You're The Only One

You're The Only One
Flashback end n Pindah



Semenjak pernyataan cinta Hiro yang to the poin, pria itu semakin posesif pada gadis itu. Setiap hari Hiro selalu menelponnya, menyempatkan waktu untuk pergi makan siang berdua karena Shanum bekerja mengurus desain butik milik ipar dan adik sepupunya.


Lama kelamaan Shanum pun luluh dengan perilaku manis Hiro dan dia benar-benar jatuh cinta dengan pria tampan itu. Bahkan kedua orang tua Hiro, papa Akira dan Mama Raina, sang adik Keiji, ikut jatuh cinta dengan Shanum yang memiliki kepribadian yang menyenangkan.


Hingga akhirnya Hiro melamar Shanum di sebuah restauran milik Kei di Dubai yang sudah ditata sedemikian rupa. Shanum menerima lamaran Hiro dan mereka melangsungkan pernikahan di Tokyo dengan pesta sederhana karena Shanum tidak suka kemewahan berlebih.


*** Flashback end ***


Lamunan Hiro buyar ketika putrinya berteriak.


"Daddy!" teriak Miki yang cemberut ayahnya melamun.


"Eh apa princess?" Hiro tergagap.


"Ayo makan siang. Daddy malah melamun. Gini nih kalau ditinggal mommy, jadi melamun deh" omel Miki sambil mengambilkan nasi untuk Daddynya.


"Eh tahu ajah deh princess Daddy kalo Dad kangen istrinya" kekeh Hiro sambil menyendok sayur krecek buatan putrinya. Miki hanya memutar matanya malas.


"Dad over bucin!" omel Miki.



"Hhmmm enak" puji Hiro pada putrinya.


"Nggak pedes kan Dad?"


"Nggak. Pas bangets. Makin pinter masak nih princessnya Daddy."


Miki tersenyum lebar.


***


Akhirnya pelatihan olimpiade selesai juga dan sekarang Shanum bersama Mamoru bersiap pulang ke Solo. Dua orang pengawal merangkap sopir pun sudah siap. Kiko sudah menyusul Shanum ke Semarang sehari sebelum pelatihan selesai.


"Mom" Mamoru menarik baju Shanum.


"Apa sayang?"


"Kita makan enak dulu ya sebelum ke solo" pinta Mamoru.


"Siap Abang".


Kini rombongan Shanum pulang ke solo setelah sebelumnya makan di rumah makan favorit Mamoru.


***


Hiro mengusap wajahnya kasar. Sebuah telepon dari ayahnya merubah semua rencananya yang sudah disusunnya matang.


Anak-anak bisa kecewa ini.


Hiro kemudian menelpon Rudy yang memintanya datang ke rumahnya untuk berdiskusi perubahan yang harus diambilnya.


***


Shanum, Mamoru dan Kiko beserta dua pengawal sudah sampai di rumah. Miki langsung menyambut heboh tapi tidak dengan ayah mereka.


"Lho, mas Hiro kemana bik Sum?" tanya Shanum sambil membawa cucian kotor ke belakang.


"Tadi ada mas Rudy, non. Kayaknya membahas sesuatu penting karena muka tuan Hiro kayak tegang gitu."


Dahi mulus Shanum mengkerut.


Apa ada masalah dengan AJ Corp?


"Bik, tolong siapin camilan sore ya" pinta Shanum.


"Baik non, sekalian buat para pengawal kan?"


Shanum memberikan jempol kanannya.


***


Mamoru dan Miki sudah ramai saling bercerita walaupun saling tidak nyambung. Mamoru menceritakan selama pelatihan tidak bisa kemana-mana dan mommy hanya menunggu di apartemen yang disewa selama dua Minggu, sedangkan Miki menceritakan selalu mencoba resep baru dan masih setiap hari ke rumah eyang Naning untuk belajar masak.


"Kamu ke rumah eyang Naning bener-bener belajar masak kan dek?" selidik Mamoru.


"Iyalah, tanya Tante Rana kalau nggak percaya" decih Miki sebal tidak dipercaya kakaknya. "Emang kenapa sih?"


"Bang Joshua disana?"


"Hu um. Kadang ikut masak juga" jawab Miki polos.


Ish, abangku satu itu modusnya nggak ketulungan.


Suara pintu terbuka membuat si kembar menoleh. Tampak Hiro dan Rudy keluar dari ruang kerja dengan wajah kusut.


"Daddy! Oom Rudy!" seru Mamoru sambil memeluk ayahnya.


"Lho jagoan Daddy dah pulang? Mana mommymu?" tanya Hiro usai memeluk putranya.


"Tante Kiko kemana?" tanya Hiro lagi.


"Tadi sih masih di depan ngobrol sama pak Yudho dan oom pengawal."


"Gimana pelatihan olimpiade nya?" tanya Rudy.


"Capeeekkk tapi aku senang Oom!" jawab Mamoru sumringah.


"Mas, anak-anak, ayo camilan sore" Shanum muncul dari dapur dengan membawakan camilan siomay, hakkau dan pangsit yang baru dikukusnya.


"Lho ada dik Rudy?" sapa Shanum.


Hiro langsung memeluk Shanum yang sedang menata meja makan bersama bik Sum. Semua orang di rumah sudah terbiasa melihat Hiro seperti itu.


"Iya Bu. Saya pamit dulu, Fyneen pasti sudah nungguin." Rudy mengangguk


"Iya, dijaga ya kandungannya. Masih rentan itu dik" pesan Shanum. Fyneen memang sedang hamil muda, sekitar delapan Minggu.


"Pasti Bu. Permisi. Assalamualaikum."


"Wa'alaikum salam".


***


Hiro dan Shanum baru saja menyelesaikan olahraga malam mereka. Berpisah dua Minggu membuat Hiro semakin semangat berci***ta dengan istrinya.


Kini keduanya sedang mengatur nafas yang tadinya memburu menjadi lebih relaks. Shanum mengusap tangannya ke perut sixpack suaminya yang membuat Hiro tertawa.


"Shan, harusnya aku yang mengusap-usap perutmu agar duo M segera dapat adik, bukan perutku yang kau usap" kekehnya.


"Seneng aja liat perutmu ini mas" senyum Shanum yang masih dalam pelukan Hiro.


"Shan" suara Hiro terdengar menjadi serius.


Shanum mendongak menatap wajah tampan suaminya.


"Ada apa mas? Apa ada masalah di perusahaan? Mom and Dad baik-baik saja kan? Baru tiga hari lalu mom melakukan video call sama aku dan Moru pas kita di Semarang."


"Mom dan Dad baik-baik saja. Cuma saja aku ingin tahu pendapatmu jika kita semua pindah ke Tokyo?" Hiro menatap mata indah istrinya.


Shanum terkejut. "Tokyo?"


"Dad, ekspansi ke Australia kerjasama dengan mas Reza dan yang diutus kesana adalah si Ameer. Otomatis aku harus kembali ke Tokyo karena selama ini dia yang urus."


Shanum terdiam. Dirinya sendiri tidak masalah pindah kemanapun namun bagaimana dengan anak-anak. Memang waktunya tepat di kenaikan kelas, cuma yang Shanum takutkan rasa kehilangan zona nyaman yang 1,5 tahun terakhir ini mereka rasakan.


"Ada baiknya besok kita bicarakan dengan anak-anak. Aku sendiri tidak masalah kita pindah kemana asal selalu bersama" ucap Shanum.


"Siapa tahu kita punya anak lagi Made in Tokyo?" goda Hiro yang dibalas senyum oleh Shanum.


"Sepertinya kita harus bekerja lebih keras lagi jika ingin memberi adik buat duo M." ucap pria tampan itu penuh makna.


"Hah?" Shanum tercengang. Bukannya tadi bicara masalah pindah negara kenapa kembali ke topik kemesuman?


"Kamu pengen tambah anak laki-laki atau perempuan?" bisik Hiro yang langsung bergerilya di tubuh Shanum.


"MAAAASSSS!!!"


***


Pagi ini semua kelurga Al Jordan berkumpul di meja makan menikmati sarapan nasi liwet yang sengaja dibelikan oleh Kiko yang rindu masakan khas Solo.


Tentu saja Miki bahagia karena nasi liwet adalah salah satu makanan favoritnya walaupun dia suka semua makanan.


"Abang, princess, Daddy mau bicara serius" Hiro menatap kedua anaknya.


"Apa Dad?" tanya keduanya.


"Bagaimana kalau dua bulan lagi kita semua pindah ke Tokyo dan menetap disana?"


Mamoru dan Miki melongo.


"Haaaahhhh??"


***


Yuhuuu


Up pagi yaaaa


Rencananya cerita Shanum dan Hiro akan segera tamat n lanjut cerita Miki dan Joshua disini juga.


Jangan lupa like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️