Anara

Anara
Chapter 28. Rengga & Dita Wedding



"Saya terima nikah dan kawinnya Dita Permata Sari Binti Bapak Bagas Wicaksono dengan Mas Kawin Seperangkat Alat Sholat dan Emas Seberat 100 Gram di bayar tunai." Rengga mengucapkan Ijab kabul dengan lancar.


"SAH...... SAH!" Seluruh keluarga yang hadir kompak berteriak.


"Nak Rengga, Papa titip Dita, Sayangi, Cintai, dan Bahagiakan dia. Dita, patuhi suami dan hormati dia, kini ridho suamimu adalah Ridho Tuhan."Pesan Papa Bagas.


"Nak Rengga, Mama titip Dita ya, jaga dia baik-baik. Dita, jadi istri yang sholeha, berbakti kepada suami, jangan membatah nasihatnya. Karena surga istri berada pada Suaminya."Pesan Mama Retno.


"Dita Sayang, Anak mama, terima kasih Dita sudah mau menjadi menantu mama, mama berdoa semoga kalian menjadi kekuarga ya sakinah, mawaddah dan warrahmah. Untuk Abang jadilah suami yang baik, bagiakan istrimu, sayangi dia, kasihi dia. "Pesan Mama Dyah.


"Selamat ya Dita, semoga kalian selalu berbahagia dunia akhirat." Ucap Om Gilang.


"Selamat Sayang, Semoga kalian berbahagia, saling mencintai dan menyayangi satu sama lain sampai maut memisahkan."ucap Tante Nita.


"Selamat ya Dita dan Bang Rengga semoga bahagia selalu, rukun selamanya dan menjadi keluarga sakinah."Anara dan Baskara memberikan Ucapan.


"My Bestie Dit Dit, Kakak Ipar Kesayangan, Semoga Dit Dit dan Abang bahagia selamanya. Dan cepet bikin ponakan yang banyak buat gw. Jangan Lupa tetep jadi Army dan Cinta drakor." Vina dengan tetep pasang gaya nyeleneh.


"Selamat Bang Rengga dan Lil Sis Dita, Semoga bahagia selalu dan selamanya."Rio memberikan ucapan.


Satu per Satu tamu-tamu memberikan ucapan kepada Rengga dan Dita.


Kedua Pengantin Baru yang kini duduk dipelaminan sesekali tersenyum malu-malu. Kebahagian nampak terpancar dari keduanya.


Rengga sungguh bahagia akhir bisa menemukan cinta terakhir dalam hidupnya.


Para Tamu undangan menikmati pesta dan hidangan yang disajikan. Lantunan Lagu kerencong mengalun merdua menambah suasana tentram.


"Sayang, Abang senang, kini kamu menjadi istri abang." Rengga menggenggam tangan Dita yang kini menjadi istrinya.


"Dita juga senang jadi istrinya Om Galak!" Dita meledek suaminya.


"Wah nakal ya, manggil Om Galak. Nanti malam Abang Hukum kesayangan Abang."Rengga menjawil hidung istrinya Gemas.


Satu per satu tamu undangan mulai pulang dan kini tersisa hanya tinggal keluarga besar mereka berdua. Kedua orang tua Dita, Mom Dyah, Om Gilang dan Tante Nita sudah masuk ke kamar mereka masing-masing karena sudah lelah dan beristirahat.


Tinggallah Anara, Baskara, Vina dan Rio.


"Cie,,, Cie,,, My Bestie Dit Dit, Ga Dapet Oppa Korea Dapetnya OM OM Galak." Ledek Vina dengan senang karena baru bisa kesampaian meledek kedua pengantin baru itu.


Rengga mencubit keras pipi adeknya yang jahil dan iseng.


Semua tertawa melihat Vina yang dicubit Rengga.


Akhirnya Anara, Baskara, Vina dan Rio mereka istirahat meninggalkan kedua pengantin baru itu.


.


.


.


.


Di dalam kamar pengantin


Cahaya temaram dengan hiasan kelopak bunga membuat suasana menjadi begitu romantis.


Rengga yang berganti baju dan sudah mandi kini duduk diranjang menatap istrinya Dita yang sedang membersihkan make up. Melepas satu persatu aksesoris dikepalanya perlahan.


Rengga menatap dengan gusar kearah istrinya. Rengga mendekati istrinya yang kini berdiri. Dita merasa seluruh badannya berkeringat karena seharian menyalami tamu undangan dan menjalani segala prosesi pernikahan.


"Sayang,,,, Mau kemana?" Rengga menggapai pinggang istrinya memeluknya dari belakang.


Pertama kali dalam hidup Dita berada dalam posisi ini membuat tubuhnya sedikit bergetar.


Rengga mengetahui istrinya grogi lalu memutar tubuh Dita menghadapnya.


Wajah Dita menunduk, Dita masih saja salah tingkah setiap kali wajah Rengga mendekat padanya.


Rengga lingkarkan tangannya pada pinggang Dita dan merapatkan pada tubuhnya. " I Love you Sayang." Rengga mengatakannya.


Rengga memeluk tubuh Dita dengan erat dan lama. "Abang" Dita bersuara. "Iya Sayang" Rengga masih memeluk Dita.


"Dita mau mandi dulu?"Ijin Dita.


Rengga mengendurkan pelukannya. "Mau Abang mandiin?" Goda Rengga sambil mengedipkan sebelah matanya.


Dita mencubit pinggang suaminya.


"Istri abang nakal ya, Abang hukum ya?" Rengga kembali meledek istrinya.


"Ih, Abang kayak guru Bk."Dita menjawab.


"Dita cinta ga sama abang?"Rengga mendekatkan wajahnya pada wajah Dita dan masih memeluk Dita.


"Sayang, Kok ga dijawab?" Rengga tahu istrinya sedang Shy Shy cat padanya.


"Sassayang Bang."Dita Grogi.


"Abang Boleh minta sesuatu ga sama kamu?"Rengga tampak sudah Mode ON.


"Aabang Mau minta apa sama Dita?" Dita semakin gugup.


"Abang mau minta ijin sama Dita buat kasih nafkah batin."Rengga mulai panas.


"Dita mau mandi dulu ya bang." Dita berusaha menetralkan jantung yang kini hampir loncat.


"Iya, tapi jangan lama-lama abang udah ga tahan nie." Rengga bener-bener siap menerkam istrinya.


"Dita mandi dulu ya." Dita merasa ga karuuan.


"Iya sayang."


Rengga melepaskan pelukannya dan mengiikhlaskan istrinya pergi mandi.


Dita segera mengambil pakaian ganti dan keperluan lainnya. Tak Lupa ada Paper Bag yang diberikan Mama Dyah Mertuanya dibawa pula ke kamar mandi.


Dita mengunci kamar mandi dan masih menetralkan sengatan listrik dalam tubuhnya.


Perlahan ini melepas pakaian pengantinnya dan Mandi dengan perasaan gugup.


Agak lama Dita mandi karena gugup tak kunjung hilang.


Dita membuka Paper Bag pemberian mertuanya. Dibuka apa isi didalamnya. Terkejut Dita melihat sebuah baju kekurangan bahan warna merah dan Parfum.


"Apa harus memakainya?"


Teringat ketika Mama Dyah memberikannya, sambil berkata "Sayang, Mama mau kamu pakai yang mama berikan ini, Nikmatilah Malam Pertamamu dengan Penuh Bahagia."


Dita akhirnya memakai Lingerie pemberian mertuanya.


Disemprotkan Parfum di leher, Dada, Perut, pergelangan tangan dan belakang telinga.


Sejenak Dita menatap Dirinya dicermin. "Baju ini, benar benar kurang bahan.


Kemudian Dita mengambil Kimono berbahan satin untuk menutupi tubuhnya.


Kini Dita berdiri memegang handle kamar mandi.


Sejenak Dita terdiam.


Rasa gugupnya malah semakin Menjadi-jadi.


Perlahan Dita membuka pintu kamar mandi.


Dita berjalan menuju meja Rias, Iya menatap dirinya memastikan apakah ia cantik dan layak.


Rengga yang Sudah dirasuki hasrat, Berjalan mendekati istrinya. Rengga memeluk dari belakang.


"Kamu cantik Sayang."Dicermin tampak keduanya.


Perlahan Rengga memutar tubuh istrinya.


Kembali merapatkan tubuhnya.


Melihat istrinya menunduk malu-malu, tangan Rengga mengangkat dagu istrinya, "Sayang boleh abang melakukannya?"Rengga menatap untuk meyakinkan istrinya.


Dita menganggukkan kepalanya.


Mendapat lampu hijau Rengga mulai mencium istrinya. Lembut pelan dan hangat. Dilepasnya sejenak untuk menatap istrinya, "Nikmatilah Malam ini Sayang."


Rengga kembali mencium istrinya namun kini dengan lebih bergairah, Dilumatnya bibir itu yang telah lama membuatnya gemas kemudian mulai ******* bibir dan mendorong lidahnya untuk masuk memimilin-milin lidah istrinya hingga ritme ciuman itu mampu membuat sang istri tersengal-sengal.


Rengga melepaskan ciumannya memberikan jeda istrinya untuk bernafas sebelum ia menyerangnya kembali.


.


.


.


.


Hayooooooo Readers.... Gerah Ga?


Tunggu Masih Lanjut!


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...