Anara

Anara
Chapter 20. Rio Reifan Prabowo



Mama Nita awalnya enggan memberitahu suami persoalan yang sedang dihadapinya khawatir bisa berpengaruh terhadap kesehatannya. Namun Mama Nita teringat Tn. Seno beliau adalah Advovat senior yang cukup disegani di negara ini. Akhirnya Mama Nita memberanikan diri berbicara kepada Papa Gilang.


Saat ini, keduanya berada dikamar mereka. Papa Gilang sudah membaca email yang Dita kirimkan kepada Mama Nita.


"Malam Sen, bagaimana persiapan pernikahan Putrimu?Maaf aku mau merepotkanmu, Apa kau sudah membaca email dari ku?"Papa Gilang menghubungi teman sekaligus rekan bisnisnya.


"Berjalan lancar. Tidak merepotkan Lang. Aku sudah membaca dan menilai bukti yang kau kirimkan. Walaupun data-data ini belum lengkap namun sudah cukup, selebihnya aku yang urus. Kau jangan terlalu banyak berfikir. Aku janji aku segera mengabarimu."Tn seno mengakhiri panggilannya dengan Papa Gilang.


"Sudah Ma, Tenang Seno akan membantu kita. Mama jangan terlalu stress ya nanti Maag mama kambuh."Papa Gilang menenangkan istrinya.


Anara sedang menunggu informasi penting dari orang kepercayaannya. Tak lama telponnya berbunyi


"Bagaimana Hasilnya?" Anara segera bertanya.


"Baik, Saya akan melihatnya." Anara segera mengecek email yang masuk dari orang kepercayaannya.


Sejumlah fakta dan informasi yang diperlukannya ada dalam file yang diterimanya.


Jaringan Penipuan Internasional. Perusahaan Kloning?.


Bagaimana bisa Raditya terhubung dengan hal seberbahaya ini. Selama menjadi teman kuliahnya, Tak ada yang mencurigakan dari Raditya. Dia selayaknya orang biasa.


Kini setelah 2 tahun berlalu Anara mendapati fakta seperti ini.


Apakah aku tetap harus melanjutkan rencanaku? Atau mengikuti permainan ini?


Anara nampaknya masih tertarik menggali apa hubungan Raditya - Jaringan Penipuan Internasional - Perusahaan Kloning.


Anara sengaja tidak pulang kerumah malam ini, karena ingin terus menyelidiki mengenai semua kejanggalan. Namun Anara beralasan kepada Papa dan Mamanya bahwa Ia menghadiri pesta pernikahan kawannya di luar kota dan besok sudah kembali kerumah.


Sebuah Chat masuk ke HP Anara.


"Ra, jangan lupa makan dan istirahat ya. Besok kamu hadir kepernikahan Putri Tn. Seno?"Tanya Baskara.


"Iya, aku hadir. Kenapa Bas?"Anara bertanya.


"Mau berangkat bersama?"Baskara berusaha dan penuh harap.


Papa dan Mama pasti membolehkan dan malah akan senang bila aku semakin dekat Baskara. Anara menerima tawaran Baskara.


"Papamu bagaimana?"Anara bertanya.


"Papa justru senang jika aku berangkat bersamamu." Jawab Baskara. Bagaimana Ra?Baskara kembali bertanya.


"Baik, besok aku kabari." Anara menerima tawaran Baskara untuk berangkat bersama.


Fokus Anara kembali kepada pada persoalan Raditya dan lainnya.


Disebuah Apartement Rengga yang sedang membuat kopi menerima telpon dari orang yang iya minta menyelidiki Raditya dan perusahaannya.


Rengga membuka email yang dikirim kepadanya. Rengga tersenyum mendapat kartu As dari Raditya dan perusahaannya."Jangan coba mengusik keluargaku, Raditya."


"Aku mengirim bukti-bukti yang menjadi senjata kita jika Raditya macam-macam dengan perusahaan, Kau tahu harus berbuat apa?"Rengga menutup telponnya.


"Siap Tuan, kami paham apa yang harus kami lakukan."Tim khusus Rengga diperusahaan.


Rengga kini memilih berendam di bathup untuk merelaksasi tubuhnya.


Matanya terpejam pikirannya terlintas teringat Asti yang ia lihat dijalan dalam sebuah mobil sedang memangku seorang anak dan pria disebelahnya.


"Kau hidup bahagia nampaknya setelah mengkhianatiku."


Ada rasa kemarahan dalam dada Rengga.


Bersamaan dengan kenangan itu terbayang mobilnya tertabrak oleh mobil si Bocil.


Senyum Rengga melebar. Rengga mengingat setiap moment pertemuannya dengan Dita. Ya Rengga senang mengetahui Bocil Bawel yang bikin pusing itu bernama Dita. Cantik, Lucu, Imut, Menggemaskan.


Namun teringat kelakuan Dita yang selalu berani membatahnya, dan Selalu memanggil Om Om Galak Pada dirinya membuat Rengga kesal.


"Aku ini baru 32 Tahun, enak saja dibilang Om Om, Seenaknya mau membuang bajunya dan lebih baik mencuri baju si Jungkook itu namanya asing ditelingaku. Pasti Lebih Ganteng aku lah. Eh Bocil awas ya, kubuat kau jatuh cinta padaku." Rengga tertawa kemudian tersenyum sambil bersiul-siul.


Rengga awas nanti malah kamu yang bucin sama Dita. Jungkook Ga Ganteng??? Rengga siap-siap dikeroyak Army baru tahu. Hihihiiii Maafkan ya Om Rengga suka nyebelin emang. Hihihihi.


Di suatu rumah, Sebuah keluarga yang terdiri dari Ayah, Bunda, Dan 2 anak, laki laki dan perempuan.


"Rio besok hadirkan ke pernikahan Rossa, Jangan sampai kamu ga hadir. Om Seno dan Tantemu akan menanyakan loh." Bunda Widya sedang menyiapkan makan malam untuk suami dan anaknya.


"Iya Bun, Aku pasti dateng kok. Tapi mungkin aku berangkatnya nyusul ga bareng Ayah sama Bunda, aku ada urusan dulu ke kantor."Jawab Rio yang sedang mengecek email yang masuk.


"Sayang, Kenapa suaranya keras-keras begitu?"Ayah sigit mendekati istrinya yang sedang menyiapkan makan malam.


"Rio, Tasya makan, Bunda sudah siapkan. Ayah sudah menunggu."Kembali Bunda Widya bersuara kencang memanggil putra m-putri nya makan.


Rio duduk disebelah kiri Ayahnya. "Wah Bundaku memang terbaik, Aku kalo sudah mencium masakan Bunda, Rasanya bikin betah."Rio selalu mampu membuat Bundanya senang.


"Bun, Besok pagi aku ke kampus dulu ya, urusan skripsi." Tasya Mahalini Prabowo adalah adik Rio.


"Tapi inget jangan Lama, Bunda dan Ayah jam 3 sore sudah berangkat, kalo kamu telat, Bunda tinggal." Bunda Widya memang tegas kepada anak-anaknya namun sebetulnya hatinya baik.


"Iya Bunda ku tersayang." Tasya yang kini menikmati makanan disamping Kakaknya Rio.


"Sudah jangan ribut lagi, lanjutkan makannya." Ayah Sigit melerai istri dan anaknya.


Setelah makan malam Rio berbaring di kamarnya. Merebahkan tubuhnya dikasur membuat Rio merasa relax.


Rio memang tidak setiap hari dirumahnya. Tuntutan pekerjaan mengharuskannya berpindah-pindah tempat membuatnya saat ini merasa nyaman sekali.


#Flashback On


3 Bulan Lalu...


Saat acara lamaran Rossa, Rio hadir bersama keluarganya. Sesi foto keluarga berlangsung dengan begitu meriah. Tak terkecuali Rio.


"Beuh,,, Gaya Lo udah mau jadi istri aja nie, calon ibu Persit lagi, Kalem Loh ntar jangan pecicilan begini."Rio meledek sepupunya yang memang mereka berdua akrab alias bagai tom n jerry dengan dirinya.


"Lo kok mau sih Mas Tama punya calon bini model petasan banting."Kembali Rio mulai meledek Rossa.


Calon suami Rossa yang Berada di sebelahnya hanya tertawa melihat kelakuan calon istri dan sepupu istrinya itu.


"Wah kurang ajar Lo ya emang, ngajak perang mulu, Gw udah dandan cantik nih, jangan sampe tanduk gw keluar yo."Rossa melotot ke Rio.


"Becanda sie, Iya... lo hari ini cantik deh, btw, Pas nikahan Lo undang Vina kan?"Rio bertanya pada Rossa.


"Gw udah tahu yo pasti ada udang didalem bakwan muji cantik. Kenapa emang? Lo kangen sama Vina ya?"Kini Rossa balik meledek Rio.


"Gw serius Ca, Lo ngundangkan? Awas kalo lupa."Rio sampe mengancam Rossa yang kadang dipanggil Caca oleh keluarga.


"Widiwwww kayaknya rindu berat nie.... Cie...Cie... Ya gw undanglah dodol, Vina kan temen gw."Jawab Rossa.


"Vina sampe sekarang ga tahu kan gw sama lo sodaraan?"Rio memastikan.


"Ya belum tahu lah. Kan dulu Lo sampe ngancem gw jangan bilang kita sodaraan pake bawa-bawa papa lagi, emang lo tukang ngadu!"Rossa teringat kalo masa itu.


"Salah sendiri lagian cabut dari sekolah cuman mau bela belain nonton konser. Mana pas ujian sekolah. Parah emang. Eh,,, pulangnya kena Razia polisi gara-gara pake seragam,,, ya gw manfaatinlah situasinya."Rio terkenang kejadian Rossa.


#Flashback Off


Rio berharap besok dapat berjumpa dengan Vina. Selama ini Rio selalu melihat perkembangan Vina melalui Instagram Vina. Namun Rio memakai Second Account sehingga Vina tidak mengetahui Rio juga salah satu followernya.


"Gadis Tomboyku, Aku datang."Rio tersenyum senang.


Tanpa terasa mata Rio terpejam dengan senyuman lebar diwajahnya.