Anara

Anara
Chapter 63. Sagara, Shakila, Shafira



Kediaman Rio dan Vina


Selepas dari Dokter kandungan Tasya dan Abimana mampir kerumah Rio dan Vina.


"Ayah, Bunda, ada Uncle Abi dan Aunty Tasya datang!" Kila dan Fira memanggil kedua orang tuanya.


"Keponakan Uncle cantik yang manis lagi ngapain?"Abimana langsung dipeluk oleh Kila dan Fira yang sangat dekat dengan Uncle itu.


"Sya, Bi, darimana?"Vina menyapa adik iparnya.


"Tasya dari kontrol ke Dokter kandungan. Mampir kesini kangen sama triplet."Tasya bercipika cipiki dengan Vina.


"Yo, Sya, Pa kabar nie calon keponakan Uncle Rio?"Rio sambil mengusap perut Tasya dan bertos dengan Abimana.


"Uncle Abi, Aunty Tasya, halo dede baby, apa kabar?" Saga memeluk Tasya kemudian Abi.


"Kita makan dulu yuk semuanya, Mas, Kakak, ade ajak Uncle dan Aunty makan nak." Vina memanggil triplet, Abi, dan Tasya.


Mereka makan bersama


Namun resiko punya anak kembar 3 pastinya bakal rempong dalam setiap kesempatan.


"Sya kamu makan dulu, kasian baby ya sayang."Vina mengusap perut Tasya.


"Gpp Kak Vin, sini aku suapin Saga." Saga memang dekat dengan Tasya.


"Uncle Abi, Kila mau makan sama Uncle aja" " Fira, juga maunya makan sama Uncle"Kila dan Fira selalu senang bilang Uncle Abi datang, entahlah memang pesona Abimana tak akan luntur.


"Kak Kila, dek Fira, Uncle nya mau makan dulu Sayang." Vina selalu dipusingkan dengan tingkah anak-anaknya.


"Gpp Vin, Kila, Fira sini sama Uncle." Abi selalu merasa senang keduanya begitu dekatnya.


.


"Sya, HPL nya kapan?" Vina bertanya.


"Dokternya bilang 1 minggu ini aku lebih baik dirumah saja. Soalnya takut mendadak kontraksi Kak Vin." Aunty aku brokolinya ga pakai ya" Saga yang selalu tidak menyukai brokoli dan Tasya selalu mengiyakannya.


"Abang,,,, brokolinya?"Vina dengan mata sudah membulat.


"Aunty, lihat deh Bunda, Senang banget ngomelin Abang." Saga ngadu ke Aunty Tasya kalo Bundanya galak.


"Bunda benar Bang makan sayur bagus. Brokoli kan sayuran. Sama seperti obat Bang, rasanya ga enak tapi kalo Bang sakit harus minum obat, berarti walau ga enak belum tentu tidak baik." Jelas Tasya pada Saga.


"Oh, gitu ya Aunty, Boleh abang coba sedikit dulu Brokolinya?" Saga akan mencoba.


"Berdua Aunty deh makan Brokolinya. Gimana?" Tasya membujuk keponakannya.


"Boleh donk Aunty." Saga dan Vina memakan Brokoli.


.


Sementara di taman belakang ada Rio dan Abimana.


"Uncle aku masih mau?"Fira yang masih belum kenyang walau sudah 10 suap. "aaaa..." Abi kembali menyuapi Fira.


"Kak Kila makannya ga diteruskan, Ayo Uncle suapi?" Abimana menawarkan.


"Kila sudah kenyang Uncle." Kila memang makannya sedikit.


Rio yang melihat kedua putrinya cuma bisa geleng-geleng kepala.


Shakila mendekati Ayahnya dan duduk. Memang Anak Rio dan Vina meski ketiganya kembar memiliki karakter yang berbeba-beda. Namun karena mereka kembar, ikatan batin ketiganya begitu kuat, jika 1 sakit yang lain ikut sakit.


Shakila lebih pendiam, cantik namun tidak sembarang senyum kesetiap orang, di Playgroup ia sering dijahili oleh temannya yang bernama David. Tapi Meski masih 4 tahun Shakila tidak cengeng, kejahilan David jarang shakila tanggapi. Ia lebih senang membaca buku.


Shafira kebalikan dari Shakila, pembawaan anak 3 tahun ini ceria, banyak teman dan selalu mampu bahkan tak malu untuk menunjukkan rasa sukanya kepada orang lain.


.


"Uncle Abi, Fira mau kasih tau deh sini Fira bisikin." Fira membisiki Abi.


"Kok bisik Fira, ada apa memang?" Abi tersenyum dengan kelakuan keponakannya.


"Kak Kila punya pacar Uncle!" bisik Fira.


"Betulkah?" Abi tersenyum.


"Iya, tapi Kak kila ga suka." Fira membingungkan.


"Loh kok bisa, Fira tahu dari siapa?" Uncle Abi kini menyuapi ice cream karena Fira mau.


"Fira, tau dari David." Fira mengatakan.


"Siapa David?" Abi bertanya pada ponakannya yang hobi makan tapi cantik dan manis.


"Ih Uncle lupa ya, itu loh yang cium Kak Kila." Fira calon Lambe Turah nie.


"Oh jadi namanya David." Abi akhirnya tahu siapa nama bocil playboy itu.


"Tapi, Uncle jangan bilang-bilang Kak Kila, nanti Kak Kila marah sama Fira. Janji?" Fira memberikan kelilingkingnya pada Uncle Abi.


"Uncle Abi! Rama berlari dan memeluk Uncle kesayangannya itu.


"Uncle! Raka dengan gaya cool.


"Hai jagoan-jagoan Uncle bagaimana sekolahnya?"Abi bertanya kepada 2 keponakannya yang kini sudah duduk si bangku SD.


"Goodlah Uncle, Just so so." Raka menjawab.


"Seru banget Uncle, aku punya temen-temen main basket, Habis Ayah dan Uncle sibuk terus." Rama dengan gaya humble dan selalu ceria.


"Kapan Uncle kesini kita main basket dengan Ayah ya." Abi menjanjikan.


"Bener ya Uncle." Rama memastikan.


"Iya, jagoan" Abi mengacak asal rambut Rama.


"Uncle tahu ga, Bang Raka kan suka sama Lily, tapi ga ngaku, kalo ada Lily Bang Raka suka Galak!" Sekarang Rama nie biang gosipnya.


Abimana hanya manggut-manggut mendengar penuturan keponakannya.


.


Malam menjelang Abimana dan Tasya sudah pulang.


Kini ada mereka berlima.


Ayah Rio, Bunda Vina, Saga, Kila dan Fira.


Tampak bersama berada diruang TV setelah makan malam.


"Mas, Kakak dan Adek sebelum tidur jangan lupa siapkan perlengkapan sekolahnya masing-masing. Bunda ga mau ya di telpon Miss Gita kalo mas Saga PR nya ketinggalan lagi." Vian menasehati anak-anaknya.


"Ok Bunda!"


"Baik Bunda."


"Pasti Bunda!


Ketiganya menjawab dengan kompak.


"Bunda kila naik duluan ya. Malam bunda." Shakila naik ke kamarnya.


"Kak Kila tunggu dulu, Fira ikut, bunda aku nyusul Kak kila ya."


"Saga sudah malam, naik ke kamar, lekas tidur." Ayah Rio mengingatkan Saga.


"Oke Yah, Saga naik ya."Saga menuju ke kamarnya.


.


Setelah perhuru-haraan di kamar 3 anak nya yang selalu seperti itu sampai menjelang tidur kini Triplet sudah terlelap ke alam mimpi dikamarnya masing-masing.


.


Rio yang tahu bagaimana repotnya Vina setiap hari mengurus ketiga anaknya.


"Sayang,,, capek ya? Mau aku pijitin?" Rio menawarkan.


"Iya Sayang, anak-anakmu luar biasa!"Vina menepuk nepuk punggungnya.


"Anak-anak kita. Kan ngadonnya bareng sayang."Rio jika sudah berdua dengan Vina masih konyol seperti dulu berbeda jika ada triplet.


Vina tak menanggapi candaan Rio.


Vina berbenah diri dahulu sebelum kemudian naik ke tempat tidur.


"Sayang, Aku kangen deh." Rio kode alam.


"Tapi capek banget sayang."Vina merasa rontok badannya.


"Yah,bkalo kamu ga mau masa aku solo karir, ga asik sayang, mau ya?" Rio mengeluarkan jurus muka memelasnya.


"Oke. Tapi ga berkali-kali. Ga sampe jam 3 pagi. Besok aku ada meetiing sama klien."Vina antisipasi.


"Oke. tapi ga janji"Rio tersenyum.


Begitulah Rio dan Vina yang masih tetap gokil meski sudah memiliki 3 anak.


.


.


.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...