Anara

Anara
Chapter 58. Welcome Baby's Triplet



Di depan Ruang Operasi RSIA Bunda Jakarta.


Tampak Rio begitu khawatir dengan keadaan Vina yang saat ini sedang berjuang antar hidup dan mati.


Papa Sigit, Mama Widya, Mama Dyah, Rengga, Dita, Tasya dan Abimana.


Kok bisa komplit seluruh keluarga ada disana?


Bisa karena hari ini keluarga besar mereka mau piknik.


#Flashback ON


Vina yang sejak hamil tidak ngidam sama sekali dan tidak punya keluhan apapun tiba- tiba mengajak seluruh keluarganya piknik.


"Piknik?" Rio heran.


"Iya aku ingin seluruh keluarga kita piknik sayang."kata Vina.


"Hamilmu sudah hampir 9 bulan, nanti kalau lahir gimana. Lain waktu saja ya?"Rio mengkhawatirkan kondisi Vina dan anak mereka.


Vina kesal dengan jawaban Rio.


.


Vina sangat bersemangat sekali dengan piknik keluarga ini, bahkan Vina mengabarkan seminggu sebelumnya agar masing-masing bisa mengatur jadwal.


Vina menyiapkan Bus, menyiapkan seragam piknik, bahkan membuat spanduk layaknya gathering kantor.


Vina, Vina, tingkahnya memang selalu ada yang membuat orang terkejut.


Semua bingung karena tidak biasanya Vina begitu.


.


Selama menjadi menantu Vina tak pernah minta apa-apa, namun tidak dengan kali ini. Iya langsung meminta pada Ayah mertuanya, Ayah Sigit.


Vina sampai datang menemui Ayah Sigit di Mabes bilang mau kita sekeluarga piknik.


Walau menantu, Vina menganggap Ayah Sigit layaknya Ayahnya sendiri.


"Ayah, minggu depan kita piknik ya? Rio tidak mau ayah."Vina merajuk pada Ayah Sigit kala itu.


"Iya, Vin. Yuk kita piknik." Ayah Sigit menuruti kemauan Vina.


"Makasi Ayah." Vina memeluk ayah Sigit.


Hari yang direncanakan untuk piknik pun tiba. Vina begitu bersemangat lain hal dengan Rio. Entah kenapa perutnya sejak semalam terasa sakit dan lebih sering pipis.


Bus mereka siap berangkat.


Vina memang sengaja pakai Bus agar tetap terasa layaknya piknik.


Diperjalanan tiba-tiba Vina merasakan perutnya seperti melilit-milit dan tanpa terasa air mengalir dikakinya deras.


"Vin air ketuban kamu."Mama Dyah.


"Sakit sayang?"Mama Widya khawatir.


Vina terlihat kesakitan.


"Putar Balik kita ke RS." Perintah Ayah Sigit kepada Ajudannya.


# Flashback OFF


Di sinilah semua berkumpul menunggu Vina berjuang.


Vina, Vina, memang bar bar lahiran pun dia bar bar. Eksentrikkan?"ukan Vina kalo tidak lain dari yang lain.


...Pintu Ruang Operasi terbuka....


dr. Ivander Ramon Utama, Sp.OG terlihat keluar dari Ruang Operasi.


" Bagaimana istri saya dok?" Rio terlihat begitu Khawatir dan panik.


"Ibu dan 3 bayinya selamat." dokter Ivan menyampaikan dengan senyum.


" 3 dok?"Ayah sigit kaget.


"Betul Bapak, 1 Laki-Laki dan 2 Perempuan, Semuanya dalam keadaan sehat dan sempurna tanpa kurang 1 apapun." Dokter menjelaskan.


Semua keluarga disana mengucap syukur tak henti-hentinya.


"Saat ini pasien dan bayi sedang diobservasi dan disiapkan untuk pindah ke ruang rawat." Dokter menjelaskan.



Seperti inilah ruang rawat Vina.


" Sudah kamu Siapkan Nama Rio?" tanya ayah Sigit pada Rio.


Rio mengadzankan sendiri putra, putrinya.


Inilah Nama Triplet :




Sagara Savio Prabowo






Shafira Savio Prabowo




Saga digendong Eyang Akung Sigit, Kila Shakila digendong Eyang Putri widya dan Shafira digendong Oma Dyah. Tampak senang di wajah eyang dan Omanya.


Tak ketinggalan para Uncle dan Auntynya Begitu gemas.


"Shafira pipi kamul embul amat chayang, aunty Tasya jadi emeshhhh,,, uuuu,,, tayang." Tasya mencoel-coel keponakannya karena pipi shafira paling embul.


"Saga mirip Eyang ya, Ganteng."Eyang Sigit berujar.


"Shakila masih baby aja kamu sudah cantik banget sayang, Raka, Rama lihat adik nie."Dita berkata kepada Raka dan Rama yang senang mencolek-coleh adik sepupunya Shakila.


.


Malam ini di RS tinggalah Rio dan Vina serta 3 anak mereka.


Rio duduk dibelah Vina, Vina lalu menyandarkan kepalanya pada Rio.


"Sayang, kamu nangis kenapa?" Vina mengangkat kepalanya yang bersandar di dada Rio.


" Sayang, kamu lihat putra-putri begitu cantik dan tampan. Mereka akan mewarnai hidup kita dan pada saatnya nanti 3 nya akan memiliki kehidupannya sendiri. Aku kini mengerti seperti apa yang Ayah rasakan. Betapa kita selalu ingin memastikan kebahagiaan putra dan putrinya. Saat ini aku merasakannya." Rio menangis dalam pelukan Vina.


"Sayang, manusia memiliki siklus hidup dan takdir yang berbeda-beda tugas kita sebagai orang tua mendidik ketiganya menjadi anak yang baik, anak yang berguna, dan anak yang takut akan Tuhan. Jodoh, Rezeki, dan Mait ketiganya sudah Tuhan takdirkan. Kita sebagai orang tua hanya akan memberikan Restu dan mendoakan."Vina memberikan gambaran pada Rio.


.


1 Bulan kemudian


Hari ini Vina dan Rio mengadakan syukuran kelahiran Baby Triplet. Semua keluarga berkumpul. Selain itu kerabat, teman dan relasi bersatu menghadiri acara syukuran kelahiran Bmbaby Triplet.


Vina merasakan banyak cinta dari keluarga dan para Sahabatnya.


Eyang Sigit, Eyang Widya dan Oma Dyah tak bisa lepas dari cucu-cucunya.


"Keren banget emang sahabat gw yang paling unik, triplet Loh." Anara memeluk Vina sahabatnya.


Vina cumaa ketawa heheheheee.


"Kak Vin, TOP banget deh,,, hamil energik,,,. Kak Vin Punya harapan buat nerusin ke Kila dan Fira jadi Army BTS. Semangat kak Vin!" Dita memprovokatori.


"Pasti Donk Bestie Dit Dit!" Kedua tertawa. sedangkan Rengga dan Rio geleng-geleng saja.


"Kila, Fira, pokoknya Uncle Abi bakal jagain kalian sampe gede, ga boleh sampe kenal sama yang namanya playboy." Abimana sedang mengusap kedua keponakanya sambil menasehati.


Semuanya tertawa mendengar ucapan Abimana.


"Uncle Abi posesif banget dengan Kila dan Fira." seru semuanya.


.


Kini Vina dan Rio bertetangga, Rumah kedua berhadapan. Ya sejak Triplet Lahir mereka memilih tinggal disana demi kenyaman Sang buah hati.


Eyang dan Oma nya sering berkungjung karena selalu kangen cucu.


.


Hari ini Tasya datang bersama Abimana. Sejak kelahiran keponakannya Tasya selalu kangen dengan 3 keponakannya yang Ganteng dan Cantik itu.


"Kak Vin, Triplet Asi semua? Cukup." Tasya bertanya sambil melihat 3 ponakannya kini berada distroller.


"Iya Saga, Kila dan Fira semua ASI Dek, Makanya Kakak makannya PORTUGAL." Vina ada saja.


"Makanya Ayahnya sampe ga kebagian." Canda Rio. kontan membuat Abimana ketawa cekikikan.


Langsung di lempar handuk baby Saga kearah Ayah Triplet.


"Kak Vin, Tasya, Aku dapat kabar dari Tante Nita, Mbak Nara masuk ruang operasi tadi siang sudah kontraksi. Saat ini juga keadaannya sangat lemah." Dita memberi tahukan semua yang ada disana denga wajah khawatir.


" Ya Tuhan, kita segera kesana. Selamatkan Sahabatku dan Bayinya." Gumam Vina.


Mereka semua bergeges kesana. Triplet dan Twins dititip pada oma dan eyangnya.


Semua sahabat Anara dalam pikiran kalut, dan mendoakan Anara akan baik-baik saja. Terlihat wajah Vina dan Dina begitu cemas. Keduanya saling berpegangan tangan.


"Kak Vin semoga mbak Nara ga kenapa-napa ya." Dita meneteskan air mata.


"Kita doakan Anara segera siuman dan sehat." Vina berusaha kuat dan tegas padahal hati kecilnya menangis Anara sahabat baiknya berada diantara hidup dan mati.


.


Semoga Anara segera siuman ya kawan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


.


.