
Papa Rudy sekarang berada di ruang tamu Yudhi bersama dengan Joshua, sedangkan Miki, Sabrina dan mama Fyneen menyiapkan hidangan untuk makan siang.
"Saya sangat berterima kasih kepada pak Rudy yang sudah mengangkat Joshua menjadi putra bapak." Yudhi mengatupkan kedua tangannya di depan papa Rudy.
"Harusnya bukan saya pak, melainkan Fyneen karena dia yang menemukan Joshua dan mengangkatnya seperti anaknya sendiri walaupun pada saat itu Fyneen baru berusia 19 tahun." Papa Rudy tidak mau menutupi kenyataan yang ada. "Saya memang mengadopsi resmi Joshua setelah kami menikah."
"Appa bertanya-tanya kenapa mamamu memberikan nama Joshua?"
"Karena pada saat saya menemukan Joshua, ada kertas di dalam keranjangnya yang bertulis 'Joshua' jadi saya memberikan nama itu sesuai dengan apa yang saya temukan" jawab mama Fyneen yang keluar dari dapur dengan membawa baki penuh makanan. Di belakangnya tampak Sabrina dan Miki membawa minum dan brownies. Ketiganya lalu meletakkan semua di meja tamu.
Mama Fyneen duduk di kursi panjang bersama Miki dan Sabrina yang sedari tadi melihat kearah luar tempat Sofyan dan Ricky tinggal.
"Mama tidak pernah cerita?" tanya Joshua.
"Karena mama belum sanggup menceritakan, sayang. Dan sekarang memang sudah waktunya." Fyneen menatap wajah putranya dengan sendu.
Joshua memegang tangan mamanya. "It's okay ma." Mama Fyneen meremas tangan Joshua dengan tersenyum.
"Bolehkah aku melihat kertas itu?" pinta Yudhi.
Joshua kemudian pindah tempat duduk bersebelahan dengan Yudhi, mama Fyneen pun duduk di sebelah papa Rudy lalu membuka tas dan mencari dompetnya. Diambilnya selembar kertas yang sudah mulai lusuh di dalam plastik dan diserahkan kepada Yudhi.
Dengan tangan bergetar, Yudhi membuka plastik itu dan membukanya. Diambilnya kertas itu dengan hati-hati dan mulai membuka lipatannya.
Tertulis nama 'Joshua' disana.
Yudhi menangis. Joshua mengusap-usap punggung appanya.
"Ini tulisan Jo" bisiknya. "Dia sudah menyiapkan nama untukmu nak."
Joshua mengangguk. "Terimakasih mama Fyneen tetap memberikan nama yang ditulis almarhum eomma."
Mama Fyneen berdiri dan Joshua pun mengikuti gerakan mamanya dan keduanya saling berpelukan.
"Terimakasih Bu Fyneen tetap memberikan nama dari Jo." Yudhi menjabat tangan mama Fyneen.
"It's okay pak Yudhi. Saya malah bersyukur kita masih dipertemukan dengan kondisi sehat semua. Joshua bisa bertemu appa kandungnya, kami bisa tahu latar belakang Joshua meskipun bagi kami itu cukup kecil kemungkinannya bisa tahu." Mama Fyneen memberikan senyum khas ibu.
"Ma, aku makan sama kak Sofyan sama kak Ricky boleh?" tanya Sabrina memotong pembicaraan serius.
Papa Rudy menatap tajam ke arah putrinya yang selengekan.
"Brina, sssttttt" bisik Miki.
Sabrina pun cemberut.
Miki tersenyum melihat adik iparnya langsung heboh tadi begitu melihat pengawal appa mertuanya.
Tadi saja dia sudah heboh ketika tahu Sofyan masih jomblo. Cuma setelah itu dia langsung manyun ketika mendengar perbedaan usia mereka jauh sekali, 12 tahun!
"Kenapa sih aku baru berusia 15 tahun. Hiks!" Sabrina memulai dramanya yang membuat Miki jengah mengingatkan dirinya sewaktu dulu mengejar-ngejar Brad.
Kini Sabrina harus menahan gejolak abgnya yang penasaran dengan Sofyan, pria Indonesia yang terdampar di Inggris dan bekerja dengan Oom Edward.
"Kamu kalau masih kayak anak kecil seenaknya sendiri, jangan salahkan papa kalau bulan ini semua rekeningmu papa bekukan." Wajah papa Rudy tampak serius.
Sabrina ternganga. "Paaaaa..." rengeknya.
"Makanya sopan di rumah appa Abang" goda Joshua yang tahu adiknya penasaran dengan Sofyan.
Sabrina Putri Akandra
"Abang mah gitu" sahut Sabrina sambil cemberut.
"Sudah, sudah. Ayo kita makan siang dulu" ajak mama Fyneen.
"Kayaknya kita enak lesehan deh" usul Miki.
"Boleh tuh!" Yudhi pun mengambil beberapa tikar dan dibantu Joshua dan Miki mulai menggelarnya.
Mama Fyneen, Sabrina dan papa Rudy pun membantu menaruh makanan yang sudah disiapkan.
"Josh, panggil Sofyan dan Ricky, kita makan bareng disini" perintah papa Rudy dan putranya itu pun berjalan keluar untuk memanggil dua pengawal itu.
"Sabrina!"
Sabrina langsung sembunyikan tubuhnya dibalik kakak iparnya yang tertawa geli melihat adik iparnya benar-benar bikin papa Rudy naik darah.
"Fix, uang jajanmu papa tahan sebulan! Maafkan putri kami pak Yudhi, karena ditinggal abangnya kuliah di MIT jadi anak tunggal dan manja deh!" Papa Rudy mengatupkan kedua tangannya.
"Nggak papa pak Rudy. Saya malah terhibur melihat keluarga bapak yang ramai."
Joshua pun kembali bersama Sofyan dan Ricky yang mengangguk hormat kepada papa Rudy, mama Fyneen dan Yudhi.
"Makanannya yang ibu kasih disimpan saja buat makan malam. Ini ibu sudah masak banyak. Yuk kita makan ramai-ramai" ajak mama Fyneen yang langsung membagikan piring kosong ke semua orang.
"Baik Bu" jawab Sofyan dan Ricky bersamaan.
Sabrina langsung menempatkan dirinya di sebelah Sofyan.
"Kak Sofyan mau lauk apa? Brina ambilkan" rayu Sabrina yang tanpa malu-malu menunjukkan ketertarikannya pada Sofyan.
Joshua dan Miki hanya bisa tersenyum melihat adik mereka lebay.
"Brina, biarkan kak Sofyan makan dengan tenang jangan kamu ganggu!" suara mama Fyneen terdengar lembut tapi ada ketegasan disana.
"Baik mama" sahut Sabrina sembari mengambil ayam goreng.
"Nah lho, bro. Elu ditaksir nona imut" bisik Ricky sambil tersenyum.
"Apaan sih!" sungut Sofyan.
"Joshua, kapan kamu kembali ke Massachusetts?" tanya Yudhi.
"Bulan depan kemungkinan appa."
"Bukannya Miki kerja ya?" tanya papa Rudy.
"Aku sudah resign, pa" jawab Miki.
"Lho kenapa? Bukannya kamu pengen jadi chef disini?" tanya mama Fyneen penasaran.
"Miki mau pacaran dulu sama Abang, ma" jawab Miki malu-malu.
"Owalaahhh" gelak mama Fyneen. "Kalian soalnya nggak pakai pacaran langsung main nikah aja sih!"
"Pacaran legal ma" sahut Joshua cuek yang mendapat lirikan maut dari Miki.
"Malah enak itu pacaran legal, punya anak juga nggak ada masalah." Kali ini papa Rudy berkomentar.
"Kayaknya kita sepemikiran pak Rudy, saya juga ingin segera punya cucu dari Joshua" timpal Yudhi.
"Wah ternyata kita para ayah sudah nggak sabar jadi opa ya" komentar papa Rudy.
"Sabar ya pa, appa, kami masih mau berdua dulu" sahut Joshua. "Lagipula Miki masih 22 tahun, biar menikmati dulu masa berdua denganku."
"Apa yang membuat kamu memilih resign dan ikut Joshua, nduk?" tanya Yudhi.
Miki terdiam namun matanya menatap Joshua yang cuek.
"Miki cemburu melihat salah seorang mahasiswaku merekamku diam-diam ketika sedang mengajar dan membuat keterangan 'ini dosenku, mana dosenmu' yang langsung heboh di reel Instagram dan TikTok" kekeh Joshua yang membuat pipi Miki memerah.
"Dasar anak jaman now!" kekeh Yudhi.
***
*Kalo dosennya begini Yaaaa betah lah di kelas*
***
Up sore Yaaaa
Thank you for reading
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️