
Dita dan Rengga sampai di RS.
Dita langsung di bawa ke UGD.
Dita segera diperiksa oleh dokter yang berjaga di UGD. Kemudian Dokter tersebut memanggil Rengga.
"Bapak suami dari ibu Dita?"
"Betul Dok, Bagaimana kondisi istri Saya?" Rengga begitu khawatir.
"Kehamilan Ibu Dita saat ini memasuki usia 36 minggu. Setalah Saya melakukan pemeriksaan ternyata kondisi kehamilan ibu dita saat ini dinamakan Plasenta Previa.
Plasenta previa terjadi saat plasenta terletak rendah pada rahim sehingga menutup leher rahim, baik sebagian maupun sepenuhnya. Pada plasenta previa, pembukaan leher rahim saat mendekati kelahiran menyebabkan lepasnya plasenta dari dinding rahim.
Untuk itu Sebagai Dokter Saya menyarankan agar ibu Dita saat bisa segara kami ambil tindakan operasi caesar.
Namun Kami harus meminta izin kepihak keluarga dalam hal ini Suami dari ibu Dita.
Bagaimana Pak Rengga?" Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, MPH, Sp.OG-KFER.
"Saya menyetujuinya, Lakukan yang terbaik untuk istri dan anak Saya." Rengga segera menandatangi dokumen pelengkap agar Dita segera Operasi Caesar.
.
Rengga menunggu di depan Ruang Operasi. Rengga begitu cemas akan kondisi Dita dan Anak mereka.
Terlihat Rengga bolak-balik di depan Ruangan itu entah sudah kesekian kalinya.
Rengga terus berdoa semoga istri dan anaknya selamat dan sehat tanpa kurang 1 apapun.
Telpon berdering dari Vina.
"Bang Dita di RS mana?" Vina bertanya.
" RSIA Bunda Jakarta." Jawab Rengga.
Vina dan Rio langsung meluncur ke RS.
.
Tepat didepan Ruang Operasi Kini Rengga sudah ditemani Vina dan Rio.
Tak Lama Dokter yang mengoperasi Dita keluar.
"Selamat kepada Bapak Rengga, Istri dan Putra Kembarnya dalam keadaan sehat. Saat ini Pasien masih dalam keadaan pengaruh anestesi jadi belum siuman. Kami akan pindah pasien ke ruang rawat inap." Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, MPH, Sp.OG-KFER.
Rengga bisa bernafas dengan lega. Syukurlah.
"Selamat Abang punya 2 jagoan kembar." Vina memeluk Abangnya.
"Selamat Bang, Mantap." Rio memeluk Rengga kakak iparnya.
Rengga pin menelpon Mama Dyah dan Orang Dita memberi tahu bahwa Dita telah melahirkan Putra kembar.
Tentunya kedua orang tua Dita dan Mama Dyah begitu bahagia dan sangat bersyukur.
.
Kini Dita sudah dipindahkan ke Ruang Rawat inap. Namun Pengaruh Anestesi masih bekerja.
Vina dan Rio menunggui Dita sementara Bang Rengga sedang mengurus ke bagian Administrasi.
Rengga kini duduk disamping Dita sambil mengusap-usap. Vina berada disisi ranjang ditemani Rio.
Dita membuka matanya perlahan. Kondisi ya masih lemah.
"Sayang, Anak kita sudah kita sudah lahir." Rengga masih mengusap kepala Dita.
Dita melihat sekelilingnya dan tampak jelas.
"Jangan banyak bergerak dulu Dit." Vina membantu dita duduk.
"Terima kasih Kak Vin." Dita menatap Vina tersenyum.
"Anak kita dimana Bang?"Dita bertanya kepada Rengga.
"Sedang dibawa suster untuk dibersihkan dulu sayang nanti akan dibawa kesini." Rengga menjelaskan.
"Dit,,, Hebat Lo,,, Punya Jagoan 2, Keran!" Rio mengacungkan jempol kepada Dita kakak iparnya.
" Selamat sore Bu Dita." Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, MPH, Sp.OG-KFER. bersama 2 suster menggendong Bayi Laki-laki.
"Selamat Ibu, Putra Kembarnya sehat dan Sempurna."
Dita dibimbing suster untuk melakukan prosedur IMD.
Inisiasi menyusui dini (IMD) adalah proses untuk memberikan ASI segera setelah bayi dilahirkan yang biasanya dilakukan dalam kurun waktu 30 menit sampai 1 jam pasca persalinan.
Rengga, Dita, Vina, dan Rio menatap Baby-Baby tampan.
"Abang sudah menyiapkan nama untuk anak kita." Dita bertama pada Papa baby twins.
Rengga mendekat kepada kedua putra ia mengadzani secara bergantian.
Raka Adyatama Ramadhan dan Rama Agastya Ramadhan.
Vina menggendong Raka dsan Rio menggendong Rama.
Rengga menyuapi Dita makan sambil tersenyum kepada kedua putranya.
"Ya ampun Raka keponakan ganteng Aunty Vina. Aunty gemes banget cama kamu." Vina senang sekali mendapat 2 Keponakan ganteng.
Rengga dan Dita hanya tertawa melihat kelakuan Uncle dan Aunty Baby Twins.
.
Malam ini Rengga menjaga Istri dan Anaknya di RS. sedangkan Vina dan Rio esok akan datang lagi.
"Abang, Putra kita ganteng seperti Abang."Dita menatap kedua putranya bahagia.
"Terima kasih Sayang, kamu memberikan 2 jagoan kepada Abang. Kelak ada 3 cowok ganteng yang melindungi kamu sayang." Rengga menggendong Raka dan Dita kini menggendong Rama.
"Raka, Rama, tumbuhlah besar Nak, jadilah pria yang baik, bertanggung jawab, jangan pernah menyakiti wanita dan takut akan Tuhan" Doa Dita pada 2 putranya.
Rengga meneteskan airmatanya.
Dita melihat suaminya menangis.
"Abang kenapa nangis? Raka, Rama lihat tuh Papa udah Tua masa naik ya Nak."Dita mengajak ngobrol keduanya.
"Abang terharu tidak menyangka akan punya 2 putra yang ganteng, sehat dan sempurna. Terima kasih Tuhan." Rengga mencium Raka dan Rama.
Raka menangis minta asi. Dita pun memberikan Asi kepada putranya. Sementara Rama masih tidur.
"Sayang abang sudah menyiapkan rumah untuk kita. Jadi begitu kamu, raka dan rama keluar rumah sakit kita langsung kerumah baru demi kenyamanan Raka dan Rama."Rengga terlihat sangat menyayangi kedua putranya.
Dita hanya mengangguk menyetujui apa yang suaminya katakan.
.
Diruang rawat dita sudah ada Berkumpul Eyang dan Oma dari Raka dan Rama.
Mama Dyah menggendong Raka dan Mama Retno menggendong Rama.
Vina duduk ditempat tidur membantu Dita minum obat.
Rengga, Rio, Papa Bagas duduk disofa mengobrol.
"Jeng Retno cucu -cucu kita sangat tampan ya." kata Mama Dyah.
"Benar Jeng, 2 jagoan sekali lahir." kata Mama Retno.
"Ulu ulu,,, handsomenya Aunty Vina nie,,, tayang,,, tayang,,, Aunty emmmmes sama kamu ganteng." Vina mencuil pipi kedua ponakannya Raka dan Rama.
Rombongan Kekuarga Papa Gilang dan Ayah Sigit juga datang ke Rs.
Jangan Tanya kok ya Readers. Kamar rawat inap Dita layaknya kamar hotel bintang 5.
Semua bergantian menggendong Raka dan Rama. Semua senang dengan kehadiran Baby Twins Rengga dan Dita.
.
Para Orang sudah pamit pulang.
Kini Tersisa Vina dan Rio, Anara dan Baskara, Abimana dan Tasya. Tentu raka, rama dan Papa dan Mamanya.
"Jadi beneran mbak Nara dan Kak Vin lagi hamil" Dita teriak.
" Gitu Deh! jawab kompak Anara dan Vina.
" Gendong Raka Sya" Mbak Nara gendong Rama ya"
"Raka ganteng ini aunty Tasya, Hai Rama." Tasya menyapa Rama juga.
"Jagoan siapa nie, Oh jagoan Mama Dita ya sama Papa Rengga? iya Aunty Nara jagoannya Rama dan Raka nie? Anara berbicara dengan Raka dan Rama.
"Salut gw Bro,,,, 2 Jagoan Ganteng banget. Mantap Ga!" Abimana menepuk bahu Rengga.
"Thank's Ga gw doain Lo cepet punya baby, biar kita bikin club basket, ya ga?" Abimana tertawa.
"Keponakan Aunty yang Gantengnya Ga ketulungan, Kalo besar jangan contoh Bapak-Bapak itu ya, Soalnya merek OMESH semua." Vina masih Asal ceplos.
Kini Bapak-Bapak itu tertawa mendengar celotehan Vina.
.
.
.
.
Wah seru banget yah udah ada yang punya buntut aja nie.
Semoga Abimana dan Tasya cepat menyusul.
Doain bareng Yuk
Aamiin.
.
.
.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...