Anara

Anara
Chapter 31. Drakoran Vina & Dita



Anara dan Baskara hari ini mereka berangkat honeymoon ke Paris.


"Ra, happy ya. Jangan lupa, pokoknya pulang bawain gw ponakan yang lucu-lucu." Vina sedang menelepon sahabatnya yang saat ini akan berangkat honeymoon 1 minggu.


"Iya Vin, makasi ya. Btw semangat ya bentar lagi lo nikah. Jaga kesehatan ya." Anara memberikan semangat dan pesan pada Vina."


"Heheheeee,,, Emang capek ya jadi penganten?" Ledek Vina pada Anara.


Keduanya tertawa kemudian menutup telponnya.


Vina yang kini sedang di ruangannya melakukan aktivitas seperti biasa.


Sekretaris Vina datang memberikan dokumen yang harus Vina tanda tangani.


Saat sedang menyelesaikan pekerjaannya, tiba-tiba ada suara ketukan. " Masuk."


"Sayang aku lagi apa nie?Sepertinya sibuk sekali?" Ternyata Rio yang datang.


"Sayangggggg,,, sudah makan belum? Sedikit lagi ya aku selesai." Vina segera menuntaskan pekerjaannya.


Rio mendekat memijat punggung Vina. Agar Vina lebih Relax.


"Pijatan kamu enak Sayang. Gimana kamu jadi tukang pijit?" Vina asal nyeplos.


Vina menunjuk bahunya agar dipijat lebih keras.


"Bener aku boleh jadi tukang pijit?" Rio bertanya.


"Iya." Vina memang merasakan pegal karena mengurus pekerjaan sekaligus mengurus persiapan pernikahannya yang akan di laksanakan di Hotel miliknya.


"Kalo gitu akan bakal buka pijit khusus cewek aja!" Ledek Rio.


Vina langsung berdiri dan melotot


"Oh, Berani, Gitu?!" Vina menarik hidung Calon suaminya.


Rio kesakitan dibuatnya. "Sayang, nanti hidung aku tambah panjang kayak pinokio." Rio menyusul Vina yang mengambil tas bersiap pergi untuk mencari Mas kawin pernikahannya.


Disinilah Rio dan Vina di salah satu toko perhiasan langganan Mama Dyah.


"Sayang, bagus yang mana?" Vina melihat cincin pernikahan dan meminta pendapat Rio.


"Semuanya bagus kalo yang pakai kamu Sayang?"Rio tersenyum memperhatikan cincin yang sedang dicoba Vina.


Vina cuma nyengir mendengar gombalan Rio.


Setelahnya mereka memasuki toko pakaian. Vina yang sudah menjadi langganan disana disambut hangat oleh para pegawai.


"Sayang, Kamu ga beli lingerie?" Rio mulai tersenyum genit menunjuk melihat lingerie yang terdisplay di manekin.


Sebenarnya Vina sudah mempersiapkan itu, Namun bukan Vina namanya kalo ga jahil.


"Kayaknya aku pas kita nikah lagi jadwal dapet Sayang, jadi kayaknya kamu puasa dulu." Vina terkekeh dalam hati.


"Serius Sayang, Kamu ga bercanda kan?" Rio terlihat panik dan ga percaya.


"Ya begitulah Sayang, Maafin ya!" Vina menahan tawa nya agar Rio percaya apa yang ia katakan.


"Ini sih namanya sebelum perang udah Gatot." Rio menepuk dahinya.


"Kan cuma seminggu sayang, ga lama kok!" Vina semakin jahil.


"Hah! Seminggu!" Vina senang melihat Calon Suami kaget sekaligu melemas itu.


.


Kini Vina sedang Treatment di N'Beauty tentu ditemani Kakak Ipar kesayangannya.


"Kak Vin, ini treatment khusus dari kita untuk calon pengantin.Gimana?"Dita menemani Vina sambil berbincang seputar persiapan pernikahannya


Rio yang Vina minta mendrop dirinya, langsung balik ke kantor. Mempercayakan Sepenuhnya kepada N'Beauty mengenai Make Up dan treatment pernikahannya.


"Kak Vin, Mama di semarang berapa lama?"Dita menanyakan ibu mertuanya yang saat ini sedang ke Semarang untuk mengundang kerabat Alm. Papa Vina ke acara pernikahan Vina dan Rio.


"Sekitar 3 harian. Makanya My Bestie, Aku nginep ya di apartemen kalian soalnya males sendirian dirumah. Lagi pula aku sudah lama juga ga ke apartemen."Vina yang kini sedang di treatment keratin rambut.


"Iya Kak Vin, selama mama belum pulang Kak Vin, ngineo aja, daripada sendiri."Dita tentu sangat senang Vina menginap ke apartement mereka.


"My Bestie Dit Dit emang terbaik."


Melirik kanan kiri dan memastikan pegawai yang menangani dirinya sedang keluar Vina menanyakan hal seputar dunia pernikahan. Tapi dengan versi Vina. Ngertilah...


"Bestie, gimana rasanya jadi penganten? Bang Rengga gimana?" Vina bertanya pada kakak iparnya.


Dita memang menganggap Vina Bestienya tanpa malu diceritakan.


"Pokonya Intinya Kak Vin, harus kuat lahir batin!. "Pesan Dita menutup pembahasannya yang panjang dan lebar.


.


Hampir Jam 6 sore, Vina dan Dita sudah berada di Apartement Rengga dan mereka kini sedang asik drakoran dengan menikmati cemilan dan Boba kesukaan mereka. Bukan Vina dan Dita namanya kalo nonton drakor Ga sampai heboh apalagi kalau scene romantis. Mereka sampai rangkul-rangkulan dan pastinya jejeritan gemes.


"Kapten Ri, Ya ampun romantis banget, Bestie liat deh tatapan matanya, Ya ampun bikin meleleh dihati." Vina sambil menyeruput boba miliknya.


"Pasti Kak Vin, langsung bayangin Kapten Ri nya Kak Rio ya?" Dita melihat keduanya memiliki kesamaan profesi.


"Bestie Kok tahu sie." Vina heboh begitu juga Dita.


Saking fokus dengan Kapten Ri dan segala keuwuannya, Vina dan Dita tidak sadar Rengga sudah berada dan kita sedang menatap kedua wanita itu kesal.


"Ngapain kalian pada heboh begitu?" Rengga yang kini duduk disofa memperhatikan adik dan istrinya heboh dan sesekali jejeritan melihat scene keuwuan Kapten Ri.


"Pemeran cowoknya biasa aja, kalian kenapa heboh banget."Rengga kini duduk disebelah istrinya dan meminum Boba yang dipegang Dita.


"Abang sirik aja, masa orang keren begitu, mana romantis lagi" Vina ga terima pendapat kakaknya.


Kembali scene ketika kapten ri akan mencium kekasihnya. Sontak Membuat Vina dan Dita selain berpegangan tangan dan teriak bersama. "Bestie so sweet banget deh," "Iya Kak Vin," dan kembali teriak setiap ada keuwuan didepan mereka.


"Kalian ga tidur?" Rengga mengingatkan karena kita sudah pukul 12 malam.


"Abang kalo mau tidur gapapa duluan, aku masih mau disini sama Kak Vin." Dita mempersilahkan suaminya beristirahat duluan.


Alhasil Rengga semula dikamar kemudian membawa bantal dan gulingnya dan merebahkan kepalanya di paha istrinya yang sedang menonton.


Dita yang melihat kelakuan suaminya merasa tidak enak dengan Vina.


"Abang kok tidur disini?" Dita merasa tidak enak dengan Vina.


"Bayi gede lo Bestie emang ga bisa lihat orang seneng." Vina melihat kebucinan Abangnya kini telah kembali.


Rengga tetap tidur dipaha istrinya sambil minta diusap-usap kepalanya.


.


Pagi ini diapartemen. Rengga, Dita, Vina dan Rio sengaja datang untuk mengantar Vina kerja sedang duduk menikmati sarapan.


Rio yang memang dari dulu sudah kenal dengan Rengga sudah tidak canggung lagi dengan calon Abang iparnya.


"Abang, kok lemes amat, ngatuk gitu?" Rio yang sedang sarapan memperhatian calon Abang iparnya.


"Tanya sama Calon Bini Lo!" Rengga melotot ke Vina.


"Ye salah Abang sendiri, ngapain ga tidur dikamar!" Vina seneng banget kalo bikin Abangnya kesel soalnya kini kebucinan sang Abang sudah Full Tank.


.


Rengga mengantar Dita sampai dikantornya.


"Sayangnya Abang, nanti pulang jam berapa?" Rengga memeluk istrinya sebelum ia mereka berpisah.


"Seperti biasa, emang kenapa Bang?" Tanya Dita.


"Abang kangen Nie," Rengga memberikan kode-kode.


"Ga enaklah Bang, kan kak Vina masih menginap." Dita memberikan penjelasan.


"Kan Sayangnya abang bisa mampir kekantor Abang?" Rengga memeluk istrinya.


"Abang lama - lama omes nie?"Dita paham betul akan kebutuhan suaminya.


"Gapapa kan sama istri sendiri." Rengga menyolek hidung mancung istrinya.


"Dita kerja dulu ya Abang Sayang." Dita menyalami suaminya dan siap keluar mobil.


"Ciumnya mana?"Rengga menyodorkan pipinya.


Dita segera menyium pipi suaminya dan sengaja Rengga menoleh, Kini menjadi ciuman dibibir.


"Bener-bener omes Abangku Sayang."Dita geleng-geleng kepala terhadap kelakuan suaminya.


.


.


.


.


Vina sungguh membagongkan.


Rengga si Suami Bucin Maksimal


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...