Anara

Anara
Chapter 52. Kehamilan Simpatik / Sindrom Couvade



Di Kediaman Ayah Sigit


Tampak mereka sedang menikmati Sarapan.


Ayah Sigit dan Rio sudah duduk di Meja Makan Sementara Vina sedang membantu Bunda Widya menyiapkan Sarapan untuk mereka.


"Ayah, mau Vina buat kopi atau teh?"Vina menawarkan pilihan Papa Sigit Ayah mertuanya.


"Ayah mau kopi saja Vin." Ayah Sigit senang memiliki menantu seperti Vina, selain memang pribadi Vina yang ceria, supel, humble namun Posisi sebagai CEO tidak menjadikan iya lupa tugasnya sebagai istri. Bahkan Papa Sigit maupun Mama Widya suka dengan Masakan Buatan Vina seperti kali ini Vina membuat Nasi goreng untuk Sarapan mereka yang merupakan Resep turun menurun dari Mama Dyah.


"Sayang kamu minum apa kopi atau teh?" Vina kini menawarkan suaminya.


"Orange juice ada ga sayang? Aku mau itu." Bunda Widya yang kini duduk disamping Ayah Sigit dan Ayah mengangkat tangan tanda tidak Tahu.


"Kamu serius Sayang, ga takut sakit perut?"Tanya Vina heran.


"Iya bener aku mau Orange Juice. Biar seger, Soalnya sudah 2 minggu ini mulutku pahit rasa." Rio yang sekarang sedang Jeruk Bali padahal Rio belum makan Nasi.


"Yo, kamu ga asem pagi-pagi makan Jeruk Bali. Terus minum Orange Juice?" Bunda mengernyit mata membayangkan betapa asemnya Jeruk Bali Yang dimakan Rio.


Vina mengantar Kopi kepada Ayah "Ayah kopinya seperti biasa tanpa Gula."


"Sayang Orange juicenya." Vina mengernyitkan mata seperti Bunda Widya melihat Rio makan Jeruk Bali.


Kini mereka makan sambil ngobrol dan sesekali Ayah Sigit bercanda dengan Vina menantunya yang selalu bisa mencairkan suasana.


Rio tiba-tiba lari kekamar mandi dan muntah-muntah. Mendengar Rio muntah Vina segera menyusul Rio ke kamar mandi.


Ayah Sigit dan Bunda Widya makin bingung melihat keanehan putranya.


"Sayang kamu sakit, apa yang dirasakan?" Vina mengurut-urut leher suaminya. Rio mencuci mulutnya dan mengelap dengaan Tissue.


Rio kembali kemeja makan dan duduk.


Ajudan Papa Sigit masuk memberitahu bahwa sudah siap.


Namun Tiba-Tiba Rio Mual lagi. Namun karena perutnya kosong sudah tidak ada yang bisa dikeluarkan maka iya hanya menutup mulutnya. Vina mengurut-urut leher Rio dan membalurnya dengan Fresh Care ke leher dan sedikit dicaping hidung Rio.


"Dirman! Parfum kamu ganti! Mual Saya mencium Aroma Parfum kamu!" Rio ternyata mual lagi karena mencium Parfum Dirman Ajudan Ayahnya.


Ayah Sigit, Bunda Widya dan Vina melihat bingung kearah Rio. Apalagi Dirman yang tidak Tahu apa-apa.


"Yo kamu jangan lupa minum obat dan vitamin juga latihan, agar tubuhmu lebih Fit. Baiklah Ayah berangkat dulu." Ayah Sigit menasihati Rio sebelum ia berangkat ke kantor bersamaan itu Bunda Widya, Vina dan Rio salim pada Ayahnya.


"Hati- hati ayah." Vina melambaikan tangan kepada Ayah mertuanya. Disambut senyuman Ayah Sigit dengan kelakuan menantu perempuannya.


Bunda widya mengantar Ayah Sigit kedepan.


Bunda Widya masuk setelah Ayah berangkat.


Dilihatnya Vina dan Rio akan berangkat kerja kekantor masing-masing namun dengan mobil Rio.


"Bunda Aku hari ini aku ngantor sekalian pulang ke Apartement Ya." Vina dan Rio memang sesekali menginap dirumah Ayah dan Bunda Apalagi Sekarang Tasya tinggal bersam Abimana. Sedangkan Mama Dyah sudah balik lagi ke Singapuran menemani Tante Mel.


"Iya Sayang, nanti Main kesini lain ya, Bunda kangen kalau kamu ga ada, Apalagi Ayah sering kangen soalnya rumah lebih ramai kalao ada Vina katanya." Bunda Widya begitu menyayangi Menantunya ini. Begitu juga Ayah Sigit.


"Rio kamu ga papa?" Melihat Rio yang sudah terlihat biasa saja.


"Gpp Bun, emang gitu hampir 2 minggu aku suka begitu tiba-tiba aja mual sama kepinginnya makan yang segar-segar. Bun kami berangkat ya." Rio dan Vina mencium tangan Bunda Widya.


Bunda Widya melepas Anak dan Menantunya berangkat.


"Aneh, Rio seperti,,, " Bunda Widya kemudian masuk kerumah.


.


Rio fokus menyetir dalam perjalanan mengantar Vina ke Brevilia Hotel.


"Sayang, perasaan aku kamu beberapa minggu ini aneh deh?" Vina memutar posisi tubuhnya menghadap ke Rio yang sedang menyetir.


"Ih Sayang, aku tuh Ganteng Bukan Aneh." Rio dan Vina sungguh pas berjodoh keduanya sama-sama bar-bar dan kocak.


"Aku serius sayang. Di apartemen beberapa kali kamu juga sering muntah lalu kamu minta aku buat beli rujak jambu crytal dan kamu juga mual setiap papasan dengan security apartement kita. Nah persis seperti hari ini. Kamu ga merasa aneh memangnya?"Vina mengingat-ingat semua keanehan Rio 2 minggu ini.


"Masa sie Sayang? Mungkin kondisi tubuh aku saja yang sedang turun. Biar nanti aku cek ke dokter jaga di Mabes."Rio juga sebenarnya tidak pernah merasakan apa yang belakang sering dia alami.


Rio menurunkan Istrinya si Hotel dan langsung berangkat menuju kantornya.


.


Selama perjalanan ke hotel Vina mencari penyebab Rio seperti itu. Namun ia malah mendapatkan artikel-artikel mengenai Kehamilan Simpatik yaitu syndrom dimana suami ikut merasakan ngidam ketika istri sedang hamil.


"Tapi kan aku ga hamil? Tunggu, Vina mengambil kalender meja di ruangan kantornya. Seperti memang ia belum haid bulan ini. Tapi siklus haid Vina memang suka berantakan.


"Tiada salah salahnya aku periksa deh." Vina memutuskan pergi sendiri kedokter kandungan.


.


Rio mengingat pembicaraannya saat diperiksa oleh Dokter di Mabes.


"Jadi Saya kenapa ya dok?" Rio bertanya dan kembali merapikan seragamnya.


"Istri komandan sedang hamil?" Dokter bertanya.


Apa hubungannya, "Setahu Saya tidak Dok, memang ada ya?" Rio jadi tidak mengerti apa hubungannya.


" Gejala yang komandan rasakan itu biasa dikenal dengan istilah Kehamilan Simpatik ketika Ayah mengalami gejala yang sangat mirip dengan tanda kehamilan yang dialami istrinya. Beberapa tandanya adalah sembelit, perut terasa kembung, mual dan muntah, berat badan naik, hingga mood swing. Tak cuma itu, Ayah juga bisa mengalami kecemasan, depresi, dan gangguan tidur selama istrinya hamil."Jelas Dokter.


" Siang Dan, ini Rujak Serut pesanannya." Anak buah Rio memberikan bungkusan pesanannya berupa Rujak Serut.


"Letakan di meja saja, Nanti Saya makan."Rio menjawab.


"Mohon ijin Dan, Komandan sedang Ngidam ya?" Senyum Anak Buah Rio.


Rio melotot dan tentunya Membuat Ngacir Anak Buahnya.


Rio membuka bungkusan Rujak Serut dan Memakannya. Dengan perasaan senang.


.


"Bagaimana Dok apa ada yang mengkhawatirkan?" Vina bertanya kepada Dokter.


"Selamat Bu Vina, Ibu sedang sedang Hamil usia kandungan Ibu 8 minggu." Jelas Dokter.


"Dokter serius? Ga bercanda?" Vina masih belum percaya karena ia tidak merasakan ciri wanita hamil pada umumnya.


Dokter tersenyum, "Benar Bu Vina, Saya tidak mungkin bercanda dengan hasil diagnosa karena merupakan kode etik saya sebagai dokter."


Takut dokter salah faham Vina buru-buru menjelaskan. " Bukan begitu maksud Saya Dok, hanya Saja selama ini Saya tidak merasakan tanda ataupun ciri wanita hamil pada umumnya."


"Setiap wanita hamil memang memiliki pembawaannya masing, ada yang memang tampak seperti mual, pusing, sensitif terhadap bau tertentu, kencenderungan memakan sesuatu yang asam dan Mood swing." Dokter menjelaskan.


"Bukannya Rio mengalami semua yang disebutkan Dokter?" Vina mengingat keanehan Rio.


Bu Vina dokter menyadarkan Vina terlihat melamun.


"Karena Bu Vina tidak ada keluhan dan makan seperti biasa, maka saya hanya meresepkan Vitamin dan Asam Folat. Dirumah 1 kali sehari saat pagi Saya anjurkan minum susu hamil ya bu. Perbanyak makan buah, sayur dan hindari junkfood. Meskipun kehamilan Ibu Vina tidak berdampak, namun kurangi aktivitas yang terlalu berat karena trimester awal kondisi janin masih rentan." Dokter menjelaskan. Ada lagi bu Vina yg bisa Saya bantu?


"Terima kasih Dok. Saya permisi." Vina keluar ruang menuju farmasi untuk mengambil Vitamin.


"Terima Kasih Tuhan telah mempercayakanku dan Rio untuk memiliki buah cinta kamu. Aku memohon Jaga anakku, sehat dan tumbuh kembangkan ia hingga lahir nanti dalam keadaan selamat tanpa kurang satu apapun. " batin Vina ucap oenuh Rasa Syukur.


.


Vina ingin membuat kejutan kepada Rio. Vina menuju kantor Rio dengan membawa hasil pemeriksaannya yang Positif Hamil.


.


"Selamat Sore Bu Komandan, Cari Brigjen Rio ya? Silahkan Masuk, Mari Saya antar." Pria berbaju tentara mengantar Vina ke Ruang Rio.


"Sayang, Nanti Biar aku aja yang Jemput." Vina menghampiri suaminya yang sedang berada di Ruangannya.


Rio memang tidak suka kalo Vina mampir ke kantornya. Bukan Rio tidak senang Vina mengunjunginya Namun Rio tidak menyukai tatapan anak buahnya Kepada Vina Istrinya yang cantik dan berbadan ideal.


"Mantappp Bro, Bini komandan kita, aduhai banget, Beruntung Komandan Rio punya istri seperti Bu Vina, Udah Cantik, CEO Hotel Bintang 5, Gw kalo jadi Komandan Rio bakal ga tugas-tugas soalnya betah dirumah." itulah salah satu pembicaraan yang Rio tidak sengaja dengar dari Anak Buahnya sedang membicarakan Vina. Dan bisa dibayangkan donk mereka dihukum Rio. bagaimana.


"Sayang, aku kangen sama kamu?"Vina memeluk suaminya.


"Sayang jangan begini donk, aku kan jadi pengen nie, Duh,,, Rio membetulkan celananya." Rio membetulkan posisi celananya yang mulai sempit ketika ia dipeluk Vina dan dihujani ciuman.


Rio mengajak istrinya duduk di sofa ruangan kerja Rio.


Vina melihat ada mangkuk berisi Sisa Rujak Serut. "Pasti Rio makan ini."


"Sayang kamu udah makan?" atau mau minum apa?" Biar sekalian aku mau pesen Lemon tea, Biar seger." Ucap Rio.


Vina tersenyum Kini ia tahu keanehan yang selama ini Rio alamai.


"Sayang,,, Kok kamu senyum-senyum. Kamu kan setiap hari liat aku Sayang masa masih terpesona aja. Emang sie suamimu ini gantengnya PoLL."Rio yang selalu narsis.


Vina kini duduk dipangkuan Rio dengan Posisi menghadap Rio, dan mencium bibir suaminya bertubi-tubi, hal tentu membuat Rio Gerah.


"Sayang, Pulang Yuk, Aku udah ga tahan." Rio langsung menggendong Vina dan Vina menghentikan Rio.


"Sayang STOP!!! Sayang ini aku ada Surprise buat kamu." Vina menyerahkan amplop putih kepada Rio.


"Sayang kan Valentine udah lewat, Kamu jadi Romantis Gini si." Rio membuka amplop itu dan dibacanya dengan seksama.


Vian menunggu Reaksi Rio.


Rio menatap Istrinya "Sayang kamu hamil? Dijawab oleh Vina dengan anggukan.


Rio menggondong Vina dan memutarnya." Rio sangat gembira sekali mendengarnya.


"Stop Sayang nanti aku jatuh gimana anak kita." Vina mengingatkan.


"Maafin aku sayang. Habis aku seneng banget. Ku bakal jadi Ayah dan Kamu Bunda." Seketika Rio nangis terharu.


Vina Yakin Rio mengalami kehamilan Simpatik.


"Sayang, pulang Yuk!" Rio menggandeng Istrinya keluar kantor menuju Apartement mereka.


.


Vina dan Rio memberi tahu kedua orang tuanya.


Tentu Reaksi semua calon Eyang Sigit dan Eyang Widya serta Oma Dyah begitu gembira karena mendapat cucu pertama.


.


"Sayang, udah donk jangan nangis terus, Masa Brigjen Rio Reifan Prabowo mewek begini. Cup... Cup...Cup..." Vina memeluk Rio yang bersandar dibahu Vina.


"Sayang terima kasih ya, sudah mengandung anak kita, semoga lancar sampai persalinan dan bayinya sehat." Rio berdoa dan diaminkan oleh Vina.


.


.


.


.


Vina Selamattttt ih senengnya.


Author ga bisa bayangin gimana Anak Vina dan Rio.


Rio Nikmatilah Ngidamnya


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


.


.