
"Hiroshi Arfan Al Jordan!!!"
"Shanum Putri Pratomo!!!"
Suara teriakan kedua wanita paruh baya di pagi-pagi buta membuat sepasang suami istri yang sedang terlelap itu menjadi terbangun karena terkejut. Hiro dan Shanum melepaskan pelukannya, lalu bangun terduduk.
"Mom, nggak usah teriak teriak kenapa... Aduuuuhhh duh duh!" telinga Hiro dijewer oleh sang mommy.
"Kamu itu yaaaaa!!! Dasar anak nakal! Ayo bangun!" Hiro terpaksa bangun dengan mengerenyit kesakitan akibat telinganya masih posisi ditarik oleh mama Raina.
Walaupun badan mama Raina termasuk kecil tapi kalau soal kekuatan marah khas emak-emak, tidak perlu diragukan lagi. Kedua ibu dan anak itu langsung keluar kamar.
Mama Niken lalu menghampiri Shanum yang tampak masih kaget akibat teriakan mama dan mama mertuanya.
"Kok Hiro bisa tidur disini, Num?" tanya mama Niken lembut. Dia tahu putrinya masih dalam kondisi nyawanya belum menyatu.
Shanum kemudian memegang kepalanya yang tiba-tiba terasa pusing dan wajahnya memucat dan kembali merebahkan tubuhnya. Mama Niken langsung panik langsung mencari Nabila yang kebetulan baru keluar kamar.
"Bila, tolong adikmu!" teriak mama Niken panik.
Nabila pun segera masuk ke kamar adiknya yang masih tiduran dengan wajah ditutupi lengan kirinya. Mama Niken kemudian ke dapur untuk membuatkan teh manis panas.
"Dik? Kamu kenapa?" tanya Nabila.
"Kaget mbak. Tadi ... mom sama mama teriak pas ... aku masih enak tidur. Mbak kan ... tahu sendiri aku paling nggak bisa dikagetin kalau lagi tidur. Pusing banget kepalaku" bisik Shanum.
Nabila menyingkirkan tangan Shanum agar bisa melihat wajah adiknya yang masih pucat.
"Memang kamu kenapa kok mom sampai teriak tadi?"
"Mbak Nab denger?" tanya Shanum dengan suara masih pelan.
"Dengar lah."
"Mama tadi liat adikmu tidur berpelukan dengan Hiro" sahut mama Niken sambil membawakan teh manis panas dan sepiring roti bakar.
Nabila melongo lalu menatap adiknya yang sekarang malah memerah mukanya.
"Kalian tidur bareng?" selidik Nabila.
Bibir indah Shanum naik sedikit "Cuma kelonan kok".
Nabila menepok jidatnya.
"Ya wajar mom teriak lah! Tante Raina juga lihat?"
"Lihatlah! Mpe ditarik sambil dijewer tuh anaknya" adu mama Niken.
Nabila tertawa terbahak-bahak membayangkan Tante Raina yang tingginya hanya 165cm bisa menarik telinga Hiro yang tingginya 188cm.
"The power of emak-emak bener dah!" kekeh Nabila.
"Udah minum dulu teh nya biar pusingnya hilang Num" mama Niken lalu membantu Shanum duduk sedangkan Nabila memberikan cangkir teh panasnya
***
Sementara itu, mama Raina masih menyeret putranya ke kamarnya. Disana tampak sang ayah baru saja menyelesaikan ibadah subuh. Mata hazel pria paruh baya itu menatap bingung istri dan putranya masuk seperti itu. Apalagi wajah putranya seperti kena pergok.
"Duduk!" perintah mama Raina seraya menunjuk sofa.
Hiro pun menurut. Sebenarnya dia dijewer mommy nya itu tidak masalah, yang membuatnya kesal adalah kedua kakak ipar nya keluar kamar hampir bersamaan dan melihat dirinya diseret seperti anak kecil. Sontak Mike dan Reza tertawa terbahak-bahak melihat mood booster pagi-pagi.
"What have you done bro?" ledek Mike.
"Shut the f*** up! Aduh!" jeweran di telinga Hiro makin kencang. "Mom! Bisa putus ini kupingku!"
"Makanya itu mulut jangan ngomong kasar!" omel mama Raina Dan dua kakak iparnya makin kencang tertawanya.
Mama Raina menutup pintu kamar lalu duduk di pinggir tempat tidur. Papa Akira berdiri di hadapan putranya.
"Jelaskan ada apa ini? Mamamu nggak bakalan seperti itu kalau kamu nggak bikin ulah!" suara bariton papa Akira terdengar naik satu oktaf dari nada biasa.
Hiro hanya mengusap lehernya yang kaku akibat ditarik mamanya tadi.
"Jawab son!"
"Aku semalam tidur bersama Shanum, Dad" jawab Hiro pelan.
"APAAAA?!" teriak papa Akira.
Hiro menutup telinganya. "Dad, masih pagi ini!"
"Kamu itu...!!!" Papa Akira mengusap wajahnya.
"Kami nggak ngapa-ngapain kok. Aku tidur di kamarnya Shanum dan Miki".
"Siapa yang mergoki?" tanya papa Akira.
"Mom dan mama" jawab Hiro pelan.
"Dan Miki!" sambung mama Raina.
"Astagaaaaa Hiroshi !!! Kamu benar-benar nyaris mengacaukan rencana papa!!!"
"Memang hari ini pa?"
"Hari ini anak dodol!"
Hiro hanya nyengir merasa tak bersalah.
***
Acara sarapan hari ini menjadi ramai. Trending topiknya adalah CEO AJ Corp dijewer oleh sang mama di depan keluarga Pratomo group.
Mike dan Reza seperti mendapatkan bahan ghibah dan ledekan ditambah dengan Nabila yang semakin semangat menggoda kedua adiknya.
Kalau saja papa Adrian tidak melerai, bisa akan terus terusan pembullyan terhadap Hiro dan Shanum. Bahkan Kiko, Rana dan Fyneen tidak percaya mendengar para tuan mudanya meledek tuan muda Al Jordan itu. Hanya Rudy yang tidak berani ikut menggoda bossnya walaupun rasanya ingin tertawa terbahak-bahak.
"Mbak Fy, ternyata keluarga tuan Al Jordan gesrek yaa" bisik Rana takut terdengar oleh mereka. Fyneen hanya bisa mengangguk.
"Kasihan tuan muda kalah sama tuan Mike dan tuan Reza" sahut Kiko. Bagaimana pun Kiko tetap membela tuan mudanya walaupun dirinya juga geli mendengar tuan mudanya kena jewer nyonya besar.
"Sudah, sudah! Mike! Reza! Hentikan bullyan kalian ke Hiro!" tegas papa Adrian.
"Kapan lagi pa, bisa bully anak nakal ini?" protes Reza yang diikuti dengan anggukan Mike.
"Haiissshh kalian itu pria-pria dewasa, bukan anak SMA lagi! Sudah! Siap-siap. Acara akan dimulai jam 11 siang." Papa Adrian menyuruh anak dan menantunya segera bersiap.
"Rudy, semua sudah siap?" tanya papa Akira.
"Ayo, kalian segera membersihkan diri dan bersiap-siap. Shanum, kamu bersama Mbak mu dan Fyneen ya di kamar" titah mama Niken.
"Memang ada apa sih ma?" tanya Shanum yang masih tidak paham kenapa keluarga besarnya seperti menyimpan surprise.
"Haaaiissshhhh. Nabila, ajak Fyneen ke kamar Shanum. Kamu tahu kan maksud mama?"
Nabila mengangguk. "Paham ma".
"Ada apa sih mbak? Ini ada acara apa?" namun Nabila langsung menyeret tangan adiknya untuk masuk ke dalam kamar.
"Fy, bajunya kemarin mana?" tanya Nabila.
"Sudah aku masukkan ke kamar Mbak. Tadi pas pada sarapan, sudah aku siap kan.
Shanum masuk ke dalam kamarnya dan terpana melihat gaun pengantin yang indah. Matanya menatap kakaknya dan Fyneen.
"Maksudnya apa ini mbak?" tanyanya dengan nada bergetar.
"Tiga bulanmu didiskon 90%" sahut Nabila sambil nyengir.
***
Halaman belakang sudah disulap menjadi tempat pernikahan yang simpel tapi cantik elegan. Rudy dan para pengawal dan pelayan yang sudah bekerja keras semalam dengan sangat rahasia agar nyonya mudanya tidak tahu, merasa puas melihat hasil karya mereka. Sesuai permintaan tuan besar, acara akad sederhana tapi sangat intimate. karena mereka hanya mengulang ijab qobul.
Sementara itu Hiro merasa gugup di kamar bersama kedua kakak iparnya yang masih durjana meledeknya.
"Udah, ga usah ngaca terus. Masih ganteng gue juga" ucap Reza sarkasme.
Hiro yang mengenakan tuxedo hitam hanya melirik kakak iparnya dengan muka malas.
"Keluarga Pratomo tuh emang bar-bar deh kalau ngomomg" decih Hiro.
"Salahnya lu jatuh cinta ma adik gue! Mpe dua kali lu mo ijabin! Bener-bener deh kutu kupret satu ini!" Reza menggelengkan kepalanya.
Mike dan Reza sudah bersiap dengan mengenakan jas hitam dengan kemeja putih dan dasi hitam.
Rudy mengetuk pintu yang terbuka tempat ketiga pria itu berkumpul.
"Tuan, pak penghulunya sudah datang."
"Thanks Rud" jawab Mike.
"Come on bro" Reza menepuk bahu Hiro.
"Damn! I'm so nervous!" umpat Hiro.
"Yaelah, ini mo dua kali bro!" balas Reza. Ketiganya berjalan ke halaman belakang villa yang sudah didekor indah.
Di kursi para tamu sudah duduk kedua orangtua Hiro, mama Niken, si kembar Mamoru yang juga memakai tuxedo sama dengan Panji dan Joshua serta Miki yang memakai gaun bewarna pink dilengkapi pita di kepalanya.
Andhira memangku putrinya mengenakan gaun bewarna hijau tua, sedangkan Rana mengenakan kebaya kutu baru hijau lumut dipadukan rok batik panjang sedangkan Kiko memilih memakai gaun simple bewarna torquoise.
Papa Adrian sudah duduk di meja ijab qobul mengenakan jas abu-abu tua dengan kemeja warna hitam dan dasi abu-abu.
Hiro pun duduk di kursi ijab berhadapan dengan papa Adrian dan pak penghulu. Dan Reza pun sempat berbisik pada Hiro
"Nggak bisa ucapin ijab sekali tarikan nafas, awas!" yang langsung kena keplakan mamanya.
"Reza! Duduk!" desis mama Niken dengan tatapan horor.
Andhira memelototi suaminya yang segera duduk manis di sebelah istri cantiknya. Mike dan Rudy cekikikan melihat wajah Hiro yang tegang dan wajah Reza yang kena pelototan Andhira dan mama Niken. Namun kedua pria itu segera terdiam ketika mama Niken pun mendelik judes ke arah mereka.
"Pakdhe, jangan bikin ulah disini" bisik Mamoru dingin.
"Iya deh bang" sahut Mike sambil berbisik.
Tak lama Shanum pun datang didampingi Nabila dan Fyneen yang memakai gaun warna dusty pink dengan model berbeda.
Shanum tampak cantik dengan gaun pengantin modern bewarna putih dengan model V berlengan panjang dari bahan brokat dan membawa karangan bunga Lily di tangannya. Rambutnya disanggul sederhana Dengan make up flawless. Perhiasaan yang dipakai adalah anting-anting berlian yang merupakan kado ulang tahun ke 23 dari Hiro yang memang dia tinggalkan pada saat Shanum memutuskan pergi dari kehidupan Hiro. Mama Raina yang membawanya dan meminta Shanum memakainya.
Hiro yang berdiri untuk menyambut Shanum terpesona melihat istrinya tampak begitu cantik dan elegan.
"Dad, jangan bengong gitu dong!" celetuk Miki yang membuat semua tamu tertawa. Hiro melirik judes ke anak perempuannya yang cuma nyengir. Miki sangat bahagia ketika kedua orangtuanya akan menikah.
Shanum tersenyum mendengar celetuk putrinya yang membuat jantung Hiro makin berantakan detaknya.
Jangan sampai aku kena serangan jantung sebelum baca ijab !
Shanum dan Hiro duduk bersamaan. Lalu pak penghulu memberikan wejangan pernikahan kepada keduanya.
"Harusnya tidak perlu saya ulangi ya mas Hiro kan dah mau dua kali ini dengan mbak Shanum." kekeh pak penghulu yang membuat para tamu riuh.
"Baik, untuk mempersingkat waktu sebelum kakak-kakakmu semakin durjana meledekmu, papa mulai acaranya ya" papa Adrian sudah hapal kelakuan menantu dan putranya yang tidak ada akhlak kalau soal menistakan.
"Ananda Hiroshi Arfan Al Jordan" papa Adrian menjabat tangan kanan Hiro.
"Saya pa"
"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau Ananda Hiroshi Arfan Al Jordan bin Akira Haidar Al Jordan dengan anak saya yang bernama Shanum Putri Pratomo dengan maskawinnya berupa seperangkat alat sholat dan perhiasan senilai USD $3,1jt, Tunai.”
"Saya terima nikahnya Shanum Putri Pratomo binti Adrian Pratomo dengan mas kawin tersebut dibayar tunai!"
"Bagaimana?"
"SAH!"
***
yuhuuu
Hari ini panjang yaaaa
soalnya kemarin nggak sempet up karena urus pameran dulu.
Happy reading ❤️❤️❤️
Thanks for the support