimatanya akibat tertidur.
Dita melihat kini, Rengga membukakan pintu untuknya Dita mendapatkan perlakuan seperti itu menjadi salah tingkah.
Dita hendak keluar secara bersamaan Rengga menggenggam tangannya.
Dita terkejut.
Anggukan Rengga membuat Dita hanya mengikuti saja.
Berjalan dengan tangannya digenggam Rengga membuat Dita menjadi kikuk dan tidak mengeluarkan suara apapun.
Mereka memutuskan naik kereta untuk berkeliling taman safari.
Didalam kereta wisata tersebut Dita duduk bersebelahan dengan Rengga.
Lengan mereka juga menempel.
Dita bisa merasakan betapa otot -otot begitu gagah bersarang dilengan Rengga.
Mereka mendapat posisi duduk paling akhir.
Rengga melingkarkan tangannya dibahu Dita bersandar kursi kerta wisata.
Lengan Dita kini melekat pada dada bidang Rengga.
Dita tidak berani menatap kearah Rengga. Rasa hangat dada bidang Rengga menjalar pada tubuh Dita.
Dita yang salah tingkah memainkan jarinya dan sesekali mengusap lehernya dan mengipas wajahnya dengan tangan.
Rengga memperhatikan gerak gerik Dita. Sebagai Pria dewasa ia tahu saat ini perempuan disebelahnya sedang salah tingkah membuat Rengga semakin gemas.
Saat ini, mereka sedang ada di sebuah penjual minuman.
Matanya langsung tertuju kepada minuman favoritnya apalagi kalau bukan boba.
"Dita mau pesen ini aja Boba Fresh Milk with Brown Sugar. Kalo Abang mau minum apa? Dita menunjuk gambar menu.
"Samain aja,"minuman kekinian yang sebelumnya tidak pernah tertarik Rengga mencobanya."
Tidak butuh waktu lama minuman datang, Rengga dan Dita duduk berhadapan menikmati Boba mereka.
Untuk memecahkan rasa canggung Dita yang memang aslinya ga betah diem langsung berinisiatif.
"Abang kita naik balon udara yuk." Dita menawarkan.
Dijawab dengan Anggukan Rengga. .
"Yeeeeeee, Asikkkk. Nanti Aku bakal tunjukin ke Kak Vin fotonya. Biar kak Vin tertarik. Jadi kan aku ada temen buat kesini lagi.
Soalnya Mbak Anara sudah nikah Cuma Kak Vin satu-satunya.
Semangat! Dita nyerocos sendiri dengan mulutnya.
Rengga hanya tersenyum melihat ocehan dan raut menggemaskan perempuan spesial disampingnya.
"Kapan-Kapan kalo kesini lagi. Ga usah sama Vina, Dita Sama Abang Aja."Sambil menggandeng tangan Vina menuju tempat Balon Udara.
Wajah Dita sukses dibuat merona. Blush!
Kini Rengga dan Dita sudah berada di atas balon udara.
"Wahhhhhhhhh, bagus banget Bang kalo dilihat dari sini. Semuanya kelihatan.
Wah ada gajah. eh itu jerapah, itu bang lihat ada panda, lucu banget sieee gemes pandanya,,,, bagus banget burung meraknya.
Bang lihat deh itu yang disana, Rengga memperhatikan yang ditunjuk Dita, Itu bang yang sebelah rusa. Dita menoleh kebelakang tepat Rengga dibelakang dirinya. Hidung mereka berdua bersentuhan.
Manik mata Dita begitu terbelalak. Rengga tak merubah posisi justru membuat kini kedua tangan Rengga berpegang pada box balon udah hingga posisi Dita terkunci dengan terhalang.
"Ya Ampun,,, kenapa nie hidung ga pesek aja sie, jd ga nyenggol. Mana nie jantung bunyinya cepet banget."Dita merutuki diri dalam batin.
Hal serupa juga dirasakan oleh Rengga. Sial! Kalo begini terus bisa ga kuat iman nie. Tuhan,,, berat amat cobaan hidup"Rengga berasa tersengat listrik.
Dita memutar tubuhnya kembali dengan cepat. "Bang nanti naik wahana apalagi ya? Kira-kira ada yang abang suka ga? Dita mengalihkan.
"Abang sukanya Dita."Jawab Rengga ditelinga Dita.
Kembali menoleh ke belakang memastikan, Rengga justru mengulang ucapannya.
Sambil menatap Dita dekat, "Abang Sukanya Sama Dita." Rengga mengucap dengan lembut dan senyuman sambil tangannya menyolek hidung Dita.
Diperlakukan sebegitu Rupa. Dita menjadi keringat dingin. "Bang Rengga nembak aku?" Dita nyeplos.
Rengga tersenyum,sungguh perempuan didepannya begitu polos."Iya, diterima ga?"Rengga malah bertanya membuat Dita gelagapan.
Dan,,,, waktunya turun dari Balon Udara Bestieeee.
Duh..... Ini sie namanya Mama Dyah So Siap punya mantu. Bisa seneng ga ketulungan deh, keinginannya terkabul.
Vina? Ga usah ditanya. Bakal heboh seheboh hebohnya. Taukan Vina gimana kalo udah rame. Kalah rame acara 17 agustusan sama Hebohnya Vinaaaa.
Nah,,,, Gitu donk Bang jangan gengsi. Dari pada Calon Mantu Mama Dyah dan Calon KK Ipar Vina digondol ke Korea, Bisa nangis 1 Bulan Bang. Yang ada Jakarta banjir Air Mata Bang Rengga.
Akhirnya Gunung Es yang tebel dan Tingginya ngalahin kutub, udah lumer selumer lumernya. Senang ga nie Readers????
.
.
.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...