
Rengga masuk ke kamarnya. Menutup dengan kasar. Apa hebatnya emang punya suami orang korea? Roti sobek, Romantis! Aku juga bisa! Belum tahu saja. Rengga masuk dalam kamar mandi. Selesai mandi ia memandangi diri ya di cermin.
"Cih, aku juga punya, bahkan lebih ganteng aku!"Rengga bersiap milih pakaian dan merapikan rambutnya dengan pomade, kemudian ia memilih kaos pas badan agar otot-ototnya tetap tampak meski tertutupi dan tak lupa kacamata hitam.
Rengga mencari hal-hal romantis apa yang dilakukan orang korea. Tempat romantis untuk berkencan. Hadiah romantis untuk pacar. Rengga membaca semua yang dilihat dengan serius. "Oh cuman begini, Aku juga bisa!"Rengga tampak tersenyum menang.
Rengga bergegas keluar dan hendak berangkat. Rengga tak lupa pamit Mama Dyah.
"Mau kemana Bang?"Mama Dyah heran melihat anaknya sudah ganteng dan hendak pergi.
"Cari Calon Mantu Buat Mama. Abang pergi ya Ma!Rengga bergegas naik kearah mobilnya."Rengga segera melesat membelah jalan dengan perasaan yang ia sendiri sulit untuk mengartikannya.
"Abang, Mama seneng abang mulai buka hati. Semoga ini berakhir baik. Mama selalu mendoakan Abang dan Vina."Mama Dyah masih melihat keluar setelah kepergian putranya.
.
Masuk kesebuah Florist. Memandang sekitar. Rengga bingung. Seorang pelayan menghampirinya, menanyakan bunga apa yang ia inginkan.
Tampak Bingung, Rengga berkata "Yang disenangi wanita yang mana?Rengga singkat.
"Buat pacar ya Pak? Ini cocok Pak, Mawar merah selalu menjadi favorit wanita."Jelas sang pelayan.
"Ok. Saya ambil itu."Rengga cepat.
"Apa sih yang cewek-cewek itu pikirkan. Cuma dikasih begini aja sudah seneng, romantis! Cih,, perempuan memang rumit." batin Rengga.
Bunga mawar merah pun sudah siap ditangannya. Rengga kembali ke mobilnya. Meletakannya Buket bunga warna itu dijok belakang mobil. Segera Ia menuju Brevilia Hotel. Menyusuri setiap jengkal Ia bergegas melayangkan pandangannya kepenjuru hotel.
"Dimana perempuan ini?" Matanyapun tertuju kepada 2 wanita yang sedang asik bersenda gurau dan ia tahu salah satunya ada Vina disana.
Rengga berjalan mendekati kedua terdengar perbincangan keduanya membahas keseksian tubuh pria korea, dan perempuan yang dicarinya kini berada dihadapaannya dengan posisi memunggunginya.
Rengga kesal melihat Bocil sedang memeluk sebuah apalah itu namanya sedangkan dan sangat bahagia dengan apa yang Vina bicarakan. "Kurang kerjaan! untuk apa membahas tubuh laki-laki!" Rengga emosi.
Dengan kesal Rengga menarik tangan Bocil dan Bocil itu terhuyung dengan sigap ditahan Rengga dengan kedua tangannya.
Dilihat sekilas hari ini Bocil begitu cantik dengan rambut yang sudah berponi dan warna pirang dan sedikit dibuat ikal. Terlebih bibir itu kenapa membuat Rengga menelan salivanya. Gemas!
Dita yang sekuat tenaga meronta dan dibantu Vina yang masih ngoceh, membuat Rengga melepas tangannya.
Melihat Dita kesakitan karena ulahnya. Namun Ocehan Vina kembali membuat Rengga Panas dan Gerah.
Rengga kembali menarik Dita bersamanya, ditinggalkan adek kesayangannya yang kini sedang ia kesalkan. Menuju mobil dan menyuruh Dita masuk.
Rengga menatap tajam. Dita begitu kesal dengan Rengga sambil membawa kantong berisi baju Rengga yang telah di laundry dan benda kotak bertulis BTS Concert didalam dekapan dadanya. Rengga mengambil kedua benda itu dan melempar asal ke jok belakang mobilnya.
"Masuk dan Duduk!"Rengga membuka pintu dan meminta Dita duduk di kursi depan sambil Rengga menutup pintu mobil bergegas masuk dan duduk dibelakang kemudi.
Keduanya kini ada di mobil. Sejenak Rengga mengatur nafasnya.
"Kita emang mau kemana sie Om?"Dita bertanya karena bingung dengan sikap Om Galak dihadapannya.
Melihat Dita masih ngoceh Rengga pun mendekatkan badannya dan melepas kacamata yang ia gunakan.
Sejenak mampu membuat Dita diam, karena panik entah apa yang mau Om Galak lakukan.
Tatapan Rengga yang tajam kedalam mata Dita membuat Dita menjadi tidak karuan.
Apalagi ketika tangan kanan Rengga mendekat pada tubuhnya.
Dita menutupi tubuhnya dengan menyilangkan kedua tangan didadanya dan...
"Ceklek!"
Rengga memundurkan tubuhnya dari Dita. Dita pun menyadari Safety Beltnya sudah terpasang.
Ada kelegaan karena tidak seperti yang ia bayangkan.
Rengga mendengus, "Dasar Bocil Fiktor!"
Kembali membuat Dita kesal dan mengoceh.
Lalu kini didepan mata Ia melihat Om Galak memberikannya buket mawar merah.
"Pegang, Berat tahu."Rengga memberikan buket mawar kepada Dita.
Sambil mulai memegang kemudi bersiap jalan. Mobil Rengga sudah melaju keluar dari pelataran hotel.
Dita menyium buket mawar ditangannya. Seketika senyumnya pun merekah.
Dihirupnya aroma mawar membuat rasa damai dalam hati Dita.
"Buat aku om?"Dita bertanya memandang Om Galak.
Rengga memperhatikan ekspresi Dita mencium Mawar pemberiannya.
Senyum Rengga senang melihat Dita suka pemberiannya.
"Aku nemu dijalanan ya aku kasih aja buat kamu."Rengga menjawab asal.
Dita kesal mendengar ucapan Rengga.
Sambil memegang bunga, Ia menengok kebelakang dan melihat Kotak yang beriisi Dvd Bts ada dilantai mobil dan Dita memungutnya.
Dilap dengan menggunakan dengannya yang berbalut sweater itu dan mengusap benda yang menampilkan wajah-wajah personil BTS.
"Jungkook Oppa Miane," setelah mengusapnya kemudian iya meletaknya pada dadanya.
Rengga hendak meraih benda itu namun Dita mampu menghalanginya. "Ih Om, Jahat banget sama suami aku!" Dita kesal dengan perbuatan Rengga.
Rengga menghentikan mobilnya tiba-tiba membuat Dita yang hampir terbentuk namun sempat ditahan dengan lengan Rengga didepan tubuhnya. Dita reflek memegang lengan Rengga.
"Kekar sekali, dan lengan Rengga yang memiliki bulu tangan yang sedikit banyak namun lurus halus." Dita dapat merasakan otot tangan Rengga dan membuatnya meneguk salivanya.
"Maaf tadi ada motor menyalip. Kamu Gpp?"Rengga memastikan Dita aman.
Kedua bertatapan sekali lagi dengan Dita masih memegangi lengan Rengga.
Jujur Rengga tak menampik Gadis di depannya mampu menggetarkan hati dan jiwanya.
Sadar akan ditatap seperti itu segera Dita mengarahkan pandangannya kedepan.
"Kita mau kemana sie Om?"Dita mencairkan suasana.
Rengga kembali mengemudikan kendaraannya dan fokus menyetir. "Panggil aku Abang!" ucap Rengga tetap fokus menyetir.
"Abang?" Batin Dita. tanpa sadar ia tersipu. karena memang belum pernah ia memang seperti itu kepada laki-laki terlebih almh kakaknya adalah perempuan.
"Aku harus balik ke hotel. Soalnya udah janji mau bantu Mbak Anara menyiapkan pernikahannya. Anterin Dita balik ya Om, Eh Abang."Dita memegang lengan Rengga sedikit menggoyangkannya.
"Ga usah. Kamu telp saja Vina bilang sedang menemani Abang. Atau Abang yang telpon?"suara Rengga lembut tidak seperti biasanya.
Ada Rasa lain ketika Dita bersikap merengek manja seperti itu dan kenapa terasa beda ketika Dita yang memanggil Abang pada dirinya. padahal Vina dan Mama sering memanggil Abang pada dirinya.
Dita menelpon Vina. "Rengga memerintahkan untuk meloadspeaker pembicaraan dengan Vina.
"Halo kak Vin, Maafin Dita ya ga ikut bantuin Kak Vin hari ini. Salam untuk Mbak Nara ya Maaf dari Dita."Dita merasa tak enak pada Bestienya itu dan pada Mbak Nara.
"My Bestie Dit Dit, Gpp. Lagian Anara juga sepertinya hari ini ga jadi datang. Soalnya, lagi cari Mas Kawin dan perintilan lain sama Baskara. Pokoknya My Bestie Dit Dit happy-happy aja ya. Jangan lupa Om disebelahnya disayang-sayang supaya ga ngamuk dan marah-marah terus."Vina meledek calon kakak iparnya.
"Kalo gitu Dita tutup ya Kak Vin. Makasi sebelumnya Kak Vin."Dita hendak menutup telponnya.
Bukan Vina namanya kalau tidak meledek Sang Abang Karena Ia yakin kalo obrolannya dengan Dita pasti juga didengar Abangnya.
"Wait, Wait My Bestie Dit Dit, Soal yang kamu ke korea gimana kan bentrok sama nikahan Anara?"
"Oh itu kak Vin, sepertinya ga jadi aku kesana."Rengga tersenyum penuh kelegaan mendengarnya.
"Tapi semalam Lee Jung Suk Oppa chat aku dia yang akan kesini bersama Ayah Ibunya untuk menghadiri pernikahan Mbak Anara. Terus sekalian Oppa minta aku nganterin dia jalan-jalan dan kulineran Indonesia." Dita memberi tahukan informasi ini ke Vina.
Mata Rengga melotot dan bibirnya menahan kesel mendengarnya dengan tatapan penuh emosi.
Bukan Vina namanya kalau tidak heboh dalam menanggapi sesuatu.
"Haaaaa,,, wah kayaknya My Bestie Dit Dit Bakal dilamar nie, Ah,,, seneng deh. Ya ampun My Bestie Dit Dit,,, Tinggal gw doang nie yang jomblo Anara dan Lo Nikah. Eh,,, Dit Dit bilangin dong sama Oppa Mu itu, Bawa 1 aja cowok korea yang ganteng buat aku. Siapa tahu aku jodoh juga kayak sama sama Oppa Korea."Vina memang luar biasa seharusnya dia dapet piala citra tingkat kelurahan.
"Kak Vin ada ada aja nie."Dita selalu happy jika ngobrol sama Vina.
"Aku serius, Bestie. Ywd kamu hati-hati dijalan ya. Kalo ada yang macem-macem, Gigit aja. Ok! Ih kok aku Envy ya Dit Dit bayangin kamu bakal beduaan sama Oppamu itu terus diromantisin, dikasih bunga terus kayak di drakor-drakor, Duhh,,, jadi panas dingin bayanginnya."Vina mulai lagi dengan gaya Hiperbolanya.
"Emang kalo dikasih bunga Romantis Ya Kak Vin? Barusan Bang Rengga kasih aku Bunga Juga." Dita dengam polosnya.
Rengga langsung merampas HP Dita dan mematikannya.
"Udah berisik suara kalian berdua bikin aku ga fokus nyetir. Bisa bahaya.!"Ucap Rengga dengan HP Vina disita dan masuk kantong celana Rengga.
"Ih Abang, kok dimatiin? masih ngobrol aku tuh sama Kak Vin?" Dita protes.
Rengga ga menjawab. Kembali Fokus menyetir.
.
.
.
Telpon Dit Dit Mati tiba-tiba. Vina tersenyum puas. Membayangkan wajah abangnya yang lagi merengut kesel kayak udang rebus. Emang Vina paling tahu Rengga seperti apa.
Dan yang Vina tunggu kini sudah ada dihadapannya. Siapa lagi kalo bukan Calon Suaminya, Rio.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...