
Rengga dan Dita menikmati makan siangnya. Mereka masih berada di taman safari. Menikmati makan siang keduanya duduk bersebelahan. Masing-masing menikmati makanannya dengan sedikit canggung.
"Abang boleh coba makanan kamu?"Rengga mencoba membuat suasana tidak canggung.
"Eh, Silahkan Bang."Dita mempersilahkannya.
"Abang mau disuapin dong."Pinta Rengga.
Rengga memiringkan tubuhnya kearah Dita dan Dita pun sebaliknya.
Ketika Dita menghadap Rengga, Rengga melihat ada saus menempel disudut bibir Dita.
"Aaaa bang,"Dita hendak menyodorkan sendok berisi makanan dan hendak menyuapi namun Rengga menahan dan tangannya Mengusap perlahan bibir Dita yang menempel saus.
Sikap Rengga itu membuat Dita salah tingkah dan hendak memalingkan wajahnya.
Rengga menyentuh dagu Dita dan kembali mengarahkan ke depan wajahnya.
Tentu dengan posisi berhadap yang begitu dekat bisa dipastikan kondisi jantung Dita sedang Zumba dong.
"Dita, Boleh Abang menanyakan sesuatu?" Rengga dengan mode serius.
"Apakah kamu benar akan dijodohkan dengan anak CEO korea?"Rengga nampaknya mencari kebenaran.
"Oh, itu. Sebenarnya awalnya Dita hanya menganggap Mr. Lee Min Ho hanya sekedar basa basi. Namun setelah selang beberapa hari, Dita ditelp oleh seseorang yang merupakan anak dari Mr. Lee Min Ho bernama Mr. Lee Jung Suk. Rencana awal sebelum pernikahan Mbak Anara memang 2 Minggu lagi Dita diminta Tante Nita mewakili dirinya untuk ke korea dalam rangka survey Gangnam Beauty. Namun dengan rencana pernikahan Mbak Anara 2 minggu lagi, Mr. Lee Min Ho dan istrinya yang akan ke Indonesia serta mengajak Putranya. Semula awalnya Dita menganggap hanya sekedar basi-basi biasa. Namun beberapa hari lalu Tante Nita memanggil Dita dan menyampaikan bahwa Mr. Lee Min Ho berniat untuk menjodohkan putranya kepada Dita. Ketika Nanti Mbak Anara menikah kedua orang tua Dita kan datang ke Jakarta, Tante Nita sekalian akan mengenalkan dan sekaligus menyampaikan maksud dari Kel Mr. Lee Min Ho. Begitulah kejadiannya."Jelas Dita.
"Lalu kamu menerima perjodohan itu?" Rengga seperti menahan sesuatu, tergambar dari raut wajahnya.
"Apakah ada alasan bagi Dita menolak?" Dita kini memberanikan menatap wajah Rengga dengan manik matanya.
"Jika apa yang aku katakan tadi padamu, Akankah keputusanmu berubah?" Rengga dengan wajah menyelidiki.
"Perkataan tanpa perbuatan tentu tidak bisa dijadikan landasan untuk mematahkan tindakan. Sama saja dengan apa yang tadi abang sampaikan tentu tidak akan sekuat sebuah ikatan. Karena sejatinya ikatan dibutuhkan untuk menepis rasa yang belum berhak. Suatu hubungan tidak akan bisa menjadikan kata-kata menjadi landasan. Komitmen sebuah hubungan juga akan menjadi Sah dimata Tuhan dan Manusia jika dilakukan dengan cara yang benar. Kata-kata tidak bersifat mengikat karena kata-kata bisa saja berubah.
"Dita menjelaskan.
"Izinkan aku melamarmu kepada kedua orang tuamu. Aku ingin menjadikan kamu halal untukku?Bersediakah Sayang?"Rengga menggenggam tangan Dita.
"Jangan hanya Kata-kata. Buktikan dengan tindakan."Dita menegaskan.
Rengga menatap Dita dengan dengan penuh keyakinan.
"Sediakan waktumu besok, Kabarkan Papa dan Mamamu bahwa besok Aku akan datang melamarmu".Rengga menatap Dita mantap.
"Apakah ini benar? Atau hanya main-main Bang?" Dita menegaskan.
"Aku tidak pernah main-main dengan perasaanku. Boleh aku menghubungi Papa dan Mamamu?"Rengga dengan tegas.
Dita menelpon Papa dan Mamanya di Jogja.
"Pa, Ma sedang apa? Bolehkan Dita Bicara?" Dita menjelaskan.
"Katakanlah Sayang, Apa yang hendak kamu katakan."Papa Dita mempersilahkan.
"Ada yang mau berbicara dengan Papa ditelpon, Apakah papa bersedia?Dita menanyakan kesediaan Papanya.
"Berikanlah."Papa Dita mempersilahkan.
Dita menyerahkan HP kepada Rengga. Rengga menerimanya.
"Selamat Siang Pa, Maaf sebelumnya mengganggu waktu istirahatnya, Perkenalkan Saya Rengga Wisnu Ramadhan. Saya berencana untuk datang kekediaman Papa besok di Jogja untuk Melamar Putri Papa untuk menjadi Istri Saya, Mendampingi Saya seumur hidup dan menjadi Ibu dari Anak-Anak saya. Apakah Papa berkenan?" Rengga meminta izin.
"Ini Dita Pa."Dita menyahut.
"Dita putri kesayangan Papa, Apakah benar yang disampaikan Nak Rengga mengenai lamaran tersebut? Papa Dita menanyakan kebenaran putrinya.
"Seperti yang Bang Rengga katakan kepada Papa adalah benar. Apakah Papa menerima? Dita bertanya.
"Sebagai orang tuamu tentu Papa hanya memberikan Restu terbaik bagimu dengan siapapun asalkan Putri Papa Tersayang Bahagia. Apapun Pilihanmu, sebagai orang tua papa akan merestuinya. Sekarang Papa bertanya kepadamu, Apakah Putri Papa menerima lamaran yang disampaikan Nak Rengga kepada Papa?"Papa Dita bertanya.
"Bismillahirahmanirahom. Dengan Izin Allah, Dita menerima lamaran Bang Rengga Wisnu Ramadhan."Dita menjawab lamaran Rengga.
"Berikan telponnya Papa mau berbicara pada Nak Rengga." Pinta Papa pada putrinya.
"Rengga disini Pa."Rengga
"Nak Rengga jika benar akan niat yang Nak Rengga sampaikan untuk Melamar Putri Papa yang bernama Dita Permata Sari, Maka Papa tunggu kehadiran Nak Rengga dan Keluarga dikediaman Papa di Jogja. Sampaikan Salam Papa kepada Orang Tua dan Keluarga Besar Nak Rengga. "Papa Dita menjelaskan.
"Sekali lagi Rengga ucapkan banyak terima kasih. Insya Allah, Atas izin Allah besok Rengga bersama keluarga akan datang Melamar Putri Papa yang bernama Dita Permata Sari ke kediaman Papa dijogja.
"Baiklah Nak, Papa tunggu kedatangan Nak Rengga beserta Keluarga Besok di kediaman Papa di Jogja." Papa Dita.
Papa Dita menutup telponnya.
Rengga menatap Dita dengan perasaan lega.
"Terima kasih Sayang, Telah memberikan kesempatan kepada Abang untuk menjadikan kamu halal untuk Abang."Rengga menggenggam tangan Dita.
"Terima kasih Abang, Telah memberikan aku kesempatan untuk beribadah bersamamu hingga maut memisahkan." Dita menatap Rengga dengan senyuman.
Rengga membawa Dita dalam pelukannya "Terima kasih Dita Sayangku, Telah menerima Abang sebagai calon imam dalam hidupmu."Rengga meneteskan air mata haru.
.
Akhirnya Papa Gilang dan Tante Nita terharu mengenai Lamaran Dita sekaligus merestui dan mendoakan kebagiaan Dita dan calon suaminya.
.
Mama Dyah dan Vina yang tak hentinya mengucap syukur atas apa yang telah Tuhan berikan. Mengabulkan setiap dia yang iya panjatkan. Mama Dyah terharu bahagia.
.
Kini seluruh keluarga besar berkumpul di kediaman Papa Bagas Wicaksono beserta keluarga Alm. Bapak Bayu Ramadhan. Lamaran diterima dengan baik dan lancar. Seluruh keluarga tersenyum gembira.
.
Jodoh memang Rahasia Tuhan. Tidak ada yang tahu entah kapan dan dengan siapa. Tugas manusia hanya berdoa dan berikhtiar. Semua keputusan Tuhan yang menentukan.
Seperti Rengga dan Dita berawal dari semua tabrakan menjadi keberkahan. Yang utama adalah niat yang baik maka semua akan berjalan baik. Ketulusan hati menerima dan rasa syukur akan menjadikan kebahagian ternikmat. Tiada yang lebih terasa nikmat bila halal menjadi yang utama.
Selangkah lagi Rengga dan Dita akan menjadi suami istri. Tentu ini bukanlah akhir tapi awal kehidupan keduanya. Semoga apa yang dipersatukan Tuhan tidak akan terpisah.
.
.
.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...