Anara

Anara
Chapter 51. Kehamilan Anara



Dikediaman Papa Gilang


Saat ini Papa Gilang, Mama Nita, Anara dan Baskara sedang menikmati Sarapan bersama.


Suasana tampak sangat ceria.


Anara merasakan badannya dari semalam tidak enak, perutnya terasa kembung.


"Bas, Bagaimana kabar Papa?" tanya papa Gilang.


"Papa sudah lebih baik, hanya bila capek dan kondisi tubuhnya menurun maka berpengaruh terhadap jantungnya." jelas Baskara menjawab pertanyaan Papa mertuanya.


Anara yang tiba-tiba merasa mual segera berlari menuju toilet. Anara muntah-muntah dan merasakan kepala pusing serta perut kram.


Papa Gilang dan Mama Nita kaget melihat Anara yang langsung lari ke kamar mandi


Baskara menyusul istrinya dan melihat Anara yang sedang muntah-muntah.


"Sayang kamu sakit? Wajah kamu juga berkeringat dan pucat. Aku takut asam lambung kambuh. Aku antar kedokter ya?" Baskara terlihat begitu khawatir dengan kondisi istrinya.


"Sayang kamu kenapa? "Tanya Mama Nita khawatir melihat kondisi Anara.


"Pa, Ma, Baskara bawa Anara kedokter dulu ya?" Baskara pamit kedua mertuanya tanpa lupa salim terlebih dahulu.


"Bawalah Bas, Papa khawatir, kabari kami setelah diperiksa dokter ya?" Papa Gilang menepuk bahu menantunya dan mengantar sampai ke mobil.


"Hati-hati menyetirnya." Mama Nita mengingatkan.


Mobil Baskara bergerak keluar pelataran rumah mertuanya menuju RS.


.


"Selamat Pagi, Apa keluhan ibu?" Dokter bertanya kepada Anara.


"Kepala saya pusing, mual terutama ketika masuk makanan dan perut saya terasa kram dan sedikit kembung." Anara menceritakan keluhan yang dirasakannya.


"Baiklah kalau begitu kami periksa." Dokter mengarahkan Anara berbaring dan memeriksanya.


Dokter dan Anara kembali ke tempat duduk semula.


"Bagaimana keadaan istri Saya dok?" Baskara mulai tambah cemas.


"Bu Anara masih ingat kapan terakhir ibu menstruasi?"Dokter bertanya.


Anara mengingat dan menghitungnya.


"Bulan lalu saya menstruasi ditanggal 5 Dokter itupun tidak seperti haid saya sebelumnya, hanya 2 hari dan hanya seperti flek." Anara menjelaskan.


Dokter mendengarkan penjelasan Anara.


"Mari kita cek dulu bu Anara."Dokter kembali mengecek Ulang Anara dengan peralatan USG 4D.


Baskara jadi panik. Namun tetap terlihat tenang.


Dokter memanggil Baskara untuk mendekati tempat pemeriksaan dimana Anara sedang berbaring.


"Pak Baskara boleh kesini sebentar?" Dokter memanggil Baskara.


Baskara bergegas mendekati istrinya dan Bertanya kepada Dokter apa yang terjadi dengan Istrinya.


Dokter tersenyum kemudian mengampaikannya.


"Selamat Bu Anara dan Pak Baskara saat ini Bu Anara sedang hamil dan usia janinnya 6 minggu." Dokter tersenyum menyampaikan berita kehamilan Anara.


"Benar Dok Saya hamil?" Anara tak percaya sambil menutup mulutnya.


Dokter mengangguk membenarkan.


"Bu Anara saya akan meresepkan Bu Anara Obat Penguat kandungan, Vitamin, asam folat dan obat mualnya. Trimester awal saya harap jangan terlalu capek, stres dan banyak bergerak dulu. Makan Buah dan Susu hamil wajib serta sayuran. Untuk Pak Baskara, sementara Bu Anara diistirahatkan dulu ya aktivitas berhubungannya karena janin masih sangat rentan." Dokter menyerahkan Resep yang harus ditebus mereka.


Anara dan Baskara keluar dari ruang Dokter. Baskara menuntun istrinya menuju tempat duduk agar Anara bisa beristirahat.


"Sayang, Mas ambil obat dulu ya." Baskara mengusap kepala istrinya sebelum menuju farmasi.


"Sayang mari kita pulang."Baskara kembali menuntun Anara dan membukakan pintu mobil.


Mereka segera ingin sampai kerumah dan memberi tahu papa gilang dan mama Nita.


"Sayang, selamat ya kamu saat ini sedang mengandung anak kita. Mas bahagia sekali Sayang."Baskara menciumi punggung tangan istrinya.


"Aku juga Mas, Akhirnya aku merasakan juga hamil." Anara mengusap perutnya.


"Sehat terus ya Nak didalam perut Mami, tumbuh sehat dan kita bertemu saat Mami melahirkan kamu." Anara berkomunikasi dengan anak dalam kandungannya.


Baskara mengaminkan ucapan istrinya itu.


.


Baskara dan Anara sampai di kediaman Papa Gilang.


Memasuki Rumah Papa dan Mama menghampiri Anara dan mengikuti Anara yang duduk di ruang tamu dengan Baskara menuntunnya.


"Sayang, apa kata dokter?" Mama Nita begitu mencemaskan Anara.


"Sayang kamu kenapa, sakit apa?"Papa Gilang semakin khawatir melihat kode keduanya.


"Anara hamil ma, janinnya sudah 6 minggu." Anara tersenyum memberitahukan kehamilannya.


"Kita akan punya cucu Ma, Papa akan menjadi Opa." Papa gilang memeluk putrinya Anara dan mengucapkan rasa syukurnya.


Mama Nita yang sedang memeluki dan menciumi wajah Anara juga tidak mau kalah "Mama juga, akan jadi Oma." Semuanya tertawa bahagia atas kehamilan Anara.


.


"Sayang istirahatlah dikamar, Bas temani Anara." Mama Nita meminta Baskara menemani Anara dikamarnya.


"Pa Ma Nara naik dulu ya." Anara di tuntun Baskara naik menuju kamar mereka.


"Beristirahatlah Sayang." Papa gilang meminta Anara beristirahat.


Papa Gilang memeluk Mama Nita karena bahagia atas kehamilan Anara.


"Kita akan punya cucu ma. Papa sangat bahagia." Hal yang sama juga diucapkan Mama Nita.


.


" Mas boleh aku mengabarkan Papa Brata soal kehamilanku." Tanya Anara kepada Baskara.


" Kita VC papa ya." Baskara menekan nomor papanya tak lama kemudian Papa Brata yang saat ini berada di Amerika mengangkatnya.


"Halo Sayang putri Papa Anara, Bas. Bagaimana kabar kalian?" Papa Brata terlihat sehat setelah mendapatkan perawatan intensif beberapa bulan yang lalu.


"Kabar Nara dan Mas Bas Baik. Papa sendiri bagaimana kabarnya?" Anara menanyakan kabar Papa mertunya.


"Papa sudah sehat, Papa bisa main golf lagi." Golf memang hobby Papa Brata.


"Jangan terlalu capek-capek ya Pa," Baskara mengingatkan.


" Pa Nara dan Mas Bas mau memberikan kabar bahagia kepada Papa kalau saat ini Nara sedang hamil 6 minggu." Anara dan Baskara sambil tersenyum.


"Selamat Sayang Putri Papa, Papa sangat, sangat bahagia. Papa senang sekali Nak. Bagaimana kondisi janinnya?" Tanya Papa Brata menanyakan kondisi cucu diperut Anara.


"Sehat Pa, Hanya Nara diminta untuk banyak istirahat." Anara menjelaskan kepada papa Brata kondisi janinnya.


Papa Brata terlihat mengangguk mendengarkan penjelasan menantu kesayangannya.


"Bas, Papa punya pesan untuk khusus dan jangan kau bantah ya Nak!" Papa Brata.


"Pesan Apa untuk Bas? Baskara dan Anara saling lihat karena ga mengerti maksud Papa Brata.


Sambil tersenyum Papa Brata mengatakan " Selama 3 bulan pertama Kamu harus puasa dulu Bas, jangan kau ajak Menantu Papa Olahraga malam dulu, Karena berbahaya bagi cucu papa yang ada didalam sana." Papa Brata sambil menunjuk perut Anara.


Anara tertawa mendengarkan pesan Papa mertuanya sedangkan Baskara hanya shy shy cat.


"Pa, lain waktu dilanjut lagi ngobrolnya, Anara mau minum obat dulu dari dokter. Papa jaga kesehatan ya?Anara menyudahi telpon dengan mertuanya.


"Beristirahatlah Nak, minum vitamin, makan yang bergizi jangan lupa minum susu. Papa juga berencana akan pulang ke Indonesia, Papa mau menunggu cucu papa lahir."Pesan Papa Brata sebelum menutup telponnya.


"Sayang makan siang dulu ya walau sedikit agar kamu bisa minum obat." Baskara menyiapkan makanan Anara.


"Terima kasih Mas,." Anara memegang lengan suaminya.


" Tidak perlu berterima kasih Sayang, Ini ada tugas Mas sebagai suami kamu dan Papi dari anak kita." Baskara mengusap perut Anara dengan lembut.


"Mas ambilkan makanan dan susu ya?" Baskara keluar kamar mengambil makanan dan susu untuk Anara.


Anara mengangguk membiarkan Baskara yang menyiapkan makanan dan susu untuk dirinya.


.


.


.


.


Author seneng Deh, Anara hamilllll.


Selamat Anara dan Baskara


Calon Papi dan Mami


Opa Gilang dan Oma Nita


Granpa Brata


.


.


Jangan Lupa Like dan Komen.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...