You're The Only One

You're The Only One
Miki, Joshua, Duncan - Season 2



Miki sekarang posisi selonjoran di sofa ruang tengah dengan kaki diatas paha suaminya. Acara hari ini sangat melelahkan namun membuat kedua pasutri itu senang karena semua keluarga besar pada berkumpul minus Brad McGregor yang tidak datang.


Hanya keluarga Al Jordan inti saja yang mengetahui kondisi Brad, dan mereka semua menyimpan rahasia ini rapat-rapat. Mario yang mengetahui putranya meminta bertemu dengan Joshua, mengucapkan terimakasih kepada keponakan dan iparnya Hiro karena tidak menyebarkan cerita soal Brad. Bagi keluarga besar, mereka menganggap Brad sedang sibuk mengurus galerinya.


"Capek sayang?" tanya Joshua sembari memijit pelan kaki istrinya yang mulai membengkak dengan minyak esensial harum lavender.


"Capek lah bang" kekeh Miki sembari menyenderkan tubuhnya di sandaran sofa. "Tapi Mi-chan seneng, semua pada kumpul."


Mansion sekarang sudah mulai lengang karena keluarga Pratomo kembali ke gedung apartemen milik mereka dan pada berkumpul disana. Di mansion hanya tinggal Miki, Joshua, Duncan dan Masayuki yang tidak mau ikut ke apartemen. Senna dan Kai lebih memilih jalan-jalan bersama Javier, adiknya Valora dan sepupunya Rain.


"Yuki paling tidur tuh, nggak kelihatan dari tadi" celetuk Miki.


"Dia sama Mamoru memang seksi sibuk bersama Dad dan Mom. Papa, Appa dan mama juga rempong, pasti lagi istirahat." Orangtua Joshua memilih untuk beristirahat di sebuah penginapan khas Jepang yang berada di pinggiran kota Tokyo untuk refreshing.


"Ni-chan memang kemana bang?" tanya Miki.


"Lho kan anter mom dan Dad. Sekalian mau diskusi sama budhe Nabila soal pekerjaan."


Miki mulai terkantuk-kantuk akibat dipijat kakinya.


"Enak bang pijatannya" gumam Miki yang pelan menurunkan tubuhnya dan kepalanya dia beri bantal sofa.


"Tidur saja disini, sayang. Abang udah gak kuat gendong kamu. Takut jatuh!" kekeh Joshua.


Miki tertawa pelan. "Aku besar banget ya bang?"


"Wajar lah! Kamu bawa dua anak kita di dalam jadi membesar deh perutnya."


"Abang nggak keberatan punya istri besar begini?" Jujur Miki merasa insecure melihat kondisi tubuhnya.


"Untuk apa keberatan sayang? Menjadi ibu itu sebuah anugerah yang tidak ternilai! Abang malah berterimakasih kamu mau memiliki anak bersama Abang." Joshua berbisik ke wajah Miki. "Kamu selama hamil semakin seksih."


Wajah Miki memerah. "Abaaaannnggg!"


Joshua tertawa terbahak-bahak namun tawanya terhenti ketika melihat Duncan datang menghampiri keduanya di sofa sambil membawa bir.


"Whoah, D! Kusut nampak?" goda Miki.


"Shut up, M!" sahut Duncan kesal.


Miki yang sudah biasa melihat Duncan kesal hanya tertawa tapi tidak dengan Joshua.


"D, please be nice ke istriku" tatap Joshua dingin.


Duncan menatap balik Joshua dan selanjutnya menatap Miki "Sorry M."


"It's okay D. Soal cewek?" kekeh Miki.


"Hah?"


"Yuki, Ryoma, Eiji dan Javier tadi cerita heboh di pas kita kumpul tadi. Sayang kamu sudah di kamar."


Obrolan mereka terhenti ketika seorang pelayan datang memberikan paket untuk Duncan.


"Ada paket untuk tuan Blair."


"Oh. Thanks Jin."


Miki dan Joshua hanya memandang melihat Duncan membuka paketnya dan tampak ponsel mahal baru yang dikirim.


"Ponselmu kenapa D?" tanya Joshua.


"Hancur" jawab Duncan kalem.


"Astaghfirullah. Sudah berapa ponselmu yang hancur D?" Miki menggeleng-gelengkan kepalanya. Ponselnya sendiri sudah berusia dua tahun dan masih baik-baik saja.


"So far, sudah empat" jawab Duncan cuek.


"Astaga, D" kekeh Joshua.


"Siapa itu Rhea Greesa Giandra?" Pertanyaan Miki bagaikan sebuah bom atom yang dijatuhkan di kepala Duncan.


"How do you know?" bisik Duncan.


"Javier. Dia sempat melihat video itu dan berusaha mencari tahu."


Joshua menatap Duncan. "Do you like her?"


Duncan menatap Joshua. "Kamu tahu kan rasanya sudah jatuh cinta sejak kecil, J?"


"Ohya, dan aku membutuhkan 15 tahun untuk bisa mendapatkan wanita ini" senyum Joshua sembari mengelus kaki Miki.


"Aku sudah memintanya bahkan dari dia bayi."


Miki dan Joshua terperangah. "Whoah! Kamu lebih gila dari aku!" gelak Joshua.


"Berapa selisih usiamu dengan dia?" tanya Miki.


"Tujuh tahun."


"Dia masih remaja D, jangan kamu ajak nikah sekarang ya" ledek Joshua jahil.


Duncan manyun mendengar godaan sepupu iparnya.


"Aku menunggu sampai dia berusia dua puluh baru aku bertindak."


"Bagus D. Biarkan dia menikmati masa remajanya dulu" ucap Miki.


"Dia cantik D" komentar Joshua ketika mencari tahu siapa gadis yang diincar Duncan.



Introducing Rhea Greesa Giandra


Joshua menunjukkan foto Rhea di akun sosial medianya.


Duncan menatap Rhea tanpa berkedip. Joshua tersenyum melihat Miki yang sudah senyum-senyum sejak tadi.


"Kamu tahu sayang, itu wajahku ketika melihat dirimu sedang membuat pastry yang kamu posting di akun sosial kamu. Can't blink at all saking terkesimanya" Kekeh Joshua.


"Begitukah kalau pria benar-benar jatuh cinta? Sampai terbengong-bengong begitu?" Miki mengedikkan dagunya melihat wajah Duncan yang terkesima dengan Rhea yang ada di ponsel Joshua.


"Begitulah sayang. Kami bisa gila jika menyangkut wanita yang spesial di hati kami." Joshua mencium bibir Miki sekilas.


"Kalian bisa nggak sih nggak mesra-mesraan di depanku!" omel Duncan kesal.


"Sorry D, kami kan udah sah plus buktinya di perutku ini" kekeh Miki polos tanpa dosa.


"Haaaiissshhhh!"


Joshua menatap Duncan. "Kejar dia D. Kamu akan menyesal jika tidak melakukannya."


"Of course J."


"Ohya, siapa pria yang memberikan buket bunga kepada Rhea?" tanya Miki yang memang kemarin melihat resital piano Rhea melalui akun YouTube Pemerintah Kota Jakarta yang mengadakan acara pertunjukan piano klasik bagi para kaum expatriate yang melakukan bisnis disana.


"Gozali. Kakak angkat Rey."


"Whoah! Sainganmu berat D!" seru Miki yang masih membrowsing ponselnya.


"Kenapa sayang?" tanya Joshua kepo.


"Pria ini memiliki perusahaan keamanan tingkat tinggi yang ditujukan untuk para CEO dan artis tingkat dunia. Kantor pusatnya memang di Jakarta tapi cabangnya ada dimana-mana."


Miki mencari lagi. "Ternyata Dad juga memakai jasa keamanan mereka."


"Dia menyewakan bodyguard?" tanya Joshua.


"Hu um."


"D, dia punya bodyguard banyak lho" goda Joshua.


"Bukan masalah buatku!"


Miki dan Joshua tergelak. Sepupu mereka satu ini memang dikenal dingin.


"Susah memang kalau bicara dengan Mafia." Miki tertawa mengingat Duncan yang mengambil alih semua perusahaan McGregor-Blair yang awalnya memang berawal dari mafia klan McGregor.


Duncan hanya tersenyum smirk. "Aku hanya berurusan dengannya, bukan anak buahnya."


"Semangat D. Kita semua mendukung mu."


"Thanks M. Semoga aku bisa seperti kalian, memiliki pasangan yang saling mencintai dan bisa memiliki keluarga."


"Aamiin."


***


Yuhuuu Up pagi.


Semoga bisa up lagi tar sore atau malam Yaaaa


Thank you for reading


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️