
Seluruh keluarga sudah berkumpul di Brevilia Hotel. Rengga sebagai wali nikah Vina sudah siap ditempat akad nikah.
Dihadapannya Rio yang siap mengucapkan Ijab Kabul.
Rio bersalaman dengan Rengga. Rengga mengambil nafas panjang begitu pun Rio dengan wajah tegang.
"Saya nikahkan dan kawin Saudara Rio Reifan Prabowo bin Listyo Sigit Prabowo dengan adik kandung Saya yang bernama Vina Aprilia Ramadhani binti Almarhum Bapak Bayu Ramadhan dengan Mas Kawin tersebut dibayar TUNAI!"Rengga mengucapkan ijab."
"Saya terima nikah dan kawinnya Vina Aprilia Ramadhani binti Almarhum Bapak Bayu Ramadhan dengan Mas Kawin Tersebut dibayar TUNAI!" Rio lancar menucapkan dalam satu kali tarikan nafas.
Bagaimana saksi-saksi SAH?
SAH,,, SAH!!!!!
Terdengar teriakan kompak dari seluruh yang menyaksikannya.
Rengga tersenyum bahagia. Dilihatnya kini Vina telah memiliki suami, ada perasaan haru dihati Rengga. Setelah kepergian Ayah mereka, Renggalah yang menjaga Vina menggantikan peran Ayahnya. Kini tanggung jawabnya telah berpindah kepada Rio, Suami Vina.
Acara selanjutnya sungkeman kepada kedua orang tua.
Vina dan Rio melakukan sungkeman kepada orang tua mereka.
"Sayang,,, hari ini kamu sudah menjadi seorang istri. Jadilah istri yang berbakti kepada suamimu ya Nak, Jangan melawan dan membantahnya. Inget pesan mama ya sayang? Ditatapnya Rio yang kini menjadi menantunya "Nak Rio, mama titip Vina, Jaga, Sayangi dan Kasihi Vina istrimu, tegur dengan baik ketika istrimu salah, "Mama Dyah begitu terharu.
"Terima kasih ma"Jawab Vina dan Rio. Vina memeluk mama Dyah dan menangis haru.
"Adek Kesayangan Abang, Hari ini Tugas dan Tanggung Jawab Abang kepadamu telah berpindah kepada Suamimu Rio, Hormati ia, jadilah istri yang taat pada suami." Suara Rengga bergetar "Untuk Rio adikku, Kutitipkan tanggung jawab kepadamu, Jaga, sayangi dan cintai Vina istrimu, bimbing menjadi istri yang baik." Rengga menepuk bahu adik iparnya Rio.
"Insha Allah Bang, Rio berjanji."
Vina memeluk erat Bang Rengga," Abang, terima kasih telah menjaga Vina dan manggantikan Almarhum Ayah menyayangi Vina."Vina memeluk Rengga keduanya menangis haru.
"Rio, Jadilah suami yang mampu menghormati istrimu, Sayangi dia dan jangan sekali-kali kamu berlaku kasar, bimbing istrimu dengan kelembutan, cinta dan kasih Sayang." " Vina, dampingi suamimu Rio sampai kapanpun hingga maut memisahkan kalian." Ayah Sigit memeluk keduanya dengan perasahaan terharu.
"Terima kasih Ayah, kami akan mendengarkan nasihat Ayah."Rio dan Vina kini terharu.
"Putra Putri Yang Bunda Cintai, Sayangi, Bunda berpesan kalian jadilah keluarga yang sakinah mawaddah, warrahmah dan Amanah. Saling menyayangi dan mencinta satu sama lain. Hingga maut yang memisahkan. Kemari Nak." Bunda Widya menangis bahagia memeluk anak-anaknya.
"Terima kasih bunda atas nasihatnya insha Allah akan selalu Rio dan Vina ingat." Rio dan Vina mendengarkan nasihat bundanya.
"Kak Vina, Selamat berbahagia ya bersama Kak Rio." Dita memeluk Vina Kakak Iparnya dan menangis bahagia. "Kak Rio, Titip kak Vina ya, Jangan buat Kak Vin nangis loh"Dita berpesan kepada Adik iparnya direspon anggukan Rio.
Vina memeluk kakak iparnya yang merupakan Bestienya "My Bestie Di Dit, Makasiiiii."
"Sahabat gw Vina dan Rio, Selamat ya, semoga pernikahan lo bahagia dan selamanya."Anara memeluk sahabat kesayangannya dengan bahagia. "Makasi Ra dan Mas Baskara doanya."Vina memeluk Anara dengan haru. "Terima kasih Kak Anara dan Mas Baskara atas doanya.
"Kak Rio dan Kak Vina, selamat ya atas pernikahannya, semoga bahagia dan kasih aku keponakan yang cantik seperti Kak Vina dan Ganteng Mirip Opa Sigit ya." Tasya memeluk Kakak iparnya senang dan melet kearah Rio.
Rio yang memang layaknya tom and jerry dengan Tasya. Namun begitu menyayangi Adik perempuan satu-satunya itu.
Resepsi penikahan Vina dan Rio berjalan dengan lancar dan dihadiri Banyak tamu undangan. Bergantian memberikan selamat kepada Rio dan Vina.
"Selamat ya Vina, Rio tante dan om doakan senantiasa kebahagian bersama keluarga kalian." Tante Nita dan Om Gilang. " Makasi Tante dan Om.
"Nak Vina dan Nak Rio Selamat atas pernikahan kalian, Om dan Tante selalu berdoa untuk kebahagiaan kalian berdua."Papa Bagas dan Mama Retno yang merupakan mertua kakak nya. "Terima kasih doanya Tante dan Om.
"Vina, Rio selamat ya,,, Bahagia selalu buat kalian berdua. Semoga cepat nyusul." Rossa hadir didampingi suaminya seraya mengelus perut yang kini tengah hamil 3 Bulan. "Terima kasih Ca, Vina mengusap perut sahabatnya itu. "Rio awas Lo ya bikin Sahabat gw nangis! Gw Cubit Nanti! "Iya Ca, siap!"
"Bro, Selamat untuk pernikahan Vina dan Rio, semoga Bahagia." Abimana datang bersama adiknya yang kini hamil besar. "Terima kasih kasih Bro!"Rengga tos ala pria namun masih ada rasa kesal di Rengga pada sahabatnya itu atas kejadian beberapa waktu lalu.
Selanjutnya Upacara Pedang Pora dilaksanakan dengan Khidmat.
Selagi menikmati hidang yang disajikan diiringan suara merdu dari Raisha dengan membawakan lagu Could It Be membuat suasana lebih romantis.
Saatnya sesi dansa oleh pengantin Vina dan Rio pada posisi ditengah dan disaksikan oleh semua tamu yang hadir.
Diiringi lagu Endless Love, Rio dan Vina berdansa dengan romantis.
Rio mengecup Vina, membuat Vina senang bukan kepalang.
Kedua pengantin begitu bahagia.
.
Dita didampingi orang tuanya kini menyapa tamu-tamu undangan. Kemudian sahabat lamanya datang menghampiri, dan memeluk Dirinya.
"Ditaaaaaa,,,,!"Naya memeluk Dita sahabat yang lama tidak ia jumpai.
"Tenggal menunggu tanggal lahirannya saja Dita. Aku doain semoga kami cepet nyusul punya baby." Naya mengusap perutnya sambil memegang lengan Dita.
"Aamin." Dita menjawab doa sahabatnya.
Abimana menatap Dita tanpa lepas sambil tersenyum.
"Oh iya Pa,Ma ini Naya sahabat Dita SD, Mama ingat kan?"Dita mengalihkan dengan memperkenalkan Naya pada Papa dan Mamanya.
"Tante masih inget ga sama Naya?" Nanya menyalami Papa Dita dan Cipika Cipiki dengan Mama Dita.
"Kalo Naya tante ingat, hanya tante pangling, tambah cantik, apalagi sekarang akan jadi ibu." Mama Dita ramah mengusap perut Naya.
"Tante, Om kenalkan ini Mas Abiman Kakak Naya." Naya memperkenalkan Kakaknya.
"Malam Om, Tante, Saya Abimana, Kakak Naya sekaligus Sahabat Rengga sewaktu kuliah.
"Oh, Nak Abi Sahabat Rengga, walah,,, Dunia terasa sempit, Ternyata kalian saling kenal." Mama Dita dengan ceria.
Om dan Tante Permisi dulu ya, mau menemani tamu lain.
Sepeninggal Papa Mamanya Dita kini mengobrol dengan Naya sahabatnya, tentu Abimana juga berada disana.
Dipelaminan Rengga menangkap Dita, Naya dan Abimana. Rengga terlihat tidak suka Abimana terus menatap Dita saat kedua wanita itu sedang ngobrol dengan. Melihat Abimana selalu tersenyum menatap istrinya, Rengga yakin akan kesetiaan Dita istrinya namun tidak dengan Sahabatnya Abimana. Rengga yang memang tahu Abimana Playboy Cap Kadal menganggap Abimana sebagai virus.
"Dit, nanti datang ya ke acara syukuran kelahiran anakku, ajak sekalian suamimu." ucap Naya kepada Dita.
"Iya aku akan datang Nay, Seneng ih lucu lihat ini."' Dita mengelus perut Naya yang membuat Dita gemas dan berdoa semoga kelak bisa mengandung anak Bang Rengga.
"Dit permisi sebentar ya, aku mau jawab telpon dari suamiku." Naya pergi meninggalkan Dita dan Abimana.
"Mas Abi, Naya angkat telp Mas Arya dulu ya." Abimana mengangguk dan "Jalan pelan-pelan Nay"Abimana betul-betul menjaga Naya.
Dita yang merasa kikuk sepeninggal Naya, menggambil ancang-ancang pamit pergi.
"Mas abi, Dita tinggal dulu ya." Mau menemui kerabat lainnya.
Abimana menahan kebergian dia dengan menahan lengan Dita, Dita segera mundur menghindari tangan Abimana.
"Maaf," ucap Abimana.
Dita hendak berjalan dan kata-kata abimana menghentikan langkah nya.
"Aku tahu kamu menghindariku, Karena takut Rengga cemburu, Tapi, Apakah kita tidak bisa menjadi teman?" Abimana menskak Dita dengan kata-katanya.
"Dita menghargai Mas abi sebagai kakak dan sahabat Bang Rengga, Tapi maaf, Dita tidak bisa menjadi teman Mas Abi karena Dita kini Istri Abang Rengga, Dita harap Mas Abi menghormati itu."
Tahu Dita akan pergi Abimana mengeluarkan perasaannya
"Aku hormati Statusmu sebagai Istri Rengga, Namun itu tidak mengapuskan perasaanku padamu." Abimana dengan tatapan tajamnya.
Dita segera pergi meninggalkan Abimana dan pergi menemui Mbak Anara dan Kak Baskara.
Abimana tersenyum dengan kepergian Dita, Di pelaminan mendampingi Mama Dyah Rengga memperhatikan Abimana dan Dita, "Kurang ajar kau Abimana!" Rengga mengepal tangannya dibawah.
.
.
.
.
Ampun deh sama Si Abimana,,, Berani amat ngomong gitu ke istri sahabatnya.
Kudu Di Ruqyah sepertinya biar tobat.
Jadi kesel sendiri muncul pebinor.
Ugh gemes pengen Jewer si Abimana.
Jangan Lupa Like dan komen ya
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...