You're The Only One

You're The Only One
Seriously???



Shanum terperangah melihat mamanya nyengir jahil. Berbagai macam pertanyaan bertebaran di otaknya. Tanpa disadari, mamanya dan mama mertuanya langsung heboh bertangis-tangisan saling meminta maaf. Begitu juga papanya dengan papa mertua yang saling berjabat tangan lalu berpelukan.


Ada apa ini???


Shanum makin terbelalak ketika melihat keempat kakaknya turun dari mobil kedua. Nabila dan Mike Cahill serta Reza dan istrinya Andhira bersama dua anaknya Panji dan Savitri.


"Mas Panjiii!" seru Miki senang bertemu dengan kakak sepupunya.


Panji tersenyum melihat adik perempuannya datang. Di belakang Miki, muncul Mamoru dan Joshua yang ikut bergabung.



Reza Pratomo



Adhira Pratomo istri Reza.



Mike Cahill McGregor



Nabila Pratomo McGregor.


"Halo dik" sapa Reza sambil memeluk Shanum yang tampak tenggelam di tubuh tinggi pria tampan itu.


"Halo mas. Ada acara apa pada kesini?" tanya Shanum melepaskan pelukan kakaknya.


"Mau tahun baruan disini lah!" jawabnya sambil tertawa lalu melihat Hiro.


"Halo mas" Hiro mengulurkan tangannya yang disambut Reza. Kedua pria itu saling berjabat tangan.


"Kamu macam-macam lagi, awas!" ancam Reza yang memberikan tatapan mengintimidasi. Hiro sendiri tak gentar atas tatapan kakak iparnya.


"Nggak bakalan mas!" jawabnya.


Andhira kemudian menghampiri Shanum sambil masih menggendong Savitri yang tertidur lelap.


"Halo cantik" sapanya ramah sambil mencium pipi Shanum.


"Halo mba. Ini dalam rangka apa kalian kesini padahal kata papa mau tahun baruan di Sydney." Shanum nggak habis pikir semua keluarganya datang ke Kaliurang.


"Sekali-sekali. Mertuamu yang ngundang kita tuh!" Andhira mengedikkan kepalanya ke arah papa Akira.


"Biar ramai dik!" celetuk Nabila yang langsung memeluk Shanum.


"Iya sih, kapan lagi bisa kumpul bareng kayak gini" balasnya.


Kini semua keluarga Al Jordan dan Pratomo berada di ruang tengah. Andhira tadi pamit ke kamar untuk menaruh Savitri ditemani oleh Rana yang gemas melihat bayi cantik itu.


Para pria berkumpul di area dekat halaman belakang yang terbuka. Bau obat nyamuk bakar menyeruak untuk mengusir nyamuk dari kebun belakang. Entah apa yang dibicarakan oleh sekumpulan pria-pria tampan berbagai usia itu.


Sementara para wanita sibuk memasak untuk para tamu yang baru datang. Kiko berinisiatif membuat kimbab yang banyak untuk camilan. Entah kenapa kemarin sebelum mereka pergi ke Kaliurang, Kiko memasukkan banyak Nori diantara camilan yang dibelinya.



"Kalian itu kalau datang mbok kasih kabar jadi kita bisa masak banyak lagi!" omel Shanum kepada mama dan Nabila.


"Memangnya kalian masak apa tadi?" tanya Nabila sambil menggulung kimbab.


"Bubur lemu" jawab Fyneen.


"Yaaahhhh rugi gak dapat mam! Mama sih ribut cari makanan buat di jalan" Nabila merengut.


"Sebelum kamu balik Boston kan mampir ke solo dulu, makan tuh bubur lemu semabokmu!" balas mama Niken.


"Idiihh!"


Karena ramai yang membantu membuat kimbab, sejam kemudian siaplah makanan khas Korea itu. Semua orang disana langsung menyantap kimbab seraya ngobrol baik tentang bisnis maupun kegiatan selama di Sydney.


Menjelang pukul sebelas malam, papa Akira dan papa Adrian membuat daftar kamar baru. Villa utama di Kaliurang ini memang memiliki sepuluh kamar namun karena banyaknya orang yang datang, harus mengatur ulang penghuni kamar.



Papa Akira dan Mama Raina


Papa Adrian dan Mama Niken


Nabila dan Mike


Reza dan Andhira


Shanum dan Miki


Hiro


Fyneen dan Rana


Mamoru dan Panji


Rudy dan Joshua



Hiro yang membaca daftar kamar langsung memasang muka sebal.


"Kenapa aku harus tidur sendiri?" protesnya.


"Bukannya enak tidur sendiri, nggak ada yang ganggu" ledek papa Akira.


Hiro menatap tajam Daddynya.


"Sudah ayo tidur! Besan kan capek baru datang dari Sydney, mari kita istirahat" ajak mama Raina ke mama Niken.


"Selamat malam semuanya!" para penghuni villa saling berpamitan.


***


Hiro tidur terlentang dengan kedua tangannya dia letakkan keatas menjadi bantal kepalanya. Matanya nyalang tidak bisa tidur apalagi tahu Shanum berada di kamar sebelah.


Jam di dinding kamar sudah menunjukkan pukul 1 malam namun mata Hiro masih tidak mau terpejam. Lalu dirinya bangun dan duduk di pinggir tempat tidur. Akhirnya dia menekadkan diri untuk keluar kamarnya menuju kamar Shanum yang tidur bersama Miki. Suasana villa benar-benar sepi, semua penghuninya sudah terlelap. Berharap kamar Shanum tidak terkunci, Hiro pelan-pelan membuka pintu kamar itu. Dirinya bersyukur Shanum tidak mengunci pintu kamarnya.


Dilihatnya Shanum tidur miring membelakangi pintu kamar sambil memeluk Miki yang tidur terlentang. Nafas mereka terdengar teratur yang menunjukkan keduanya sudah terlelap. Shanum dan Miki memakai piyama yang sama, bewarna biru muda dengan motif cinnamoroll dan tubuh keduanya ditutupi selimut tebal motif my Melody.



Hiro menutup pintu kamar dengan pelan lalu mengendap-endap seperti maling, dia mendekati tempat tidur Shanum. Perlahan dia meletakkan tubuh besarnya di belakang Shanum yang mulai terusik karena merasa ada gerakan di belakangnya. Ketika menoleh, netra coklatnya membelalak melihat Hiro sudah ada di belakang tubuhnya yang langsung membekap mulut wanita itu sebelum berteriak.


"Sssttt! Ini aku!" bisik Hiro. Shanum hanya melototkan matanya dengan tatapan horor. "Aku akan melepas tanganku pelan, jangan berteriak!" desisnya lagi dan Shanum pun mengangguk.


"Kamu ngapain kesini?" bisik Shanum jengkel.


Hiro tidak menjawab namun membenarkan posisi tubuhnya menjadi miring menempel tubuh istrinya. Lengan kekarnya langsung memeluk perut Shanum yang masih rata walaupun sudah melahirkan dua anak.


"Aku tidak bisa tidur. Biarkan aku tidur disini bersamamu dan princess" bisiknya di ceruk leher Shanum yang harum vanilla.


"Seriously Hiro!" desis Shanum sebal namun tak ayal jantungnya pun berdebar debar.


"Mas Hiro!" gumam Hiro sambil menciumi leher Shanum yang seketika menggelinjang kegelian. "Jangan banyak gerak, Shan! Kamu tahu kan efeknya kalau kamu banyak gerak?"


"Brengsek kamu mas!" umpat Shanum. Hiro terkekeh di leher istrinya.


"Ayo tidur daripada kamu aku tiduri. Aduh!" lengan Hiro terkena pukulan Shanum.


"Mulutnya!"


"Kenapa dengan mulutku?" tanya Hiro sambil terpejam.


"Mesum!"


"Sama istri sendiri itu sah mesumnya!"


"Sudah bukan suami istri!"


"Akan menjadi suami istri lagi."


"Masih ada dua bulan batasannya!" Namun Shanum tidak mendengar bantahan suaminya. Diliriknya, Hiro sudah terlelap dengan nafas teratur. Shanum hanya menghela nafas panjang lalu memejamkan matanya. Tak lama dirinya pun terseret ke alam mimpi dengan posisi dipeluk oleh Hiro dari belakang.


***


Pukul lima pagi, Miki terbangun dari tidurnya. Sejenak dia mengerjap-kerjapkan matanya untuk memfokuskan dirinya berada dimana. Teringat dia sekarang di villa Kaliurang bersama keluarga besarnya. Wajah mungilnya seketika terkejut ketika melihat mommnya tidur dalam pelukan Daddynya. Kedua orangtuanya tampak sangat nyaman berpelukan seperti itu.


Pelan-pelan Miki bangun, mengambil sandal bulu rumahannya yang berbentuk cinnamoroll lalu berjalan menuju pintu untuk keluar kamar dengan langkah mengendap-endap tidak mau membangunkan mom dan dadnya.


Miki memutar kenop pintu pelan lalu membukanya. Tubuh mungilnya keluar dari kamar dan menutupnya lagi dengan pelan.


Di luar kamar sudah tampak kehidupan, tampak kedua Omanya sedang membuat roti bakar di meja makan. Dari arah dapur pun terdengar suara wajan dan Sutil beradu.


Miki berjalan dengan langkah khas orang baru tidur ke sofa tengah. Dirinya kemudian meletakkan tubuhnya untuk tidur lagi.


Mama Niken yang melihat cucunya sudah bangun, malah bingung Shanum belum keluar kamar. Karena bukan kebiasaan Shanum jam segini belum bangun.


"Miki, mommymu mana?" tanya mama Niken yang membuat Mama Raina mengalihkan perhatiannya dari roti yang sedang diberi margarin.


"Di kamar, masih bobok" jawab Miki dengan suara khas bangun tidur tapi matanya terpejam.


"Tumben mommymu masih bobok jam segini?"


"Mommy bobok sama Daddy di kamar" sahut Miki lagi yang membuat dua Oma di meja makan terkejut.


"Wah, Niken, anak nakal ku berulah lagi!" sungut mama Raina kesal.


"Kita lihat bareng saja Rai" ajak mama Niken.


Lalu kedua Oma itu pergi menuju kamar Shanum dan membukanya pelan. Keduanya terbelalak melihat kedua anaknya tidur dengan posisi kepala Shanum berada diatas dada Hiro sambil memeluk tubuh besar pria itu dan kedua tangan Hiro pun memeluk tubuh Shanum.


"Seriously!!!"


***