
Setelah tiga hari di rumah sakit karena Miki masih merasa sakit akibat jahitan bekas operasi cesarnya, akhirnya ibu dan si kembar pun pulang ke mansion. Setelah seminggu mengajukan cuti, Joshua sendiri terpaksa harus meninggalkan istri dan anaknya untuk bekerja.
"Kalau babeh kagak kerja, tar anaknye makan ape nyak?" goda Joshua saat hendak bersiap mengajar.
"Astaghfirullah Abang, kenapa juga jadi panggilan ala Betawi gitu?" kekeh Miki yang sedang menyusui Jo.
"Abang lagi bingung membahasakan panggilan buat si kembar. Papa mama, papi mami, nyak babeh, bokap nyokap, otosan okasan, Appa eomma... Apa ya enaknya sayang?" wajah Joshua menampakkan kebingungan.
"Jangan bokap nyokap deh tar disingkat bonyok lagi" gelak Miki.
"Iya ya!" Joshua tertawa membayangkan mereka berdua dipanggil 'bonyok' nanti oleh si kembar.
"Sementara papi mami saja ya sayang biar beda dari orang tua kita."
"Baiklah bang" senyum Miki.
"Abang berangkat dulu." Joshua mencium dahi dan bibir Miki, lalu menepuk pelan pipi putrinya yang masih asyik menikmati ASI lalu ke box satu lagi melihat Risa yang masih tertidur pulas lalu mengelus pelan pipinya. Setelahnya dia keluar dari kamar bayi.
"Hati-hati bang" ucap Miki.
Joshua mengangguk lalu menutup pintu pelan.
***
Usai memberi ASI Jo dan membuatnya tertidur, Miki melihat Risa sudah terbangun.
"Duh anak mami udah bangun. Lapar ya?" Pelan Miki menggendong putri keduanya lalu menempatkan untuk mendapatkan ASI satu lagi.
"Pumpkin? Mommy masuk ya" suara Shanum terdengar dari balik pintu lalu membukanya pelan.
"Siapa yang nyusu sekarang?" bisik Shanum takut membangunkan cucunya. Tampak necan - nenek cantik - itu membawakan makanan untuk Miki. Memberikan asi eksklusif untuk dua bayi kembar sangat-sangat melelahkan dan lapar selalu.
"Risa."
Shanum kemudian duduk di tempat tidur yang memang disediakan Joshua dan Hiro di kamar bayi.
"Suamimu sudah berangkat?"
Miki mengangguk. Dilihat putrinya sudah kenyang, Miki dengan pelan membuat Risa bersendawa dan terdengar suara bluurp pelan yang membuat mami dan necannya tersenyum.
"Ya ampun anak gadis kok sendawanya kayak bapak-bapak" kekeh Shanum sembari melihat Miki membetulkan bajunya yang memiliki bukaan depan agar mudah menyusui.
Miki meletakkan putrinya di box yang sama dengan Jo lalu pelan-pelan mengusap paha Risa yang lama-lama tertidur.
Dilihatnya putrinya sudah lelap, Miki pun mendekati sang mommy yang membawakan salmon, alpukat dan beberapa sayur.
"Kamu makan ini dulu, kalau masih lapar nanti mommy masakan sayur bayam dan jagung manis."
Miki pun memakan lahap makanan yang dibawakan oleh mommynya.
"Mommy yang masak?" tanya Miki sembari melahap alpukat nya.
"Daddymu yang membuat" senyum Shanum. Semenjak putrinya hamil besar, Hiro belajar memasak dari istrinya untuk membuat makanan yang bagus untuk ibu menyusui. Miki baru tahu kalau Daddynya rela memasak demi dirinya.
"Whoah! Daddy itu selalu penuh surprise mom" tawa Miki. "Ini enak!"
"Daddymu cuma bisa masak yang gampang-gampang, kalau susah baru diserahkan ke mommy" kekeh Shanum.
"Thanks Mom dan Dad. Love you both. You're the best parents!" Miki memeluk mommynya.
"Mommy juga sayang kamu. Bersyukur kamu mendapatkan suami yang benar-benar cinta dan sayang sama kamu seorang biarpun sekarang dibagi dengan dua gadis lain" gelak Shanum.
"Moooommm" gerutu Miki.
Suara ketukan di pintu membuat keduanya menoleh dan tak lama pintu pun terbuka. Tampak wajah Hiro disana.
"Cucu ojichan lagi ngapain?" tanya Hiro sembari berbisik dan berjalan pelan melihat box bayi.
"Boboks" jawab Miki.
Hiro cemberut. "Kok bobok sih, kan aku mau gendong."
"Sabar ya Dad, baru saja pada bobok" kekeh Miki. Tiba-tiba Miki memeluk Daddynya. "Terimakasih sudah memasakkan maem Mi-chan."
"Enak princess?" tanya Hiro sambil membalas pelukan putrinya.
"Enak banget!"
Miki makin mempererat pelukannya.
***
Acara makan malam ini menjadi ramai karena Brad McGregor datang memenuhi janjinya untuk menengok Miki dan putri kembarnya.
Keluarga Al Jordan menerima Brad dengan tangan terbuka apalagi dokter sudah menyatakan Brad sembuh total dari penyakitnya namun harus selalu rutin cek up setiap bulan. Brad sendiri memutuskan untuk tinggal di Swiss sementara hingga benar-benar clear.
Kini di halaman belakang, Brad dan Joshua tampak menikmati hot choco berdua. Keduanya berbincang akrab bahkan sepakat untuk saling bekerjasama di bidang Art Technology untuk lebih meningkatkan kecintaan publik ke karya seni.
Miki yang melihat suami dan sepupu iparnya menjadi akrab hanya bisa tersenyum bersyukur bahwa semuanya baik-baik saja karena mau bagaimana pun semuanya sudah menjadi keluarga besar.
La Mia Famiglia. My Family. Keluargaku.
***
Menjelang tidur, Miki sekali lagi mengecek kedua putrinya yang sudah terlelap. Miki tersenyum dan apalagi sebuah tangan kekar memeluk dirinya.
"Dua anak cantikku sudah tidur?" bisik Joshua.
"Hu um. Mereka kecapaian kayaknya tadi diajak ngobrol sama Dad biarpun satu arah komunikasinya" kekeh Miki.
"Aku sampai saat ini masih tidak percaya bahwa sumpahku 16 tahun lalu akhirnya terwujud. Mendapatkanmu, menikmati kehidupan berumahtangga, bertemu Appa, mengetahui eommaku, memiliki si kembar... Hidupku sangat indah, sayang." Joshua memutar tubuh istrinya.
Kini keduanya saling berhadapan dan menatap mesra satu sama lain. Miki mengalungkan tangannya di leher suami tampannya.
"Terimakasih Abang atas semua cinta selama ini. Terimakasih menjadi suamiku, papi buat anak-anak kita." Miki mencium bibir Joshua sekilas.
"Terimakasih kamu mau menerima Abang, anak angkat yang tidak diketahui asal-usulnya awalnya, terimakasih kamu mau menerima Appa. Kamu wanita yang Abang sayangi sejak awal bertemu. You're the only one, Miki Jasmine Al Jordan Akandra."
Joshua mencium bibir Miki lalu mel**matnya yang dibalas istrinya hingga akhirnya keduanya kehabisan nafas.
"Duh kalau nggak ingat kamu masih masa nifas" keluh Joshua dramatis yang membuat Miki cekikikan.
"Sabar ya bang, cuma 40 hari kok!"
"Haaaahhhh?" Joshua mengerucutkan bibirnya. "Masih lama Yaaaa."
"Ya sabar lah bang. Habis keluarin dua bayi cantik ini, emaknya harus istirahat dulu agar sehat semua organ kewanitaannya."
"Emak?" Joshua menaikkan satu alisnya.
"Eh? Kenapa?"
"Lucu juga kalau kamu dipanggil 'emak' sayang" kekeh Joshua jahil.
"Abaaaannnggg!"
Si Kembar Josephine dan Marisa Akandra
*** END ***
Yuhuuu
Cerita season 1 Shanum dan Hiro udah end
Cerita season 2 Miki dan Joshua udah end
Nggak ada season selanjutnya yaaa karena author sudah siapkan spin off keluarga Gesrek ini.
Insyaallah setelah natal ( author mau recharge otak ide dan wangsit dulu pas liburan karena harus mempelajari forensik buat ceritanya Ghani ) akan launching.
Thank you buat para readers ku yang sudah mengikuti cerita dua kakak beradik Nabila dan Shanum Pratomo hingga ke putrinya Miki Al Jordan.
Jujur Eike surprise atas supportnya. Arigato, Matur nuwun, Mamaciihh, Thank you.
Support author terus ya supaya semangat berkarya. Eike chayank kalian semua. 😘😘😘
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️