Anara

Anara
Chapter 57. Adrian Revan Ibrahim



Abimana menghadang mobil Tasya, Tasya mengerem mendadak. Tasya diam dalam mobilnya. Rasa kesal dengan kelakuan Abi yang cuek terhadap dirinya.


Abimana mendekat pintu mobil istrinya.


Tasya buka pintu


Tasya diam saja


Tasya buka


Klik


Abimana membuka pintu dan meraih tangan Tasya.


Balik ke Apartement.


Tasya menghentakan tangannya


Abi berbalik


Dilihatnya Tasya menangis.


"Ya Tuhan apa yang kuperbuat." Abimana menyadari.


.


Mereka kini berada diapartement.


Keduanya duduk di meja makan.


berhadapan dan Diam.


15 menit berlalu.


.


Tasya bangkit mengambil kunci mobil dan Tasnya.


"Tasya aku ga suka kamu seperti tadi dengan Adrian."


Tasya berbalik mendekat pada Abi.


"Mas Abi, kita diberikan mulut untuk bertanya, Kita diberikan mata untuk melihat, dan telinga untuk mendengar."


"6 Bulan Mas Abi, ga butuh waktu lama untuk mengeluarkan Siapa Mas Abi."


Tasya bergegas pergi, kini Abi memeluk dengan erat.


"Tasya maafkan Mas Abi. Jangan pergi." Abi memeluk Tasya.


.


Kini kedua berada dikamar tidur.


Tasya hendak keluar kamar.


Abi memegang tangan Tasya.


"Mau kemana Sya, jangan tinggalin Mas Abi." Abi memeluk Tasya dari belakang.


"Tasya mau masak mie, Tasya Laper." Tasya segera ke dapur.


Abimana tersenyum dan mengekori istrinya.


.


Tasya sedang menyalakan kompor. Abimana memeluk Tasya dari belakang. "Mas Abi buatin juga dong sayang, Mas Abi juga Laper?"


"Bikin sendiri!" Tasya masih dipeluk sehingga susah bergerak.


"Gimana masaknya, susah kalo begini." Tasya masih sebel.


" Ga mau lepas, bikinin juga." Abi pasang wajah sok manis.


"Iya".Tasya jawab.


Tasya meletakkan mie Abi di depan Abi yang duduk di meja makan. Sedangkan Tasya duduk di sofa ruang tamu.


Abi membawa mangkok mie nya dan menyodorkan ke Tasya.


"Mau disuapin?" Tasya luluh dengan kelakuan suaminya.


Abimana tahu istrinya sudah ga marah.


.


Tasya dipangku Abi yang sedang disuapi Tasya.


Tasya meledek Abi. " Baru lohh ada orang udah nyuekin, bentak-bentak dibaikin diem aja, dirayu diem aja, tapi minta suapin." Tasya mengelap kuah mie yang menetes ke dagu Abi.


"Gak pantes udah tua!" Tasya asal ngomong.


"Oh karena mas Abi udah tua jadi cari yang muda kayak Adrian!" Abi sebel banget harus nyebut nama itu.


Tasya ketawa puas. Oh jadi ceritanya Cemburu? Bilang Boss!


"Pake nanya!" Abi kesel diledek Tasya.


" Kirain masalah apa mas Abi, ada-ada aja." Tasya tertawa.


"Tahu deh yang habis ketemu mantan."Abi kesel .


"Belom jadi mantan, baru ditembak?" Tasya jawab enteng.


"Tadi Adrian nembak kamu!"Abi makin kesel.


" Dulu mas waktu SMA tapi Tasya tolak." jelas Tasya.


Tasya memberikan minum ke Abimana.


"Mau kemana?" Abimana bertanya.


"Mau mindahin piring, mau cuci piring, soalnya tadi ada yang kelaperan habis cemburu berat." Tasya sedang merapikan sisa memasak dan mangkok bekas mie.


Abimana mendekat dan membalik tubuh Tasya menghadapnya dan abi langsung mencium dengan penuh ha he ho hi ha......


"Tadi aja nolak, sekarang," mulut Tasya kembali jadi sasaran Abi.


Tasya digendong ke dalam kali ini Abi mau membuat gemblong.


.


Kini didalam kamar Abi mengusap kepala Tasya.


"Sayang, kamu beneran ga suka kan sama Adrian?"Abi bertanya.


"Kak Adrian itu dulu kakak kelas Tasya di SMU, Tasya kenal dia karena kita anak osis. Kak Adrian juga ketua tim Basket di sekolah Tasya.


Waktu SMU ada perlombaan membuat Design, Nah karena berkelompok sekelompoklah kita. Eh, menang.


"Nah waktu kelulusan Adrian nembak Tasya, tapi ga Tasya terima soalnya Tasya ga boleh pacaran, ayah Sigit itu benar-benar protektif. Sampai Tasya mau kuliah keluar negeri ga boleh sama Ayah karena Ayah ga bisa kontrol Tasya. Padahal Waktu itu Tasya sempat mau memilih kampus ditempat Kak Adrian. Tapi karena Tasya ga boleh keluar negeri. Ywd Tasya ga ambil. Begitu ceritanya." Tasya menjelaskan.


Abi menyadari kalo iya yang salah.


"Sayang, maafin mas Abi, mas Abi salah."Abi memeluk Tasya.


"Lagian mas Abi bukan Tanya dulu, main langsung marah, ditanya ngebentak, sedih Tasya mas, karena Ayah ga pernah bentak Tasya." Tasya mengingat tadi.


"Mas Abi, janji ga bakal begitu lagi." Abimana memohon.


"Iya Tasya maafin." Tasya ikhlas memaafkan suaminya.


"Mas Abi marah soalnya diakan lebih muda dari mas Abi, jadi pikiran mas Abi udah macam-macam. Takut Tasya meninggalkan mas Abi." Abimana jujur dengan kekhawatiran hatinya.


"Mas Abi Aneh, nikah baru 6 udah lupa. Kalo Tasya dari awal mau cari suami yang muda kita ga bakal nikah mas."


"Emang susah kalo menghadapi Bapak-Bapak. Bawaannya tersingung mulu. Kayak Bapak Abimana contohnya."


Tasya langsung langsung dari kasur dan lari. Abi menyusul. tapi kali ini Tasya yang jatuh. Abi meghampiri. Ada luka dimata kaki.


Tasya digendong Abi. Abi mengoleskan obat ke luka Tasya.


"Mas obat lukanya Tasya boleh minta ga." Tasya minta ke abi.


"Dimana lagi yang luka? Mas Abi yang pakein."Abi panik


"Disini mas" Ditunjuk pas hati.


Abimana memeluk Tasya.


"Mas Abi Tasya sedih deh pas mas Abi nolak Tasya begitu. Padahal kan Tasya cinta dan sayang banget sama mas Abi, eh ditolak. Sakitnya tuh disini, di dalam hatiku.


"Mas Abi juga marah, soalnya mas Abi tuh liat kalian ngobrol lama, mas Abi ga ikhlas senyum kamu bagi-bagi, terus dia ngeliatan kamunya begitu banget. Tambah kesel mas Abi jadinya.


"Jadi sekarang masih marah sama Tasya?" tanya Tasya.


"Marah!"Jawab Abi.


"Kalo begini masih marah Ga?"


Tasya langsung mencium bibir Abi. Abi tidak mau kalah dengan Tasya.


Tasya memengang Kris Mpu Gandring Abi


"Kalo yang ini masih marah ga?" Tasya mengedipkan mata.


"Tasya, nakal ya?"Abimana dengan tatapan sejuta makna pada Tasya.


Abimana merasa istrinyaa sudah sama dengannya OMES maniaaaaa, Mantapppppp!


.


Abimana membuka matanya melihat Tasya tidak ada di kamar. Abi segera lompat takut istrinya kabur. Dicari-carinya ga ada.


Terdengar dari arah kolam renang ada suara gemercik air. Abimana menuju kolam renang. Memang tempat tinggal Abi dan Tasya lebih tepatnya layaknya rumah namun berada di lantai 20.


Abi melihat Tasya sedang berenang. Abi menelan air liurnya. Tasya, sukses bikin atas bawah Abi gemeterrr.


Tanpa Babibubebo Abi langsung ikut beranang,


"Mas Abi sudah bangun maaf mas Tasya berenang aja soal Tasya liat mas Abi masih lelap sekali tidurnya. Jadi Tasya berenang dulu.


"Tasya nyiapin makanan dulu deh buat mas Abi."


Tasya baru mau keluar dari air. Abi langsung menggendong Tasya.


" Tasya mau udahan berenang, mau nyiapin mas Abi makan. Emang ga laper?" Tasya bertanya pada Abimana yang sejak tadi pandangannya seperti mau nerkam.


" Mas Abi Laper. Tapi maunya makan kamu."


Adegan selanjutnya, Proses kacang kedelai jadi tempe, dibuat mendoan jadi enak.


Jangan suka cuekin Tasya Bi, Berlian dibuang banyak yang pungut loh!


Punya istri muda dan cantik malah diambekin


Disamber orang nangis


.


.


.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...