You're The Only One

You're The Only One
Klepon Enak



Rana dan Joshua mengantarkan Miki pulang ke rumahnya yang berada di daerah Solo Baru. Sebuah kotak Tupperware berisikan banyak klepon hasil buatannya dipangku oleh gadis cilik itu.


Tadi di rumah eyang Naning, Miki sudah habis banyak klepon dan kalau tidak direm oleh eyangnya bisa-bisa dia tidak makan nasi.


"Miki, memang pada lembur apaan sih?" tanya Rana penasaran. Tidak seperti biasanya kedua kakaknya lembur sampai jam delapan malam.


"Kata mommy, ada pesanan batik sutra dan tulis dari Dubai dan minta ekslusif jadi tadi mengurus desain yang dibuat Tante Fyneen."


Rana manggut-manggut. Dia akui kakak iparnya memang keren kalau desain batik, nggak heran banyak yang suka apalagi desainnya eksklusif.


"Joshua nanti ikut Tante pulang atau dianterin ke rumah?"


"Kalau mama papa sudah pulang, Joshua pulang ke rumah tapi kalau belum ya di rumah eyang ma Tante."


"Bang Josh takut tidur sendirian di rumah?" tanya Miki.


Joshua menoleh ke belakang tempat Miki duduk karena dia posisinya duduk di sebelah kiri tantenya.


"Nggak takut sih cuma mama dah pesan nggak boleh di rumah sendirian" senyumnya.


"Kirain bang Josh penakut" komentar Miki.


"Kenapa memang kalau bang Josh takut?"


"Payah ajah kalau cowok tapi penakut" kekeh Miki.


Rana tertawa terbahak-bahak.


"Sadis ih Miki" komentar Rana.


"Lho iya Tante soalnya di keluarga kami nggak ada kamus takut kecuali takut sama Allah dan orangtua. Tante tahu, mommy pernah hampir dikeluarkan dari kampus di Paris gara-gara menghajar temannya yang mencuri desainnya sampai Oma Niken harus menghadap dekannya".


"Kok Miki tahu?" tanya Rana.


"Oma yang cerita. Terus Tante Vivienne juga waktu SMA sampai dikeluarkan tiga sekolah elite di Inggris Gegara berkelahi".


"Astaga Miki, keluargamu bar-bar banget!"


"Belum Tante Alexa, budhe Nabila dan Tante Yuna. Mereka sama bar-barnya" kekeh Miki. "Tapi yang cowok-cowok nggak sebar-bar istrinya".


"Pak Hiro memang bar-bar kah?"


"Daddy tuh kalau di kantor nyeremin tapi kalau di rumah bucin sama mommy. Bener-bener deh kita sampai susah kalau mau tidur bertiga ma mommy soalnya Daddy pasti ribut!"


Rana semakin keras tertawanya.


"Ya ampun pak Hiro bisa gitu ya!"


Mobil Honda Jazz milik Rana sampai di sebuah rumah mewah dua lantai. Seorang penjaga pun membuka pintu pagar karena sudah hapal siapa yang datang.


"Selamat malam nona Rana" sapa penjaga itu.


"Malam pak. Pak Hiro sudah pulang?"


"Barusan masuk nona."


"Terimakasih". Rana melajukan mobilnya ke masuk ke halaman depan.


Rana, Joshua dan Miki turun dari mobil. Pintu depan yang belum tertutup rapat membuat mereka masuk.


"Assalamualaikum" teriak Miki yang membuat Joshua dan Rana mengelus dadanya kaget.


"Wa'alaikum salam. Astaghfirullah anak satu ini" tegur Shanum baru saja keluar dari dapur.


Miki nyengir lebar. "Mommy, Mi-chan bikin klepon banyak! Nanti makan rame-rame yaa!"


Shanum mengelus kepala Miki. "Bawa ke dapur kotaknya ya."


Miki mengangguk lalu berbalik ke arah Tante Rana dan Joshua.


"Tante Rana, bang Joshua terima kasih sudah mengantarkan Mi-chan".


"Sama-sama sayang" Rana memeluk gadis kecil yang sudah seperti keponakannya sendiri.


"Met istirahat ya dik" sambung Joshua.


Miki mengangguk sambil tersenyum lalu masuk ke dapur.


Shanum lalu menatap Rana dan Joshua.


"Maaf ya aku jadi merepotkan" ucap Shanum.


"Nggak papa kok mbak, santai aja. Ohya Mamoru mana? Pengen aku godain" Rana celingukan dengan muka jahil. Joshua langsung melengos sebal.


"Mamoru sudah tidur tadi aku datang, kayaknya kecapekan belajar" kekeh Shanum.


"Yaaaaa padahal pengen usilin" keluh Rana kecewa. "Ya udah mbak, aku pamit saja deh! Obyek keusilanku dah Boboks".


Shanum tertawa. "Semoga kamu dapat pasangan yang sama dinginnya ma Mamoru biar kamu jahilin setiap hari".


"Tan, Tan, kapokmu kapan Thow?" Joshua menggeleng-gelengkan kepalanya.


***


Shanum masuk ke ruang makan dan melihat putrinya sedang menata klepon di piring saji. Rana dan Joshua baru saja pamit pulang karena hari sudah malam dan Joshua harus sekolah besok.


"Wah, kleponnya cantik-cantik" puji Shanum.


"Iyalah, Mi-chan tadi membuatnya bareng eyang Naning dan Tante Rana" ucap Miki bangga.


"Mommy coba ya pumpkin". Shanum pun memakan satu kleponnya. "Hhhmmm enak!"


"Beneran mom?" mata Miki berbinar-binar.


"Beneran! Wah kamu makin pinter buat jajanan begini. Kapan-kapan bikin sendiri di rumah ya sayang".


"Iya mom, tadi udah dikasih tahu resep dan caranya".


"Ini pada ngapain di meja makan?" tanya Hiro yang baru saja selesai mandi.


"Miki membuat klepon tadi di rumah Bu Naning terus dibawa pulang supaya kita bisa cicipi" jawab Shanum.


"Oh ini namanya klepon?" Hiro mengambil bola hijau yang dihiasi kelapa parut. "Isinya apa princess?"


"Isinya gula merah Dad. Cobain dong!" pinta Miki.


Hiro pun memasukkannya ke dalam mulutnya.



"Hmmm enak princess!" puji Hiro.


Wajah Miki tampak bahagia, hasil karyanya dipuji kedua orangtuanya.


"Coba besok weekend, kamu bikin lagi disini. Daddy pengen liat putri Daddy masak di rumah" pinta Hiro sambil mengambil klepon lagi.


"Beneran Dad? Besok Sabtu Mi-chan mau buat klepon dan bakwan ya!"


Hiro mengangguk. "Kan katanya kamu pengen jadi chef, jadi kasih lihat Daddy besok weekend ya."


Miki mengangguk semangat.


***


Shanum dan Hiro sudah berada di dalam kamar mereka. Hari ini sangat melelahkan bagi keduanya, dimulai somasi, bertemu Ridwan dan lembur demi permintaan putri Arab Saudi.


Seperti biasanya, Hiro hanya tidur mengenakan celana piyama tanpa mengenakan baju. Shanum sendiri masih setia mengenakan daster yang kali ini bewarna merah tanpa lengan.


Keduanya pun berbaring bersama.


"Shan, kamu tuh jarang pake lingerie ya?" komentar Hiro.


Shanum melirik suaminya. "Enak pake daster. Adem."


Hiro hanya merengut. "Padahal kan pakai lingerie kan lebih seksih".


Shanum lalu berbaring miring menghadap suaminya.


"Mau yang seksih?" godanya.


Tanpa basa-basi, Shanum langsung naik ke atas Hiro tepat di perut sixpack nya. Pelan-pelan dia membuka dasternya dan menunjukkan tubuh polosnya dengan dua gundukan di dada yang masih kencang.


Hiro menelan salivanya berulangkali.


"Apa masih kurang seksih?" bisik Shanum di sisi telinga Hiro yang terdengar sangat sen**sual.


Tangan Hiro memegang pinggang Shanum lalu merayap keatas dan menemukan apa yang selalu menjadi favoritnya.


"Ini sih seksih banget Shan" ucapnya parau.


Tiba-tiba Shanum turun dari atas suaminya lalu berbaring memunggungi sambil menutup tubuhnya dengan selimut.


Hiro pun melongo. Disaat juniornya sudah siap-siap malah di PHP.


"Shan! Tanggung jawab!" serunya sambil menyibak selimut diiringi suara tawa Shanum.


Dan terjadilah apa yang seharusnya terjadi pada pasutri.


***


Yuhuuu


Dobel up yaaa hari ini.


Tararengkyu ❤️🙂❤️