Anara

Anara
Chapter 44. Kehamilan Dita



"Sayang ini testpack nya." Rengga menyerahkan bungkusan yang dibeli olehnya di apotek.


Dita terdiam dan menghentikan langkahnya.


"Tapi kalau nanti hasilnya negatif, Abang pasti kecewa."Dita diduduk ditepi ranjangnya.


"Sayang, Abang mencintai dan menikahimu bukan semata-mata hanya karena anak. Tapi karena Abang ingin selalu bersamamu hingga akhir hayat Abang. Ada ataupun tidak anak dalam rumah tangga kita, tidak akan mengurangi cinta Abang kepadamu sayang. Cobalah."Rengga meyakinkan istrinya.


Dita masuk kedalam toilet dan Rengga menunggu diluar. Dita menampung urine dan memasukkan testpack kedalamnya. Menunggu hasilnya. Ada perasaan cemas dalam hatinya jika negatif takut membuatnya kecewa.


"Sayang kamu gapapa di dalam."Suara Rengga membuyarkan lamunannya.


Dita menatap tespecknya. Dita terduduk lemas di kloset dan badannya lemas. Dita memejamkan matanya.


Rengga takut terjadi apa-apa kenapa lama sekali.


"Sayang, buka pintunya. Kamu gapapa kan?" Rengga makin panik.


Dita keluar kamar mandi melewati Rengga dan duduk terdiam ditepi kasur.


Rengga melihat dita dengan airmata menetes dipipinya. Rengga memeluk istrinya.


Dita memeluk Rengga dengan sakit erat. Tangisannya keluar.


"Sayang, jangan nangis ya, masih banyak waktu kok, kamu jangan sedih gitu saayang. Abang selalu Sayang dan cinta kamu apapun."Rengga sedih dan tidak tega melihat istrinya menangis.


"Abanggg!" Dita dengan tangan memegang tespack nya.


"Iya, sudah, Abang buang dulu ya." Rengga mengambil Testpack ditangan istrinya.


Rengga hendak bangun mau mencari tempat sampah.


"Abang ga mau lihat hasilnya."Dita masih menangis.


"Abang ga mau lihat kamu tambah sedih." Rengga bangun untuk keluar kamar mau membuangnya.


"Lihat dulu bang," Dita menangis tambah kencang.


Rengga jadi semakin panik melihat tangisan istrinya.


"Iya Abang lihat, tapi janji berenti nangis ya sayang."Rengga membuka testpack itu.


Mata terpusat melihat 3 testpack memiliki garis 2 merah.


"Abang Aku hamil" Dita kembali menangis dalam pelukan Rengga.


Rengga memeluk istrinya dengan mengucap syukur atas rezeki yang Tuhan berikan.


"Sayang, yuk kita kedokter untuk memeriksakannya." Rengga membantu Dita berdiri dan bersiap-siap.


.


"Bagaimana dok kondisi istri saya?" Rengga menanyakan kepada Dokter kandungan.


"Selamat Bapak dan Ibu saat ini usia kehamilan memasuki 8 minggu."Dokter kandungan berberikan selamat atas kehamilan Dita.


Rengga dan Dita berpelukan. setelahnya mereka mendengarkan arahan dokter.


"Saya resepkan vitamin, penguat kandungan dan asam folat sebagai pendukungnga. Dirumah jangan lupa minum susu hamil setiap hari. Makan buah dan sayur serta kurangi junkfood dan pemanis buatan. Selain itu, untuk Bapak, selama trimester pertama sebaiknya dikurangi dulu intensitas berhubungannya karena janin masih dalam kondisi rawan lemah. Juga ketika melakukan harap harus hati-hati sekali. Dokter menyerahkan resepnya.


"Baik Dokter kami permisi. terima kasih." Rengga dan Dita keluar dari ruangan dokter.


.


Mereka kembali kerumah.


"Sayang, duduk sini. Jangan capek-capek." Rengga membantu Dita untuk duduk.


"Abang, Aku gapapa kok."Dita duduk sambil mengambil air gelas untuk minum.


"Sayang biar aku aja yang ambilkan." Rengga jadi over protektif.


"Ya ampun, suamiku ini bener-bener siaga." Dita tersenyum melihat suaminya.


Dita meminum air yang disediakan Rengga.


Rengga memeluk istrinya. "sayang terima kasih, telah mengandung buah cinta kita."Rengga menangis memeluk istrinya.


"Iya sayang, kita jaga sama-sama sampai baby ini lahir ya."Dita mengusap Kepala suaminya.


"Abang boleh aku mengabarkan mama Dyah?" Dita meminta izin, karena kini mama Dyah ada di Singapura menemani masa-masa pemulihan tante yang tidak memiliki suami dan Anak.


"Iya sayang, tidak apa. Mama pasti bahagia mendengar kabar ini." Rengga menyetujui.


Dita melakukan panggilan Video Call


"Kabar almama baik sayang, Abang. Tante Mel sekarang sudah keluar dari Ruang ICU namun masih menggunakan alat bantu nafas. Doakan saja tante Mel segera pulih." Mama Dyah menjelaskan kondisi tante Mel.


"Ma, Dita hamil." Rengga mengatakan dengan terharu.


"Benar sayang???? Ya Tuhan mama senang sekali mendengar kabar kamu hamil sayang."Mama Dyah begitu bersyukur hingga menangis terharu.


"Bener ma, tadi Dita dan Abang sudah ke dokter. Dokter bilang kehamilan Dita sudah 8 minggu." Dita menjelaskan pada ibu mertuanya.


"Bagaimana kondisinya?"Mama Dyah menanyakan.


"Dokter mengatakan janin dalam keadaan sehat." Dita menjelaskan.


" Dita sayangnya mama, Maafkan mama seharusnya mama berada disisimu sekarang."Raut kesedihan Mama Dyah.


"Gapapa ma, Doakan Dita semoga selalu sehat dan lancar tidak ada kendala apapun." Dita memahami kondisi mama Dyah yang sedang merawat tante Mel yang tidak memiliki siapa-siapa.


"Selalu mama berdoa untuk putra dan putri mama, serta kini cucu mama. Abang, jaga Dita ya. Jangan sampai Dita kecapean. Dan ingat Abang, Masa trimester pertama janis masih rawan, sebaiknya abang puasa dulu ya, awas menantu mama digangguin!"Mama Dyah berpesan sama dengan dokter.


Rengga mengahut dengan lemas sementara Dita tertawa melihat ekspresi suaminya.


"Abang aku mau memberitahu papa dan mama di Jogja ya." Rengga menganggukan kepalanya.


"Halo Pa, Ma, Pa kabar?"Dita dan Rengga VC dengan mertunya.


"Hai sayang, kabar papa dan mama baik-baik saja. kamu dan Rengga gimana kabar kalian berdua?" Papa dan Mama terlihat dilayar HP.


"Kita berdua sehat dan baik. Pa, Ma, Dita dan Abang Mau memberitahukan bahwa saat ini Dita ssdang hamil." Dita memberitahukan orang tuanya.


"Ya Tuhan terim kasih. Selamat Nak, Papa Mama bahagia sekali mendengarnya. Bagaimana kondisinya Nak?Papa dan Mama begitu sangat bersyukur.


"Dokter mengatakan janin dalam keadaan baik dan sehat." Dita menjelaskan.


"Syukurlah jika begitu. Papa dan Mama benar- benar bajagia mendengarnya. Papa dan Mama mendoakan semoga kehamilanmu diberi kelancaran sampaj dengan melahirkan. Sehat-sehat ibu dan bayinya." Papa dan Mama Mendoakan.


"Terima kasih Pa, Ma, atas doanya." Dita dan Rengga begitu senang dan berterima kasih.


"Nak Rengga, Papa dan Mama titip Dita ya, Ingatkan Dita jangan terlalu capek, Jangan minum vitamin, makan sayur dan buah." Papa dan Mama berpesan.


"Baik Pa, Ma, Dita dan Abang akan saling mengingatkan." Dita menerima dan akan mengingat pesan kedua orang tuanya.


"Papa dan Mama akan kesana, Namun kami belum bisa dalam waktu dekat."Papa dan Mama meminta maaf.


"Gpp ma, Pa. Doakan Dita agar selalu sehat."Dita minta doa kepada kedua orang tuanya.


"Kami selalu mendoakanmu dan Rengga diberikan kesehatan dan keselamatan.


"Abang.... "Dita memeluk Rengga.


"Apa Sayang,,, "Rengga membelai istri tercintanya.


"Abang seneng Dita hamil." Dita bertanya.


Gemas dengan kelakuan istrinya. "Seneng Banget malah. Terima kasih Sayang, kamu mau menikah dengan Abang, , ,Menjadi Istri Abang, Jadi Ibu dari anak-anak Abang." Rengga terharu mendengarnya.


"Dita jadi inget, pertama kali ketemu Abang."Dita mengenang pertemuannya.


"Kamu pasti terpesona dengan kegantengan Abang kan?" Rengga kepedean Narsis.


"Abang tuh dulu nyebelin, Nama aku diganti-ganti lagi. Bocah Ingusan, ABG Labil, Bocil. Huhhhh...." Dita merengut.


"Habis,,, Istri Abang awet muda banget. Kamu malah manggil Abang Om Om Galak." Rengga teringat sambil tersenyum.


"Sayang,,, "Rengga mulai mau aneh,aneh,,,.


"Abaangggg, Dokter dan Mama Dyah tadi pesennya apa?""Dita yang udah paham suaminya sedang OMES.


"Iya sayang, abang inget kok. Nak, baik-baik ya diperut Mama, jangan bikin Mama sakit, Kamu cepet tumbuh kita ketemu 7 bulan Nak," Rengga mengusap perut Dita dan berbicara dengan anaknya yang masih dalam kandungan.


" Nak, kalo kamu laki-laki jangan galak-galak sama perempuan ya, jangan ganti-ganti nama perempuan."Dita mengusap perut nya dan tersenyum.


.


.


.


.


Selamat Rengga dan Dita semoga baby sehat selalu.


Rengga awas inget pesen Dokter dsn Mama Dyah ya!


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...