
Joshua masuk ke dalam rumah dengan perasaan lega. Betapa tidak, dua hari ini dia berusaha membongkar asal usulnya dan akhirnya dia berhasil mendeteksi GPS milik oom Bryan berkat kode yang diberikan Abian. Joshua mengambil sebatang rokok dari kotaknya dan mulai menyalakan batang putih itu. Joshua bukanlah perokok aktif namun jika dia resah atau baru saja mendapatkan peristiwa mengejutkan, dia mengalihkannya dengan rokok putih.
Sahabatnya itu merasa kasihan melihat Joshua penasaran atas penyelidikan papanya jadi dia memberikan kode yang kemudian berhasil diutak-atik oleh Joshua. Dan betapa terkejutnya ketika mengetahui Oom Bryan berada di Delanggu Klaten.
Tanpa membuang waktu Joshua langsung menuju lokasi dan benar disana dia menemukan Oom Bryannya bersama dengan Oom Edward dan beberapa pengawal disana.
Dan hari ini Joshua mengetahui siapa ayah dan ibunya. Walau sempat mengira-ngira, namun dirinya surprise juga ketika tahu ayahnya adalah mantan ketua klan Silver Shining yang dikudeta bahkan sampai kehilangan ibu dan kakek neneknya.
Jika ingin menuruti dendam, ingin rasanya Joshua mengobrak Abrik silver shining dan mencari pembunuh kakek dan neneknya tapi apa itu sepadan dengan akibatnya? Joshua tidak mau kehilangan Miki, keluarganya yang sekarang bahkan sahabatnya Abian. Joshua tidak mau menyakiti mama Fyneen yang sudah mengasuhnya sejak bayi merah hingga sekarang dirinya berusia 25 tahun.
Suara mobil masuk membuat Joshua menoleh. Istrinya sudah pulang dari bekerja sebagai chef pastry. Joshua menghabiskan rokoknya. Miki tahu terkadang Joshua merokok namun masih bisa menolerir karena hanya satu batang dan itu pun jika suaminya mengalami gundah.
"Assalamualaikum sayang" suara Miki mengingatkan dirinya ketika istrinya masih kecil.
"Wa'alaikum salam sayang" Joshua tersenyum melihat istrinya pulang membawa paper bag yang pasti berisikan makanan.
Miki mencium pipi suaminya lalu berjalan menuju ruang makan untuk menaruh paper bag di atas meja.
"Bik Yuni, tolong ini di tata di meja ya. Aku mau mandi dulu."
"Baik non."
Miki pun berjalan menuju tangga hendak ke kamar mereka di lantai dua namun dia mengurungkan niatnya ketika melihat suaminya masih melamun.
"Abang" panggilnya namun Joshua hanya diam.
"Abaaaannnggg!" kali ini suaranya lebih keras.
"Dalem sayang" sahut Joshua.
Miki langsung blushing mendengar jawaban Joshua.
"Kok melamun? Ayo ke kamar ajah daripada ngelamun di bawah" ucap Miki.
"Eh? Beneran nih boleh melamun di kamar?" sahut Joshua sambil berdiri dan berjalan menuju istrinya.
"Boleh! Ayo temani Mi-chan di kamar" ajak Miki.
"Temani yang gimana sayang?" tanya suaminya jahil.
"Iisshhhh Abang tuh! Udah ayok masuk kamar!" Miki pun menarik tangan Joshua untuk naik tangga menuju kamar.
"Aseeekk!" kekeh Joshua.
***
Joshua dan Miki sedang berpelukan usai menyelesaikan ritual sebelum tidurnya. Malam ini Joshua ingin berbicara dari hati ke hati dengan istrinya.
"Sayang" panggilnya sambil mengusap-usap lengan polos Miki yang hanya mengenakan lingerie tali spaghetti. Meskipun dirinya tergoda dengan istrinya namun peristiwa tadi siang harus dibicarakan.
"Apa bang" sahut Miki sambil memeluk suaminya.
"Abang mau cerita. Serius."
Miki pun membenarkan posisinya dan menatap wajah Joshua yang tampan.
"Abang mau cerita apa?" tanya gadis cantik itu.
Joshua kemudian menceritakan apa yang dia lakukan selama ini hingga akhirnya dia menemukan ayah kandungnya. Miki hanya terdiam menunggu suaminya selesai bercerita.
"Jadi Abang tuh nggak ada bedanya dengan Duncan?" kekehnya.
"Mungkin Abang memang anak ketua klan Silver Shining tapi Abang harus menunggu hasil tesy DNA dua hari lagi. Meskipun begitu, Abang tidak peduli dengan aliansi seperti itu. Lebih banyak bahayanya dan Abang tidak mau papa, mama, Sabrina dan terutama kamu celaka hanya karena Abang mau membalas dendam."
"Aku akan senang hati bertemu dengan appa mertua jika Abang mengajakku ke sana. Sekalian aku beli beras di Delanggu" lanjut Miki sambil tersenyum.
"Wait, kamu tidak apa-apa mempunyai suami yang ternyata anak mantan klan di Korea?"
Miki menatap wajah suaminya heran.
"Bang, aku punya sepupu anak mafia langsung apa kamu lupa? Duncan itu siapa? Brad pun keturunan McGregor. Abian itu apa bukan bagian McGregor walaupun sekarang diambil alih oleh Blair?"
Miki semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Joshua.
"Kamu tahu bang, kamu itu lebih seksih berada di depan kelas untuk mengajar daripada menjadi mafia. Menurutku pria berkacamata, memakai kemeja, jeans dan sepatu Suede coklat lalu mengajarkan rumus matematika itu membuatku berdebar-debar." Bibir Miki hanya berjarak beberapa senti dari bibir Joshua.
Pria itu hanya bisa menahan nafas melihat istri juteknya yang cantik itu mencoba menggodanya. Baru kali ini dia merasa tidak bisa bergerak digoda oleh Miki.
"Kamu tahu bang, aku cemburu ketika melihat di sebuah reel Instagram menunjukkan videomu sedang mengajar di depan kelas. Ingin rasanya aku labrak dia 'Hei itu suamiku!' tapi aku bisa bilang apa" keluh Miki dramatis. Joshua ingin tertawa melihat wajah istrinya.
"Aku tidak tahu kalau aku direkam diam-diam oleh salah satu mahasiswaku" sahut Joshua.
"Hhmmm. Aku rasa aku harus ikut padamu ke Massachusetts karena aku harus menjaga aset ku yang berharga." Tangan Miki mulai merayap ke arah bawah dan berhenti di pangkal paha Joshua yang membuat jantung pria itu semakin berdebar kencang.
Untung jantungku sehat! Apalagi melihat bibir seksih istriku dan dua gundukan yang tampak dari lingerie sialan itu.
"Aa...aset?" bisik Joshua.
Miki mengangguk. "Ini asetku, milikku dan kau adalah suamiku, milikku bukan milik anak-anak alay itu."
Joshua terbahak. "Istriku lagi mode posesif ya" godanya sambil mengusap wajah Miki.
"Aku mencintaimu Joshua Putra Akandra. Hanya dirimu." Miki mencium bibir suaminya.
Joshua membalas ciuman istrinya hingga keduanya berubah posisi dengan pria itu diatas tubuh Miki.
"I always love you, Miki Jasmine Al Jordan."
"Jadi, kapan kita ke Delanggu?" tanya Miki cuek.
"What the...? Oh come on Miki, kau merusak moment!" kekeh Joshua sambil mencium ceruk leher istrinya yang kali ini harum mawar.
"You know, aku tidak tahan jika Abang mencium leherku seperti vampire" geli Miki.
"I'm your vampire, Bella Swan" Joshua mencium Miki lagi.
"Bite me Edward Cullen" goda Miki.
"As you wish my darling" senyum Joshua.
***
Yuhuuu
Up yg unyu unyu dulu ah
Setelah kemaren rada bikin aku mumet.
Don't forget to like vote n gift
Thanks readers ku terchayank
Happy reading
Tararengkyu ❤️🙂❤️