
Setelah hampir seminggu mencari tahu Kim Hyun-ji, akhirnya Bryan bisa menemukan pria itu. Hyun-ji adalah anak seorang pemimpin Korea Selatan dari grup Silver Shining atau akronim dari SS. Setelah ayah Hyun-ji, Hwoa-jin meninggal, dialah yang mengambil alih.
Pertemuan pertama Duncan McGregor dengan Hyun-ji tiga puluh tahun lalu disebabkan adanya permintaan dari kepolisian Inggris atau Scotland Yard mencari pembunuh para warga negara Korea Selatan di London. Karena pihak Scotland Yard tidak boleh kentara berhubungan dengan mafia luar, mereka meminta bantuan klan McGregor.
Di tangan Duncan McGregor, klannya lebih sering bekerjasama dengan kepolisian untuk membantu di bawah radar. Tak heran jika masa Duncan berkuasa disebut mafia putih.
Karena pihak SS mengenal sepak terjang klan McGregor, mereka mau membantu dan sejak saat itu hubungan Duncan dan Hyun-ji terjalin baik. Bahkan Duncan terkadang terbang ke Seoul bersama Edward dan duo J hanya menikmati Soju dan Barbeque bersama.
Hingga 26 tahun lalu, Hyun-ji dikhianati oleh salah satu pengawalnya dan sempat meminta bantuan kepada Duncan. Namun ketika Duncan tiba di Seoul, klan SS sudah berubah pemimpin dan tidak ada yang mau memberitahukan dimana Hyun-ji berada.
Akses pihak McGregor mencari tahu keberadaan Hyun-ji pun ditutup rapat oleh para hacker klan SS. Sejak itu Duncan dan Edward benar-benar kehilangan jejak.
"Ketemu dimana Bry?" tanya Edward penasaran.
"Indonesia."
"Haaaahhhh?" Edward, Jack dan John terkejut bersamaan.
"Kota mana?" tanya Jack penasaran.
"Delanggu, Klaten."
Bryan pun mengecek google map dan menemukan kota itu sangat dekat dengan Solo.
"Astaghfirullah, begitu dekatnya dengan Joshua" komentar Edward.
"Apa kamu yakin Joshua anak Hyun-ji boss?" tanya Bryan lagi.
"Probably. Wajahnya mirip dan auranya pun sama. Ingat ketika dia akhirnya mendapatkan pembunuh berantai itu. Aku pikir aku sudah psycho, ternyata dia jauh lebih psycho." Edward mengingat bagaimana Hyun-ji menyiksa pembunuh itu.
"Pak Hiro sudah kembali ke Tokyo, di solo tinggal Joshua dan Miki. Menurut info, Miki masih ingin di solo dulu sebelum kembali ke Massachusetts menemani Joshua" ucap Jack.
"Bry, tutup semua akses dari Abian supaya Joshua tidak bisa mengakses bahwa kita menyelidiki dirinya." Edward tahu Abian putra Bryan adalah business partner Joshua di perusahaan IT nya.
"Besok kita ke Solo tapi diam-diam saja. Kita cari Hyun-ji disana. Kalau perlu kita pindah sementara. Bry, cari rumah yang dekat lokasi Hyun-ji agar kita bisa mengawasi diam-diam. Jack dan John, kau disini dulu, berjaga-jaga. Ohya siapkan paling tidak lima anggota kita yang levelnya hanya satu tingkat di bawah Duncan" titah Edward.
Jack dan John mengangguk.
Satu tingkat di bawah Duncan sama saja itu sepantaran dengan kita.
***
Edward, Bryan dan lima pengawal berwajah Asia atau campuran, sampai di kota Solo dan langsung menuju rumah yang lokasinya masuk dari jalan besar Klaten - Solo. Edward sengaja membeli mobil Toyota Avanza bekas tampak bobrok dua buah yang tidak mencolok dari penduduk sekitar. Ada dua buah rumah yang disewa setahun oleh Bryan dan semuanya berada satu area dengan rumah yang diduga tempat tinggal Hyun-ji sekarang.
Edward bersama tiga orang pengawalnya sampai di rumah yang berada di sebelah barat sedangkan Bryan rumah satunya yang berada di sebelah timur. Sesampainya di rumah sewaan, mereka mulai menyiapkan semua perlengkapan. Setelah dirasa beres, yang mereka lakukan hanyalah mengawasi dan menunggu.
***
Seorang pria tua berusia sekitar 60 tahun berjalan dengan langkah perlahan. Walaupun sudah tampak berumur, namun badan pria itu masih tegap. Wajahnya ada bekas luka yang membuatnya menyeramkan. Tangan kirinya ada beberapa bekas luka yang mulai mengabur dimakan waktu.
Pria itu membawa kantung plastik berisikan berbagai macam makanan. Dapat dilihat ada ramen, kopi instan dan sebagainya. Ketika dia berjalan melewati jalan menuju rumahnya, dia melihat ada seorang anak muda sedang menyapu halaman.
Pria tua itu merasa curiga melihat gerak-gerik anak muda itu. Namun dia berusaha bersikap wajar.
"Kulonuwun" sapa pria tua itu.
"Njih pak" sapa anak muda itu ramah.
"Mas e saking pundi njih? Kok Kulo mboten tau nate sampean njih?" tanya pria tua itu.
( Masnya dari mana ya? Kok saya belum pernah liat anda )
( saya dari Semarang, pak. Boss saya mau beli sawah tapi belum ketemu sama yang punya. Jadi boss saya nginep disini dulu ).
Pria tua itu manggut-manggut tahu bahwa rumah itu memang biasa disewakan untuk bakul beras karena dekat dengan sawah dan sentra beras. "Beras Delanggu sae-sae soale" sahut pria tua itu.
( Beras Delanggu bagus-bagus soalnya ).
"Njih pak." sahut anak muda itu.
"Monggo mas...?"
"Sofyan pak" jawab pria muda yang bernama Sofyan. "Bapak sinten njih?" ( Bapak namanya / siapa ya )
"Kulo pak Yudhi. Monggo mas" pamit pria bernama Yudhi itu.
"Derekaken pak".
Pria bernama Yudhi itu kemudian berjalan menuju rumahnya yang hanya berjarak 200 meter dari rumah sewaan Edward.
Setelah dirasa aman, Sofyan pun masuk ke dalam rumah sewa. Di dalam Edward bersama dua pengawal lain menunggu laporan Sofyan.
"Tampaknya dia memang tuan Kim Hyun-ji jika melihat beberapa bekas luka di tangan dan wajahnya, tuan."
"Untung kamu bisa bahasa Jawa fasih Yan" puji Edward.
"Hehehehe, saya kan memang asli Jawa tuan tapi nyasar jadi anak buah anda" kekeh Sofyan yang usianya baru 27 tahun.
"Untung Jack dan John tanggap merekrut mu sepuluh tahun lalu, karena butuh pengawal yang bisa bahasa Indonesia".
"Bagaimana tuan, kita kesana?" tanya Ricky yang memiliki wajah mirip pemain volly Jepang Ran Takahashi.
"Nanti dulu. Kita lihat dulu. Harus sabar jika kita bekerja seperti ini. Karena mungkin bukan hanya kita yang tahu sekarang kalau Kim Hyun-ji berada disini tapi juga musuh-musuhnya. Kita tugasnya melindungi Kim Hyun-ji karena kemungkinan besar kalau tahu dia memiliki keturunan, bukan tidak mungkin keturunannya juga diincar. Dan aku tidak mau itu terjadi karena bisa perang besar antara keluarga berpengaruh." Sejujurnya Edward tidak mau jika keluarga Al Jordan dan Pratomo terkena imbasnya karena mereka tidak tahu apa-apa.
Sebuah pesan masuk ke dalam ponsel Edward.
📩 Bryan : Ed, aku rasa ada pihak lain yang mengetahui keberadaan KHJ.
📩 Edward Blair : Bagaimana bisa?
📩 Bryan : Aku tahu ada yang mencoba menembus engine search McGregor. Jack sudah mencoba menambah lapisan firewall kita.
📩 Edward Blair : Siapa?
📩 Bryan : Joshua Akandra
Edward terperangah.
Shiiiittt !
***
Yuhuuu
Up siang
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️