You're The Only One

You're The Only One
Flashback ( 3 )



Hiro semakin berusaha untuk mendekati Shanum yang ternyata tidak mudah. Sepupunya yang cerewet selalu berada di sebelahnya. Ya, Vivienne memang sedang melakukan pemotretan di Tokyo tetapi dia juga membuka sebuah butik yang bekerja sama dengan Andhira, istri Reza kakak lelaki Shanum.


Vivienne memang meminta kakak sepupunya itu menjadi desainer interiornya. Alasannya sepele.


"Bisa dibayar dengan harga adik paling cantik paripurna" jawabnya dengan pede maksimal.


Tentu saja semua kakak-kakaknya yang sekarang sedang menikmati makan malam di apartemen Alexa langsung mendesah sebal.


"Lho kan bener mas Alex, diskonnya lumayan lah kalau bayarnya pakai harga adik" cengir Vivienne tanpa dosa.


"Wooii wewet! Dimana-mana yang berhak kasih harga itu yang menyediakan jasa bukan elu bambaaannggg!" Alex menoyor jidat mulus adik sepupunya yang memang keterlaluan pedenya.


"Iisshhhh mas Alex tuh sama ma Jammie! Berani noyorin aku" ucap Vivienne memelas sambil mengusap dahinya.


"Karena emang kamu pantas ditoyor" ucap Jeffry cuek.


"Bang Jay pun sama??? Oh betapa malang nasibku mendapatkan kakak-kakak durjana macam kalian semua" bibir Vivienne mengerucut sok dramatis.


Jeffry suami Alexa saudara kembar Alex memang biasa dipanggil Jay oleh keluarganya.


"Masih untung kak Brandon nggak ada disini, bisa pusing kepalaku melihat kalian reseh tidak berkesudahan!" omel Alexa.


Brandon adalah sahabat Nabila, kakak Shanum ( novel Just The Way You Are - promosi ) yang merupakan pasangan Sean sahabat Nabila dari jaman kuliah di fakultas kedokteran.


"Kudengar kak Brandon pindah ke Manchester?" tanya Alex sambil memasukkan Unagi ke dalam mulutnya.


"Iya, mama yang meminta kak Brandon mengurus hotel kami disana tapi mama meminta aku tidak boleh mengganggu kak Brandon. Mana asyik? Satu kota tapi ga boleh ketemu" keluh Vivienne.


"Lho bang Sean kemana?" tanya Jeffry.


"Bang Sean ikut pindah lah ke Manchester."


Shanum yang sedari tadi diam mendengarkan ocehan keluarganya, langsung mendapatkan komentar dari Alexa.


"Mbak Shanum kenapa?" tanya Alexa.


Shanum hanya menggeleng. "Aku menikmati berkumpul dengan kalian setelah berkutat mengurus tesis."


"Mbak, kamu itu harus have fun. Paris emang romantis tapi Tokyo jauh lebih fun! Aku aja udah dapat list dari mbak Nabila barang-barang Sanrio terbaru. Heran aku sama mbakku satu itu, udah nikah kok ya masih koleksi Sanrio. Untung mas Mike bucin" kekeh Vivienne.


Suara bel pintu membuat mereka terdiam.


"Kamu nunggu tamu mas?" tanya Alexa ke kakak kembarnya.


Alex menggeleng lalu melihat monitor pintunya. Alex tersenyum.


Bener-bener deh si Hiro.


"Halo bro" sapa Alex saat membuka pintu apartemennya.


Hiro tersenyum. "Aku bawakan ini" ucapnya sambil memamerkan paper bag besar.


"Ayo masuk."


Kedua pria tampan itu masuk menuju ruang makan.


Alexa dan Jeffry hanya tersenyum penuh arti, Vivienne dan Shanum hanya menatap tamu Alex.


"Shanum, Vivienne, perkenalkan ini Hiroshi Al Jordan, sahabat ku, Alexa dan Jeffry sekaligus partner bisnis PRC group."


Hiro tersenyum kepada kedua wanita cantik di hadapannya.


Ya ampun Shan, kamu cantik sekali malam ini.


"Ayo duduk bro. Vivienne, kamu pindah sebelah mas Alex sini!" perintah Alex.


"Lha kenapa mas?" tanya Vivienne polos yang mendapat pelototan dari ketiga kakaknya. Sedetik kemudian gadis cerewet itu paham maksud ketiga kakak durjananya.


"Iyaaa iyaaaa aku pindah" Vivienne pun pindah duduk di sebelah kakak lelakinya yang membuat Hiro duduk di sebelah Shanum.


Tanpa suara Hiro mengucapkan "Thanks bro" ke arah Alex yang hanya mengangguk.


"Halo" sapa Hiro.


"Halo. Ketemu lagi ya" jawab Shanum sambil tersenyum.


Untung jantungku kuat!


"Hiro" ucapnya sambil mengulurkan tangannya yang disambut Shanum. "Shanum".


Keempat orang yang melihat pemandangan di depan tetiba merasa kalau mereka menjadi obat nyamuk.


"Vivienne!" gadis tengil itu langsung mengulurkan tangannya ke Hiro yang terpaksa melepaskan tangannya dari Shanum dan menyambut tangan Vivienne.


"Sebentar. Anda Hiroshi Al Jordan? AJ Corp? Pemilik mall di Shibuya?" selidik Vivienne.


"Oh my God" bisik Vivienne lemas.


"Kenapa wet?" tanya Alex.


"Kemarin aku main tarik mbak Shanum Gegara dirimu udah ribut ajah mas, jadi nggak sempat pamit" Vivienne menatap Hiro dengan wajah memohon "Maafkan perilaku aku kemarin ya bang Hiro."


"Whoah! Seorang Vivienne Lee Neville bisa meminta maaf?" ledek Jeffry.


"Bang Jaaaayyy!" rengek Vivienne yang hanya dibalas dengan tawa kakak-kakaknya.


"Ayo makan, aku membawakan ini." Hiro mengambil beberapa kotak besar dari paper bagnya. "Pizza everyone?"



***


Kini Hiro mengantarkan Shanum ke apartemennya setelah tadi mengantarkan Vivienne ke lantai empat. Apartemen khusus milik keluarga Pratomo, memiliki penjaga di setiap lantainya meskipun begitu Hiro tetap bersikukuh mengantarkan gadis cerewet maksimal itu.


Shanum berjalan beriringan dengan Hiro menuju apartemennya yang berada di ujung. Seorang penjaga menganggukkan kepalanya tanda hormat terhadap dua orang dari keluarga terpandang itu.


"Udah sampai" senyum Shanum kepada Hiro yang berada di sebelahnya.


"Apa aku tidak diundang masuk Shan?" tanya Hiro.


Shanun memandang Hiro dan tampak wajahnya ragu-ragu. Aku belum pernah mengajak seorang pria masuk ke apartemen ku kecuali kakak-kakaknya.


"Oh come on Shan, hanya secangkir kopi?" bujuk Hiro. "Lagi pula, kakak-kakakmu semua disini, dan ada penjaga diluar. Mana berani aku macam macam."


Shanum akhirnya menyerah dan mempersilahkan Hiro masuk ke apartemennya yang tertata rapi.



"Wow" Hiro mengagumi penataan Shanum di apartemennya yang bernuansa white and pink, sangat feminim.


"Aku buatkan kopi dulu" Shanum menuju dapur dan menyiapkan kopi untuk Hiro yang masih berkeliling mengagumi interior yang artistik.


"Tak heran kalau kamu lulusan desain interior dengan nilai cumlaude. Seleramu sangat artistik" puji Hiro yang menemui Shanum di dapur.


"Terimakasih" ucap Shanum seraya menyiapkan kopi hitam untuk Hiro sedangkan dia lebih suka kopi hitam ditambah satu sendok teh creamer.


"Kopi hitam dengan gula satu sendok teh?" tanya Shanum.


"How did you know?" tanya Hiro heran.


"Hanya mengira-ngira" balas Shanum sembari menyerahkan cangkir kopi untuk Hiro.


Kini keduanya saling berhadapan dengan dibaatasi meja dapur. Hiro duduk di stool bar yang disediakan disana sedangkan Shanum berdiri di sebrangnya.


"Kopimu enak Shan" puji Hiro sambil menyesap kopi hitamnya.


"Terimakasih."


Hiro lalu menatap Shanum serius yang membuat gadis itu menjadi gugup.


Pria ini mau apa?


"Shanum, apakah kamu percaya cinta pada pandangan pertama?" Hiro tidak melepaskan pandangannya dari gadis cantik di hadapannya.


"Entahlah" jawab Shanum.


"Aku percaya dan aku sedang mengalaminya."


"Eh?"


"Iya Shan. Semenjak aku melihatmu di mallku, aku tidak bisa mengalihkan pikiran ku padamu. Aku... aku benar-benar jatuh cinta padamu sejak saat itu. Wajahmu membuatku tidak bisa konsentrasi bekerja seminggu ini."


Shanum menatap Hiro dengan tatapan tidak percaya.


"Apa yang anda bicarakan?"


"Aku jatuh cinta padamu Shanum Putri Pratomo. Jadilah kekasihku".


Shanum melongo.


***


Yuhuuu


Flashback dulu yaaaa perjalanan awal cinta Shanum dan Hiro.


don't forget like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️