
Vina dan Anara kini sedang menikmati tubuhnya yang sedang di spa. Mereka merasakan relaksasi ditubuh mereka dan begitu nyaman.
"Nar, tadi lama banget lo sampenya, gw pikir lo batal kesini?" Vina yang sedang di massage berbicara kepada Anara.
"Iya kliennya tadi agak alot, makanya gw jadi agak lama." Anara tidak mungkin bilang pada Vina kalau sebenarnya ia bertemu Raditya.
Bukannya Anara menutupi, namun Anara tahu betul Vina sepertinya masih memiliki rasa pada Radit. Anara tidak mau Vina berpikir macam-macam.
"Dita juga, belum sampe, kenapa ya?" Vina kembali membuka percakapan.
"Tadi pagi Dita bilang mau ke store dan outlet N'Beauty mau karena ada keperluan." Anara memberikan penjelasan.
"Eh iya Ra, Lo masih inget ga sama Pak Baskara? terakhir ketemu dia pas kita cari buku waktu di Mall, ehmmm kira-kira 2 tahun lalu ya Ra?" Vina sambil menghitung.
Anara yang mendengar ucapan Vina, membuat kepalanya muncul lagi nama Baskara. Susah payah ia melupakan nama itu dan kini disegarkan kembali oleh Vina.
"Ra, Tidur Lo?"Vina memanggil.
"Iya Vin."Anara menjawab.
"Kira-kira dulu cewek yang disebelahnya Pak Bas siapa ya? Cewek yang gayanya kayak girlband korea Ra, kira-kira siapa ya?"Vina kembali membuat pertanyaan.
Anara tidak akan lupa perempuan yang begitu manja melingkarkan tangannya ke Baskara. Wanita itu juga berusia lebih muda dari Anara. Ternyata semua laki-laki sama saja senang yang pakaian kurang bahan. Dengus Anara didalam hatinya.
"Anara! Lo tidur apa ga sih, gw nanya ga dijawab." Vina mulai bawel.
"Gw ga tahu Vin, makanya gw ga jawab."Anara mulai kesal dengan Vina tapi ya begitulah Vina.
"Eh iya Ra, Lo ga tau kabarnya Raditya, Kemana ya tuh orang dari wisuda gw ga pernah ketemu dia. Di Group kelas kita juga dia ga pernah komen apa. Cuma waktu gw pernah ketemu Andre teman kelas kita dia bilang Raditya pindah ke Amerika tapi si Andre juga ga tau pasti sie."Vina berbagi info yang dia ketahui tentang Raditya.
"Maafin gw Vin, pengen rasanya gw jujur ke Lo kalau tadi gw ketemu Radit, dan pengen banget gw kasih ke Lo nomor Radit. Tapi gw ga mau lo jadi salah paham dan buat pertemanan kita jadi ga enak."Anara membatin.
Sebenarnya 2 tahun lalu Anara tahu kalo Vina mungkin melihat Anara dan Radit waktu bicara. Saat itu ketika hendak pulang Anara melihat Vina hendak turun melewati tangga dengan buru-buru. Anara membuntuti, kemudian ketika Vina masuk ke dalam mobilnya dan melihat Vina menangis di mobil disitu Anara yakin kalau Vina mendengar pengakuan cinta Radit padanya.
Namun Vina tidak sekalipun menanyakan dan menyinggung mengenai hal itu. Anara mengerti perasaan Vina. Oleh karena itu kini ketika tanpa sengaja bertemu Radit Anara tidak mau membuat Vina berpikir macam-macam.
Bagaimanapun juga Anara tahu Vina sahabat yang baik. Anara tidak mau menyakiti hatinya.
.
.
.
N'Beauty store kini memang semakin tersohor.
Terbukti setiap hari terlebih weekend tampaknya menjadi tempat favorit wanita-wanita penikmat skincare, treatment dan beauty house. N'Beauty memang memiliki konsep unik dalam dunia kecantikan. One stop beauty istilahnya. karena N'beauty mampu memenuhi kebutuhan kecantikan wanita dari ujung kepala sampai ujung kaki. Seperti kali ini Dita memasuki salah satu cabang N'Beauty Store. Langsung disambut Leader Store cabang itu.
"Mbak Dita aku nunggu Mbak, Aku pikir ga jadi kesini. Aku udah siapin data dan juga orang-orang terpilih dari cabang ini untuk Grand Launching minggu depan." Sapa Laki-laki yang sedikit gemulai menyambut Dita.
Meskipun Dita memiliki posisi tinggi sebagai wakil dari Bu Nita Founder N'Beauty yang tidak lain Tantenya sendiri namun Dita tidak besar kepala. Dita begitu profesional. Ketika bekerja Dita sangat amat teliti dan begitu luwes, Sehingga pegawai N'Beauty baik dipusat maupun dicabang senang dengan Dita.
Adapun mengapa semua memanggil Dita dengan Mbak bukan ibu mengingat posisinya, karena Look Dita memang imut-imut. Dita berbadan kecil tingginya standar ya, sekitar 160cm. Dita berkulit putih dengan wajah yang sedikit oriental, dan masih terlihat baby face jadi wajar banyak orang sering menganggap Dita masih pantas memakai seragam SMA padahal usianya kini memasuki 23 tahun.
"Ya ampun Cinta, aku pasti dateng donk, kan udah janji." Dita sambil melihat data yang memang dia perlukan serta melihat langsung perwakilan yang akan dikirim untuk Grand Launching.
"Gimana Mbak, Cucok ga pilihan Eike?" Pria gemulai yang memiliki nama asli Frans namun lebih suka dipanggil Fani.
Dita mengamati pegawainya dan kemudian menganggukan kepalanya.
"Oke, Bungkus Fan, Minggu depan kalian sudah harus stand by dilokasi launching ya, dan jangan lupa, Dita menengok ke Fani alias Frans "leader store wajib hadir."Dita tersenyum ke arah fani alias Frans.
"Mbak Dita ga usah khawatir, Pokoknya fani jamin ga bakal ngecewain mbak Dita."Fani membentuk love dengan jarinya.
Dita membentuk Love dengan tangan dikepalanya.
"Fan, disini ada keluhan atau saran atau apapun itu, biar kita dipusat tau kendala apa yang kalian alami di cabang?"Dita keliling sambik menyapa customer yang sedang treatment disana.
Dita memang pribadi yang ramah, humble dan luwes. tidak hanya dengan seluruh pegawai N'Beauty tetapi kepada Customer apapun tanpa melihat level member mereka.
Tak jarang banyak ibu-ibu sosialita yang sering menawarkan Dita untuk dijodohkan dengan putra mereka namun Dita tetapi bisa menolaknya tanpa menyakiti para sosialita tersebut.
Dita memang belum pernah pacaran seumur hidupnya. Meskipun sewaktu di jogja Dita banyak sekali yang mendekati. Ada saja setiap malam minggu yang datang hendak mengajak Dita keluar namun semua Dita anggap sebagai teman. Dita selalu ingat nasihat ibunya bahwa harus mampu menjaga diri.
Terlebih kini iya dipercaya tante Nita mengurus N'Beauty. Dita tidak mau mengecewakan tantenya yang sudah Dita anggap layaknya orang tua sendiri. Terlebih Om Gilang juga sayang kepadanya dan menganggap Dita adik Mbak Anara. Anarapun sudah Dita anggap layaknya kakak kandungnya.
"Sejauh ini kita ga ada masalah mbak Dita, justru aku tuh mau minta tambahan equipment dan stock skincare. Soalnya kita disini selalu rame mbak. Apalagi kalau weekend. Kan ga enak mbak membiarkan customer menunggu lama untuk treatment."Jelas fani panjang lebar dengan gaya gemulainya.
"Aku tampung dulu ya fan, request kamu. Aku akan bicarakan dengan departemen equipment dan departemen Skincare. apakah mereka masih sanggup memberikan penambahan. mengingat cabang lain juga memiliki request yang tidak jauh berbeda dengan apa yang kamu sampaikan." Dita memberikan penjelasan sekaligus solusi.
"Emang deh, Mbak Dita kecil-kecil cabe rawit."Oceh Fani.
"Untuk itu Saya mewakili N'Beauty butuh banget support kalian semua, semua setelah Grand Launching ini N'Beauty semakin bersinar."Dita memberikan motivasi sekaligus meminta doa keberhasilan Brand Mereka.
"Aamiin."Jawab seluruh pegawai yang saat ini ikut breafing bersama Dita.
"Kalo gitu aku balik dulu ya Fan, Semangat terus Leader Store yang paling Cakep seduania Fana." Dita menyalami Fani Alias Frans sekalian pamit.
Fani mengantar Dita keluar Store
"Mbak emang bener nanti waktu grand launching CEOnya langsung dari korea?"Fani begitu tertarik ketika membicarakan cowok ganteng dari negeri penghasil k-pop.
"Gpp mbak, aku tambah semangat deh."Fani semakin ga bisa diem terus senyum-senyum kegirangan.
Dita pun hendak masuk ke mobilnya namun disusul Fani.
"Mbak Dita tunggu, hampir lupa,"Fani sudah berada di pintu mobil Dita.
"Kenapa Fan, ada yang belum kamu sampaikan ke aku?" Dita membuka kembali pintu mobilnya.
"Enggak sie, eh tapi iya sie."
"Enggak atau iya?"Dita selalu senyum kalo ngobrol sama Fani.
"Mbak Dita dapat salam dari Jeng Dyah" Jeng Dyah member VVIP kita mbak disini katanya kenal Mbak Dita, jadi sering kirim salam. Kadang tanya juga mbak Dita kalo kesini kapan. gitu mbak."fani menjelaskan.
"Jeng Dyah? oh iya salam balik ya dari aku." sesungguhnyaa Dita tidak ingat nama tersebut.
.
.
.
.
Dita begitu lelah seharian ini. Ia sampai di N'Beauty pusat. manager menghampirinya menyampaikan bahwa Mbak Anara dan Kak Vina ada disini.
Dita pun langsung menemui kakak - kakak kesayangannya itu. Dita senang dengan Vina. Merasa sefrekunsi dan selalu menemukan bahan obrolan.
"Mbak Nara, Kak Vina, udah treatment apa aja? Maaf aku aku baru sampe tadi dari cabang, ada yang perlu aku urus." Dita duduk di antara kakak-kakak kesayangannya.
Tanpa babibu Vina langsung nyerocos, meski kaki dan tangannya sedang mani pedi.
"Dita My Bestie, Adek kesayangan, gw pikir ga jadi dateng, gw udah sedih tau, soalnya kan bestie aku ini selalu bisa menjawab semua persoalan aku. Kalo mbak Naramu aku tanya A jawabnya lama banget, itu juga kalo dijawab."Vina mulai dengan ceriwisnya.
Anara cuma bisa tersenyum melihat adik dan sahabatnya saling bertukar obrolan. Meski Anara tidak seceriwis mereka, Anara sangat menyayangi keduanya.
Dita dan Vani adalah Sista Ter the best buat Anara. Anara sangat menyayangi keduanya bahkan Anara bisa rindu jika mereka lama tidak kumpul.
Karena meski serumah dengan Dita kalau sehari-hari mereka memiliki aktivitas yang berbeda dan tentu waktu berbeda sehingga moment kumpul seperti inilah mereka selalu rindukan.
"Kak Vin, sudah terima email aku tentang permohonan hotel kakak sebagai tempat Grand launching N'Beauty?"Dita mengulas mengenai kesiapan tempat.
"Sudah Bestie, Kenapa? Ada perubahan atau gimana?"Vina bertanya.
"Oh enggak ka sesuai schedule yang udah aku kirim ke kakak itu sudah fix, ga ada perubahan."Dita menegaskan.
"Beres pokoknya. Sipp."Vina memberikan kode ok dengan tangan yang langsung di diingat oleh helper bahwa sedang medi pedi.
Anara sudah selesai treatment dan bersiap mengganti bajunya. bersama dengan itu HP nya berdering. Anara keluar dari ruangan dan menuju ruangan ganti.
"Sore Pak bagaimana?" Anara melihat sekeliling takut ada yang mendengarnya.
"Saya sudah berhasil mendapatkan data dan bukti-bukti mengenai Perusahaan yang bekerja sama untuk membantu Anderson Corp. bermain kotor lelang tender di negara ini. Mbak Nara bisa kita bertemu dikantor?"orang suruhan Nara
"Baik, saya akan ke kantor sekarang."Anara menutup telpnya.
Kembali menemui Vina dan Dita Anara pamit balik terlebih dahulu.
"Yah, Gpp deh, ywd lo hati-hati ya bu CEO, jangan lupa makan."Vina hapal betul Anara sering melewatkan makan jika sudah sibuk.
Sepeninggal Anara tinggallah Dita dan Vina.
Vina yang sedang bersiap mengganti bajunya terhenti mendengar dering HP nya. Ternyata Mama.
"Iya Ma, kenapa? Aku? lagi treatment di N'Beauty. Iya yg dipusat. Kenapa? kebetulan ada nie depan aku. Oh gitu. Nanti aku salamin deh. oke bye mah. iya aku langsung pulang." Vina menutup telp nya.
"Siapa kak Vin?"Tanya Dita sambil membantu Bestienya memakai bleazernya.
"Dit, kamu dapat salam dari mama aku. Katanya kapan-kapan main kerumah aku. Terus mama tanya kamu katanya kalo disini jadwal setiap hari apa?"Jelas Vina sambil merapikan make up nya, touch up dulu sebelum pulang ya Vin.
"Aku disini setiap hari kak, kecuali kalo lagi ke cabang aja ga ada. selebihnya ada dikantor. Emang kenapa kak?"Dita bingung.
"Aku juga kurang paham, maklumin aja ya, mama aku tuh emang begitu, kamu tuh liat sendiri kan rempong banget, suka sok sksd kalo sama orang."Vina sudah selesai dandan dan siap pulang.
"Kak besok aku dan WO untuk acara grand launching planingnya mau ke hotel untuk survey lokasi, gimana kak?"Dita menanyakan kesediaan Vina.
"Dateng aja Bestie ku Sayang Dita Dit Dit. Kabarin aku ya besok kalo kamu mau otw hotel."Vina mencubit pipit Dita Kanan dan Kiri dengan Gemas dan pamit untuk pulang.
Menatap kebergian Kak Vina, sambil memegang wajahnya mengeluh sakit namun Dita tersenyum senang. Betapa Dita bersyukur Memiliki Kakak-Kakak baik seperti Mbak Anara dan Kak Vina.
.
.
.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...