
Rengga fokus membawa mobil tanpa bicara sepatah katapun. Dita tahu suaminya marah atas kejadian tadi.
"Abang ga enak badan?"Dita memberanikan diri mengajak suaminya ngobrol.
"Abang cuma lelah aja. Pingin cepet sampai rumah. Mau istirahat."Rengga tidak menatap istrinya.
Sesampai dirumah Rengga masuk kamar. Dita membiarkan dulu agar kepala suaminya dingin.
1 jam Rengga dikamar, Dita yakin suami kini sedang marah padanya.
Diketuknya pintu kamar, Dita masuk mendapati Rengga berbaring diranjang sambil menonton TV.
Dita mendekati suaminya.
"Abang, mau Dita pijitin. Abang pasti lelah." Dita memijit kaki suaminya.
Rengga menggeser kakinya seolah tanda Ia tidak mau dipegang.
"Dita sabar, jangan kepancing emosi."batin Dita.
"Abang Sayang, kenapa sie diem aja? Ga biasanya Abang diem begini?" Dita bertanya hati-hati.
"Abang Gapapa." Rengga tidak menoleh kepada istrinya.
"Kalo Gpp, Kenapa Abang diem begini? Abang Marah sama Dita?"Dita mengatur nada bicara dan hatinya agar tak tersulit emosi.
"Abang Gapapa" Rengga kembali mengulang jawabannya.
" Abang Sayangnya Dita, Suami Ganteng Dita, Kalo Menurut Abang Dita ada kesalahan, atau Sikap Dita yang kurang berkenan buat Abang Marah, Dita mohon maaf sama Bang. Abang mau maafin Dita?" Dita memohon Maaf jikaa ada yang kurang berkenan dari dirinya.
Rengga hanya diam tak menjawab.
"Sepertinya Abang sedang marah sekali padanya. Jika Api maka harus ada yang menjadi air." pikir Dita.
"Ya sudah, Mungkin Abang capek dan saat ini butuh ketenangan. Jangan tidur terlalu malam. Pakai selimutanya ya Abang. Dita sudah siapkan Air di pinggir Meja. Kalau Abang butuh sesuatu Dita ada di kamar sebelah ya." Dita hendak beranjak bangun dari ranjangnya.
"Jangan Pergi Sayang," Rengga menahan tangan istrinya yang akan bangun dari ranjang.
Dita kembali duduk dan memeluk suaminya.
"Abang Sayang, Kenapa Abang diem aja? Abang marah sama Dita?" Dita kembali bertanya.
Ditatap mata suaminya yang masih menghindari tatapannya.
"Abang Dita ga kemana-mana, Dita dikamar sebelah. Dita ga akan tinggal Abang. mungkin Abang butuh waktu untuk menjernihkan pikiran Abang," Dita kembali bangkit.
Kini Rengga menarik tangan Dita langsung memeluk istrinya dengan erat seerat-eratnya.
"Abang Cemburu! Abang Ga Suka kamu deket sama Abi! Abang takut Kamu direbut Abi! Abang Ga..."
Dita meletakkan telunjuknya dibibir Rengga.
Rengga memeluk Istrinya. "Maafin Abang Sayang"
Membiarkan suaminya tenang sejenak.
Perlahan, Dita merenggangkan pelukannya.
Dita mengecup bibir suami.
"Dita Cinta sama Abang. Abang mau bukti apa lagi, Agar Abang mau percaya dan maafin Dita." tatap Dita sambil mengusap kepala suaminya.
Rengga langsung mencium istrinya begitu mengebu seakan melepaskan amarahnya. Dita mengimbangi apa yang dilakukan,
.
Kini Rengga dan Dita berada dalam selimut yang sama.
dengan memeluk istrinya.
"Sayanggggg,,,, maafkan Abang ya, Abang tidak bermaksud mendiamkan kamu. Abang hanya tidak suka ada laki-laki lain selain Abang yang menatap seperti Abimana menatapmu. Abang ga akan rela kamu direbut Abimana! Kamu Istri Abang! Wanita yang Abang cintai! Enggak ada yang boleh merebut kamu dari Abang?"Suara Rengga menyiratkan kemarahan dengan perlakuan Abimana pada istrinya.
"Abang Sayang, Dita mencintai Abang, Abang orang pertama yang bikin jantung Dita bergetar. Dita selalu mengingat setiap kenangan kita dari awal bertemu hingga kini. Karena Abang begitu spesial buat Dita. Jadi, jangan pernah Abang Meragukan kesetiaan dan cinta Dita untuk Abang." Dita menatap mata Rengga meyakinkannya.
"Maaf Abang tersulit emosi. Maaf Abang tidak bijaksana. Maafkan Abang Sayang, Abang salah."Rengga begitu takut kehilangan istrinya.
Keduanya kini mencair. Rengga yang bucin akut. Langsung belingsatan istrinya depan matanya.
"Abang masih inget ga, waktu Dita ketiduran dimobil saat kita ketaman safari. Dita tahu amAbang pegang pipi Dita, terus Abang ngomong, Jangan pergi, tetap disini Sayang. ungkap Dita.
"Oh,,, jadi kamu pura-pura tidur ya? Kamu nakal ya?" Rengga mengelitiki pinggang istrinya.
Dita dan Rengga kini sudah berbaikan lagi. Suasana hati Rengga sudah kembali hangat.
"Abang mau jujur sama kamu?" Rengga mau mengaku.
"Sebenarnya sejak awal ketemu kamu saat kita tabrakan Abang sudah tertarik, jantung Abang deg-degan parah. Abang sengaja kasih baju kotor ke kamu supaya Abang punya alesan ketemu kamu lagi. Puncaknya adalah ketika Vina cerita kamu akan dijodohkan dengan orang korea itu!. Panas hati dengernya, Abang ga rela kamu nikah sama orang lain. Makanya Abang langsung tarik kamu bawa pergi. Disitu Abang yakin Abang cinta mati sama kamu dan kamu jodoh Abang."Pengakuan Rengga.
"Ihhhh,,,, Serem banget,,, Om-Om banyak triknya ternyata." Dita menutup mata."
"Tapi kamu cinta kan sama Om Rengga?" Ledek Rengga.
Dita mengangguk. "Walau Om-Om galak tapi aku cinta sama Om!"
"Uhhhhh Dasar Bocil!" Rengga memeluk istrinya.
"Itu satu lagi, aku sering dibilang anak kecil sama orang. Tapi begitu Abang panggil aku bocil, aku ga suka, karena aku ga mau dianggap anak kecil sama Abang. Makanya aku potong rambut aku seperti sekarang."
"Bocil yang Bikin Om-Om Kegerahan Menahan diri agar tidak khilaf. Abis bibir kamu tuh suka manyun-manyun. Abang jadi gemes bawaannya pengen cium makanya abang marah-marah terus.
Keduanya tertawa lepas mengingat semua kejadian dalam hubungan mereka.
"Sekarang Abang Sayang percaya sama Dita?"Dita menatap lekat suaminya.
"Dasar Bocil Kesayangannya Abang!"
Malam itu tanpa mereka sadari sudah menunjukkan pukul 02.00 pagi.
Keduanya menutup mata dan beristirahat.
.
.
.
Duh Abang Rengga kalo udah ngambek ternyata susah dibujuknya ya.
Untuk dapet istri sabar dan baik hati.
Kira-Kira Pebinor masih cari gara-gara ga ya?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...