
Miki melongo melihat Joshua masih tetap berlutut sembari menunjukkan cincin bertahta berlian yang dia tahu harganya pasti selangit.
Bagaimana ini? Kalau aku tolak, mempermalukan bang Joshua. Aku terima, tapi aku tidak mencintai bang Joshua. Aku harus bagaimana ini?
"Miki?" suara mama Shanum terdengar di telinga putrinya. "Follow your heart nak."
Shanum tahu putrinya masih proses menata hatinya yang patah namun tidak menyangka akan secepat ini Joshua melamar putrinya.
Miki menatap mommy dan daddynya seolah minta jawaban apa yang harus dia katakan pada pria yang masih setia berlutut itu. Papa Hiro hanya memberi kode 'up to you'.
Setelah hampir dua menit Joshua berlutut dengan satu kaki dan mengalami semutan, dia masih setia menunggu jawaban gadis yang ditunggunya selama 15 tahun ini.
Miki menatap Joshua dengan wajah yang tidak dapat ditebak oleh pria itu.
"Bang Joshua yakin mau menikah dengan Mi-chan?" tanyanya.
"Yakin!" jawabnya tegas.
Miki tersenyum tipis. "I will."
"Alhamdulillah!" sontak semua anggota keluarga yang disana langsung lega mendengar ucapan gadis itu.
Joshu pun memasangkan cincin cantik itu di jari manis kiri Miki dan ternyata pas. Miki pun takjub melihat cincin itu pas di jari lentiknya. Joshua pun berdiri lalu mencium kening gadis cantik itu.
"Ehem!" suara Hiro membuat semuanya kaget. "Kamu belum minta ijin papa lho Josh!"
Joshua nyengir. "Ijin pa, cium kening dik Miki."
"Telat bambaaannggg!" teriak Mamoru dan Sabrina bersamaan yang membuat semua orang disana tertawa.
***
Kedua saudara kembar itu memulai acara dengan tiup lilin walaupun duo M agak malu seperti anak kecil pakai acara seperti itu. Lalu mereka melakukan video call dengan opa Akira dan Oma Raina yang bahagia mendengar kabar Miki sudah bertunangan dengan Joshua.
"Selamat ya sayang, mama bahagia akhirnya Joshua mendapatkan apa yang dia idamkan sejak 15 tahun lalu." Tante Fyneen memeluk Miki usai acara.
"Mama?" kekeh Miki.
"Iyalah, kan Miki sekarang jadi menantu mama" senyum Tante Fyneen.
"Baik ma" jawab Miki.
"Dik" panggil Joshua ke Miki. "Bisa ikut Abang sebentar?"
"Sebentar ya ma" pamit Miki ke tante Fyneen.
"Iya sayang."
Miki pun menghampiri Joshua lalu keduanya berjalan ke halaman belakang yang terdapat gazebo dengan bunga-bunga cantik yang sudah ditata dengan lampu warna kuning.
Miki tercengang melihat gazebo yang biasanya ala kadarnya karena jarang disana sudah ditata cantik.
"Abang yang buat?" tanya Miki.
"Abang tadi minta EO yang urus. Lagian tempat ini cocok untuk kita bicara private."
Joshua mengajak Miki duduk di sofa yang ada disana. Keduanya duduk bersebelahan.
"Dik, jujur sama Abang. Kamu menerima Abang karena terpaksa kan?" Joshua menatap tajam Miki yang terkesiap melihat wajah abangnya.
"Sebenarnya iya bang" jawab Miki jujur. "Ada banyak pertimbangan yang aku ambil tadi. Jika aku menolak Abang, aku akan mempermalukan Abang di depan semua orang dan aku tidak mau itu. Aku memilih menerima karena tahu Abang pria yang baik, Abang tidak akan menyia-nyiakan aku dan Abang sudah mencintai aku sejak 15 tahun lalu hingga sekarang. Itu suatu kehormatan bagiku mendapatkan pria seperti Abang."
"Abang tidak akan pernah kekurangan untuk mencintai kamu dik, kemarin hari ini besok dan seterusnya." Joshua menggenggam tangan Miki.
"Apakah setelah kita menikah, kita akan pindah ke Massachusetts?" tanya Miki yang jujur baru menikmati bekerja di Solo.
"Tidak secepatnya karena Abang tahu kamu masih ingin tinggal di Solo jadi Abang tunda kepulangan kesana."
"Memang kita mau menikah kapan sih bang?"
"bulan depan." Miki melongo.
"Secepat itu?"
"Abang nggak mau kita lama-lama pacaran karena Abang maunya pacaran legal" kekeh Joshua.
Miki terdiam. Hingga detik ini pun dia seperti tidak percaya bahwa cincin tunangan sudah melingkar cantik di jari manisnya.
Aku seperti mimpi saat ulang tahun ada yang melamarku.
"Aku belum tahu apalagi Abang bilang mau menikah bulan depan, membuat aku blank tidak bisa berpikir jernih. Apa Abang sudah melamar Mi-chan langsung ke Daddy?" mengingat Daddynya sangat riwil apalagi dia putri satu-satunya.
"Tadi siang aku resmi meminang mu ke Daddy Hiro." Joshua mengganti panggilan kedua orangtua Miki mengikuti cara ketiga anak Al Jordan.
"Apaaa?" teriak Miki.
"Iya sayang, tadi pagi ketika Daddy Hiro datang, aku siangnya datang ke rumah Solo Baru. Didampingi papa dan mama, aku menyatakan bahwa hendak melamar mu tepat hari ini ketika kamu berusia 22 tahun sesuai dengan janjiku padamu bahwa hari ini adalah hari aku menyatakan kamu adalah milikku."
Miki hanya melongo menatap Joshua.
"Daddy menerima Abang jadi calon menantunya?" tanyanya kepo mengingat ketika dia masih mengejar Brad, Daddynya langsung menatap tidak suka.
"Daddy Hiro hanya bilang 'semua Daddy serahkan keputusan Miki karena dia yang akan menjalani pernikahan. Setidaknya Daddy lebih memilih kamu menjadi bagian keluarga Al Jordan.' Dan Abang tadi sempat pasrah kalau memang kamu menolaknya mengingat kamu masih suka dengan Brad McGregor."
Miko masih mencerna semua perkataan Joshua dan jujur dia terkejut ketika pria itu menyebutkan nama Brad.
"Darimana Abang tahu soal Brad?" cicit Miki.
"Apa sih yang Abang tidak tahu soal dirimu?"
Wajah Miki memerah.
"Woooiiii kalian! Ayo masuk!" panggil Mamoru.
Joshua menarik tangan Miki untuk berjalan masuk ke dalam rumah.
***
"Jadi bulan depan kita adakan akad nikah disini?" tanya papa Hiro ke mantan asistennya papa Rudy.
"Joshua minta kita kumpul semua di Solo karena ingin di kota yang memiliki kenangan pertama kali bertemu Miki." senyum papa Rudy.
"Aku tidak menyangka kalau Joshua benar-benar setia menunggu Miki" komentar mama Shanum.
"Aku juga sama mbak" jawab mama Fyneen. "Sejak kalian pindah ke Tokyo, Joshua lebih suka belajar hingga bisa akselerasi dan bisa lulus SMA usia 15 tahun dan diterima di MIT."
"Bahkan aku tidak pernah melihat Joshua jalan sama cewek selama dia menjadi dosen disana" timpal papa Rudy.
"Joshua lulus jurusan matematika lalu menjadi asisten dosen sembari memgambil S2 disana yang membuatnya menjadi dosen tetap. Maka dari itu dia pulang pas lebaran aja itu pun kudu diomeli papanya dulu" kekeh mama Fyneen.
"Ada apa sih dengan jurusan matematika, nggak Alex nggak Kenzo, penggemar matematika" komentar papa Hiro.
"Kalau kamu sayang, matematika yang ada di otakmu hanyalah profit tiap bulan" goda mama Shanum.
"Harus sayang, ada banyak orang yang tergantung dengan perusahaan kita" senyum papa Hiro.
"Dik Fyneen, kita bahas acara akad nikah bulan depan yuk, biarkan para pria berdiskusi bisnis" ajak mama Shanum. "Sebentar ya sayangku." mama Shanum mencium bibir papa Hiro sekilas.
"Yuk mbak. Sebentar ya sayang" pamit mama Fyneen sambil mencium pipi papa Rudy.
Setelah kedua mama cantik itu pergi, papa Hiro memandang papa Rudy dengan serius.
"Apakah kamu yakin princess akan bahagia dengan Joshua, Rud?"
"Aku juga tidak tahu mas" jawab papa Rudy jujur.
"Aku tahu Joshua anaknya seperti apa dan setidaknya dia tidak seperti Brad yang playboy" ucap papa Hiro.
"Semoga princess juga paham, lebih baik dicintai oleh orang yang sangat mencintainya" lanjutnya lagi.
"Mas Hiro, aku rasa Joshua benar-benar mencintai Miki karena setiap aku ke Cambridge, aku tidak pernah melihat ataupun mendapatkan laporan dari anak buahku yang kukirim bahwa Joshua pergi dengan cewek. Hatinya memang hanya untuk Miki" papar papa Rudy.
"Semoga princess bisa melupakan Brad."
***
Yuhuuu
Maaf baru Up
Kemarin sempat blank jadi harus merubah banyak
Don't forget to like vote n gift
Thank you for reading.
Tararengkyu ❤️🙂❤️