
Vina membuka matanya dan melihat pada jam weker yang ada dimeja riasnya.
Pukul 06.00.
"Padahal baru tidur jam 03.00 pagi." setelah mengharu biru semalam soal Lamarannya Anara. Tapi anehnya tidak ada rasa kantuk. Malah segar bugar. Selain karena kabar lamaran Anara yang membuatnya senang. Bahwa Vina dan Rio kembali dekat dan membuat harinya senang.
"Minggu terindah."Vina turun melihat mamanya sedang menyiapkan sarapan.
"Pagi Ma." Melirik karena aroma yang membuat perut Vina menjadi keroncongan.
Tanpa babibu Vina sudah duduk di Meja makan langsung menyantap nasi goreng lengkap dengan telur mata sapi.
Entah mengapa pagi ini perutnya terasa Lapar. Langsung disuap nasi goreng ke dalam mulutnya.
"Enak!" Suapan kedua meluncur mulus di kedalam perutnya.
"Biasanya Ga pernah Sarapan Vin. Jangankan makan, minum saja jarang. biasanya bangun siang siap-siap buru-buru berangkat kamu." Mama Dyah duduk di meja menuangkan air putih kegelas putrinya dengan heran melihat tingkah Vina.
"Hari ini aku mau ke hotel karena ada janji sama Anara dan Dita."Kembali suapan meluntur tanpa kendala.
"Tumben kamu minggu ke hotel, Memang ada apa?" Mama Dyah mengamati putri yang makan lahap sekali.
"Semalam Anara ngabarin aku, Dia dilamar dan 2 minggu lagi nikah. Anara mau pakai hotel kita sebagai tempat wedding nya ma. Bolehkan Ibu CEO Brevilia Hotel Ny. Dyah Ayu Ramadhan?" Vina lengkap sekali memanggil ibunya.
"Ngapain nanya mama, sekarang CEO nya kamu. Kalau CEO mama langsung YES!"Mama Dyah dengan mantap.
"Oke kalo gitu. Thank Mom!" Vina sambil nyengir kuda.
"Berarti Mama juga harus gerak cepet Nih."Mama Dyah mulai dengan rencana dikepalanya.
Vina menggoleng-golengkan kepala melihat kelakuan mamanya.
"Vin kamu setuju ga kalo mama jodohin Abang sama Dita. Mereka sudah saling kenal sepertinya? Kamu ga tahu Vin selama ini?"Mama menyelidiki persoalan Rengga dan Dita.
"Vina juga baru tau pas kemaren. Tapi Vina terserah Abang dan Dita ma, kan mereka yang jalani pernikahan. Sejauh ini Dita udah Vina anggap seperti adek Vina, Kita berdua Sefrekuensi, Dita juga anaknya seru dan dia sopan, terutama dengan orang yang lebih tua. Dan yang paling bikin klop Vina adalah Kita adalah Army! Oh RM Oppa, Sarangheeee." Vina malah membayangkan RM yang merupakan member BTS.
"Mama juga sreg sama Dita, Anaknya ceria, ramah, baik, dan Sopan lagi. Emang mirip-mirip sama kamu Vin."Mama Dyah memang seneng dengan Dita sejak awal bertemu.
"Dita itu keluarganya disini atau dimana?" Mama Dyah mulai Mencari informasi.
"Yang Vina tahu, Dita itu sebetulnya 2 bersaudara tapi kakak nya perempuan sudah wafat. Nah jadilah Dita anak satu-satunya. Papanya itu Rektor di Salah Satu Universitas Negeri Di Jogja. Mamanya Memiliki Perusahaan yang bergerak dibidang Farmasi. Dita itu lulusan Public Relation dan dia memang tertarik dengan fashion dan Kosmetik. Makanya oleh Mamanya Anara Dita dipercaya menjadi Vice President di N'Beauty. Dita ketika bekerja sangat profesional Ma, Terbukti kemarin ketika ada masalah di Bali salah satu Resort N'Beauty, Tante Nita mempercayakan Dita menghandle nya ma."Vina menjelaskan panjang lebar.
"Mama kok makin seneng dan bangga ya Vin denger cerita kamu tentang Dita. Padahal kalo dilihat Dita itu masih pantes loch pake seragam SMA, Masih imut dan lucu, gemes gitu mama lihatnya.
Kok kayaknya ada yang sama penilaiannya ya sama Mama Dyah. Author mikir keras orangnya...
"Makin kagum aja gw sama Bocil kesayangan. Hari ini gw bakal cari cara buat bisa ajak jalan Dita." Rengga yang dari tadi setelah olahraga hendak masuk mendengarkan dulu pembicaraan Vina dan Mama.
Rengga masuk menuju ruang makan dan duduk sebelah Vina.
"Sejak kapan Abang suka sama Dita?" Vina langsung asal nembak.
"Jangan asal kalo ngomong."Rengga menyendok nasi goreng plus tambahan ikan goreng"
"Masa sie Bang, Mama lihatnya malah sebaliknya, Abang jatuh cinta malah sama Dita. Kapan Mama disuruh ngelamarin Dita Buat abang? Mama kapan pun siap! Ya ga Vin?"Mama Dyah meminta dukungan Vina.
"Kalo Vina ma, beuh 1000% Setuju punya Lil Sister in Law tiada lain My Bestie Dit Dit, Army Squad! Oh iya Dita minta dibawain Poster Jungkook yang keliatan roti sobeknya. Kalo Vina sie RM Oppa Sarangheee." Vina mulai gaduh sendiri.
"Pagi-pagi udah gibah aja kerjaannya. Siapa juga yang suka sama Bocil!"Rengga menyuap nasi gorengnya. "Roti Sobek si Jungkook apa bagusnya, Gw juga punya kalo roti sobek doank." Ide bagus muncul dikepala Rengga.
"Abang, Abang tuh udah tua! Ga usah banyak gengsi, Dita nya disamber orang baru mewek!"Mama Dyah kesal sendiri dengan putra sulungnya.
Rengga yang kesal dengan ledekan Adik dan ibunya mendengus kesal.
"Mewek? Sorry ya. emang ada yang mau sama sibocil bawel kayak petasan banting gitu? punya adek model Vina aja udah pusing suka ga jelas, masa nambah satu lagi yang sejenis?"Rengga membalas ledekan Mama dan adeknya.
"Oh iya Vina baru inget, waktu mau minta foto saat launching Suju kan masih di My Bestie Dit Dit. Oh iya ma, Vina baru inget, Jadi waktu itu Mama ingetkan CEO dari korea yang kerja sama dengan N'Beauty nah mereka ngomong ke Dita kalau mereka punya anak cowok, mereka mau ngenalin anaknya ke Dita, soalnya Mr. dan Mrs. itu seneng sama Dita, soalnya selama mereka disini segala keperluan mereka Tante Nita mempercayakan Dita yang mengurus.
Alhasil Mr. Mrs. itu seneng banget sama Dita. Nah, Seharusnya 2 Minggu lagi Dita diminta mewakili Tante Nita untuk melakukan kunjungan balasan ke korea terkait kerjasama Gangnam Beauty Corp dengan N'Beauty.
Berhubung Anara Nikah jadi Tante Nita malah berencana kalau sekalian nyuruh Anara Honeymoon ke korea, Dita juga bisa kunjungan sekaligus mau dipertemukan sama Mr. Lee Jong Suk putra tunggal CEO Gangnam Beauty.
Istrinya sampe minta foto Dita ma buat langsung dikirim ke anaknya waktu itu. Huhuhuuuu..... Ya ampun, Dit Dit beruntung banget dia bakal punya suami Ganteng, Kaya, Ngetop, wah jadi Princess Deh My Bestie Dit Dit. "Vina semakin berkhayal.
"Uhukkkk Uhukkkk Uhukkk, Rengga keselek makanannya sendiri. Rengga Menerima air putih yang disodorkan oleh Mamanya.
"Bener apa yang kamu bilang Vin?" Mama Dyah sedih mendengarnya.
"Kalo mama ga percaya sama Vina, Mama kan kenal Tante Nita Mamanya Anara. Mama tanya langsung aja. Bener ga semua yang Vina bilang."Vina mengatakan dengan jelasssss sekali.
"Kalo gitu ceritanya, ya sudah mama nyerah aja Vin, Mungkin memang Dita bukan berjodoh jadi menantu mama. Lagi pula mama ga bisa pungkiri, perempuan muda, cantik, imut, wajah baby face terus gemesin lagi pasti banyak yang naksir. Plus cowok korea terkenal romantis, lembut penyayang. Pastilah Dita juga suka. Padahal jarang-jarang bisa sreg banget, seneng gitu sama Dita." Mama Dyah memasang wajah sedih.
"Vina juga gitu ma, Vina sering takut banget kalo punya kakak ipar cewek taunya galak sama Vina, terus ga deket sama Vina, seperti di TV pernah Vina lihat, kakak ipar mengusir adik iparnya sendiri. Kalo sama My Bestie Dit Dit, Vina sudah anggap dia adek Vina sendiri, Kesukaannya sama, Sefrekuensi juga, Plus Army Squad! Tapi Vina kan sebagai Bestienya Dit Dit pengen lihat Dita bahagia. Emang Belum rezeki Vina Ma, Jadi Saudara kakak iparan sama Dit Dit."Vina memasang wajah sedih.
Dada Rengga rasanya seperti terbakar.
Panas... Panas... Panas...
Padahal rumah mereka menggunakan instalasi AC sentral.
Tapi entah mengapa Rengga Merasa hari ini Panasnya Lebih dari 40° C.
Tanpa pamit, Rengga meninggalkan Mama Dyah dan Vina menuju ke atas.
Iya melihat ponselnya. Tidak Ada Balasan satupun dari chatnya. Dicoba telp ke HP tidak dijawab Rengga semakin emosi.
"Anter Baju Aku yang sudah dilaundry ke Brevilia Hotel. Harus Kamu anter sendiri. Ga boleh pake kurir! Kalo enggak, Aku bakal bawa polisi buat ngelaporin kamu soal kamu nabrak mobil aku! Aku tunggu jam 9 di Lounge hotel Bevilia. Awas kalo ga dateng! "Rengga menutup telponnya dengan kesal.
"Roti sobek! Romantis! Ga Boleh! Bocil sudah hak paten Rengga, Gw akan gagalin perjodohan dengan Si Korea-Korea itu." Rengga lagi kesel sendiri mendengar omongan Vina tentang perjodohan Si bocil dengan Korea-Korea itu.
"AC rumah ini sudah rusak! Panas! Rengga segera bersiap untuk mandi karena ada hal penting dengan siBocil.
.
Sementara Sepasang Ibu dan Anak tertawa puas namun mereka menahan agar tidak bersuara. Tentu Vina dan Mama Dyah menertawakan Rengga, yang wajahnya merah seperti udang rebus dikasih Saus padang.
"Vin tadi kamu cuma manas-manasin Abang aja kan? Bukan beneran? pinter kamu!" Mama Dyah seperti berbisik kepada Vina.
"Vina menghentikan tawanya. "Itu kenyataan Ma, Bukan Bohong. Kalo mama ga percaya telpon langsung aja ke tante Nita."Vina serius.
Kini wajah Mama Dyah berubah getir Calon mantu pilihannya takut disamber orang Korea.
.
.
.
Sungguh keluarga yang aneh.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...