
Dimeja makan berkumpul Papa Gilang, Mama Nita, Anara dan Dita. Menikmati Sarapan.
"Gimana Ma, Anara persiapannya. Coba ceritakan."Papa Gilang meminta istri dan anaknya jelaskan.
"Mama, Anara dan Dita tadi berunding. Untuk tempat, Venue ,Catering segala yang berkaitan dengan akad dan resepsi kita percayakan Brevilia Hotel. Untuk Make Up Hair do N'Beauty yang handle. Baju pengantin, Orang tua, saudara, briesmad, dan among Mama sudah telpon Teman Mama Ivan Gunawan sudah menyanggupi. Untuk Laki-laki pengantin dll Mama sudah hubungi Wong Hang dan dia Ok. Lalu untuk undangan juga sudah Ok. Seserahan mama sudah hubungi teman mama mereka sudah siapkan pilihan nanti fotonya mama kirim ke kamu ya Nar kamu pilih selebihnya mereka yang packing. Untuk surat-surat mama akan minta tolong asisten mama untuk mengurus. Fotografer juga susah Darwis Triadi team sudah ok. Pengisi acara banyak pilihan nanti kamu saja mau siapa artisnya. Mama akan hubungi. Souvenir N'beauty akan menyiapkan paket skincare premium dan Voucher treatment akan diberikan sesuai jenis kulit undangan.. kira-kira Apalagi ya? sambil berjalan lah." Mama Nita merincikan segala persiapan pernikahan Anara.
Readers, Mau jadi anaknya Mama Nita?
Anara masuk ke kamar Dita.
"Ada apa mbak?" tanya Dita.
"Nanti kamu ke hotel duluan ya. Mbak sama Mas Baskara mau mampir ke toko perhiasan untuk mas kawin. dan perintilan, gpp ya?"Wajah Anara meminta.
"Gpp mbak, pokoknya hari ini Mbak Nara dan Mas Baskara nikmati aja berdua, soal yang lain kan ada Dita dan Kak Vina."Dita mengedipkan sebelah matanya.
"Makasi ya" Anara menutup pintu kamar Dita.
Setelah berpamitan dengan Om dan Tantenya Dita berangkat. Tapi sebelumnya ia mampir laundry mengambil baju Om Om Galak.
Meski hari minggu jalanan sedikit padat. Baju sudah. Cetak Foto titipan Kak Vin sudah, "Kak Vin aku otw ya."Dita mengirim chat ke Vina.
Vina Membaca pesan dari Dita segera dibalas "Ok"
.
Ternyata Dita lebih dulu sampai dan Vina menyusul dibelakangnya. "Bestiee kita kompak terus ih" mereka bercipika cipiki Ria.
Vina dan Dita kini duduk di lounge mereka membahas pilihan konsep wedding yang saat ini sedang trend, Vina memperlihat contoh videonya pada Dita.
"Wah emang Brevilia Hotel Ga salah dijuluki Hotel Terbaik Indonesia bahkan Diakui secara internasional. Keren Kak Vin, The Best!"Dita kagum dengan apa yang ditunjukkan Vina.
"Pokoknya My Bestie kalo kamu nikah aku pasti jamin deh. Apalagi nikahnya sama Abangnya CEO hotel. Dijamin deh!Vina mulai promosi Bang Rengga.
"Ih apa sie Kak Vina. Dita shy shy cat.
"Jujur aja sama aku, kamu suka ga sama Bang Rengga?"Vina lebih mirip Comblang.
"Eh gimana ya Kak Vin, Aku belum kenal luar dalem kakaknya kak vin?"Jelas Dita.
"Bang Rengga tuh kejelekannya satu, Gengsian! Padahal kalo udah cinta, beuh bucin banget orangnya. Jaman kuliah disuruh ngitung kacang ijo 1.000 butir mau aja. Coba bucin ga tuh!"Vina sedang membongkar tingkat kebucinan Rengga.
Meraka berdua menertawakan Rengga.
Vina menangkap kakaknya memasuki pintu segera dia putar haluan ngomongin perkoreaan.
"Bestie bawa pesenan aku ga? Itu Foto Oppa Rm yang Ada Roti sobeknya" Melirik dan makin dekat Dengga kesini. "Aku punya hadiah nie DVD konser BTS, Pas konser Di Amerika, Wah Oppa Kamu Jungkook Full isinya Roti Sobek semua. Ada Juga behind the scene mereka surfing, haduhhhh bestie wajib liat deh, dijamin bikin melek"Vina mengeraskan suaranya.
"Makasi Kak Vin, Emang My Bestie Aqu. Peluk Kak Vin."Dita ga sadar dengan drama Vina sedang kegirangan dapet Merchandise BTS.
"Latihan Bestie, Kamu kan mau jadi ISTRI ORANG KOREA."Timing yang Pas batin Vina.
Sedang asik membayangkan Suami Khayalannya Jungkook dan memeluk hadiah dari Vina tiba tiba ada yang menarik lengan Dita.
"Cepet kita pergi ke bengkel tanggung jawab bumper mobil yang kamu tabrak! Dita keteteran mengikuti. Sekuat tenaga menahan.
"Ih, sakit. lepas ga!" Kak Vin tolongin.
"Vina mendekat dibantu lepasin tangan Abangnya.
"Mau Dibawa kemana Bestie aku, kita lagi mau nunggu Anara. Sekalian curhat-curhat.
"Dita nanti pas kamu ke korea, sekalian cariin dong buat aku,,, masa Anara sama kamu nikah aku jomblo sendirian."Vina memasang wajah sedih.
Rengga ya udah kebakaran dari rumah kini di hotel pun Ia merasa Panas Terbakar, Gerah Om!
"Hayo lelet banget! baju sudah dilaundy! Ayo kebengkel Nanti keburu tutup!" Rengga berjalan sambil menarik lengan Dita.
"Abang jangan kasar-kasar, Itu Calon Istri Orang Korea! Abang mau dinuklir?"Vina sengaja teriak sekencang itu.
"Urus Saja Hotel yang benar. AC nya Rusak Semua, Panas!"Teriakan Rengga ditujukan kepada Vina.
"Abang, Abang, Kalo sudah cinta bucinnya akut. Gengsi Digedein! takut dirikung kayak dulu ya, Meweknya sebulan!"Vina tertawa menyaksikan kelakuan Abang tersayangnya.
Besar harapan Vina dan Mama, Bang Rengga bisa berjodoh dengan Dita. Vina tahu Abang sudah jatuh cinta sama Dita. Vina dan Mama akan bantu perjuangan Abang.
"Yeayyyy.... Punya kakak Ipar My Bestie, Army!" Batinnya berucap senyum pun mengembang.
Kemudian Vina Melambaikan tangan ke alat perekam yang dipasang langsung terhubung dengan HP mama Dyah.
Betapa bahagianya Mama Dyah putranya kembali jatuh cinta kembali setelah sekian lama bagai gunung es yang tidak mencair.
.
Sementara ditempat terpisah Anara dan Baskara sedang ditoko perhiasan memilih Mas kawinnya. Pilihan Mereka jatuh pada. 1 set perhiasan cartier.
.
.
.
"Aku otw jemput kamu ya."Rio terdengar bahagia.
"Vina tersenyum setelah menutup telpon."
Bisa-Bisa Rio langsung Bilang Calon Mantu didepan Bunda dan Adiknya. Jika mengingat kejadian di Wedding Rossa Hati Vina dag dig derrrrr serrrrr.
Ada keraguan dihati Vina apakah orang tua Rio menyetujui hubungan mereka.
Sejenak terlintas Raditya. Vina merasakan ada yang tidak beres dengan Radit.entah apa Vina juga tidak tahu.
Dalam lamunannya Vina dikejutkan oleh
"Door!" Rio mencolek pinggang Vina yang seketika mengagetkan Vina tentu keseimbang tubuhnya tergoyang.
Vina yang akan terjatuh dengan cepat ditahan oleh Rio hingga kini posisi mereka berdua begitu dekat. Sejenak Vina dan Rio berpandangan. Rio mendekatkan wajahnya Vina panik bukan main. jantungnya seperti habis maraton, semakin dekat Vina menutup matanya dan...
Sentilan didahi Vina oleh Rio.
"Kuy mau kemana dulu. Tas kamu jangan lupa." Vina meraih tasnya mereka menuju keluar hotel. Sambil mengelus dahinya yang disentil Rio.
"Heran Calon Istriku Pelupa sekali, Untung Tas yang hampir Lupa, Kalo Lupa sama Calon Suami? Aku hukum kamu!" Mendadak berbalik posisi dipintu keluar hotel, kini wajah mereka berhadapan. Vina was wis wus hatinya.
"Ngapain si Rio, Ampun. Olahraga jantung terus Gw sama dia." batin Vina.
Kini yang menjadi sasaran Rio adalah Hidung Vina dicubitnya. Rio menggandeng Vina menuju mobilnya diparkiran.
Mereka menuju sebuah taman dekat SMP mereka, mengingat pertengkaan yang tidak penting.
Dimana Vina yang dulu tomboy tidak takut dengan anak laki-laki.
Setelah Rio datang sebagai anak baru pindahan. Rio Tertarik dengan Vina. Walau dulu kata sekedar cinta monyet.
Setiap hari ada saja kejahilan yang Rio lakukan untuk menarik perhatian Vina, Namun Vina Tak pernah kalah apalagi menangis.
Entah kenapa waktu hari itu, tepat setelah ujian sekolah. Vina menangis hingga tak mau bertemu Rio.
Setiap ada Rio Vina menghindar. Vina rela tidak ikut perpisahan kelasnya agar tidak bertemu Rio.
Rio inget bahwa besok ia dan keluarganya akan pindah. Karena Ayah dipindah tugaskan keluar kota.
Tapi berulang Rio datang kerumah Vina. Mama Vina mengatakan.
"Maafin Mama Vina ya Nak, Vina ga mau keluar, Mama Vina Panggil, Vinanya Malah nangis. Kamarnya dikunci. Kamu ada pesan atau apa, Nanti Mama Vina sampaikan pada Vina?" Mama Dyah saat itu bingung mengapa Vina seperti itu.
"Tante kalau Vina tidak mau menemui Rio, Titip pesan saja Pada Vina, Bahwa Rio tidak Akan jahil lagi pada Vina, Karena Rio dan Keluarga Rio akan pindah." Itulah pesan terakhir Rio saat ini.
"Baik Rio nanti Tante sampaikan."Memandangi seorang R
remaja berjalan pulang dengan lemas.
Tanpa disadari Vina melihat kepergian Rio, tanpa berpikir itu benar.
Keesokan harinya Vina ke taman. Dicari kesekeliling, Namun Vina tidak menemuken Rio. Hingga Vina bertemu Aziz teman Basket Rio. Lalu dari Azizlah Vina tahu, Bahwa Rio dan keluarganya sudah pindah keluar kota.
Vina sedih, Vina menangis ditaman. Tidak ada lagi Rio Si jahil yang hobi menganggu Vina. Vina merasakan kehilangan Rio dengan kejahilannya. Seiring berjalannya waktu Vina tidak mendapatkan 1 kabar pun tentang Rio.
Saat ini, dimasa sekarang Vina dan Rio sedang menikmati es serut yang menjadi langganannya.
Mereka menikmati es tersebut sambil sesekali bertatapan.
Vina sungguh canggung setiap kali matanya bertemu dengen Rio. Hanya pupil mata mereka yang bergerak kanan dan kiri.
"Vina Sayang, Maukah kau menikah denganku dan menjadi ibu dari anak-anakku?" Rio menggenggam jemari tangan Vina menunggu jawab dari Gadis yang dicintainya.
Dalam nafas yang terasa berat dan detak jantung yang seakan melompat keluar Vina memberikan jawabnya.
"Rio Sayang, Aku mau menikah denganmu dan menjadi ibu dari anak-anakmu?"sesak semula didada Vina kita terasa lapang.
Begitupun Rio, Penantian panjangnya terbayar lunas. Rindu yang ia bawa selama ini untuk Vina kini sudah berlabuh dalam muara cinta mereka.
"Terima kasih Sayang, I Love You Vinaku." Rio menarik Vina kedalam pelukannya.
"Aku akan segera membawa orang tuaku untuk melamarmu, aku tidak sanggup menunggu terlalu lama, karena selama ini penantianku sudah terlalu lama." Rio makin mempererat pelukannya.
.
.
.
.
Cie Vina,,, Calon Ibu Persit Nie Yeeee. Cuit...Cuit...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...