
Dita baru saja sampai bandara ngurah rai. Dita mencari orang yang menjemputnya. Ponselnya berbunyi.
"Pagi, Nak Dita sedang Apa?"Suara seseorang ditelponnya.
"Pagi, Maaf dengan siapa saya berbicara?" Dita tidak mengetahui karena hanya nomor yang tertera.
"Ya ampun,,,, Maaf ini Mom Dyah mamanya Vina."jelas Mama Dyah.
"Maaf Mom Dita tidak mengetahui kalau ini nomor Mom. Mom apa kabar? Ada yang bisa Dita bantu?"Dita menjawab ramah.
"Apakah Nak Dita sedang sibuk hari ini?" tanya Mama Dyah.
"Dita baru sampai bandara. Memangnya ada apa Mom?"Dita menjelaskan.
"Nak Dita mau pergi kemana?"Mama Dyah sedikit kecewa.
"Dita ada keperluan pekerjaan Mom di Bali."Jelas Dita.
"Oh begitu. Sebenarnya Mom hari ini mau mengajak Nak Dita lunch, tapi yasudah tidak apa-apa. Mungkin lain waktu." Mom Dyah sedikit kecewa gagal lagi ia mau mendekati Dita.
"Waduh aku jadi merasa tidak enak mom, sekali lagi Dita mohon maaf ya Mom."Dita meminta maaf dengan kesungguhan.
"Tidak apa Nak Dita. Masih ada lain waktu. Hati-hati ya Nak. Jaga dirimu."Mom Dyah menutup telponnya.
"Iya Mom. terima kasih." Dita menutup telponnya.
Dita terharu atas apa yang terjadi dalam hidupnya. Dita tak berhenti bersyukur kepada Tuhan.
Betapa tidak, Iya memiliki kedua orang tua yang begitu menyayanginya. Memiliki Om dan Tante serta kakak sepupu yang begitu baik bahkan menganggapnya selayaknya anak dan adik kandungnya.
Memiliki Bestie seperti Kak Vina yang selalu sefrekuensi dengan Dita bahkan mereka sama sama menyukai Dunia Perkoreaan jangan lupa mereka Army BTS.
Kini, Mom Dyah juga sangat baik terhadapnya.
"Terima kasih Tuhan, Engkau Maha Baik, begitu banyak kebaikan yang kuterima dari orang-orang baik yang engkau dekatkan padaku.
Dalam keharuannya suara dering HP mengalihkannya.
HP Dita berdering, melihat namanya saja Dita sungguh enggan menerimanya. Siapa lagi kalo bukan Om Om Galak!
"Halo"jawab Dita malas.
"Heh Bocil, HP mu kamu telan! aku chat dan telp berkali-kali kenapa tidak kau angkat!Kau mau kabur ya!"Om Galak lagi ngoceh.
"Om aku lagi males berdebat. Om mau ngapain sih?" Dita menjawab dengan bete.
"Aku bilang jangan panggil Om, memang aku setua itu."Protes Om Galak.
"Emang!"Dita jawab asal.
"Dasar Bocil ga ada akhlak, ga sopan Sekarang cepet bawa bajuku yg kamu laundry?"Om galak mulai berulah.
"Om juga ga sopan. Namaku Dita bukan Bocil. Baju Om aku buang."Dita iseng meledek Om galak.
"Berani kamu buang bajuku! Cepet aku tunggu dikantorku bawa kesini!"Om Galak mulai darting.
"Aku lagi ga dijakarta Om, Lagian Baju Om masih Dilaundry, kemungkinan lusa baru aku balik. Nanti kalo aku sudah balik aku bakal kirim pake kurir ke kantor om."Dita kehabisan energi menghadapi Om Om Galak.
"Jangan Bohong kamu Bocil. Cepet anter bajuku. Kalo Ga Aku akan ketempat kerjamu bawa polisi dan bilang kamu mencuri bajuku!"Om Galak sepertinya kolestrolnya kambuh Nih.
"Terserah Om mau gimana. Silahkan Om datang. Tapi jangan nyesel kalo ga ketemu aku. Lagian Om Lebay baget, Siapa juga yang mau nyuri Baju Om Om, Kalo aku niat nyuri mending nyuri bajunya Jungkook Oppa."Dita jadi kangen Liat Calon Suaminya Jungkook di Youtube.
Dita mematikan ponselnya. Mendengus kasar. Padahal baru saja ia terharu, Kini Dita inget bahwa satu makhluk Tuhan paling nyebelin sedunia fana. Siapa lagi kalau bukan Om Galak!
"Kangen Jungkook Oppa, Oppa Saranghe."Batin Dita.
.
.
.
.
"Ehh,,, Malah Dimatiin. Emang Bocil Ga Sopan." Rengga ngomel-ngomel ga jelas.
"Maaf Tn. Rengga, Saya mau menyampaikan kalau ada Tn. Raditya ingin bertemu Tuan."Sekretaris Rengga memberitahu bahwa ada tamu.
"Suruh masuk. Oh iya kamu kalau masuk keruangan Saya ketuk dulu. Tidak sopan langsung masuk begitu."Rengga menegur sekretarisnya.
Sekretaris Rengga mengetuk berkali-kali hanya saja Rengga tidak mendengarnya. Sekretarisnya mendengar bosnya sedang marah-marah ditelpon bahkan sampai mau bawa polisi.
"Siang Tn.Rengga, maaf jika saya mengganggu. Ada hal yang ingin Saya sampaikan mengenai proyek kita."Raditya masuk ruangan Rengga keduanya berjabat tangan.
"Silahkan duduk Tn.Raditya. Anda mau minum apa? Teh atau kopi?"Rengga mempersilahkan tamunya dan menawarkan minum.
"Teh saja namun tanpa gula."Raditya.
Rengga menelpon sekretarisnya, "Siapkan 2 teh tanpa gula bawa keruangan saya."
"Hal apa yang ingin Anda sampaikan Tn. Raditya?"Rengga menatap Relasinya dengan serius.
"Proyek Pembangunan Jalan yang akan kita kerjakan di Bali nampaknya mengalami sedikit kendala. Jika melihat denah yang ada sepertinya ada 1 titik yang harus kita tambahkan. Namun lahan tersebut saat ini terdapat sebuah resort. Sehingga kita perlu menggusurnya atau merelokasi."Jelas Raditya.
"Seharusnya hal tersebut tidak terjadi, bukankah tanah yang akan kita bangun sudah dibebaskan?"Rengga mencurigai sesuatu.
"Perusahaan kami sudah memberikan surat kepada pemilik gedung tersebut bahwa tanah yang mereka tempati harus segera dikosongkan dan akan diberikan kompensasi."Raditya menjelaskan situasinya.
"Kompensasi? itu tidak ada dalam perjanjian kita. Sebaiknya Tn. Raditya bersama tim membicarakan dulu secara matang. Kami tetap akan mencairkan dana sesuai besar dalam perjanjian yang sudah kita sepakati." Rengga membawa gelagat tidak baik relasinya ini.
Raditya nampak tidak suka dengan sikap Rengga. Namun ia berusaha sebisa mungkin menutupinya.
"Baiklah Tn Rengga tampaknya kita harus mengkaji ulang mengenai perjanjian kita, Saya bersama kuasa hukum saya berserta tim akan mempelajari hal ini lagi. Begitupun dari pihak Tuan, Jika memang keputusan akhirnya kompensasi harus dibayarkan maka Tuan Rengga harus membayarnya.
Jangan Lupa Tuan. Dalam perjanjian kita bahwa siapa yang membatalkan perjanjian maka pihak itulah yang harus membayar kerugian akibat batalnya proyek tersebut.
Kami menunggu jawaban Anda 1 minggu kedepan. Saya pamit permisi Tn. Rengga" Raditya pergi meninggalkan meninggalkan kantor Rengga.
" Sore ini, Tim Proyek Pembangunan Jalan yang berlokasi di Bali berserta tim advokat kumpul di ruang meeting. Saya mau mengkaji ulang perihal kerjasama kita dengan PT. Royal Steel Industri."Raut wajah Rengga nampak serius, "Mau Coba main-main dengan Rengga Wisnu Ramadhan!."
"Selidiki sampai sedetil-detilnya kondisi proyek Pembangunan jalan di Bali. Saya sudah kirim lokasi yang bermasalah. Saya tunggu sore ini."Rengga menghubungi orang kepercayaannya di Bali untuk mencari informasi yang dibutuhkan.
.
.
.
.
Dita mendengarkan penjelasan Penanggung Jawab Resort N'Beauty.
"Boleh saya lihat surat peringatan tersebut?"Dita mengambil dan membacanya dengan seksama. PT. Badyrevi Construction, CEO Rengga Wisnu Ramadhan.
"Baiklah persoalan ini akan saya sampai kepada Ny. Nita selaku CEO N'Beauty. Adapun yang Tim Resort N'Beauty tugas kalian adalah mencari informasi ke Dinas atau Lembaga Terkait mengenai asal usul tanah dimana Resort ini berdiri. Selain itu bentuk tim advocat agar bisa memberikan solusi hukum."Dita memberikan solusi sementara dalam upaya preventif sesuai kapasitas sebagai Vice President N'Beauty. Karna tentu hal ini harus ia bicarakan kepada Tante Nita selaku CEO N'Beauty.
Dita memutuskan untuk pulang malam ini juga karena masalah ini harus segera diselesaikan.
"Selidiki track record PT. Royal Steel Industri secara rahasia." Dita menghubungi orang kepercayaannya yang merupakan detektif.
Dalam perjalanan menuju bandara hendak bertolak ke Jakarta Dita berkomunikasi dengan Tante Nita,
"Tante, Malam ini Dita akan pulang ke kantor, Karena ada hal yang mau Dita siapkan. Tante sudah membaca email yang Dita kirim?"Dita memastikan.
"Tante sudah membaca Dit, Tante setuju dengan langkah yang kamu ambil disana. Besok Tante minta tolong agar kamu menghubungi Tim Advocat untuk Rapat besok. Malam ini kamu tetap harus beristirahat jangan begadang. Tante khawatir kamu sakit. Hati-hati dijalan Sayang."Tante Nita meski merasa bangga memiliki keponakan seperti Dita yang penuh tanggung jawab namun juga ada rasa cemas.
"Iya Tante. Jangan khawatir. Tan, Dita naik pesawat dulu ya."Dita menutup telponnya.
.
.
.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...