You're The Only One

You're The Only One
They Are ... - Season 2



Miki dan Joshua sudah bersiap-siap untuk jadwal kontrol baby twins. Sengaja mereka memilih hari Sabtu karena Opa Akira dan Oma Raina datang dari Dubai demi mengetahui jenis kelamin cicitnya. Pasutri muda itu akan berangkat ke St. Luke International Hospital diantar oleh Dad Hiro dan Mom Shanum.


Awalnya papa Rudy dan mama Fyneen mau ikut, namun diminta oleh Miki di rumah saja agar tidak terlalu banyak orang yang ikut. Meskipun keluarga Sultan, Joshua dan Miki tidak mau memakai fasilitas nama Al Jordan.


Kini keempatnya sedang berada di ruang tunggu. Miki dan Shanum asyik melihat majalah fashion yang memuat model baju hamil. Miki sendiri sekarang memilih mengenakan dress warna hijau dengan motif bunga Daisy kecil-kecil yang panjang gaunnya hingga ke sebatas betis.


Joshua dan Hiro lebih serius melihat iPad masing-masing. Hiro sedang memeriksa laporan perusahaan sedangkan Joshua memeriksa tugas para mahasiswanya.


"Pumpkin, apa sudah menyiapkan nama buat twins nanti?" tanya Shanum kepada putrinya.


"Miki dan Abang nunggu saja lah jenis kelaminnya debay apa." Miki menyenderkan kepalanya di bahu sang mommy.


"Kamu tahu, dulu mommy hamil kamu itu cuma sama almarhum eyang Niken karena ngidam mommy parah, maunya makanan khas Semarang. Mana mommy sendirian tanpa Daddy" terawang Shanum mengingat kejadian 23 tahun lalu.


"Eh sekarang mommy diberi kesempatan bisa menemani kamu hamil bersama suami dan Daddy mu. Mommy heran, kamu ngidamnya kok cuma minta bubur sumsum buatan mommy tiap hari ya. Gampang banget ngidamnya" kekeh Shanum yang harus membuat bubur sumsum untuk putrinya.


"Enak kan ngidamku" gelak Miki. "Sama maunya tiap malam kelonan ma Abang" bisik Miki dengan wajah memerah.


Shanum tergelak. "Apa kamu ketularan Gesrek Daddy mu, pumpkin?"


"Kayaknya mom. Ampun deh, kayaknya Mi-chan kualat ma Daddy deh. Ga bisa jauh-jauh dari Abang, sama kayak Daddy bucin ke mommy."


"Nyonya Akandra." Miki dan Joshua lalu berdiri diikuti oleh Hiro dan Shanum.


"Sayang, kok Miki pakai nama belakang Joshua sih?" bisik Hiro dengan nada protes.


"Lho kan sama denganku mas, pakai nama belakang mu" jawab Shanum sambil berbisik juga.


"Harusnya kan tetap Al Jordan" gerutu Hiro yang langsung terdiam melihat putrinya menoleh ke belakang dengan wajah judes.


"Dad! Be quiet!" desis Miki.


Hiro terperangah. "Shan! Princess ku kok judesnya sama denganmu waktu hamil Yuki?" keluhnya.


"Mas, bisa diam nggak. Kalau nggak, tunggu di luar saja!" desis Shanum dengan tatapan galak.


Hiro pun terdiam, sedangkan Joshua hanya tertawa pelan melihat drama istri dan kedua orangtuanya.


"Joshua, kalau kamu masih tertawa, pulang naik taksi!" ancam Hiro kesal.


"Abang pulang naik taksi, aku ikut Abang!" balas Miki.


Hiro hanya menghela nafas panjang. Putriku lebih memilih suaminya.


Kini keempatnya duduk di kursi berbeda. Hiro dan Shanum di sofa yang tersedia, sedangkan Miki dan Joshua duduk di depan meja dokter.


"Selamat pagi bapak ibu" sapa dokter kandungan yang baru datang.


"Selamat pagi dokter Yamashita" sapa Joshua dan Miki ramah.


"Wah, hari ini diantar oleh calon grandpa dan grandma ya" kekeh dokter cantik itu ketika melihat Hiro dan Shanum. "Apa kabar tuan dan nyonya Al Jordan."


"Baik. Eh dokter Yamashita? Ada hubungan apa dengan dokter Satsuki Yamashita?" tanya Hiro.


"Beliau ibu saya, tuan Al Jordan. Sekarang beliau pensiun, saya deh penggantinya. Nama saya Ayumi Yamashita" jawab dokter yang usianya sekitar tiga puluhan.


"Dokter Satsuki adalah dokter kandungan saya waktu hamil Yuki" jawab Shanum.


"Sekarang saya dokternya anak nyonya Al Jordan ya" gelak dokter Ayumi. "Regenerasi ceritanya."


"Oke, malah jadi ngobrol kemana-mana. Nyonya Miki ayo naik ke tempat tidur, kita cek para twins."


"Oke, kita lihat ya the twins."


Dengan telaten dokter Ayumi menggerakkan transduser di tangannya.


"Wah, selamat. Nyonya Miki hamil kembar perempuan semua."


Miki dan Joshua menatap layar monitor dengan perasaan tidak percaya. Shanum menangis haru ketika mengetahui jenis kelamin cucunya.


"Alhamdulillah, diberikan anak perempuan karena keluarga kami kebanyakan anak-anak dan cucu laki-laki semua" ucap Shanum.


"Kita bisa dandan bareng mom" sahut Miki terharu.


"Aku bakalan pusing ini. Punya anak perempuan harus ekstra ketat pengawasannya" gumam Joshua.


"Tenang Josh, ada Opa yang akan membantu mengawasi cucu-cucu perempuan Opa." Hiro menyahut dengan pedenya.


"Opa?" seru Shanum dan Joshua berbarengan.


"Lho bener kan?" tanya Hiro bingung.


"Dad itu gimana sih, aku ma Abang dah sepakat nanti membahasakan twins ke Dad itu kakek dan necan ke mommy" sahut Miki yang sedang dibersihkan gelnya oleh dokter Ayumi.


"Sebentar, kamu bilang kakek ke Dad tapi necan ke mommy. Apa artinya necan?" Hiro menatap judes ke putrinya yang sudah duduk dan hendak turun.


"Nenek cantik" ujar Miki cuek.


Hiro menepuk jidatnya.


Keempatnya kemudian duduk kembali seperti posisi semula lalu dokter Ayumi yang sejak tadi menahan ketawa melihat keributan keluarga sultan itu akhirnya tidak bisa menahan tawanya.


"Maaf ya dok, keluarga kami memang begini. Semuanya jadi bahan debat" ucap Joshua.


"Tidak apa tuan Akandra. Saya sering diceritakan oleh ibu saya bagaimana keluarga Al Jordan dan Pratomo serta Reeves. Karena ibu saya juga yang membantu persalinan nyonya Midori istri Alex Reeves."


"Ohya, ingat nggak mas, waktu kita besuk Midori, malah ribut gara-gara jadwal lahiran bertepatan rapat pemilik saham?" timpal Shanum.


Hiro hanya mengangguk. "Dan kita semua marah dengan Alex lalu Midori protes dengan kita malah jadi berantem nggak jelas."


"Kalian kapan sih berantem jelas? Kayaknya nggak pernah deh!" komentar Miki yang sudah hapal keluarga gesreknya.


Dokter Ayumi tertawa. "Baiklah, tuan dan nyonya Akandra, the twins sehat semua, kandungan bagus, pertumbuhan bayi juga sesuai. Tetap makan makanan bergizi tapi jangan sampai over eating meskipun hamil kembar tetap dipantau dietnya."


Kedua pasang pasutri itu mendengarkan semua pesan dokter Ayumi dan diputuskan pas kelahiran si kembar dilakukan Cesar karena melihat panggul Miki yang kecil dan Joshua tidak mau mengambil resiko kenapa-kenapa pada istrinya.


Usai kontrol, keempatnya pun kembali ke mansion untuk memberikan kabar bahagia buat para orang tua disana.


***


Yuhuuu


Chapter Miki-Joshua dah mo ending Yaaaa


Tapi author dah siapin project baru sehabis natal nanti.


Thank you for reading


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️