
Sudah 1 bulan pernikahannya dengan Baskara.
Pagi ini, Anara dan Baskara sedang sarapan sebelum mereka berangkat kantor.
"Sayang, mau mas antar ke kantor?"Baskara menawarkan.
"Aku bawa mobil saja mas, karna siang ini aku rencananya ada meeting."Anara menuangkan secangkir kopi untuk suaminya.
"Tapi apa perutmu sudah tidak sakit?"Baskara mencemaskan Anara.
"Mungkin aku mau datang bulan."Jelas Anara.
"Baiklah, namun kalau sakit lagi kabari mas ya, kita ke dokter."Baskara memakan sarapannya.
Keduanya kini masuk dalam mobil masing-masing. Anara mencium tangan suaminya dibalas dengan sebuah ciuman yang mendarat dikening Anara.
.
Anara mengecek ke lokasi mengenai program baru yang akan running mulai besok. Segala persiapan sudah mencapai 98%.
Program Baru yang akan segera tayang adalah Lifestyle.
Untuk penayangan awal akan menampilkan tema cantik & sehat bersama N'Beauty.
Anara sedang berbincang dengan Dita selaku penanggung jawab Acara tersebut.
"Untuk Host acara kita dalam penayangan perdana siapa Dit?" Anara bertanya kepada Dita.
"Karena masih program baru, kita menggunakan model sebagai daya tarik sehingga mendukung image dari N'Beauty mbak, Ini profil model yang besok menjadi host pada penayangan perdana." Dita menyerahkan file dari Acara tersebut.
Anara melihat file tersebut membaca dengan seksama.
"Durasi 1 jam sudah berikut dengan commersial break apakah mampu merefresentasi tema setiap oenayangannya Dit?" Anara masih membaca beberapa informasi tentang roundown program baru.
"Kami sudah membuat pilot acara tersebut sebelum penayangan besok. Mbak Anara mau melihat?" Dita menyodorkan Ipad ke Anara.
Clara Olivera.
Melihat kakak sepupunya melamun Dita menyadarkannya.
"Mbak Anara, ada yang harus kami dan tim perbaiki?" Dita bertanya.
"Pemilihan Host prosedurnya seperti apa?" Anara penasaran bagimana Clara terlibat dalam proyeknya.
"Untuk pemilihan Host berdasarkan Rekomendasi Tante Nita, Selain itu Saat ini Clara Olivera juga sedang naik daun karena prestasinya memenangkan Miss Universe 2021 yang diselenggarakan di Israel." Dita memberikan penjelasan alasan pemilihan Clara.
Tiba-Tiba Anara merasa perutnya sedikit kram. Anara memegang perutnya. Dita yang memperhatikan segara menahan Anara.
"Mbak gpp?" Dita melihat Anara memegang perutnya sedikit meringis.
"Seperti mau dapet kayaknya."
"Beristirahatlah Mbak dikantor. Persiapan penayangan perdana besok juga sudah final. Jangan terlalu capek mbak, takut sakitnya bertambah." Dita kepada Anara.
"Fani, kesini sebentar, Tolong cek bagian ini dan ini, saya mau antar Bu Anara dulu ke kantor." Dita menyerahkan kepada Fani.
Masih ingat dengan Fani?Siapa Hayooo?
Kok inget sih kalian!
Benar Fani Alias Frans kini menjadi sekretaris pribadi Dita.
"Beres Mbak Dita, pokoknya Res Beres sama Fani." Begitulah fani semakin gemulai.
Dita mengantar Anara menuju ruangannya. Dita cemas takut kakak sepupunya kenapa-kenapa. Mereka menuju lift, Dita menekan lantai dimana ruangan Anara berada.
Lift terbuka namun ketika hendak masuk.
"Halo Anara, Pa kabar? Lama tak berjumpa." Clara menyapa Anara.
Anara tersenyum "Baik. senang berjumpa dengan mu."
"Maaf aku tidak bisa hadir saat pernikahanmu dengan Mas Baskara. Aku sedang mengikuti kontes saat itu." Clara menatap Anara melihat menatap lekat.
"Tak masalah. Semoga sukses program baru mu ya." Anara segera berlalu.
"Bagaimana mana kabar Mas Bas?"Clara berkata dengan menunggu reaksi Anara.
"Mas Bas Baik. Clara, aku permisi?"pintu lift tertutup, Dita yang melihat kejadian tadi penuh dengan tanda tanya.
"Mbak mau Dita antar ke dokter? Atau mau Dita antar pulang kerumah." Dita menawarkan batuannya.
"Ga usah dulu Dit, Mbak bawa obat yang biasa mbak minum kalau akan menstruasi."kata Anara.
"Baiklah Mbak, Beristirahatlah dulu, jangan terlalu capek. Kalau mbak butuh Dita, telpon Dita secepatnya?" Dita mengkhawatirkan kesehatan Anara.
"Mbak Anara gapapa sendiri di ruangan?"Mau Dita temani?"Dita menawarkan bantuan.
"Gpp Dit, kamu lanjutkan saja pekerjaanmu."Anara meminta Dita kembali melanjutkan pekerjaannya.
"Dita permisi dulu ya Mbak?"
Sepeninggal Dita, Anara yang duduk di sofa kantornya, kembali teringat perjumpaannya dengan Clara di lift.
Anara tahu betul Clara sangat menyukai Baskara. Walaupun Anara percaya bahwa suami memang hanya menganggap Clara dari dulu hanya sekedar adik karena kecelakaan pesawat yang menewaskan ayah dari Clara sejak itu Clara dekat dengan Papa Brata dan Baskara.
Namun Fakta bahwa kini Clara ada didekatnya menyimpan sedikit kekhawatiran tersendiri.
Lamunannya terhenti ketika suaminya menelpon.
Mas Baskara
"Sayang, sedang apa? Mas mau mengajak kamu makan siang, Mas jemput ya?"
"Baiklah Mas, Aku tunggu ya?"
Menunggu suaminya datang Anara memeriksa mengenai konten baru yang akan rilis pada platform youtube.
"Kris, keruang saya, saya tunggu?" Anara memanggil staf TI yang menangani konten di Youtube.
Ketukan pintu, "Masuk."
"Ada apa bu Anara memanggil Saya?" Kris bertanya.
"Saya sudah melihat konten youtube yang akan rilis. Masukan dari saya agar penambahan sponsor dalam konten dibuat lebih natural sehingga penonton melihatnya terkesan alami. Jadi tidak terlihat dipaksakan. Itu saja, nanti setelah revisi kirimkan konten finalnya ya. Silahkan lanjutkan pekerjaan kamu."Anara memberikan arahan pada Kris.
"Baik Bu Anara segera saya akan perbaiki dan akan Saya kirimkan final kontennya. Kalau begitu Saya pamit." Kris kembali keruangannya.
Suara pintu diketuk
Masuk
"Sibuk sayang?" Baskara menghampiri istri tercintanya.
Anara mencium punggung tangan suaminya.
"Mau langsung berangkat mas?" tanya Anara.
"Sebaiknya begitu."Baskara menyetujui.
Kedua keluar ruangan dan berjalan keluar menuju lift.
Baskara menggengam tangan istri disaksikan pegawai Anara yang melihat itu sebagai moment sweet bos bersama suaminya.
CEO kita sweet banget ya. Jadi pingin nikah. Itulah salah satu ungkapan hati pegawai yang melihat live keuwuan Anara dan Baskara.
"Mas Bas, lama tidak berjumpa."Clara menghampiri pasangan yang telah menjadi suami istri.
"Sedang apa kamu disini Clara."raut wajah Baskara terlihat kurang senang.
"Aku adalah host program baru yang akan tayang mulai besok. Bukankah begitu Bu Anara?" Clara menatap tajam kebersamaan keduanya.
"Kami duluan Clara," Baskara menggandeng tangan istrinya agar segera pergi.
"Selamat atas pernikahan kalian berdua, semoga bahagia." Clara mengucapkan kepada Baskara dan Anara.
Lift pun menutup.
Clara masih merasa benci melihat genggaman tangan Baskara pada Anara.
Saat ini mungkin kalian berbahagia. Aku pastikan Baskara akan kembali padaku. Anara, lihat saja nanti.
.
.
.
.
"Anara, kamu sakit sayang? Kita kedokter ya."Baskara melihat Anara memegang perutnya.
Anara hanya menganggukan kepala.
.
Disini RS Anara dan Baskara berada diruang dokter.
"Bagaimana keadaan istri saya dok. Apakah ada yang mengkhawatirkan?" Baskara segera menanyakan.
" Ny. Anara tidak apa-apa hanya saja asam lambungnya sedang tinggi. Apakah Bu Anara sering makan tidak teratur?" tanya dokter.
"Iya dok." Anara membenarkan.
"Oke kalau begitu. Saya resepkan obat untuk menghilangkan rasa kram perutnya. Jangan lupa menjaga pola makan sehat dan teratur. Jangan sampai perut dibiarkan kosong terlalu lama. hingga metabolisme tubub terganggu. Sebaiknya istirahat dulu hingga sakitnya hilang." Dokter memberikan resap dan penjelasannya.
"Kami permisi dok. Terima kasih"
Baskara menebus obat dan segera masuk ke mobil dan anara sudah berada didalam.
"Sayang ikuti ya apa yang dokter katakan, aku ga mau kamu sakit, sedih aku melihatnya."Baskara memegang tangan istrinya dengan rasa khawatir.
"Iya Mas, kedepannya aku akan lebih memperhatikan jam makanku." Anara tidak ingin membuat suaminya khawatir.
"Kamu mau makan apa siang ini sayang? Biar bisa meminum obat." Baskara mulai menjalankan mobilnya.
"Kita ke pelataran saja mas."Anara memberikan jawaban.
.
.
.
.
Aduhhhhh, Ada calon pelakor nie?
Pelakor Pebinor seperti rambutan ya ada musim-musimnya.
Harus siapin desinfektan kayaknya.
Agak virus-virus pelakor lenyap.
Tanpa Pelakor dan Pebinor.
Rumah tangga Anara dan Baskara akan aman dan tentram.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...