
Berkumpul di kediaman Mama Dyah.
Dimeja makan mama Dyah, Rengga, Dita, Vina, dan Rio sedang makan malam bersama.
Menikmati makan bersama keluarga tercinta membuat makan menjadi semakin lezat.
Malam ini mereka memang menginap di rumah mama Dyah.
Besok mereka akan mengantar mama Dyah berangkat ke Singapura menemani tante Mel yang akan operasi jantung.
"Mama besok berangkat jam berapa?"Rengga menanyakan perihal keberangkatan ibunya ke Singapura.
"Pesawat mama akan terbang jam 9 pagi." Biarlah mama besok berangkat dengan sopir, kalian kan memiliki kesibukan sendiri-sendiri." jelas mama Dyah.
"Mama, kita berempat memang mau antar mama." Vina menjelaskan.
Mereka berempat melanjutkan makan masing-masing.
.
Mama Dyah sudah lebih dulu masuk kamar untuk beristirahat karena esok hari akan berangkat pagi.
.
Diruang TV kumpul 2 Couple, Rengga dan Dita, Rio dan Vina.
"Bestie, Minggu depan BTS konser di Bali, Tapi sebel masa tiketnya sold out. Sebel banget." Vina sedang menggerutu kemudian memukul boneka yang ada didekapannya.
"Lagian cowok kok mukanya mirip semua, tapi heran banyak yang suka. aneh." Rio yang selalu menganggap wajah pria korea mirip semua dimatanya.
"Setuju gw Yo, cowok Make Up nya tebel banget." Rengga meledek idola k-pop.
Denggan senang karna sekarang ada Rio yang mendukung pendapat Rengga.
"Wah Sayangggg ,Abangggg, semuanya sirik banget. Ganteng Romantis begitu dibilang, Wah! Bestie, mereka nyenggol Army Squad?" Vina mengompori Dita.
"Kak Vin, buka netflix deh aku liat ada drakor baru judulnya Bussiness Proposal." Dita memberi tahu tentang drakor baru.
Segera Vina menyalahkan TV berukuran 60 inchi.
Kini di sofa Rengga Dita Vina dan Rio.
Begitulah urutan duduk mereka.
Sebenarnya Rengga dan Rio paling ga suka yang namanya drakor tetapi istri keduanya adalah Fans Berat drakor, bahkan mereka Army (Fans BTS).
"Ya ampun oppa-oppa ganteng kita kumpul di film ini?" teriak Vina histeris.
"Kak Vin, itu yang sekretaris CEO kayak pernah main dimana Ya?"Dita yang menyukai karakter sekretaris CEO.
"Ya ampun Dit Dit dia itu yanhmg main Parasite, Cowok yang pacaran sama anak Bossnya. Ya Ampun CEO ganteng banget, Oppa Saranghe." Vina mulai histeris sendiri.
"Mana ada CEO modelnya kayak cewek begitu! Iya ga Bang?" Rio mencari dukungan kakak Iparnya.
"Bener tuh Yo, CEO poni ala jamet, hahahahaaa." Rengga puas menertawakannya.
Kedua wanita itu tidak menggubris pendapat Rengga dan Rio.
"Ihhhhh Sweet banget deh, digendong gitu, ya ampun Min Kyu Oppa bikin Dita meleleh, Sarangheyo Oppa?"Dita menciumi boneka yang ada dipelukannya.
Rengga dan Rio menyerah dengan hobi dan kelakuan keduanya kalau sudah drakoran.
"Dit Dit, mau kemana, jangan tidur dulu." Vina melihat Dita berdiri.
"Ayo sayang kita bobo." Rengga senang karena istrinya diduga mau masuk kamar.
"Siapa yang mau tidur Abang. Bentar Kak, ada yang Dita mau ambil." Dita bergegas ke kamar.
Rengga kembali lesu.
Kini Dita sudah kembali di sofa dan duduk sebelah Vina. Menyerahkan ampol putih kepada Vina dan Dita juga memegang amplop putih yang sama.
"Apa sih ini, pake diamplopin segala?"
"Buka aja Kak Vin" Dita senyum.
Rengga dan Rio kompak memiliki firasat buruk. Keduanya fokus menatap amplop putih yang dibawa Dita.
"Hahahahahhahahhahahahhaaaa" Vina histeris dengan apa yang dilihatnya.
Tanpa babibu Vina memeluk dan menciumi wajah Dita.
"Jadi kita weekend ini Otw Bali nonton konser BTS." Dita mengatakan dengan sangat jelas.
"Hahhhhh ga bisa!"Rengga dan Rio kompak tidak setuju.
"Sayang, boleh ya?" Rengek Vina.
"Abang sayang, boleh ya?" Dita mengedipkan matanya.
"Enggak!" Rengga dan Rio tampaknya sekarang begitu kompak.
"Kalo ga diijinin, kita bakalan kabur diam-diam. Ya kan Bestie?" Vina mengajak Dita mengancam para suami.
"Di Bali nonton konser berdua atau pengen lirik-lirik?" Rengga mulai emosi." Dita tersenyum melihat suaminya mulai kesal.
"Bener banget, pokoknya enggak boleh pergi!"Rio juga tersulut emosi.
"Lagi pula tiketnya cuma 2, terus kalian kan ga suka Korea. Biarkanlah kami senang sejenak menikmati kegantengan Oppa RM, Oppa Jungkook juga Kak Vin" kata Dita.
Rengga melirik kepada Rio. Entah setelah menjadi Abang adek ipar, Rengga dan Rio menjadi satu frekuensi dalam hal hate comment tentang drakor dan k-pop.
"Kalian boleh pergi, asal kita berdua ikut?" Rio tersenyum begitu pun Rengga.
"Ya kalo kita berdua ga ikut kalian ga bisa boleh pergi. Gimana?"Rengga tersenyum kemenangan begitu pun Rio.
"Gimana Bisa ikut coba tiketnya sudah habis." Vina kesel dan lemas karena kemungkinan besar batal nonton konser.
"Ya itu Syarat dari kita berdua kalo ga bisa dipenuhi berarti batal." Rengga seneng melihat kedua perempuan yang pastinya batal nonton konser.
"Coba aja tiketnya belum abis, kalian bisa ikut. Tapi kalo kalian ikut, pasti kalian nanti ngelarang kita ga boleh ini ga boleh itu."Dita merutuk sebal. 11 12 dengan Vina yang udah mayun.
"Kalo kita bisa ikut, ga akan deh kita berdua larang-larang. Tapi kan tiketnya abis. Kalo ga boleh berangkat kalo ga ada kami.?" Rengga bertos dibelakang sofa dengan Rio.
"Dita ga percaya, ya kak Vin, kalo Abang enggak ngelarang?"
"Bener tuh Dit, walau mereka ikut tetep aja kita ga bisa berekspresi. Belum rezeki kita kayaknya bestie. Jadi males dan ga semangat nonton drakornya." Vina dan Dita dengan wajah murung.
"Janji, percaya deh sayang sama Abang kalo kita bisa pergi berempat ga bakal ada larang-larangan. Kita berdua ikut kan mau jagain kalian dari cowok-cowok nakal." Rengga dan Rio saling senyum.
"Oke. Janji Abang Dita pegang. Ga boleh larang-larang, ga boleh rese, dan nikmati konsernya." Dita tersenyum menang.
Rengga, Vina dan Rio menatap Dita aneh.
"Tarrrraaaaaaa," Dita menunjukkan 2 tiket lagi yang ada ditangannya.
"My Bestie Dit Dit ulala emang paling pinter." Vina senang.
"Duh seneng banget deh gw punya kakak ipar kayak Dit Dit, nah kalian Abang dan Rio harus tetapi janjinya." Vina senyum-senyum kepada 2 pria yang kalah telak.
Vina dan Dita tertawa bersamaan.
"Oh,,, Sekarang udah pinternya, Nakal, Ya, Malam ini Dita Ayang Bakal Abang Hukum berkali-kali. Rio Bawa Vjna ke Kamar." Rengga langsung menggendong Istrinya kekamar.
"Sayang, kamu awas jangan berisik. Aku cium nanti!Rio menggendong Vina membawanya masuk ke kamar.
Suasana kamar mereka gaduh layaknya perang dunia namun mereka senang dan bahagia.
.
.
.
.
Dita sekarang pinter ya
Berkat didikan Vina mereka semakin bestie
Kakak ipar rasa teman ya begini
Rengga dan Rio Harus banyak belajar agak lebih kompak dan tidak kena tipu istri mereka.
.
.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...