Anara

Anara
Chapter 16. Dita dan Rengga



Setelah kerjasama dengan Gangnam Beauty Corp, Kesibukan Dita bertambah, seperti siang ini ia memiliki janji dengan klien. Entah mengapa dari pagi Dita merasa ngatuk berat. Dita memutuskan memesan kopi dan berniat membawanya. Dita yang berjalan masih sibuk melihat HPnya tidak melihat kedepan hingga terjadilah.


Brukkkkk!!!!!


Dita yg hampir jatuh karena menabrak seseorang didepannya, namun dengan sigap pria itu menarik tubuh Dita, hingga kini keduanya begitu dekat. Namun Naas, kopi yang dipegang Dita tumpah dan mengenai pakaian keduanya.


Beberapa saat kedua masih berpelukan erat dimana kepala Dita berada di dada bidang pria itu dan tangan pria itu melingkar di punggung Dita. Hingga keduanya merasakan ada yang basah dan aroma kopi begitu menyengat. Keduanya melepaskan pelukannya.


Pria itu menatap pakaiannya yang basah. sekaligus meninggalkan noda yang sangat terlihat.


Dita mengamati tubuhnya, tumpahan kopi itu sukses membuat dress berwarna creamnya berganti penuh noda kopi yang tentunya kontras.


keduanya kini kembali melihat orang didepannya.


Bocah Ingusan! .... Om Om Galak!


Tidak mau menjadi bahan perhatian orang yang lewat. Mereka berdua akhirnya memutuskan duduk di sebuah resto.


"Eh Bocah ingusan! Setiap ketemu kamu Aku Sial terus! Dulu ditabrak, sekarang begini!" Rengga menatap kesal ke arah Dita.


"Emang Om doang yang Sial!Mimpi apa aku semalem ketemu Om Om Galak!"Dita memperhatikan penampilannya yang kini berantakan dengan Noda lebar dipakaiannya.


Secara bersamaan telpon mereka berbunyi.


"Meeting hari ini Batal!"keduanya kompak menjawab telpon dan kemudian menutupnya.


Dita hendak berdiri dan berniat untuk segera pergi, tiba-tiba tangannya ditarik oleh Rengga. Dita yang tidak siap tubuhnya oleh terjatuh dipangkuan Rengga. Mata keduanya bertemu. Mereka terdiam beberapa saat dan tetap dalam posisi seperti itu.


" Bocah Ingusan ini sebenarnya manis juga ya, imut lagi. Bibirnya juga seksi." pikiran Rengga mulai berkelana.


"Haduh nie Om Om Galak ngapain sie ngeliatin begitu. Ya ampun ternyata si Om Galak kalo diem begini ganteng bener ya." Batin Dita inget posisi dia berada dimana.


Kedua pun bangkit dari posisi mereka dan Dita kaget dengan ucapan Rengga.


"Kamu pokoknya harus tanggung jawab, Lihat nih pakaianku jadi berantakan." Kemudian Rengga Meletakkan Lembaran Uang dimeja.


Rengga menarik tangan Dita bergegas membawa menuju mobilnya.


Dita yang sepanjang jalan menuju mobil berusaha melepas sambil terus ngoceh-ngoceh.


Mereka menuju parkiran.


Rengga berdiri depan Dita dan memerintahkan Dita masuk ke mobilnya.


Dita menurut kemudian masuk.


Didalam pikiran Dita, "Ya Tuhan Gw Diculik Om OM Galak!"


.


.


.


.


Mobil berhenti tepat disebuah perusahaan. Dita sempat membacanya PT. Badyrevi Construction.


Rengga yang menyuruh Dita turun dari mobil dan mengikuti Rengga masuk ke gedung tersebut.


Banyak mata yang melihat kearah keduanya. Namun mereka tidak ada yang berani bertanya.


Pegawai mana yang berani melihat CEO nya yang selalu pasang muka jutek kini sedang jalan menggandeng seorang wanita muda cantik.


Tentu pemandangan ini tidak pernah terjadi.


Keduanya kini sudah ada diruangan Rengga.


Dita melihat kesekeliling Ruang itu, Ruangan besar dan matanya tertuju pada meja yang terdapat papan nama bertulisan Rengga Wisnu Ramadhan CEO PT. Badyrevi Constraction.


"Om Ngapain sih bawa aku kesini, aku mau balik ke kantor, badan aku lengket nih sambil menunjuk kearah pakaiannya."Dita nyerocos kesal setelah sepanjang perjalanan Rengga memegang tangannya kencang seolah ia maling yang akan kabur.


Rengga mendekat kearah Dita, "Harusnya aku minta ganti rugi sama kamu Bocah Ingusan!" Rengga kemudian menelpon seseorang.


"Bawakan Saya satu set pakaian dan satu lagi pilihkan stelan lengkap pakaian wanita, segera!" Rengga menutup telponnya.


"Heh Bocah berdiri!"perintah Rengga.


Dita yang sudah males meladeni Om Om Galak dihadapannya kemudian berdiri.


Rengga memotret Dita dan segera mengirim foto keorang yang ia suruh menyiapkan pakaian mereka.


Dita melihat Rengga dengan tatapan kesal. "Dasar Om Om aneh."Dita menggelengkan kepalanya.


"Ngomong apa kamu!"Rengga meninggikan suaranya.


"Si Om sebenarnya manis juga kalo dilihat, tapi kalo lagi mode diem, coba sekali buka mulut, uhhhhh pedesnya ngalahin Samyang!"Dita dengan ekspresi wajah kesel dengan bibir menggerutu.


"Ni anak sebenernya cantik, imut, manis juga. Eh apa ya yang berbeda?"Rengga memperhatikan Dita sedangkan yg diperhatikan sedang asik dengan HP. Oh iya, dia merubah gaya rambutnya sehingga kini terlihat lebih dewasa dari pertama kali mereka bertemu.


"Permisi Pak, Ini pakaian yang bapak minta?"Sekretaris rengga menyerahkan permintaan bosnya.


"Terima kasih." Rengga datar.


"Heh Bocil, nih ambil ganti pakaianmu, kau bisa menggantinya di ruangan belakang rak buku tersebut."Rengga meletakan pakaian untuk Dita dengan Keras hingga menimbulkan bunyi.


"Dita menuju Rak buku yang dimaksud Rengga, Dita bingung ruangan apa yang dimaksud, Dita tidak melihat tidak ada ruangan disitu.


Melihat Dita bingung, Rengga kemudian mendekat kearah rak tempat Dita berdiri. Seketika Dita kaget, tepat dibelakangnya si Om berdiri. Dita tidak berani menoleh kebelakang, kemudian tangan Rengga mengarah kedepan Dita yang takut dan kepikiran macam-macam, "Om mau ngapain!"Dita mengerutkan tubuhnya.


Rengga mendorong bagian tengah rak tersebut dan kemudian dia dengan suara keras.


"Dasar bocil, Pikiran Kotor, Aku ga selera sama Bocah ingusan."Rengga meninggalkan Dita dan kembali ke meja kerjanya.


Dita bergegas masuk keruangan itu dan ia menatap sekelilingnya takut ada CCTV setelah dirasa aman. Dita mengganti bajunya yg penuh tumpahan kopi dengan pakaian pemberian Rengga.


Beberapa saat kemudian Dita keluar dari ruangan tersebut, Kemudian Dita mengatakan akan segera pergi, Rengga mengalihkan pandangannya kearah Dita.


"Kenapa Bocah itu terlihat cantik dan menggemaskan ya. Hahhhh ada yang salah dengan otakku?"batin Rengga.


Berjalan mendekat kearah Dita.


"Pletakkkkk!!!!!"Rengga menyentil dahi Dita.


"Aouwww!!!!!"Dita kesakitan dahinya disentil.


"Dasar Bocah tidak tahu berterima kasih. Kamu tetap diem disitu, jangan kemana-mana. awas kabur! Kalayu berani kabur Aku bakal panggil security!" ancan Rengga sebelum masuk keruangan yang dipakai Dita mengganti baju.


"Eughhhhhhhh,,,,, nyesel gw bilang dia ganteng!"Dita dengan bibir cemberut menahan kekesalannya pada Rengga.


Rengga keluar membawa kantong berisi pakaian kotornya dan memberikannya pada Dita.


"Bocil, Kamu bawa baju kotor Saya, tolong kamu laundry ya, anggap saja sebagai tanggung jawab kamu bikin baju Saya kotor."Rengga menyerahkan kantong kepada Dita dan langsung menarik tangan Dita yang kemudian Digigit Dita dengan kesal.


"Ahhhhhh,,,sakit!!!!!Dasar Bocil ga ada akhlak! Berani kamu gigit aku!"Rengga yang selalu emosi menghadapi Dita.


Kekesalan Dita sudah memuncak


"Denger ya Om Om aneh, Om ga sopan sama aku main tarik-tarik emang aku angkot! Lagian sembarangan manggil aku bocil, aku punya nama! Dita! Ok aku bakal laundry baju Om, sekarang aku mau pulang!" Dita menuju pintu ruangan dengan cepat Rengga menghalangi dengan dirinya sudah berada di depan pintu. Karena kalo pake tangan takut digigit lagi. hiihihiiii emang enak Rengga


"Apalagi Sie Om,"Dita melotot.


"Aku anter kamu. Persoalan mobil dulu belum kelar. Ayok!"Rengga mengajak Dita keluar kantornya.


Mereka kini berada di dalam mobil. Sepanjang perjalanan Keduanya hanya diam saja. Rengga sesekali melirik ke Dita. "Oh, si Bocil namanya Dita."


"Eh, Bocil" Dita tidak menjawab Dita memalingkan wajahnya ke luar.


"Dasar ga sopan, kalo dipanggil jawab. Kamu mau dianter kemana?"Rengga sesekali menengok namun yang diajak ngomong ga balik nengok.


"Ke Mall tadi."Dita menjawab dengan malas.


Sampai mereka ke basemant dimana Dita parkir mobil. Dita yang hendak keluar membawa kantong baju kotor Rengga segera ditahan Rengga.


"Tunggu dulu, Masukan Nomor HP mu Bocil!"Rengga menyodorkan HPnya.


Dita segera menginput Nomor HP nya. Diserahkan kembali ke Rengga. "Itu nomorku langsung disave,"suruh Rengga.


Dita sudah enggan meladeni Rengga, kemudian memberikan Nama, Rengga menengoknya dan langsung Protes "NAMAKU RENGGA, Ganti!" Rengga melihat Dita menamai kontaknya dengan OM OM GALAK!.


Dita keluar dari mobil Rengga tanpa sepatah katapun, lelah dengan tangan membawa kantong menuju mobilnya.


Dita masuk mobil dan segera melemparkan kantong berisi baju kotor Rengga. Tidak langsung Jalan, Dita memukul kemudinya kemudian Dita mengeluarkan sumpah serapahnya. setelah puas Dita meninggalkan parkiran menuju kantor.


Rengga menggikuti mobil Dita, Rengga tersenyum menggingat apa yang Dita lakukan ketika dimobil. "Kenapa dia menggemaskan dengan bibir menggerutu seperti itu," Rengga tersenyum.


Rengga menghentikan mobilnya agak sedikit jauh dari Dita, kemudian mengamati Dita memasuki sebuah Tower bernama N'Beauty. Rengga seperti pernah mendengar nama ini namun entah kapan.


.


.


.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...