
"Tasya, ngapain kamu disini?"Rengga kaget adik Rio berada di kantor Abimana.
Tasya bingung menjawab apa.
"Tasya aku minta kerja disini."Abimana menjelaskan situasi Tasya mengapa berada di kantornya.
"Bukannya kamu sedang kuliah Tasya?"Rengga bertanya.
"Iya Bang."Tasya mulai takut.
"Ga, bukankah kamu kesini untuk meeting denganku?" Abimana melihat Rengga kesal.
Rengga menelpon seseorang."Rio kamu segera kesini. Tasya ada dikantor Abimana!"Rengga mengakhiri pekerjaan telponnya.
"Rengga, kamu kenapa? Aku tak punya niat buruk dengan Tasya."Abimana melihat Rengga salah paham.
"Maaf Bi, Rio adalah adik iparku, Tasya adik Rio, Maka Tasya adalah adikku juga. Dia masih kuliah. Cari yang lain kalau kamu mau main perempuan. Jangan Tasya dia adikku!" Rengga dengan ketus.
"Rengga, tampaknya kamu salah paham.Aku tidak pernah bermaksud jahat pada Tasya.
"Tasya, ayo ikut Abang kita tunggu di bawah. Kak Rio akan kesini menjemputmu."Rengga membawa Tasya keluar dari ruang Rengga.
Tasya bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi. Ia juga baru kali ini melihat Bang Rengga marah. Memang Abimana siapa sebenarnya.
"Rengga, kamu salah paham. Tunggu Dulu! cegah Abimana yang membawa Tasya pergi.
Rengga menuju keluar kantor dan mengajak Tasya tunggu dimobilnya. "Kita tunggu disini, Kak Rio akan menjemputmu.
Abimana menyusul keluar. Melihat Tasya duduk dalam mobil Rengga. Saat bersamaan Rio datang.
"Tasya Kamu ada keperluan apa ke kantor Abimana? Bukankah tadi kamu bilang ada keperluan kuliah. Ikut Kak Rio pulang."Rio sedikit kesal melihat Tasya benar berada di kantor Abimana.
"Bang terima kasih, Rio mengantar Tasya pulang dulu ke rumah." Rio membawa Tasya ke dalam mobilnya dengan keheranan melihat wajah kedua kakaknya menjadi lebih serius.
"Iya, kamu pulang duluan saja Abang mau bicara dulu dengan bajingan itu." Rengga kesal Abimana mengusik keluarganya kemarin istrinya sekarang adik iparnya.
Abimana yang melihat mereka masih berada di parkiran, mendekatinya menahan Rio dan Tasya untuk jangan pergi.
"Rengga, kamu salah paham. Rio tidak seperti itu." Abimana menahan Rio agar tidak pergi dan meminta diberi kesempataan untuk menjelaskan dengan tatapan sedih ke arah Tasya.
Rengga mencengram bahu Abimana dan menahannya.
"Bi, kamu memang sahabatku, tapi aku memiliki batas kesabaran. Aku tahu kamu seperti apa, tapi tolong jangan usik keluargaku." Rengga masih tidak terima penjelasan Abimana.
Rengga menahan betul emosinya agar tidak lepas kendali, walau dorongan menjotos Abimana begitu besar.
"Rengga, Aku mengaku salah atas apa yang kubuat kemarin, sengaja mengusikmu dan Dita."Abimana mengakui kesalahannya kepada Rengga dan Dita.
"Aku melakukan hal itu memang benar agar membuatmu marah, mungkin aku memang kemaren masih tidak menerima kamu menikah dengan Dita. Karena Dita memang wanita yang selama ini sedang aku cari. Aku mengaku salah Rengga. Aku khilaf, aku dibutakan oleh rasa kebencian melihat Dita denganmu. Aku sadar Rengga, aku salah, aku minta maaf untuk perbuatanku itu."Abimana menatap Rengga dengan sedih karena Rengga sahabatnya, tampaknya begitu membencinya dan tidak menggubris penjelasannya.
"Namun perkenalan ku dengan Tasya itu tidak ada maksud jahat. Kami bertemu tanpa sengaja. Tasya kemarin membantuku, dan aku membantunya mengantarkan pulang Tasya karena mobil Tasya rusak sedangkan kondisi sudah malam. Lalu memang aku berniat merekrut Tasya bekerja dikantorku karena memang saat ini aku sedang membutuhkan seorang Arsitek untuk mengelola proyek-proyekku termasuk proyek yang saat ini kita jalankan bersama Ga."Abimana menjelaskan kronologis pertemuannya dengan Tasya, Abimana berharap Rengga sahabatnya mempercayai penjelasannya begitu juga Rio yang sedang bersama Tasya.
Ditengah penuturan Abimana akan perbuatan dosanya kepada Rengga dan Dita, serta penuturan Abimana bagaimana ia dan Tasya bertemu hingga Tasya berada dikantornya.
Rio yang kini mengerti mengapa kakak iparnya menatap Abimana kesal saat Abimana dan Dita terlihat mendekatinya, ketika pesta pernikahannya. Rio semakin yakin dengan bisik-bisik yang didengarnya tentang sepak terjang Abimana.
"Pak Abimana, saya memang tidak mengenal Bapak secara pribadi, saya melihat anda hadir dipernikahan saya dan baru bertemu lagi itupun kemarin dirumah anda. Namun sedikit banyak saya banyak mendengar sepak terjang anda. Kini mendengar anda mengusik keluarga kakak ipar saya, saya menjadi yakin akan kebenaran bahwa anda pria seperti apa. Silahkan jika anda ingin bermain, tapi bukan dengan adik saya. Tasya adik saya tidak pantas untuk anda jadikan bahan main seperti selama ini anda lakukan pada perempuan-perempuan lain. Permisi. Bang Rengga aku pamit."Rio membawa Tasya ke dalam mobilnya.Pergi meninggalkan kantor Abimana dan berlalu pulang.
Abimana menatap Tasya kepergian Tasya dengan kesedihan.
"Mohon maaf Bi, Saya Rasa tidak bisa meneruskan proyek ini, silakan cari mitra lain. Kau tidak perlu khawatir aku akan membayar pinalti dan menanggung kerugian karena membatalkan kerjasama proyek ini. Tak jadi masalah hal itu untukku. Namun satu hal yang perlu kamu ingat baik-baik, mulai saat ini aku tidak mau bertemu dan berhubungan lagi denganmu dalam bentuk apapun dan ingat! Jangan pernah berniat untuk mengusik keluargaku. Karena jika itu kembali kau lakukan aku tidak akan segan-segan membuat perhitungan denganmu Abimana!."Rengga segera pergi meninggalkan kantor Abimana.
Abimana paham betul dengan sifat dan sikap Rengga. Ia tahu Rengga tidak pernah main-main akan ucapannya. Abimana menyadari kebodohannya karena memang apa yang Rengga katakan mengenai usahanya mengganggu pernikahan Dita dan Rengga. Namun sejak kemarin pertemuan dengan Tasya, Abi merasakan perasaannya tulus, bahkan ia mulai jatuh cinta pada adik ipar sahabatnya itu.
"Tasya, mas Abi cinta sama kamu."Abimana teringat wajah Tasya saat dibawa pergi Rio, kakaknya.
"Kenapa jadi begini, saat Abimana mulai menemukan pengganti Dita, dan bisa berhenti akan kemarahannya terhadap' Dita dan Rengga. Disaat hatinya yang selama ini terisi sosok Dita seketika terhapus dengan kehadiran Tasya.
Abimana duduk didalam ruang kantornya. Iya merasa bodoh selama ini. Kecemburuannya pada Rengga yang menikahi Dita membuat Ia gelap mata hingga masih berniat merebut Dita. Abimana tidak menyalahkan sikap Rengga kepadanya. Abimana pun sadar akan kelakuan dimasa lalu. Iya sadar memang dirinya bajingan dan playboy." Abimana kesal sendiri dengan dirinya saat ini.
Namun ketika perjumpaannya dengan Tasya tak terbersit sedikitpun mempermainkan atau merusak Tasya. Abimana jatuh cinta pada Tasya. Tasya gadis berbeda yang membuat Abimana seakan menemukan pawangnya.
"Inikah karma dari perbuatanku selama ini?" Ada rasa sakit dalam hatinya.
Abimana merutuki dirinya. Cinta yang baru tumbuh telah terinjak hingga mati bahkan belum sempat mekar.
.
"Kak sebenarnya ada apa, ada apa dengan mas Abi, mengapa Bang Rengga dan kakak marah Tasya berada dikantor mas Abi. Coba Jelaskan ada apa sebenarnya Tasya heran akan sikap Rengga dan Rio.
"Kamu jangan lagi menyebut dan dekat dengan bajingan seperti Abimana. Dia bukan pria yang baik. Abimana menganggap perempuan hanya sebagai mainan. Kakak tidak mau kamu menjadi salah satu mainannya." Rio dengan nada tinggi.
"Kak, Tasya tidak punya hubungan apa-apa dengan mas Abi, Tasya hanya tahu mas Abi orang yang membantu Tasya ketika semalam mobil Tasya rusak, mas Abi hanya membantu Tasya dan mengantar Tasya pulang. Mas Abi tidak berbuat macam-macam kepada Tasya." Tasya menjelaskan awal pertemuan dengan Abimana.
"Tasya, kamu terlalu polos, kamu tidak tahu bajingan seperti Abimana. Kamu terlalu mudah membiarkan orang asing mengantarmu. Kamu tidak tahu Abimana orang seperti apa!"Rio marah meninggikan suaranya.
"Jadi kak Rio menganggap Tasya seperti perempuan gampangan?kak Rio menganggap Tasya tak bisa menjaga diri?Tasya sudah besar kak! Tasya tahu mana yang baik bagi Tasya! Tasya menangis mendengar perkataan Rio kakaknya.
"Kejadian ini kakak harap tidak terulang dan kakak tidak mau ayah sampai tahu peristiwa ini. Kau tahu Ayah pasti marah jika tahu kamu bergaul dengan sembarang orang, apalagi orang itu bajingan seperti Abimana." Rio meninggalkan Tasya.
"Tasya menangis, Ia sendiri bingung apa kesalahannya. Tasya baru mengenal 1 hari Abimana hingga Ia belum bisa menyimpulkan semua kejadian hari ini. Entah mengapa meski baru bertemu Abimana ada perasaan nyaman. Namun Tasya tahu betul Rio bukanlah kakak yang melarang tanpa alasan. Rio juga tidak akan marah besar jika memang tidak ada yang fatal. Namun 1 hari bersama Abimana Tasya tidak melihat Abimana sebagai pria bajingan." Kenyataan yang kini membuat Tasya pusing.
.
Tasya sedang menangis si rumah kakaknya. Sebuah panggilan masuk.
"Mas Abi" Tasya melihat kearah ponsel.
Tasya mengatur nafas agar sisa tangisannya tak terdengar.
"Halo" Tasya menjawab panggilan telpon Abimana.
"Tasya, bagaimana keadaan kamu. Kamu tidak apa-apa kan?" Tanya abi mencemaskan Tasya.
"Tasya tidak apa-apa Pak Abi."Tasya merubah panggilannya menjadi Formal.
"Tasya, kakakmu dan Rengga salah paham. Aku tidak pernah sedikitpun berniat buruk padamu. Apalagi berbuat jahat padamu. Aku tulus. Jujur sejak kemarin pertama bertemu, Aku memang tertarik padamu. Aku memang bukan pria baik sebelumnya. Aku tidak menyalahkan Rengga karena benar dulu aku memang bajingan, tapi sungguh tak ada niat jahat sedikitpun padamu Tasya. Tasya berilah aku kesempatan." Abi meminta Tasya mempercayai ucapannya.
"Aku tidak tahu dan tidak perlu tahu bagimana kehidupan Bapak sebelumnya. Kak Rio dan Bang Rengga bersikap seperti itu bukan tanpa alasan, karena mereka menyayangiku dan tidak mau ada yang menyakiti aku."Tasya menjelaskan.
"Sedangkan dengan Bapak Saya baru mengenal 1 hari. Saya pun belum mengenal Pak Abimana orang seperti apa. Saya mengucapkan terima kasih, karena Pak Abimana berkenan membantu saya kemarin. Tapi untuk selanjutnya Pak Abimana tidak perlu menghubungi saya." Tasya menutup telponnya.
Abimana merasakan begitu sesak dan sakit didadanya. Mengapa Abimana yang dulu dengan gampang berganti ganti perempuan tanpa rasa bersalah kini bisa merasakan patah hati dengan gadis yang baru 1 hari dikenalnya.
"Tasya kamu membuatku gila!" Abimana mengusap kasar wajahnya.
.
.
.
.
Abimana memejamkan matanya. Tuhan sepertinya menghukum aku karena kelakuanku dimasa lalu. Kini ketika aku menemukan wanita yang kucintai masa laluku membuat semuanya berantakan.
Abimana menyesali perbuatannya kepada Rengga dan Dita. Abimana tahu perbuatannya sudah sangat keterlaluan. Abimana menyadari perbuatannya adalah tidakan hina pada hal iya tahu Dita sudah menjadi Istri Rengga, bukan ikhlas menerima malah menuruti bisikan setan.
Hubungannya dengan Renggapun rusak. Hanya karena. Sifat serakahnya.
Entahlah Abimana tidak dapat berpikir jernih.
.
.
.
.
Syukurlah Readers Abimana menyadari kesalahan dan kekhilafannya.
.
.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...