
Vina duduk berhadapan dengan Raditya. Di Lounge hotel.
"Lama tidak bertemu Dit, Apa kabar?"Vina bertanya kepada Radit yang berada didepannya.
"Aku baik Vin. Kamu sendiri?"Raditya menatap Vina.
"Seperti yang kau lihat. Btw, sedang apa kamu disini?"Vina mencoba bertanya karena ia penasaran.
"Aku janji bertemu klien namun ia membatalkannya. Kamu sendiri?"Radit menyadari bahwa Vina yang sekarang didepannya menjadi lebih dewasa dan gaya berbusananya kita lebih mencerminkan wanita matang.
"Aku mengelola hotel ini?"Vina menjelaskan.
"Kau mengenal Rengga Wisnu Ramadhan?"Tanya Radit.
"Dia kakakku. Bagimana kau mengenalnya?"Vina menjawab, sekaligus bertanya.
"Ternyata dunia ini sempit ya Vin. Aku kini sedang bekerjasama dengan perusahaan kakakmu." Radit senyum sambil menyandarkan punggungnya pada kursi.
Rengga memberikan Vina Bussiness Card dan Vina pun memberikan Bussiness Cardnya kepada Rengga.
CEO PT.Royal Steel Industri, Raditya Wira Satria.
Vina membacanya.
"Btw, kemana saja selama 2 tahun ini, teman-teman kampus kita banyak menanyakanmu dan kau juga tidak pernah aktif di group kelas kita."Entah mengapa rasa penasaran Vina besar terhadap Raditya.
"Setelah lulus aku menemui Kakekku di Amerika. Ia memintaku untuk mendirikan perusahaan di Indonesia."Jelas Radit pada Vina.
"Apa kau tidak ingin mengetahui kabar Anara?"Vina mulai memancing.
"Beberapa waktu yang lalu aku berjumpa secara tak sengaja dengan Anara. Kami berbincang sebentar karena masing-masing sedang ada urusan."Radit menjawab dengan enteng.
Vina terkejut, "Anara pernah bertemu Radit. Mengapa Anara tidak cerita padanya?" batin Vina.
"Apakah kamu menganal Baskara?" Kini Radit yang bertanya penuh selidik.
"Jangan-Jangan tadi Pria yang sama Anara, Baskara?" Batin Vina bertanya-tanya.
"Hanya sepintas itu pun dulu, Ada apa?" Vina mencoba mencari tahu.
"Hanya sekedar bertanya, aku hanya tahu saat lelang tender dengan perusahaan kakakmu."jawab Radit.
"Vin, sepertinya aku harus balik lagi ke kantor. Next time kita ngobrol-ngobrol lagi ya. Salam dariku untuk Tn. Rengga." Raditya berjalan menuju keluar hotel.
Vina kembali duduk di lounge. Aneh,,, tidak ada perasaan apapun dihati Vina, sekedar terkejut Ya. Namun Vina menyadari Raditya sekarang terasa dingin tatapannya mengapa penuh ambisi dan kemarahan. Berbeda dengan Raditya yang iya kenal sebagai teman kampusnya. Raditya yang dulu adalah pria yang membuat Vina patah hati.
.
.
.
.
Vina mencoba menelpon sahabatnya Anara. Setelah Ia bimbang Anara menanyakan atau tidak. Kini ia putuskan untuk menghubunginya.
"Nara, lagi sibuk ga?" Vina menyapa.
"Hai Vin, Gw lagi dikantor nie. Biasa aja sih. Kenapa Vin?" Anara menjawab telpon sahabatnya sambil melihat laporan yang diberikan dari tiap departemen.
"Tadi Gw sepintas liat lo dihotel gw, cuma pas panggil lo udah keburu keluar. Bener lo tadi Ra?"Vina akhirnya memutuskan bertanya.
"Iya tadi gw emang ke hotel lo, karena ada janji bertemu orang?Anara membiarkan memberitahu Vina, karena cepat atau lambat Vina pasti tahu.
"Lo nemuin klien?"Vina masih coba tahan.
"Gw ketemu Baskara Vin." Anara santai menjawabnya.
"Apaan sih lo Vin?" Anara paham sahabatnya ini kalo usah kepo maksimal alias kemal.
"Lo utang cerita sama gw pokoknya. Weekend ini kumpul yuk Bestie."Vina masih kekeuh pingin cerita lengkapnya.
"Haduhhhh, Lo Vin. yah,,, weekend gw ga bisa deh kayaknya."Anara menolak karen kan sudah janjian dengan Baskara.
"Tunggu, jangan bilang janjian sama Baskara?"Vina mulai heboh sendiri.
"Eh,,, Gituh Deh.Heee"Anara menjawab sambil shy shy cat.
"Cie,,,Cie,,, CLBK neh,,, Haduhhhh kok gw jadi Kemal ya Ra, pengen denger ceritanya langsung."Vina super heboh hingga sekretarisnya masih pun bingung melihat kelakuan bos nya. dan Vina memberi kode taruh dimeja. dan sekretaris pun keluar dengan wajah bingung.
"Gw bakal ceritain semuanya ke lo Vin, Kalo ga ntar lo mati penasaran lagi."Anara meledek Vina.
"Itsssss,,, isss,,, tumben banget Anara Putri Paramarta bisa becanda. Kayaknya Lo kudu ke dokter Ra, soalnya Lo kena Virus?"Vina tertawa puas.
"Enak aja Lo, emang gw kena Virus apa?"Anara cuma bisa senyum diledek Vina.
"Virus Cinta." keduanya tertawa.
Anara mendengar tawa puas Vina di telpon seolah sahabatnya itu gembira sekali. "Vina Vina."batin Anara.
"Ra, tadi dihotel gw ga sengaja ketemu Raditya."Vina akhirnya memutuskan memberi tahu Anara.
"Sebenernya beberapa waktu lalu gw juga ketemu Radit waktu selesai meeting sama klien. Kita ngobrol bentar. udah gw ga tau lagi."Anara merasa bersalah pada Vina baru bisa jujur sekarang.
"Gpp ,Vin. sans. Lagian gw udah ga da perasaan apa-apan sama Radit."Vina tidak mau membuka apa yang telah ia kubur dalam.
"Maafin gw ya Vin, Setiap gw inget dulu kejadian itu, gw ngerasa salah banget sama Lo. Maaf juga waktu gw ga langsung sama lo. Gw ga mau banget kehilangan sahabat terbaik gw. Lo satu-satunya sahabat yang gw punya."Suara Anara terdengar begitu lirih.
"Ra, memang dulu gw sedikit kecewa sama lo, karena lo ngak jujur soal kejadian itu. Tapi gw berpikir lagi. itu semua bukan salah lo. Lagi pula Radit yg suka sama lo. lo nya suka Baskara. Cie,, Cie,,, Lagi pula kita ga bisa maksain perasaan orang. dan perasaan gw ke Radit udah gw kubur dalam-dalam. Justru tadi pas gw ketemu Radit, Gw ngerasa Radit ada yang beda. Bukan seperti Radit yang dulu."Vina teringat bagaimana ekspresi wajah Radit saat ngobrol dengannya.
"Maksud Lo Vin?" Anara merasa Vina menangkap kejanggalan.
"Jujur gw ngeliat tatapan mata dia sorotnya dingin dan seperti menyimpan kemarahan."Vina sedikit merinding mengingatnya.
"Masa sih Vin? Waktu Gw ketemu dia sih, gw cuma ngerasa sifatnya lebih kalem aja, ya gw pikir karena kita tambah tua." Anara kembali mengingat pertemuannya dengan Radit.
"Ye Lo aja yang Tua,, Kalo gw masih muda. Gw kan Army Ra,?"Vina malah teringat akan BTS idol favoritnya.
"Nyerah gw kalo udah korea korean, Lo nyambung cuma sama Dita doang. Dah berdua deh Lo."Anara bukan termasuk cewek yang mengikuti dunia perkoreaan.
"Payah Lo, emang Bestie gw si Dit Dit. Sesama Army."
"Anak nya ga ada, belum pulang. Masih di Bali ada kerjaan dia. Paling besok." Jelas Anara.
"Ihhh,,, asik banget sie Dit Dit ke Bali, Mau ikut"Rengek Vina yang sudah kangen liburan.
"Vin, btw lo besok hadir ke Nikahan nya Putri Pak Seno?" Anara memastikan karena dia CEO nya.
"Yah gw pasti hadir Ra, secara putrinya Pak Seno itu teman SMP gw. Rossa namanya."Vina menjelaskan.
"Oh Gitu. ywd sampe ketemu lusa ya. Bye Vin."Anara mengakhiri telp nya.
.
.
.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...