You're The Only One

You're The Only One
Lembur



Di kantor AJ Corp, tampak Hiro, Rudy, Fyneen dan beberapa pegawai yang lain sedang sibuk bekerja. Permintaan dari keluarga kerajaan Arab Saudi berupa batik tulis ekslusif sedang mereka kaji. Tadi pada saat meeting, Kei menyampaikan bahwa salah satu putri kerajaan Arab Saudi sangat menyukai batik yang dipakai Serena, istri Kei.


Mendapatkan proyek yang tidak main-main ini membuat semua pegawai di kantor ini menjadi semangat mengingat kliennya bukan orang sembarangan.


"Pak Hiro, baju yang dipakai Bu Serena itu motif apa ya?" tanya Fyneen agar bisa membuat motif lain.


"Aku tidak tahu Fy. Coba kamu hubungi Serena sendiri." Hiro menjawab tanpa mengalihkan matanya dari layar laptop.


Fyneen meringis karena dia sendiri tidak berani menelpon bossnya yang berada di Dubai.


"Sudah, aku saja yang telepon Serena" ucap Shanum.


Tak lama, panggilan via video call menunjukkan wajah cantik Serena.



"Halo kakak iparku sayang" sapa Serena yang memiliki rambut coklat tua dan bermata hijau.


"Halo Serena. Ini aku masih lembur dengan mas Hiro dan lainnya membahas motif batik sesuai request dan kepribadian putri Fatimah. Waktu sang putri ketemu dirimu, motif apa yang kamu pakai?" tanya Shanum.


"Kayaknya aku pakai motif parang deh mbak."


Shanum memperlihatkan banyak motif batik ke arah Serena dan wanita itu menunjuk ke motif parang.



"Ini motif parang Kusumo, nyonya Serena" sahut Fyneen.


Serena menatap Shanum dengan wajah bertanya.


"Serena, ini Fyneen, kepala divisi desain batik di solo. Fy, ini Serena istri Keiji adik Hiro."


"Senang bertemu dengan anda nyonya" Fyneen menangkupkan kedua tangannya.


"Wah, akhirnya bisa bertemu desainer batik yang selalu dipuji Kei" tawa Serena. "Meskipun via video call."


"Terimakasih nyonya" jawab Fyneen.


"So, Rena, menurutmu untuk putri Fatimah cocoknya apa kira-kira motif batiknya?" tanya Shanum.


"Yang khas Solo apa?" tanya Serena.


"Sogan nyonya" jawab Fyneen.


"Kayaknya lebih cocok kalau kita pakai motif khas solo. Aku percayakan semuanya padamu Fyneen karena semua pelanggan disini sangat menyukai desain batikmu."


Fyneen memang membuat ekslusif motif batik dari berbagai daerah di Indonesia hanya lima item per motif dan dijual hanya di Dubai. Semuanya laris manis.


"Baik nyonya Serena. Permisi, saya sudah mendapatkan ide dan harus saya tuang kan." Fyneen mengangguk hormat lalu pergi ke ruang desain.


Shanum masih video call dengan Serena.


"Are you happy mbak?" tanya Serena.


"So much!" Shanum tersipu.


"Alhamdulillah. Aku dan Kei selalu berdoa kalian tetap langgeng. Maaf kemarin pas zoom keluarga kami ada urusan dengan anak-anak dulu."


"Tak apa Rena. Kami pun endingnya rusuh jadi mama memutuskan menyelesaikan panggilan zoom."


Shanum dan Serena tertawa karena pasti mama Raina sudah bercerita kejadian Gesrek dari pihak keluarga Pratomo.


"Kalian tahu, keluarga kalian itu tidak cocok dengan image diluaran yang bilang keluarga dingin dan tidak tergapai, ternyata isinya juga Gesrek" kekeh Serena.


"Bukannya keluarga Al Jordan juga sama?"


"Nggak separah kalian mbak. Kei saja sampai pusing bertemu dengan sepupu mu yang super cerewet itu."


"Vivienne? Haddeehhh dia dan suaminya Jammie memang pasangan paling cerewet di keluarga kami" kekeh Shanum membayangkan kedua sepupunya yang selalu ramai.


"Hahahaha, iya benar" sahut Serena.


"Kalau pesan mbak Nabila, jangan satukan mereka berdua dengan Brandon James. Dunia milik mereka bertiga saja."


Brandon James adalah asisten Tante Adinda, mama Vivienne.


"Oh kami pernah bertemu dengan Brandon bersama Tante Adinda ketika mereka ke Dubai. Dia pria yang menyenangkan".


"Lho? Serena?" suara Hiro terdengar di belakang Shanum.


"Halo kakak" sapa Serena.


"Bahas apa nih?" Hiro kemudian duduk bersebelahan dengan Shanum.


"Bahas motif batik kak buat putri Fatimah" jawab Serena.


"Adikku dimana?" tanya Hiro lagi.



Bang Keiji Al Jordan


"Apa kak?" tanya Keiji.


Tak lama keempatnya membahas pekerjaan yang berkaitan dengan produksi batik yang hendak diekspor ke Dubai dan Tokyo.


***


Joshua memperhatikan ketiga wanita di depannya. Tampak Miki masih membuat bola bola klepon berwarna hijau yang didalamnya diisi pecahan gula Jawa. Rana sendiri sedang memarut kelapa untuk hiasan kleponnya nanti dan Bu Naning merebus klepon yang sudah jadi.


"Kamu nggak ada peer Josh?" tanya Tante Rana.


"Udah dibuat tadi di rumah sebelum kesini Tan" jawab anak tampan itu.


"Bagus deh! Biar nanti gak punya hutang kalau mau boboks" sahut Rana.


Suara ponsel Miki berbunyi. Buru-buru gadis mungil itu mencuci tangan lalu mengangkat ponselnya.


"Assalamualaikum mom" sapanya.


" ... "


"Mom dan Dad lembur di kantor?"


" ... "


"Ya udah nanti aku bilang ma Tante Rana".


" ... "


"Ini bikin klepon. Nanti Mi-chan bawa pulang kalau dah jadi."


" ... "


"Iya mommy. Wa'alaikum salam."


Miki memasukkan ponselnya ke dalam tas my Melody nya. Lalu kembali ke meja makan.


"Tante Rana, Mi-chan mau minta tolong."


"Minta tolong apa sayang?" tanya Rana sambil membersihkan tangannya dari sisa kelapa parut.


"Nanti minta tolong antar Mi-chan pulang ya. Mom dan Dad lembur di kantor sama Oom Rudy dan Tante Fyneen soalnya, jadi nggak bisa jemput." Miki menatap wajah Tantenya dengan memasang puppy eyes.


"Haiissshh kamu nih! Iya jelas dong nanti Tante antar pulang. Masa Tante tega sih?" kekeh Rana gemas.


"Yaaayyy, makasih Tante!" serunya sambil memeluk Rana.


"Kan lumayan, Tante bisa godain Abang mu yang kayak kulkas berjalan" kekehnya usil.


"Ish, Tante ganjen deh godain anak kecil!" cebik Miki sambil tertawa.


"Abis, Abang mu gemesin sih!"


"Tan, nanti dapat suami yang lebih dingin dari Mamoru, kapok lho!" timbrung Joshua.


"Lho kok doainnya gitu sih Josh?" bibir bawah Rana pun maju dengan muka sedih.


"Kamu tuh ga pantes gaya sok ABG gitu Na" ucap bu Naning sambil menaruh klepon diatas kelapa parut hasil kerja Rana.


"Yah ibu kok ikutan sih?"


"Lagian kamu tuh ya aneh, seneng banget godain Mamoru. Jadi wajar dong kalau Joshua bilang gitu. Dapat suami dingin kayak kulkas bingung nanti" Bu Naning tertawa geli membayangkan putrinya yang ramai mendapatkan suami dingin.


"Kalau memang jodoh ku seperti itu, akan kubuat dia Gesrek!" Rana tertawa terbahak-bahak.


"Ya ampun, Tante Rana ketularan budhe Nabila gesreknya" keluh Miki sambil menepok jidatnya.


"Lho hidup itu harus fun karena kata mbak Nabila yang dokter, demi kebaikan imun dan iman tubuh. Jika hati kita bahagia, insyaallah penyakit ogah datang" ucap Rana dengan yakin.


"Iya tapi kalau kamu keterlaluan gesreknya, dikira kamu itu kumat atau kesambit!" sahut Bu Naning.


"Ish ibu, jangan dong! Jangan bikin Marwah Rana jatuh di depan bocil lah!" bibir Rana semakin manyun.


Miki tertawa melihat perdebatan eyang dan Tante nya sedangkan Joshua hanya tersenyum simpul.


"Bang Joshua nanti nemenin Tante Rana anter Mi-chan kan?" wajah cantik Miki memandang Joshua.


"Tentu saja, princess" senyumnya.


Anything for you, princess.


***