Anara

Anara
Chapter 29. Prahara BTS



Mama Dyah, Vina, Rengga dan tentunya Dita.


"Dita, mama seneng banget akhirnya kamu sekarang jadi anak mama. Kamu hari ini pasti capek ya? Tadi pagi kita baru sampe setelah dari Jogja."Mama Dyah senang berbicara dengan menantunya.


"Cie,,, Cie Abang,,,, Udah Nikah Aja" Vina meledek Abangnya.


"Sirik!"Rengga melet ke Vina.


"Ampun deh, berantem aja kalian berdua. Ga malu sekarang ada Dita? Abang lagi diladenin!" Mama Dyah melerai anak-anaknya.


"Oh, Iya My Bestie, Lo kan lagi cuti nie sampe Anara nikah, Gimana Bestie ikut yuk ke hotel, kita ngobrol sekalian liat drakoran diruangan gw? Dari dulu gw pengen banget My Bestie punya sista yang bisa gw ajak bareng nonton drakor. Lo tau kan gw selama ini ga punya sodara perempuan, Punya Abang kadang baek, tapi banyakan galaknya. Mau ya,,,? Vina memulai mengeluarkan tampang melas.


"Enak aja. Pinjem-Pinjem istri gw, Terus gw sama siapa?"Rengga ga setuju, istri mau dipinjem Vina.


"Kak Vin sekalian Anter Aku Ambil CD BTS yang Special Edition. Aku beli 2 Buat Kak Vin 1 buat aku 1? Gimana mau ga?"Dita memang sengaja memberi kejutan untuk Vina.


"Hahhhhh, CD BTS!Kok Bisa?Beneran My Bestie? Itukan Susahnya setengah Mati, Gw Cek Di Official Store Ga Ada, Cuma dijual untuk Korea itu pun stok terbatas. Sumpah demi Apa Dit Dit?" Vina masih ga percaya kalo dia dapat CD itu.


"Beneran Kak Vin. Aku sengaja biar surprise, Kita sesama Army?"Dita selalu kompak dengan Vina.


Vina langsung pindah tempat duduk menggeser Bang Rengga dan Langsung Memeluk Dita.


"My Bestie gw, Kakak Ipar gw, Dit Dit Sayang, Emang Lo terbaek." Vina memeluk kk iparnya dan menciuminya.


Rengga terganggu dengan Vina yang mendominasi istrinya.


"Rencana berubah My Bestie, Kita ga usah drakoran. Karena ada BTS, Gimana kalo hari ini kita langsung nonton Cd Nya Bestie. Karena itu Cd Durasi 24 jam, Kita nginep di hotel aja Bestie, Soalnya Vibes kalo dirumah kurang dapet. Nikahan Anara kan masih 2 hari cukup kan kita nonton sampe besok? Mau ya?"Vina memelas.


Rengga yang mendengar Rencana Vina seketika menolak keras.


"Ga Boleh! Minjem 24 jam!" Rengga menolak keras keinginan Vina.


"Mama bilangin ke Abang donk, Masa pinjem 1 hari aja ga boleh. Lusa Anara nikah, berarti ga bisa, besoknya My Bestie pindah ke apart Abang." Vina tiba-tiba nangis.


Dita ga pernah liat Ka Vin nangis selama ini. Dita sedih. Dia sayang banget sama Vina, tapi gimana nie Abang ga izinin." batin Dita jadi serba salah.


"Abang, kasih ya Bang, Vina kan baru kali ini punya sodara perempuan. 1 hari aja Bang?"Sebenernya Mama Dyah juga ga tega karena dia paham banget Rengga pengantin baru tentu mau deket istrinya terus, dilain sisi dia tahu kenapa Vina begitu, Karena Vina sedang seneng punya saudara perempuan yang kompak dan klop sama dia bahwa sama-sama fans berat BTS.


Vina masih nangis karena Abangnya belum memberi Ijin.


Dita sungguh ga Tega. Ia tahu betul perasaan Vina.


Dita coba membujuk suaminya untuk mengijinkan dirinya memenuhi keinginan Vina.


"Abang Sayang, Boleh ya Aku nemenin Kak Vin, Lagian cuma sehari, kan besok aku sudah pulang lagi. Boleh ya Bang?"Dita mengguncang-guncangkan lengan suaminya.


"Ywd, terserah!". Rengga beranjak ke kamarnya.


Mama Dyah menjadi serba salah keduanya adalah anaknya. Begitupun Dita keduanya adalah suami dan Adik iparnya.


"Ma Dita ke atas dulu ya, Mau coba ngomong ke Abang." Dita menyusul suaminya.


Mama Dyah mengangguk pada Dita.


"Abang marah ya Ma, sama Vina?" Vina melihat Abangnya tampak kesel.


Mama Dyah tidak bisa menjawab dia hanya pergi meninggalkan Vina karena bingung.


Sementara Dita, menyusul suaminya yang lagi ngambek di kamar.


Dita membuka pintu Rengga yang kini menjadi kamar mereka berdua, namun mereka hanya menginap. Karena Rengga memutuskan membawa Dita ke apartementnya.


Didekati suaminya yang duduk dimeja kerja di sudut kamar mereka. Rengga tidak menoleh matanya tetep melihat laptop sesekali mengecek kerjaan kantor.


"Abang Sayang, Jangan marah donk. Nanti gantengnya hilang."Dita kini coba merayu suaminya dengan duduk dipangkuan Bang Rengga sambil mengusap wajah suaminya.


"Sayang tega? kita baru 3 hari sayang jadi penganten baru. Abang masih pengen sama kamu. Kamu udah ga mau ya sama Abang? Masih keinget calon suami koreanya ya?" Rengga masih tampak kesal.


"Abang Sayang, Kok jadi nyambungnya kesitu sie Bang. Akukan cintanya sama Abang, kalo ga cinta ga mau aku mau dinikahin Abang. Lagian kan cuma 1 hari Bang, selebihnya aku kan sama abang terus?"Bujuk Dita melihat suaminya masih cemberut.


"Terus Abang sampe besok ngapain coba, sengaja abang ga ngantor, ga honeymoon, eh sekarang istri Abang dibajak!"Entah kenapa setelah menikah Rengga jadi raja Bucin.


Dita hampir lelah bagaimana cara membujuk suaminya.


"Abang Sayang, Abang Sayang kan sama Kak Vina?" Tanya Dita.


"Bukannya Abang ga sayang, Tapi kan masa baru kemaren kan abang dapet jatah terus hari ini belom, besok sayangnya Abang pasti repot persiapan Wedding Anara, Lusa Weddingnya. Terus jatah Abang kapan?"Rengga kenapa jadi Bucin Levelnya ngalahin samyang.


Rengga masih ga menjawab dan belum merespon.


Dita pun beranjak dari pangkuan Suaminya.


"Sayang mau kemana?"Rengga segera menarik pinggang istrinya kembali duduk dipangkuannya.


"Mau kesalon aja masuk kerja, habis bingung!"Dita kembali beranjak seketika ditarik dan langsung dikunci dengan tangan Rengga hingga Dita tidak bisa bergerak.


"Sayang kok gitu, kan cuti masa kerja."Rengga takut ditinggal istrinya.


"Lepasin bang, aku mau siap-siap kerja aja?" Dita berusaha melepaskan pelukan erat Rengga.


"Tapi ada ada syaratnya?"Rengga tersenyum.


"Abang ikut kalian ke hotel." Rengga seperti punya rencana lain.


Aduh, Bisa marah Abang kalo tahu ada adegan pamer Roti Sobek."batin Dita.


"Gimana? Kalo enggak Abang ga ijinin!"Rengga cemberut.


"Bentar aku tanya kak Vin dulu." Dita kembali bangun dan masih dihalangi Rengga.


Dita seperti kudu banyak sabar menghadapi suaminya.


"Kan mau tanya Kak Vin, Mau ga kalo begitu syaratnya? Dita mulai hilang kesabaran.


Rengga menekan no HP Vina. terhubung...


"Vin abang ijinin, Tapi Abang Ikut Kalian!" Rengga tersenyum.


Melihat persoalan sudah selesai. Dita mau turun kebawah. Kembali lagi dan lagi ditahan.


"Abang mau sekarang?" Tangan Rengga mulai aktif dibadan Dita.


"Masih siang Bang, Ga enak sama mama dan Kak Vin."


"Abang udah ga sabar Sayang, Segera Rengga menggendong Dita dan membawanya ke ranjang besar dikamarnya.


Rengga mulai melucuti bajunya dan melucuti baju Dita. Sudah tidak sabar Rengga menindih tubuh Istrinya.


Tiba-Tiba Vina membuka pintu kamar Rengga dan Dita.


Brakkkkk!!!


"Bang Kok ga asik sie, Kan Vina mau berdua doank sama my bestie" Vina yang kaget langsung teriak.


"Ouwwwwwww,,,,, Auwwwwww,,, Abang Porno Banget!!!!! Vina kabur dari kamar Abangnya.


"Vinaaaaaaa!!!!!!!!!!. " Rengga teriakan sekenceng-kencengnya.


Dita melihat kejadian ini, cuma bisa geleng-geleng.


.


.


.


Akhirnya Mereka Bertiga kini berada diruang TV. Vina yang cemberut karena ga bisa me time bareng My Bestie harus mengalah.


Begitu CD diputar Vina dan Dita sambil memegang Light stick langsung bernyanyi dan mengikuti dance BTS.


Rengga hanya bisa geleng-gelang kepala.


Nah disini specialnya


Satu persatu mamber BTS muncul dengan Mode Menampilkan Roti Sobek dengan celana pendek yang super ketat.


Dengan rambut dan badan basah air menetes dari rambut membuat 2 Army,


Vina dan Dita Langsung kompak mengucapkan "Oppa Saranghe" Dengan mulut Monyong-Monyong.


Vina dan Dita memeluk dan nencium Tempat Cd yang mereka masing-masing pegang.


"Pantes ya, mau nonton dihotel, ada yang begini? Liat Cowok-cowok ga pake baju." Rengga mulai naik tensi.


Rengga langsung menggendong istrinya membawanya ke kamar. Vina yang mengejar kalah cepat dengan Abang Rengga yang sudah membawa kabur partner Army nya.


"Abangggggg Nyebelin!!!!!!!!!"teriak Vina.


.


Didalem kamar Rengga menindih Dita dan menguncinya hingga tidak bisa bergerak.


"Oh gitu ya, Sayangnya Abang masih seneng liat Roti Sobek cowok-cowok tadi padahal sudah punya Roti sobek sendiri. Sayangnya bakal Abang kasih hukuman." Rengga dengan mata sudah mengeluarkan Sinar OMES.


Tanpa Babibu Rengga seperti yang sudah-sudah mengeluarkan Jurus Ewitwutnya Pada Dita. Tentu ga cukup sekali, seperti Malam ini. Sudah 5 Ronde.


Ya itulah Rengga kalau sudah Bucin susah untuk dikendalikan.


.


.


.


.


Wahhhhh Dita di Ajak Olah Raga terus nanti Readers Cepet Punya Keponakan Sepertinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...