Anara

Anara
Chapter 39. Kehadiran Cindy



"Mama berangkat ya, kalian jaga kesehatan. Kabari mama kalo ada apa-apa."mama Dyah hendak naik pesawat diantar anak dan menantunya.


"Salam buat tante Nel, semoga lekas pulih kembali. Mama juga jaga kesehatan."Rengga memeluk mama Dyah.


"Hati-hati dijalan ya ma, sehat-sehat. Salam buat tante Mel, cepet sembuh." Vina dan Dita memeluk mama Dyah.


"Selalu kabarin kita ya, selamat sampai tujuan ma, salam untuk tante semoga cepet sembuh."Rio memeluk ibu mertuanya.


.


"Kak Vin,mau ikut temenin aku ga jenguk temenku yang lahiran." Dita mengajak Vina.


"Boleh. Lagian juga gw dan Rio lagi gabut ga tahu mau ngapain. Niat tadi mau kerumah orang tua Rio, tapi ga jadi soalnya Ayah, Bunda dan Tasya lagi dikeluar kota.


"Pas kalo gitu. Temenin aku cari kado dulu ya."Pinta Dita.


"Oke!"Vina semangat.


Vina dan Dita jalan di depan sementara Rengga dan Rio mengikuti dibelakang.


Rengga sebetulnya malas untuk datang, apalagi yang akan kita datangi adalah rumah Abimana. Naya yang tinggal dengan Abimana karena suaminya tugas diluar kota.


.


"Kak Vin, bingung nie mau beli apa?aku ga pengalaman beli peralatan bayi." Dita melihat-mana yang cocok untuk dijadikan kado.


"Sama bestie, gw juga ga tahu apa yang dibutuhkan. Kita tanya pramuniaga saja Dit."Vina memanggil salah satu pramuniaga.


Rengga dan Rio Duduk di sofa menunggu istri masing-masing.


Atas saran dari pramuniaga toko berloga H ini, mereka akhirnya memutuskan membeli blanket dan pakaian bayi.


.


Dimobil Rengga.


"Abang sayang, kenapa cemberut?" Dita bertanya.


"Males aja ketemu si Abi kalo ada kamu." Rengga yang tidak suka Abimana.


"Dita ga enak Bang sama Naya kalo ga jenguk. Bukan karena pingin macem-macem."Dita tidak mau Rengga salah faham.


Rengga mencium tangan Dita "Abang percaya kamu Sayang."


.


"Selamat Naya, Cantik banget anakmu, seperti mamanya." Dita mencoba menggendong putri Naya.


"Cantik, siapa namanya sayang?" Vina yang mengelus pipi bayi cantik itu


"Nama aku, Raisa tante Vina." dijawab oleh Vina, "Halo Raisa cantik.


Para cewek-cewek asik ngobrol seputar, bayi, kehamilan dan melahirkan.


Sementara diruang tamu Abimana, Rengga, dan Rio juga sedang mengobrol.


.


Mereka semua berkumpul diruang tamu berbincang. Dita dan Vina masih seneng bermain dengan baby Raisa.


Abimana menatap Dita dengan senyum ketika Dita mengajak bicara baby Raisa.


Rengga melihat kelakuan Abimana dibuat jengkel seketika.


"Sore Mas abi, Naya aku mau jenguk baby Raisa nie."Suara itu masuk rumah ke dalam rumah.


Vina dan Rio melihat Cindy datang.


Ketiganya menyebut dan saling panggil.


Cindy Menatap Rio dan disebelahnya ada Vina.


Vina melihat itu berdeham hingga Cindy langsung mengalihkan ke baby Kesya.


"Dunia terasa sempit ya Ga," Ternyata keluarga kita saling kenal. Jadi kalian teman 1 SMP." Tanya Abimana.


"Cindy mengiyakan."


Vina dan Rengga terlihat tidak nyaman,


Dita melihat gelagat suaminya memutuskan segera pamit.


Vina tampak kesal dengan Cindy yang masih caper ke Rio.


"Kami Pulang Dulu ya Bi." Rengga melakukan tos pria dengan Abi."


Dita dan Vina bergantian memeluk Naya dan mencium baby Raisa.


"Dah Raisa cantik sampe ketemu lagi ya."ucap Dita dan Vina.


"Nay, Kami pulang dulu." pamit Dita pada Naya sahabatnya.


Cindy menatap tajam keduanya, Ia mendengar kabar Rio dan Vina menikah sewaktu masih di luar negeri. Namun melihat secara langsung seperti ini, ia menjadi kesal dan cemburu. Kenapa Rio lebih memilih Vina. Cindy kesal setengah main..


.


Rio dan Vina kembali ke rumah mereka.


Vina masuk kedalam rumahnya tanpa bicara apapun.


"Sayang, kenapa sie diem aja." Rio mengetahui kalo Vina sebel dengan Cindy.


"Sebel aja, Cindy kayaknya masih cinta sama kamu!" Vina yang pribadinya ceplas ceplos.


"Yang penting aku cintanya sama kamu sayang?" Rio memeluk Vina dari belakang.


"Tapi seneng kan ketemu mantan penggemar?"Vina meledek suaminya dengan kesal.


"Sayang,,, jangan kesel dong. Kan aku maunya cinta dari kamu doang. Ayo dong senyum sayangnya aku." Rio menciumi wajah Vina.


"Ya semoga aja kamu ga kegoda sama cewek gatel!" Vina langsung skak mat.


"Kamu kalo lagi cemburu bikin aku gemes deh!" Biar ga panas lagi, Kita mandi bareng yuk!" Rio menggendong Vina masuk kamar dan mandi bersama.


.


Rengga masuk apartemen disusul Dita.


Dita memeluk dari belakang suaminya.


"Abang sayang senyum donk nanti gantengnya hilang."Dita beralih kedepan suaminya.


Cup


Sekilas Dita mencium Renggaa.


Rengga menghujani ciuman diwajah istrinya.


"Biar virusnya ilang, Soalnya wajah kamu terpapar tatapan bervirus!.


Keduanya tertawa bersama.


.


Diruang kerja Abimana.


"Menidurkan Raisa dikamar." Cindy menjawab.


"Sepertinya Mas perhatikan mau menatap terus kearah Rio. Ada apa kalian?" Abimana mencari tahu.


"Gpp Mas,!" Cindy mengelak.


"Kamu sukakan sama Rio." Abimana kini melihat Cindy.


Cindy tergagap menjawab pertanyaan sepupunya itu.


"Tapi dia sudah menikah dengan Vina! Apa yang bisa kulakukan. Mereka saling cinta." Cindy sangat emosi.


" Cindy Cindy,,," Abimana geleng-geleng.


.


Abimana sedang duduk di sebuah club


Ia memikirkan banyak hal.


Terbayang wajah Dita.


Apakah Aku melupakan Dita selamanya?


Entahlah kini Abimana merasakan kepalanya pusing.


Bosan disana Abimana memutuskan balik.


.


Abi berniat pulang kerumah. Tiba-tiba Naya adik Abi telpon.


"Kenapa Nay, kok belum tidur" Abi mengangkat telp dari Naya.


"Naya titip beli pembalut ya, soal stock nya habis Naya baru melihatnya." Naya meminta tolong Abi membelikan pembalut.


Abi geleng-geleng, Selama ini tidak pernah tahu soal benda pesanan Naya.


"Nanti mas, belikan sekalian pulang. Ada lagi?" Abi bertanya.


"Hanya itu mas Abi, makasih. mas"Jawab Naya.


"Ok, Mas akan membelikan pesananmu." Abi menutup telp.


.


Abimana tampak kebingungan mencari pesanan Naya. Karena ia tidak pernah tahu soal pembalut.


"Yang mana sie, belum dibalas lagi sama Naya." Abi kebingungan denga titipan Naya.


"Maaf, kamu mau? silahkan. "Abimana dan gadis itu mengambil pembalut yang sama.


Si gadis pun menggambil dan meletakkan di keranjang belanjanya.


"Boleh tanya? Abi menghentikan gadis itu. walaupun hal ini aneh.


"Kenapa pak?" tanya gadis itu bingung


Sialan ni cewek manggil Bapak, emang kapan gw nikah sama mak lo."batin Abi.


"Perbedaannya apa sih?Abi menunjuk pembalut dikeranjang gadis itu dengan merk lain?"tanya Abi.


"Oh,,, Buat anaknya ya?"Sumpah bapak-bapak beli pembalut, kocak banget. Tapi nie kalo punya bapak begini ganteng juga sie.


" Sialan. Makin ngelunjak nie cewek!" batin Abimana.


" Bukan, adik saya titip dia habis melahirkan."Abi menjelaskan biar cepat karena sesungguhnya dia malu.


"Oh ,,, untuk pasca melahirkan. Sebentar Pak, sebelah sini." Gadis itu pindah ke rak sebelahnya.


"Terima kasih. Mbak!"pnggil Abimana.


"Apalagi Pak?"gadis itu bertanya.


"Gerah gw dipanggil Bapak mulu."batin Abi


"Saya harus ambil berapa ya,?"Abi sama sekali ga paham, kalo bukan Naya dia akan mau dititipi.


"Sudah berapa lama adiknya melahirkan?"tanya gadis itu.


" 1 minggu!"jwab Abimana.


"Ok. bentar ya Pak" Gadis itu melihat dan memastikan.


Abimana memperhatikan gadis yang ia prediksi baru sekitar berusia 20 tahunan. Cantik!


"Keranjang Bapak mana?"Gadis itu mencari.


"Ini" Abi menyodorkan keranjang yang dibawanya.


Perempuan itu memasukan beberapa kantong pembalut untuk ibu pasca melahirkan. Memang lebih banyak dari kebutuhan haid.


"Kalau sudah tidak ada lagi saya permisi Pak" Gadis itu bergegas pergi.


"Tunggu mbak, kalau perlengkapan bayi mandi apa saja? Abi sengaja agar bisa lebih lama dengan gadis yang menurutnya menarik.


Gadis itu sebenarnya kurang nyaman, namun terlanjur membantu. "Sumpah nih bapak-bapak ngerepotin?"


"Mari Pak, pindah lorong,"


Abimana mengikuti arahan gadis itu.


"Udah cantik baik lagi, tapi manggil gw Bapak!" kesel Abi dalam hati.


Gadis itu kemudian meminta Abi mendekatkan keranjangnya memasukan perlengkapan mandi bayi yang sekiranya diperlukan.


"Sudah Pak. Saya permisi ya." Gadis itu pamit.


"Terima kasih."Abi menjawab.


Segera gadis itu hilang dari pandangan Abi.


"Goblok banget gw! Kenapa ga nanya namanya! Kebanyakan pikiran jadi oon deh.


Abi bergegas menuju kasir dan membayarnya.


.


.


.


.


Nah gitu bi, cari cewek jangan rebut istri orang.


Kira-kira namanya ceweknya siapa ya?


Wah, rahasia!


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...