You're The Only One

You're The Only One
After Ijab



Kini semua keluarga berkumpul dengan santai, bahkan semua sudah mengganti pakaiannya menjadi lebih nyaman setelah acara sesi foto keluarga dan acara zoom bersama anggota keluarga lain yang tidak bisa datang. Semua keluarga besar Pratomo mengucapkan selamat pada pasangan pengantin itu.


"Selamat nikah lagi! Apa lu ga capek bro ngadain ijab qobul melulu ma orang yang sama?" ledek Alex Reeves sepupu Shanum yang berada di Tokyo.


"Alexander!" Mama Adriana langsung melotot.


"Lho mom, bener kan? Iya nggak Jay?" Alex mencari dukungan dar Jeffry iparnya.


"Aku ga ikutan Lex daripada kena keplak Alexa" jawab Jeffry yang langsung disambut tawa oleh keluarga yang lain.


"Dasar bucin lu bang!" komentar Ryu, adik bungsu Alex dan Alexa.


"Bang Hiro, rencananya aku mau kirim Tesla ke Solo buat kado pernikahan tapi pasti mbakku satu itu ga mau" sahut Rey kakak Ryu yang bekerja di kantor pusat Tesla Palo Alto California. Mama Adriana memiliki empat anak, si kembar Alex dan Alexa, Rey dan Ryu.


"Ga nolak lah kalau gratis!" sahut Shanum sambil tertawa.


"Kasihnya gratis, pajaknya mbak bayar dhewe yaaa" yang disambut tawa lainnya.


"Nggak masalah soal pajak! Kamu lupa aku siapa?" tanya Hiro sombong.


"Tahu! Pria yang ditinggal mbakku tujuh tahun" jawab Rey kalem. Sontak semua yang ikut zoom semakin tertawa keras.


"Sialan!" umpat Hiro.


"Cakeup chuy!" dukung Mike dan Reza.


"Yang penting kalian sudah sah secara agama ya karena secara hukum kalian masih suami istri. Ohya, tolong ditunda malam pertama nya. Masih banyak orang dan kayaknya kamarnya nggak kedap suara" ucap Papa Eddie, suami mama Adriana dengan muka polos.


Semuanya yang berada di forum zoom langsung terdiam. Ta lama kemudian...


"Pa!"


"Dad!"


"Oom!"


"Grandpa!"


"Woi!"


Sontak orang yang tergabung di zoom ramai-ramai menegur Eddie yang malah asyik makan yogurt.


"Lho? Aku kan cuma ingatkan. Tahu sendiri pria kalau puasa lama itu pasti pengen asah biar nggak karatan tuh juniornya."


"Haaaiissshhhh"


"Haddeehhh!"


"Papa gadha jatah malam ini!"


"Lho mama kok ikutan?" protes Alexa.


"Wis bubar zoom nya! Makin nggak ada akhlak kalian! Bye semuanya!" Mama Niken memutuskan hubungan zoom ke keluarganya yang makin lama makin gesrek.


Papa Adrian hanya memegang pelipisnya. Keluarganya memang sering gesrek, dan yang membuatnya makin pusing, semua iparnya pun ketularan hingga ke anak-anak mereka.


"Papa tuh kok bisa sih punya adik-adik gesrek semua. Ada anak kecil disini pula!" omel mama Niken yang hanya disambut tawa keluarga disitu.


"Anak kecilnya mana ma? Udah pada ngilang setelah ganti baju" sahut Reza sambil celingukan mencari putranya yang menghilang bersama sepupu-sepupunya. "Tinggal Savitri ajah disini tapi dia juga bobok, nggak paham omongan tadi."


"Lho anak-anak pada kemana?" tanya mama Raina.


"Tadi sama Kiko, Tante. Katanya mau mancing lagi" jawab Andhira.


"Eh tapi bener kok kata Oom Eddie. Kalian tunda dulu malam pertama nya menjadi suami istri lagi. Masih banyak orang" sahut Mike sambil menyeringai.


Hiro menatap kakak iparnya dengan tatapan tajam.


***


Siang menjelang sore, villa Kaliurang terasa lengang. Mike, Nabila bersama si kembar, Panji dan Joshua jalan-jalan keliling Kaliurang menggunakan salah satu mobil disana. Papa Akira, mam Raina, papa Adrian dan Mama Niken pun jalan-jalan bersama sopir dan pengawal.


Reza sendiri memutuskan tinggal di villa bersama Andhira dan putrinya sambil membuka laptopnya untuk bekerja. Walaupun ini malam tahun baru, Reza tetap menyelesaikan beberapa pekerjaan yang terpaksa dia tinggal karena harus terbang ke Jogja. Istrinya menemani di ruang tengah sambil membuatkan camilan.


Shanum sendiri berada di halaman belakang villa yang sudah dibereskan. Dia menikmati duduk santai di pendopo sembari melihat beberapa pelayan menyiapkan makan malam dan acara barbeque untuk malam pergantian tahun.


"Nur!" panggilnya ke salah satu pelayan.


"Ada apa nyonya muda?" tanya Nur yang mendekati Shanum.


"Perlu bantuan?"


"Tidak perlu nyonya muda. Nyonya santai saja" jawab Nur sambil tersenyum.


"Bener?" tanya Shanum meyakinkan.


"Benar nyonya."


"Baiklah. Kalau butuh bantuan, bilang ya"


"Siap nyonya. Permisi." Nur pun kembali menuju dapur.


Shanum memutuskan untuk kembali ke kamarnya. Dirinya benar-benar lelah fisik mental. Semua rencananya jadi berantakan akibat campur tangan mertua dan orangtuanya. Tidak dipungkiri, dia masih sangat mencintai Hiro hingga detik ini. Mungkin memang harus begini jalannya, apalagi Hiro sudah kembali menjadi Hironya lagi.


Reza yang melihat adiknya berjalan menuju ke kamar langsung menyapa.


"Mau kemana dik?" tanyanya dari balik MacBook nya.


"Mau tidur mas. Capek!" jawab Shanum sambil masih terus berjalan.


"Jangan iya-iya dulu yaaa" goda Reza sembari memasang wajah jahil.


"Ish, apaan sih mas Reza nih" sungut Shanum yang ta ayal memerah juga pipinya. "Udah ah!" ucapnya sambil masuk ke kamarnya.


Shanum membersihkan dirinya dan mengganti kaos polonya dengan daster batik sebatas paha dengan tali kecil. Setelah menunaikan ibadahnya, Shanum naik ke tempat tidur, menarik selimut dan tak berapa lama dia pun terlelap.


***


Hiro baru saja menikmati acara jogging nya bersama Ahmed. Tadinya dia mengajak Shanum untuk jalan-jalan namun istrinya menolak karena ingin istirahat di villa. Apalagi nanti malam pasti ada acara barbeque untuk malam tahun baru.


Ketika masuk ke dalam villa, Hiro merasa heran keadaan yang sepi. Memasuki ruang tengah, dia melihat Reza yang tiduran di sofa dengan MacBook yang masih menyala. Selain Reza, tidak ada orang lain di villa itu.


Kemana istriku?


Pelan-pelan Hiro membuka pintu kamar Shanum dan Miki berharap istrinya di dalam. Betapa bahagianya melihat Shanum tidur dan tidak pergi. Hiro pun kembali ke kamarnya untuk membersihkan diri karena semua bajunya masih berada di kamarnya belum ia pindah ke kamar Shanum.


Kini sudah bersih dan wangi, Hiro menuju kamar Shanum. Reza masih terlelap di sofa dan Hiro tidak melihat Andhira yang kemungkinan berada di dalam kamar bersama Savitri.


Pelan-pelan dia membuka dan sama pelannya dia menutup pintunya. Perlahan, Hiro menaikkan tubuhnya di kasur king size itu. Shanum tampak tidak terusik terlihat dari nafasnya yang teratur.


Hiro asyik memandang istri cantiknya dengan posisi miring. Tangan kirinya dipakai untuk menyangga kepalanya dan tangan kanannya digunakan untuk mengelus wajah Shanum.


Merasa ada yang mengelus-elus pipinya, Shanum perlahan membuka matanya.


"Mas?" bisiknya dengan nada serak.


Sumpah demi apapun, Hiro ingin memakan Shanum saat ini juga. Mendengar dirinya dipanggil dengan panggilan itu disertai suara serak Shanum yang terdengar sek***si, membuat juniornya pun perlahan mulai bangkit. Tetapi mengingat Reza masih di ruang tengah, dengan susah payah Hiro menahan hasratnya.


"Udah bobok lagi. Aku juga ngantuk" bisik Hiro yang merebahkan tubuhnya di samping Shanum.


Shanum pun mulai memejamkan mata namun kembali membukanya ketika merasa tubuhnya dibawa mendekat tubuh suaminya.


"Cuma pelukan kok Shan. Kalau aku mau memakanmu, tunggu nanti di solo. Kita puas-puaskan." bisik Hiro.


Shanum hanya tersenyum dan tak lama kembali tertidur sambil memeluk suaminya.


Hiro mencium kening Shanum dan menyusul ke alam mimpi.


***


Yuhuuu.


Semoga nanti malam Up lagi yaaaa