
Malam itu Dita sedang dikamar bersama Rengga suaminya sambil menonton drakor di Netflix. Rengga mengusap-usap perut Dita. Dita bersandar di lengan Rengga dan Rengga senang sekali bisa mencium kepala istrinya.
Sejak hamil Kesenangan Dita dengan drakor dan hal-hal yang berbau korea semakin menjadi. Jadilah Rengga mengalah karena setiap santai TV nya hanya dipakai Dita nonton drakor.
Tidak seperti dulu yang selalu kontra jika Dita melihat drakor yang menurut Rengga tidak masuk akal tokoh dan ceritanya.
Namun demi kesenangan Bumil dan kesahatan bayi Rengga mau tak mau terpaksa melihat drakor yang ditonton Dita.
Seperti malam ini Dita sedang menonton Drakor yang berjudul Her Private Live.
"Abang, CEO sweet banget tahu, Lihat deh Tuh? Dita menutup muka dengan bantal dan membukanya lagi." Dita menunjukkan adegan tersebut dimana CEO nya mendadak mencium Sekretarisnya.
Rengga mencium Istrinya seperti yang ditunjukkan Dita dalam drakor.
"Gimana Abang romantis ga?" Rengga seneng dikasih modal modus sama istrinya. Omes 1 (Rengga) dan Omes 2 (Abimana)
"Tapi kok biasa aja ya, beda kalo ngeliat mereka gimana gitu?" Dita semenjak hamil sifatnya seperti Vina suka ceplas ceplos.
"Yah beda donk Sayang, Kalo dia kan cuma acting, Kalo abang kan pake cinta jadi lebih real." Rengga memeluk tubuh istrinya, perut Dita sekarang sudah terlihat besar.
"Abanggggg,,, " Tiba-Tiba Dita menangis.
"Kenapa Sayang,,, kok tiba-tiba nangis. Ayo cerita?" Rengga bingung Dita kenapa. Karena selama hamil Dita lebih perasa dan gampang nangis.
"Aku pengen kue putu." Dita nangis lagi.
"Tapi cari dimana Sayang, tukangnya kan jarang ada. Besok ya sekarang udah malem."Rengga negosiasi.
Tangisan Dita tambah kencang "Abang ga sayang sama Dita, Dita mau kue putu." Dita sambil nangis.
Rengga melihat Istrinya nangis jadi ga tega. " Abang cariin ya, Sayang tunggu dirumah." Rengga segera beranjak dari kasur.
"Dita ikut.?" Dita mengusap airmatanya.
"Sudah malam Sayang, nanti masuk angin kasian baby." Rengga menjelaskan.
"Abang jangan tinggalin Dita sendirian." Dita kembali menangis kejer.
Rengga pusing tapi kasihan melihat istrinya takut anaknya kenapa-kenapa. " Ayo boleh ikut, pake sweater yang tebel ya biar ga masuk angin."
Rengga menyetir mobil ditemani Dita disebelahnya. Rengga membawa mobil pelan agar bisa melihat penjual kue putu.
Dari mulai terdekat sampai 3 jam mereka mencari tidak ditemukan.
Rengga bingung dimana lagi nyari tukang kue putu jam 00.15 wib.
"Sayang sekarang sudah malem, tukang kue putunya juga ketemu. pulang aja yuk. Nanti takut kamu sakit nanti bahaya buat baby." Bujuk Rengga.
Dita menurut dan mereka pulang.
.
Setelah permasalahan kue putu berujung gagal.
Rengga dan Dita setelah membersihkan diri, Kini sudah berada dikasur. Jam menunjukkan pukul 02.10 wib.
Rengga menarik selimat bersiap untuk tidur. Namun lagi-lagi Dita mulai uring-uringan. Melihat Dita uring-uringan Rengga akhirnya merajuk agar istrinya reda dan tidak uringan-uringan lagi.
"Sayang, kenapa ga bisa tidur? Sudah jam 02.00 nanti baby kasian ga bisa istirahat." Rengga sudah menguap.
"Abang Baby katanya mau denger Dongeng. Abang Bacain dongeng ya buat baby." Dita mengedip-ngedipkan mata lalu mencium Rengga.
Rengga yang selalu luluh dengan istrinya menyetujui.
"Sayang mau dibacakan dongeng apa?" Tanya Rengga.
"Dongeng Timun Mas." Pinta Dita."
Dengga mengambil ponsel dan membuka aplikasi dongen dan Ia membacakan penuh sukan cita.
Rengga melirik Dita, ternyata sudah tertidur. Rengga meletakkan HP dan memejamkan mata disaat ini sudah pukul 04.25 wib.
.
Pagi ini Dikamar Dita dan Rengga
Sejak menikah juga Dita mengenalkan bahwa pria juga butuh perawatan di wajah karena seiring bertambahnya usia tanda-tanda penuaan akan mungkin akan muncul.
Dita membantu suaminya memasang dasi. Karena tinggi badan kedua nya Rengga selalu duduk ditepi kasur agak memudahkan Dita memasangkannya.
Rengga selalu punya cara bersikap romantis pada istrinya. Maklum kedua Omes memang selalu punya trik curi-curi kesempatan kepada istri.
Cup.
Rengga melakukan olah raga lidah dengan istrinya dan membuat Dita sampai kesulitan bernafas.
Melepas kegiatan olahraganya dengan tanpa sengaja menyenggol perut Dita yang kini membesar diusia kehamilannya menginjak 8 bulan.
"Duh,,,," Dita mengusap perutnya yang tersenggol tanpa sengaja oleh Rengg saat senam mulut.
"Maafkan Abang Sayang, Baby, Papa tidak sengaja. Habis Papa gemas sama Mama." Rengga sambil mengusap perut Dita istrinya dan berbicara pada anak yang dalam kandungan Dita.
"Nak,,, jangan seperti Papa ya kalo sudah besar. Jangan jadi Om Om Omes!" Dita mengusap perutnya dan mengatakan pada anak mereka yang masih dalam kandungan.
"Kok kamu bilang begitu Sayang, nanti baby berpikir yang tidak-tidak dengan Papanya. Padahal Papanya ini pria yang baik."Rengga membanggakan dirinya.
"Iya deh Papa baik yang yang Omes!" Dita masih saja menjahili suaminya.
"Sayang kapan kamu cuti melahirkan. Kandunganmu audah begitu besar Abang ga tega lihat kamu membaqa perut dan masih ngantor. " Rengga mengkhawatirkan kesehatan istri dan baby." Rengga menggandeng tangan istrinya menuju meja makan.
"Aku ga terlalu sibuk kok Abang kalau dikantor. Hanya saja aku bosen kalau menunggu dirumah sendirian. Nanti Saja menginjak 9 bulan baru aku akan cuti." jelas Dita.
"Baiklah kalau maumu begitu sayang. Sayang bukankah biasanya berangkat agak siang? Abang liat sudah rapi. Ada keperluan dikantor?" Rengga melihat istrinya yang sudah berpakaian selayaknya Dita kekantor.
"Abang Dita ikut sekalian pagi ini ke kantor Abang ya. Dita kepingin makan Nasi kuning dengan kantor Abang. Jadi Nanti Dita kekantornya minta diantar Abang. Bolehkan Bang?" Rengek Dita.
"Apa sie yang enggak buat Istri Kesayangan abang dan baby." Rengga memeluk Dita namun terhalang perut hamil Dita yang besar...
Keduanyapun tertawa dengan hal itu.
.
Kini Dita dan Rengga berada diruang kerja dikantor Rengga. Rengga sudah meminta OB membelikan Nasi kuning pesanan Dita.
Dita duduk disofa. Hari ini dia sering merasakan perutnya mules-mules namun Dita masih santai karena usi kandungannya masih 8 bulanan. "Mungkin Baby laper kali ya mau maka." pikir Dita dalam hati.
Kini Rengga sedang menyuapi Dita makan nasi kuning pesanannyaa. Baru 2 suap Dita merasakan perutnya begitu mules dah melilit. Dita memegang perutnya dan diusap-usap sejenak. Sedikit berkurang.
"Sayang kenapa, perut kamu sakit?" Rengga panik melihat wajah istrinya menahan sakit.
Kening Dita banyak mengeluarkan keringat. Dita merasakan perutnya kini kembali terasa mules dan lebih melilit dibanding sebelumnya.
"Sayang sebaik kita kerumah sakit ya, Abang takut terjadii apa-apa dengan kamu."Rengga bergegas membawa istrinya kerumah sakit...
.
.
.
.
Jangan-Jangan Dita akan melahirkan?
Tunggu kejutan dari Author ya
Selamat menikmati
Jangan Lupa dilike dan komen ya.
.
.
.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...