
Miki tiba di bandara Adi Soemarmo dengan perasaan bahagia bisa pulang ke kota yang sangat dikenal pada masa kecilnya. Gadis itu sengaja tidak menggunakan pesawat pribadi Daddynya dan lebih memilih menggunakan pesawat komersil.
Memiliki wajah cantik dan tidak biasa, dengan tinggi 172cm, membuat Miki lebih mirip seorang model dibandingkan chef. Tidak sedikit banyak rumah mode brand ternama memintanya menjadi brand ambassador, namun Miki sendiri tidak menyukai wajahnya terpampang dimana-mana.
"Menjadi cucu Al Jordan dan Pratomo saja sudah beban, ditambah jadi model dengan mukaku tersebar dimana-mana pula. Nggak lah mom, kayak Miki kekurangan uang saja" ucap Miki pada saat itu ketika mommynya mendapat telepon dari dua brand ternama, Gucci dan Hermes yang meminta gadis itu menjadi modelnya.
Akhirnya Hiro dan Shanum pun menolak secara halus semua brand yang berniat memakai wajah dan tubuh Miki meskipun mereka juga rekan bisnis AJ Corp.
Kini Miki lebih suka pulang ke Solo, kota yang tidak banyak orang mengenalnya, kota yang kulinernya selalu membuat dirinya kangen.
Sembari menyeret dua koper Louis Vuitton nya, Miki pun mencari taksi untuk pulang namun matanya menatap sebuah papan nama yang tertulis namanya dan dipegang oleh seorang pria yang mengenakan kacamata hitam. Miki memincingkan matanya.
Miki Jasmine aka Mi-chan
Miki pun menghampiri pria itu. Wajahnya sudah tampak tampan, berkulit putih, tingginya melebihi dirinya dan bibirnya tersenyum ketika melihat gadis itu berjalan menuju ke arahnya.
"Anda siapa?" tanya gadis itu dengan tatapan penuh curiga.
Pria itu membuka kacamata hitamnya.
"Tidak mengenali aku, dik?" sapanya.
Miki ternganga. "Bang Joshua?" Pria itu tersenyum.
"Ayo, pulang" ajaknya sambil menyeret koper milik Miki sedangkan gadis itu mengekornya.
Keduanya berjalan tanpa suara menuju parkiran mobil dan Miki melihat mobil Range Rover hitam ada disana. Joshua memasukkan semua koper di bagasi belakang lalu berjalan ke tempat supir.
"Ayo masuk!" ajaknya.
Miki pun masuk di sebelah Joshua. Matanya tidak lepas-lepas memandangi kakak angkatnya.
"Sudah puas mandangi muka Abang?" goda Joshua yang sudah memakai kacamata hitamnya.
Miki tersipu dan wajahnya merona.
"Wajahmu makin cantik kalau sedang malu-malu begitu."
"Whoah! Abangku sejak kapan jadi tukang gombal mukiyo begini?" seru Miki kaget.
"Sejak aku akan menagih janjimu tepat tiga hari lagi." Joshua memandang Miki dengan wajah serius.
Miki pun terdiam.
Memang apa isi kotak itu?
"Kita ke rumah Solo Baru kan?" tanya Joshua.
"Iya, tapi makan dulu bang. Miki lapar" ucapnya gadis itu dengan nada agak gugup.
Kenapa bang Joshua jadi cakep begini, mirip oppa Korea.
"Adem ayem?"
Miki mengangguk.
Mobil hitam itu menuju jalan Slamet Riyadi tempat restoran legend itu berada. Keduanya pun memesan gudeg dengan opor ayam.
"Abang lama banget di Massachusetts" ucap Miki sambil menggigit ayam.
"Abang kan kuliah disana dik terus kebablasan jadi dosen disana." Joshua menatap Miki dengan lembut.
"Sampai-sampai nggak pernah kumpul keluarga" senyum Miki.
"Kan dah diwakilkan Brina" kekeh Joshua.
"Abang tuh ya" sungut Miki.
"Apa kotak dari Abang masih kamu simpan dik?" wajah Joshua berubah menjadi serius.
"Masih."
Miki menatap Joshua tanpa berkedip.
Maksud Abang apa?
***
Joshua masuk ke kamarnya dengan hati berdebar-debar antara rindu, kesal dan gemas. Semalam Mamoru menceritakan tentang Miki selama dirinya tidak pernah muncul akibat kesibukan dan memberikan kebebasan pada gadis itu. Tampaknya caranya salah.
POV Joshua
Suara ponsel membuat Joshua menoleh dari program gamenya yang terbaru. Nama Mamoru muncul di layar.
"Assalamualaikum tuan Al Jordan" sapanya sambil tertawa.
"Wa'alaikum salam. Dih, abangku satu ini emang njelehi. Panggil kayak biasanya kenapa?" omel Mamoru.
"Lho sekarang kau jadi tuan muda Al Jordan dik" kekeh Joshua.
"Haaaiissshhhh, terkadang aku ingin kembali ke jaman kecil jadi tidak disibukkan perusahaan besar begini" keluh Mamoru.
"Dinikmati dik, banyak orang yang tidak seberuntung dirimu. Jangan lupa ada banyak orang bekerja di bawah AJ Corp, dan semua itu akan menjadi tanggungjawab mu."
"Kalau aku pegang kantor Tokyo, masih nggak papa. Ini aku pegang yang di Dubai dengan Oom Kei karena Kenta masih kuliah." Kenta adalah anak Keiji, saudara sepupu Mamoru yang dua tahun di bawahnya.
"Ohya Bang, Miki pulang besok. Kalau Abang masih suka sama Miki, sebaiknya Abang gerak cepat."
Joshua terkejut. "Why?"
"Abang masih suka sama Miki?"
"Selalu, Moru. Abang selalu mencintainya. Sejak lima belas tahun lalu" jawab Joshua tegas.
"Bang, asal Abang tahu, Miki jatuh cinta dengan Brad McGregor sejak dia berusia 17 tahun. Dan setiap tahun kami kumpul keluarga besar, Brad selalu menolak Miki dan puncaknya kemarin. Kami sekeluarga tahu keputusan Miki untuk pulang ke solo karena hatinya sudah menyerah."
"Apa sampai sekarang Miki masih menyukai Brad?" ada rasa sakit di hati Joshua mendengar gadis idamannya memiliki pria lain di hatinya.
"Butuh waktu untuk move on mengingat selama hampir lima tahun Miki berharap pada Brad."
Mamoru terdiam. "Bang" lanjutnya "Do what you have to do. Miki butuh pengalihan dari patah hatinya dan Abang adalah satu-satunya orang yang aku tahu sangat mencintai Miki dari kecil. Aku yakin Miki akan bisa menata hatinya jika Abang sabar mengambil perhatiannya."
"Apa kamu kasih restu ke Abang?" tanya Joshua meyakinkan.
"Iyalah karena aku tahu Abang memang untuk Miki. Lagi pula, aku kagum ma Abang, punya perusahaan IT yang bekerja sama dengan perusahaan game bahkan game Abang jadi laris manis."
"Kamu tahu tentang perusahaan Abang?" Joshua mengerenyitkan alisnya.
"Abian yang cerita tapi tenang saja hanya aku dan Abian yang tahu, keluarga besar tidak ada yang tahu." kekeh Mamoru.
"Just keep the secret, dik. Abang nggak mau keluarga tahu karena bagi Abang itu privacy Abang."
"Gimana kalau Oom Rudy ma papa tahu?"
"Kalau mereka tahu sendiri, baru Abang cerita tapi kalau dari orang lain, Abang akan diam."
"Oke deh, terserah Abang. Jangan lupa jemput anak patah hati itu besok." Mamoru memberitahukan flight dan jam Miki datang.
POV Joshua End
***
Joshua kemudian mencari tahu siapa Brad McGregor yang membuat Miki patah hati. Tanpa butuh waktu lama, dia berhasil mendapatkan info Bradley Sherlock McGregor.
Berbeda dengan ayah dan oomnya, Brad memilih membangun klan McGregor dengan membuka galeri seni yang menjual hasil karya lukisannya di London dan Chelsea. Brad memang seorang artis dan hasil karyanya terjual mahal sehingga membuatnya sebagai pelukis Milioner.
Well, mungkin Brad tidak mau terikat dengan satu wanita karena sebagai seniman dia terbiasa hidup bebas.
Joshua bisa menyimpulkan hal itu karena daftar perempuan yang berkencan dengannya banyak dan dia tidak rela menyerahkan Miki pada pria seperti itu!
***